
Di sisi lain.
Di luar lapang.
BUMM!!
Sebuah ledakan hebat tercipta.
Situasi begitu tegang bagi setiap pasang mata yang melihatnta.
“Hei, kau lihat pertarungan yang mana?”
Para murid kelihatan bingung pertarungan mata yang harus mereka tonton.
“Dua-duanya!” Jawab satu murid.
“Wah!?”
Fredirica dan Rossa terdiam.
Mereka tak menyangka akan terjadi dua pertarungan di waktu yang bersamaan.
Guru mereka dan Feronica sedang menghadapi pertarungan mereka masing-masing.
Dan mereka hanya bisa melihat tanpa melakukan apa-apa.
Dan memangnya apa yang bisa mereka lakukan sekarang?
“….” Dua bersaudari ini merasa ada yang aneh dalam hatinya.
Mereka tidak begitu tenang sebelum ‘bermain’ dengan Feronica.
Namun kini sebuah kenyataan muncul dihadapan mereka.
Semua kejadian ini … salah mereka?
Rossa dan Fredirica bisa merasakan aura ketakutan dan ketegangan dari banyak orang di sini.
Untuk pertama kali setelah sekian lama mereka memikirkan apa yang orang lain rasakan.
Padahal selama ini mereka hanya peduli dengan keinginan pribadi saja.
Rossa terdiam, ia tak menyangka inilah Feronica dengan perasaan sebenarnya.
Sudah terlambat untuk minta maaf.
“Kita telat sadar dik.”
“!” Fredirica terdiam, dan langsung paham apa maksud kakaknya.
Mereka memang ingin bertemu dengannya, namun bukan dengan cara ini.
“Kak?” Fredirica tak bisa menyembunyikan ketakutannya.
Alasan terbesar Feronica datang kemari adalah … mereka berdua.
Feronica sudah mengatakan tujuannya di awal.
Rossa sadar, inilah hasil perbuatan mereka berdua selama ini pada gadis itu.
*
Kepulan debu bekas ledakan perlahan menghilang, dan terlihatlah seorang pemuda berdiri dengan serius.
“….” Di sisi lain, sang guru, Housen juga terlihat melakukan hal yang sama.
__ADS_1
“Tuan….” Stephen tidak menyerah untuk menjelaskan.
SRET.
Namun sayang sekali Housen benar-benar tak mau mendengar alasan apapun.
Energi misterius makin terasa dari orang muda ini, menambah kecurigaannya.
Baku hantam singkat tadi sudah membuat semua makin jelas.
“….” Stephen sama sekali belum bisa mendapat kepercayaannya.
Apa keputusannya masuk tempat ini adalah salah?
Stephen berusaha menahan kekuatannya semaksimal mungkin.
Kedengarannya mudah, namun sebaliknya sih.
Lebih mudah untuk mengeluarkan kekuatan daripada menahannya.
Namun ia tidak bisa melakukannya.
Tujuannya bukanlah untuk menyakiti siapapun.
Stephen menarik nafas dalam dan berusaha tenang.
“Khhh….”
“….” Felicia malah tiduran saja di bawah.
Dia masih belum sadar atau tidur beneran?
Housen terdiam, aura misterius nan asing juga terasa pada perempuan yang sedang tidur itu.
Kemungkinan besar mereka bersekongkol dengan mantan murid itu untuk mengacau di tempat ini.
Kini dua guru terkuat sudah tumbang, gilirannya untuk melakukan bagiannya.
Para guru berkemampuan tinggi bertanggung jawab atas keselamatan para muridnya.
Sudah jadi kewajibannya untuk mengusir orang asing yang tak berkepentingan.
SRET.
Housen kembali memasang pose bertarungnya.
“….” Stephen terdiam, ia melihat sekilas di belakang, Feronica masih sibuk mengamuk.
Kedatangannya kemari malah bikin tambah runyam.
Tapi yah apa boleh buat, semua sudah terjadi juga.
Stepthen tidak punya kesempatan menjelaskan, dan tidak merasa akan didengarkan juga.
Housen mengangkat tangannya, dan seketika itu juga sihir bola api besar langsung tercipta.
“Whoa.” Sihir bola api besar itu menyihir siapapun yang melihatnya.
Para murid kagum dengan teknik yang dikeluarkan gurunya itu.
Jarang-jarang mereka bisa melihat sihir tingkat tinggi begini.
Teknik tingkat tinggi seperti ini pastilah menimbulkan daya hancur tinggi.
Siapapun akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan sihir jenis ini di area sekolah.
__ADS_1
Dan Housen sudah memikirkannya berkali-kali.
Ia yakin dengan apa yang dilakukannya.
Sudah lama sejak terakhir kali ia menggunakan sihir berkekuatan besar begini.
Housen tak berniat menahan diri.
Inilah hukuman untuk siapapun yang menginjakkan kakinya tanpa izin ke tempat ini.
‘….’ Stephen terdiam, ia tidak menyangka pria itu mengeluarkan keukatan seperti itu di tengah sekolah.
Ya, Stephen bisa merasakan banyak jiwa yang terkumpul di tempat ini.
Apa dia tidak memikirkan para muridnya sendiri?
BUM….
SSSSWUUSHH!!!
Sebuah bola api besar langsung melesat cepat.
Housen terlihat dingin, ia bahkan tidak menamakan jurusnya apa.
Kini apa yang akan dilakukan makhluk asing itu?
Di sisi lain Stephen terdiam melihat serangan besar yang mengarah padanya.
Ia masih tidak habis pikir kenapa pria itu melancarkannya.
Namun yah, mau seberapa banyak dipikirkan pun tetap saja inilah kenyataannya.
Dia rela melakukan apapun demi mengalahkan musuhnya.
Stephen bisa merasakan keseriusan yang hebat pada serangan itu.
Tidak ada basa-basi sama sekali.
Serangan bola api itu makin mendekat dan tidak lama lagi menghantamnya.
Namun Stephen tetap terlihat tenang.
Ia perlahan mengangkat tangan kanannya, dan seketika itu juga aura gelap langsung tercipta!
“… A- apa yang terjadi?” Salah satu siswi terlihat heran.
“Oi.” Fredirica terdiam tak menyangka dengan apa yang dilihatnya.
“….” Rossa pun terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Serangan bola api guru mereka….
Hilang begitu saja.
“….” Housen terdiam, ia terlihat tenang meski melihat momen mengejutkan.
Serangan berkekuatan tinggi miliknya sirna begitu saja.
“Ini semua salah paham Tuan.” Stephen terlihat serius.
“Monster.” Housen akhirnya melihat dengan mata kepalanya sendiri.
“….” Stephen terdiam.
Sementara itu perasaan mulai berkecamuk dalam dirinya.
__ADS_1
‘Jadi apa ini yang dirasakan Feronica?’ batinnya.