
"Kamu tidak ingat apapun?" Bukannya menjawab pertanyaan, Stephen berbalik menanyakan hal ini dengan mata yang mengisyaratkan keheranan dalam hatinya, membuat Feronica jadi makin penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi tadi.
Feronica menggeleng kecil sembari mengangkat tangan kanan memegangi kepalanya sendiri. Memang melihat langit yang tadinya begitu gelap dan suram kembali menjadi cerah membuatnya sedikit pusing.
"...." Sedang Freiss masih fokus untuk memulihkan keadaan Feronica dengan kedua tangannya masih terarah pada tubuh Feronica, dan yang mengejutkan adalah kondisi Feronica memang cepat sekali membaik.
Hal ini jarang terjadi pada orang biasa, apalagi ketika seseorang menggunakan kekuatan penuhnya. Tentu pemulihannya butuh waktu yang lama dan rumit (berdasarkan tingkat luka pada tubuh), seperti Housen yang kondisinya masih perlu pemulihan lebih lanjut.
Feronica mencoba mengingat kembali apa yang masih menempel di ingatannya, dan setelah beberapa saat melakukannya pun, ia masih sampai di fakta bahwa hal yang terakhir diingatnya memang saat mengeluarkan teknik penyaluran sihir ke bangunan sekolah.
"Dan setelah itu... Bu Freiss memulihkanku...." Feronica menjelaskan apa yang diketahuinya, dan kemungkinan ia tidak sadar tadi.
Fakta bahwa memang ia telah menerima serangan dari seorang berjubah hitam adalah hal yang tidak terelakkan yang bisa membuatnya jadi seperti ini. Meski memang ia masih sadar ketika menerima serangan itu, namun bisa saja efeknya baru terasa sekarang.
Dan kemungkinan kedua yang juga telah dijelaskan adalah soal teknik dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, yang bisa jadi kemungkinan tubuhnya jadi tidak kuat menahan beban sihir yang ada.
"Apa itu yang terjadi?" Karena Feronica masih melihat kedua orang di dekatnya ini terlihat keheranan dan tidak percaya, maka ia tidak keberatan untuk mengatakan kemungkinan yang bisa terjadi versi-nya sendiri.
Namun memang tidak ada gunanya juga memercayai kemungkinan yang terpikirkan sendiri olehnya. Toh memang yang benar-benar tahu akan keadaannya tentu saja Kak Stephen dan juga Ibu Guru Freiss yang melihat keadaannya di lapangan secara langsung.
"Tanda merah yang ada padamu kembali muncul...." Stephen mengatakan fakta apa adanya, yang mungkin bisa menjelaskan mengapa rekannya ini tidak mengingat apapun.
"Apa?" Feronica memegangi wajahnya sendiri. Fakta yang tidak ingin didengarnya malah kembali didengar lagi.
"Tanda merah? Itu berarti kesadaranku....?"
"Sepertinya itu terjadi ketika kamu berusaha untuk mengeluarkan sihir ke seluruh tempat ini...." Stephen kembali menguatkan poin yang memang masih dugaannya juga, namun dugaan yang lebih kuat yang ia percaya terjadi di sini.
"Penampilan fisikmu memang terlihat berubah sebelumnya Feronica...." Bu Freiss angkat bicara mengenai hal ini, dari kejauhan ia sendiri memerhatikan apa yang terjadi selama membantu rekannya yang lain.
"Ah...." Feronica akhirnya tahu akan mengapa tiba-tiba ia bangun yang merasa tubuhnya berat di awal. Kedua kemungkinan yang terpikirkan olehnya ternyata tidak ada yang benar.
Feronica mengambil nafas dalam, seharusnya ia bisa tahu hal ini dari awal, namun ternyata terjadi tak terduga juga. Hal aneh, tanda merah muncul kembali dan bersamaan dengan itu kesadarannya menghilang.
Bukan yang pertama kali terjadi, namun Feronica berharap hal ini memang tidak selalu terjadi padanya. Pasalnya terasa mengerikan juga kehilangan kesadaran di tengah jalan, sedang tubuhnya masih bergerak seperti biasa.
Dan tersadar tanpa mengetahui apa yang telah terjadi. Feronica melihat tanda aneh yang muncul di wajahnya memang semakin hari semakin aneh.
Tapi memang ia sendiri pernah terjebak di suatu tempat mirip penjara sebelumnya, dan ia mendengar suara asing yang mengaku sebagai dirinya sendiri, dan tidak hanya sekali terjadi. Apa mungkin ada hal lain yang merasuki dirinya?
