Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 51: Hasil


__ADS_3

-Keesokan harinya, pagi hari di halaman sekolah-


"Pagi Tuan Jack, hari yang indah ya!" Seperti biasanya Feronica menyapa Tuan Jack yang sedang enak-enak menyapu halaman. Pria paruh baya itu kaget seperti biasanya.


"Oooh! Pagi juga Feronica." Tuan Jack berbalik badan merapikan topinya dan tersenyum.


"Bagaimana hasil tesnya?" tanyanya dengan ramah.


"Guru belum mengumumkan hasilnya...." Feronica menjawab apa adanya, nada bicaranya pelan seolah ia merasa tidak percaya diri.


"Tapi tenang saja Tuan! Aku sudah melakukan yang terbaik dan sudah siap dengan apapun hasilnya!" kata Feronica lagi, namun dengan nada bicara tinggi dan penuh semangat, berbeda sama sekali dengan nada bicara yang tadi.


Tuan Jack tersenyum kecil dan untuk beberapa saat mereka berdua mengobrol kecil karena masih ada sedikit waktu.


Setelah selesai mengobrol, Feronica segera berjalan masuk ke akademi seperti biasanya, sedangkan Jack menjalankan tugasnya kembali dengan penuh semangat.


Beberapa murid lain berpapasan dengannya dan entah mengapa Feronica merasa tatapan mereka berbeda dengan biasanya.


Apa maksudnya? Feronica tahu ia adalah seorang yang tidak populer dan selalu diabaikan orang, namun entah kenapa kali ini rasanya beda.


Para murid lain yang berpapasan dengannya memberikan tatapan tajam berarti yang cukup untuk membuat Feronica bertanya-tanya.


'Kenapa mereka?' batin Feronica, ia tidak terganggu dengan tatapan itu, akan tetapi penasaran juga apa sebabnya.


Feronica terhenti di tengah perjalanannya untuk masuk ke ruang kelas, ia melihat ada dua orang murid yang mengobrol satu sama lain.


"Yelena dari kelas 3A masih dirawat?" ujar salah satu siswi di sana.


"Benar, bahkan pihak keluarganya sampai marah besar karena hal ini. Aku sampai takut membayangkan apa yang terjadi nanti," komentar siswi yang lain. Dan mereka melanjutkan obrolan sembari berjalan ke kelas.


Feronica masih terhenti di sana, ia paham betul apa yang dibicarakan oleh kedua murid tadi. Ini bukan kali pertama ia memikirkan hal ini.


Feronica memang masih belum percaya bagaimana bisa ia yang tidak lebih kuat dari Yelena malah bisa cepat pulih. Sedang Yelena malah masih harus di rawat, Feronica masih belum mengerti mengapa bisa begini.


'Pihak keluarganya marah?' Feronica memikirkan kembali apa yang pernah ia pikirkan sebelumnya, akan keinginannya untuk berbicara langsung dengan pihak keluarga Yelena.

__ADS_1


Apakah pihak keluarga Yelena akan mengerti jikalau memang ia memiliki kesempatan untuk menjelaskannya?


Terlepas dari apa yang bisa terjadi, Feronica tetap tidak bisa memaksakan kehendaknya juga.


Pada akhirnya ia kembali berjalan ke kelas sembari berusaha mengabaikan setiap pasang mata yang memandangnya dengan tajam.


Feronica mengikuti sesi belajar seperti biasa, dan sore hari pun datang dengan begitu cepat.


Para murid yang ada di kelasnya langsung membereskan buku mereka ke dalam tas dan bergegas meninggalkan ruangan.


Feronica juga melakukan hal yang sama, namun ia tidak seburu-buru siswa lain membereskan barang-barangnya.


"Feronica? Bisa ikut ibu sebentar?" Feronica mendengar suara, yang tak lain tak bukan adalah gurunya sendiri. Ibu Freiss yang sudah mengakhiri sesi pembelajaran di kelasnya saat ini.


'Ikut?' Feronica merasa heran karena tidak biasa mendapat ajakan dari gurunya. Sontak hal ini membuatnya bertanya-tanya juga. Apa ada sesuatu yang terjadi ya?


Feronica segera membereskan peralatan belajarnya ke dalam tas dengan lebih cepat dan kemudian mengikuti Bu Freiss menuju ke ruangan para guru.