__ADS_1
"HAH!"
"Ada apa?!" Stephen memegang bahu rekannya ketika melihat Feronica yang terperanjat tanpa alasan yang jelas tadi. Karena memang terlihat dia seperti merenung akan sesuatu.
"Ah...." Feronica melihat wajah Kak Stephen begitu dekat dengannya, tiba-tiba ada sesutu yang berdegup kencang di sini.
"Terlalu dekat...." Feronica bisa melihat mata Kak Stephen begitu serius memerhatikan keadaannya, namun entah mengapa dalam pandangannya sendiri ia bisa melihat bunga-bunga dan juga cahaya yang menyilaukan darinya.
Apa ini semacam sihir atau?
"Kamu baik-baik saja?!" Stephen bersikeras menanyakan keadaan Feronica, karena pikirnya barangkali ada suatu hal yang sedang terjadi lagi pada rekannya ini.
Stephen merasa begitu bertanggung jawab akan keberadaan rekannya sekarang. Mengingat memang sedari tadi ia benar-benar diam saja tidak melakukan apapun. Dan setelah semuanya berakhir setidaknya ia ingin memastikan dengan seksama bagaimana keadaan rekannya sekarang.
"Ah, dia sudah lebih baik sekarang." Freiss tersenyum kecil. Melihat momen seperti ini setelah apa yang terjadi barusan tidak buruk.
Freiss sempat merasakan adanya gejolak kekuatan yang ada pada gadis ini tepat ketika terkejut tadi, seolah memang ada sesuatu yang ada dalam dirinya. Bisa saja dari pemikirannya sendiri.
Setelah cukup tenang, Feronica akhirnya angkat bicara. "Ah aku tidak apa, apa aku melukai orang lain lagi?"
Feronica masih enggan untuk membicarakan hal ini, fakta bahwa ia mendengar suara aneh yang mengaku sebagai dirinya sendiri dan juga kehilangan kesadaran tanpa alasan yang jelas sudah membuatnya terbebani. Membagikan beban ini dengan orang lain mungkin bukan pilihan yang tepat.
Dari awal ia tidak berencana untuk mengungkit soal tanda merah yang ada di wajahnya, namun seiring dengan berjalannya waktu, bukannya tetap jadi rahasia, malahan semakin banyak orang yang tahu akan hal ini.
Dan suara yang ia dengar sebelumnya kemungkinan besar punya hubungan dengan tanda merah yang seringkali muncul itu.
Apa mungkin tanda merah dan juga suara yang ia dengar itu adalah sosok lain yang ada dalam tubuhnya? Yang mengambil alih kesadarannya secara paksa?
Mungkin memang terlalu awal untuk memikirkan hal ini, namun setidaknya Feronica bisa mendapat gambaran kasar soal apa yang terjadi dalam tubuhnya ini.
Apa itu berarti ia punya sosok lain dalam tubuhnya? Pemikirannya kini semakin liar, dan Feronica berusaha untuk tidak keluar jalur di sini.
'Tenang Feronica... jadilah tenang....'
Mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya memang tidak sulit, namun Feronica tidak mau orang lain ikut pusing dengan apa yang dipikirkannya ini.
Semua hal aneh yang disaksikan oleh orang lain tentu bisa jadi penilaian mereka masing-masing. Dan Feronica tidak begitu peduli pendapat orang lain soal tanda merah yang ada padanya ini.
Dan faktanya ia dikeluarkan dari akademi karena hal ini juga. Dan kemudian terjadi lagi yang pada akhirnya ia bisa mengerti maksud dari keputusan sekolah.
__ADS_1
Apa yang bisa terjadi ketika seorang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri? Tentunya tidak ada yang tahu selain orang lain. Kini Feronica sudah mendengar bagaimana ia kehilangan kesadaran dan tetap beraksi. Tidak punya kendali dan tanggung jawabnya hilang saat itu juga.
Saat terakhir memang ia melukai teman-temannya sendiri dengan hal aneh yang terjadi padanya. Dan kini apa terjadi hal yang serupa?
"Kamu tidak melukai siapapun... orang berjubah hitam itu sudah pergi dari sini...." kata Stephen dengan cukup serius, Feronica menatap sejenak rekannya itu, mendengarkan perkataan tadi dan memprosesnya dengan baik-baik,
'Haaaah....' Feronica merasa batinnya lebih lega sekarang, pasalnya untuk mendengar lagi hal buruk soal tanda yang muncul padanya bukanlah hal yang mudah.