"Permisi ...." Feronica mengucap salam sebelum masuk ke ruangan para guru ini.


Feronica melihat keadaan sekeliling ruang para guru yang cukup luas ini. Kebanyakan para pengajar akademi sudah pulang dan hanya menyisakan beberapa guru yang masih ada di ruangan ini.


Pluk.


Feronica duduk berhadapan di meja ibu gurunya. Rasanya agak tegang serta gugup karena ia dipanggil oleh guru favorit, terutama para siswa di akademi.


"Ada yang mau ibu sampaikan, Feronica." Freiss memulai pembicaraan di antara mereka.


Feronica menatap gurunya dengan serius. "Iya bu?"


"Ini berhubungan dengan Tes Kemampuan Sihir kemarin." Freiss menatap anak didiknya dengan serius pula.


"Ibu senang kamu bisa pulih dengan cepat dengan luka yang kamu terima kemarin...." Bu Freiss sedikit tersenyum lega.


"Ah, terima kasih bu...." Feronica merasa senang ada yang ikut khawatir tentangnya selain ibunya sendiri. Diperhatikan oleh orang hebat rasanya seperti mimpi saja.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Yelena Bu?" Feronica tidak melihat Yelena di kelas yang berarti dia masih harus menerima perawatan. Namun setidaknya dia sudah lebih baik bukan?


Ibu Freiss selalu memonitori betul bagaimana kondisi anak didiknya yang sedang sakit itu. Dan ia tidak memberikan jawaban lisan.


Freiss menatap Feronica dengan penuh arti, rasanya dengan melihat ekspresi gurunya itu ia sudah tahu jawaban dari pertanyaannya itu.


'Begitu ya,' batin Feronica. Itulah sebabnya banyak pasang mata yang melihatnya pagi tadi? Mereka menganggapnya berbahaya?


"Ibu akan memberi tahumu soal hasil Tes Kemampuan Sihir susulan yang kemarin di lakukan." Freiss mulai kembali ke nadanya yang serius.


DEG ....


Feronica sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi momen ini. Dimana kenyataan yang akan menentukan bagaimana langkahnya selanjutnya.


'Yah aku tidak bisa berharap banyak juga....'


'Kalau kami kalah maka rasanya tidak adil, Yelena lebih kuat dan berbakat... sedangkan aku?' Feronica mulai berspekulasi dalam pikirannya.


Akan lebih wajar apabila Yelena yang secara keseluruhan lebih baik darinya dan lolos dalam Tes Kemampuan Sihir susulan ini. Karena memang kekuatannya jauh lebih besar darinya.


Sedangkan dirinya? Feronica hanya menggunakan jurus yang bahkan belum stabil dan tidak hanya akan merugikan lawannya namun dirinya juga. Rasanya terlalu memaksakan diri juga.


Feronica memang masih dalam tahap menyempurnakan Sihir Tanah: Perubahan Tempat ini. Satu sihir yang cukup sulit untuk dikuasainya.


Meskipun ia berhasil menggunakan sihir yang cukup berat itu namun tentu aja penilaiannya akan kurang bagus karena tidak terlalu menguntungkan penggunanya. Bahkan sampai berbahaya juga malahan.


'Kumohon, tidak apa jika aku harus mengulang, asal jangan Yelena....' Feronica memohon dalam batinnya dengan sangat agar Yelena tidak perlu mengulang setahun lagi.


Feronica tidak mau jadi hambatan bagi kesuksesan seorang yang memang lebih hebat darinya, jadi kini pada akhirnya ia berharap seperti ini saja.


Apa itu berarti ia tidak ingin lulus dalam Tes Kemampuan Sihir susulan ini? Mengapa kini ia malah mendukung orang lain dan tidak menyemangati dirinya sendiri?


Feronica sadar ia tidak berbakat dan sehebat murid lain, maka dari itu ia akhirnya belajar menerima kemungkinan yang bisa terjadi ini dan tidak terlalu mengharapkan sesuatu yang lebih.


"Kalian berdua lulus."

__ADS_1


"A- apa?" Feronica rasanya perlu mendengar lagi apa yang dikatakan gurunya ini.


__ADS_2