"Malahan dengan kekuatanmu itu, kamu berhasil menghentikan orang asing itu dan bahkan melindungi sekolah...." Freiss tersenyum kecil, mengutarakan kelegaannya karena anak muridnya ini bisa menggunakan kekuatannya untuk melakukan hal yang baik.
"...." Feronica terdiam, memandangi ibu gurunya yang tersenyum lembut padanya, ternyata memang apa yang ia pikirkan sebelumnya tidak benar-benar terjadi.
Yaitu semua orang sama saja, yang di mana semua orang di akademi memandangnya berbeda dari yang lain. Namun kini dengan senyuman tulus ibu Freiss, bukan beban dan ketakutan yang ia rasakan, melainkan sesuatu yang begitu indah yang selalu diharapkannya.
'Apa aku benar-benar melakukannya?' Batin Feronica, ia tidak langsung menelan bulat-bulat apa yang didengarnya melainkan memikirkannya lebih dahulu di dalam hatinya.
Feronica melihat kembali di sekitarnya, terasa nyaman dan hangat kembali sebagaimana mestinya. Tidak ada suasana suram dan gelap seperti tadi, namun pemandangan sekolah memang tetap ada kerusakan di beberapa tempat.
Feronica penasaran bagaimana ceritanya ia bisa mengusir seorang berjubah yang misterius itu, pasalnya memang ia tahu sebelumnya para guru yang lain juga sudah melawannya.
Apa mungkin keadaan seorang berjubah hitam itu sulit karena sudah melawan para guru di sini? Dan kemudian ia juga berhadapan dengan seorang berjubah hitam itu? Feronica rasa tidak salah berkesimpulan seperti itu.
"Bagaimana kamu mengatasi serangan bola hitam itu?" Pada akhirnya Stephen penasaran akan apa yang terjadi sebelumnya, tepat ketika serangan besar saudaranya tiba-tiba hilang tak tersisa.
"Bola hitam?" Feronica terdiam sebentar dan langsung sadar akan pertanyaan dari rekannya ini, yang sayangnya memang ia sama sekali kehilangan kesadaran sebelumnya.
"Ah benar juga...." Stephen pikir mungkin ada seperti sedikit celah yang dimana rekannya itu bisa ingat meski hanya sedikit saja, namun ternyata Feronica tidak mengingat apapun.
Jadi jawaban mengenai serangan bola hitam yang tiba-tiba menghilang itu belum bisa terjawab sekarang dan bahkan tidak tahu akan terjawab atau tidak. Namun yang pasti Stephen pikir ini ada hubungannya dengan Feronica.
Memang sebelumnya Stephen pikir serangan bola hitam besar yang tiba-tiba menghilang itu karena kakaknya sendiri yang membatalkan sihirnya. Namun setelah dipikir lebih lanjut, memang tidak ada bukti yang mendung hal itu, pasalnya saudaranya itu bersikeras untuk melakukan apapun demi mencapai tujuan.
Termasuk dengan melumpuhkan kedua guru yang ada di tempat ini, jadi kecil kemungkinan kakaknya sendiri yang membatalkan sihir itu. Malahan Stephen masih ingat sekilas akan eskpresi wajah saudaranya ketika tahu sihirnya menghilang, sama sekali tidak mengisyaratkan ia sengaja meniadakannya.
Jadi mungkin kekuatan aneh Feronica yang bisa membuat serangan kakaknya itu menghilang tanpa jejak yang jelas.
Feronica sendiri tidak tahu secara detil apa yang terjadi di sini, namun pada akhirnya ada satu hal yang kini mengganggunya.
"...." Freiss menyudahi pemulihan yang dilakukan pada Feronica, karena memang tubuh Feronica bisa beradaptasi dengan baik dan sebagian besar luka luar yang ada padanya sudah pulih.
__ADS_1
Stephen sendiri melihat begitu cepat pemulihan dari rekannya ini, memang baru pertama kali juga ia melihat yang seperti ini setelah sekian lama. Tidak ada yang bisa menjelaskan ini selain Feronica sendiri.
"Dengan pertarungan yang terjadi di sini, apakah orang-orang di desa sudah tahu?" Feronica memandang gurunya dengan tatapan khawatir, setelah semua kekacauan yang terjadi di sini, jika ada orang luar yang tahu bukankah itu akan menimbulkan kegaduhan juga?