
DEG!
"!" Hamparan awan tebal hitam tepat ada di atas akademi, pemandangan yang cukup aneh bagi siapapun yang melihatnya.
"Mengapa di sana langitnya terlihat berbeda?" Feronica menunjuk ke arah akademi, Stephen langsung pula melihat ke arahnya.
"Bisa jadi hanyalah hujan yang datang dari sana bukan?" jawab Stephen cepat, ia tidak terlalu memikirkan akan cuaca yang saat ini terjadi di seberang sana.
Feronica terdiam, memang bisa terjadi hal seperti itu, namun memang sebenarnya tidak hanya awan gelap saja yang dilihatnya saat ini, tapi juga sesuatu yang lebih sulit dijelaskan.
'Mengapa ada hawa kekuatan yang besar dari awan-awan gelap yang berkumpul di sekitaran akademi?" Feronica heran mengapa bisa terjadi seperti ini, padahal memang jika saja fenomena di langit ini hanyalah cuaca biasa, lantas mengapa ia bisa merasakan hal yang lain?
Feronica sekilas melihat Stephen, memang kakak yang satu ini tidak terlihat merasa ada sesuatu yang aneh, apa memang dia tidak menyadarinya?
Feronica rasa hawa kekuatan yang lama kelamaan makin kuat muncul beriringan dengan awan hitam tebal dari akademi bukanlah sesuatu yang tentunya diabaikan saja.
Pertanyaan terbesarnya adalah mengapa kak Stephen tidak menyadarinya? Feronica pada akhirnya tidak bisa menahan rasa penasarannya akan apa yang sebenarnya terjadi di sana.
"Sepertinya aku harus ke sana...." Feronica memandang Stephen dengan raut wajah yang berbeda, terlihat sedikit pucat dan khawatir soal apa yang sebenarnya terjadi saat ini.
Stephen sendiri sedikit heran melihat hal ini, tapi memang pada akhirnya ia juga penasaran mengapa Feronica terlihat serius begitu.
Feronica akhirnya berjalan dengan agak cepat diikuti dengan Stephen yang mengikuti di sampingnya.
*
Tak lama kemudian Feronica sampai di dekat area sekolah dan dikejutkan oleh sesuatu yang benar-benar aneh; mengapa ada seorang berjubah hitam dekat pagar masuk di sana?
Feronica tidak pernah melihat orang dengan penampilan tertutup seperti itu di sekolah, apa mungkin dia itu pendatang baru di desa yang sedang berkunjung ke akademi?
"Kamu mengenalnya?" Stephen langsung bertanya akan hal ini, apa ini alasannya gadis ini begitu buru-buru ingin ke sini?
__ADS_1
Namun Feronica hanya menggeleng kecil. "Aku tidak tahu kak...."
Memang cukup aneh ketika melihat seorang berpenampilan tertutup seperti ini, apalagi orang itu tengah berjalan menuju pintu masuk gerbang akademi.
Stephen pun memandangi orang itu dengan heran juga, tak jauh berbeda dengan Feronica.
'Mungkin dengan bertanya aku bisa tahu jawabannya....' Feronica akhirnya berjalan pelan mendekati seorang misterius itu, demi mencari jawaban akan pertanyaan yang ada padanya ini.
Tap...
Tap...
DEG!
"?!" Feronica tersentak, memegang dadanya sendiri setelah maju beberapa langkah saja, perasaannya sendiri mengatakan agar ia tetap diam saja di tempat untuk alasan tertentu.
Dadanya berdegup cukup kencang dengan tiba-tiba, padahal sebelumnya ia tidak merasakan ini; rasa gugup disertai takut malah menghampirinya dengan cepat.
Tidak ada alasan yang jelas selain memang ia baru saja melihat keberadaan seorang yang berjubah hitam itu, dan sekarang mengapa ia malah tidak bisa melangkahkan kakinya lebih jauh lagi.
Stephen sendiri tahu Feronica mungkin saja penasaran dan hendak mendekati orang asing di dekat gerbang sekolahnya itu, namun tiba-tiba ia berhenti dan terpaku saja di sana.
Stephen dengan cepat mendekati Feronica dan menanyakan keadaannya, terlihat jelas raut wajah Feronica pucat seolah ia telah bertemu dengan sesuatu yang mengerikan.
Feronica tidak menjawab apapun kecuali dengan raut wajahnya yang kini masih terlihat pucat itu, dan begitu Stephen melihat kembali seorang asing tadi, dia sudah tidak ada lagi di dekat pagar sekolah.
"Kemana dia?" Sontak Stephen bertanya-tanya akan kemana perginya orang tadi, ia tidak merasakan hawa apapun darinya yang membuatnya sedikit curiga sekarang.
'Ada apa denganku?' Feronica sendiri bertanya dalam hatinya, menagapa tiba-tiba ia merasakan perasaan seperti ini tanpa alasan yang jelas?
Perasaan takut memang wajar dirasakan ketika ada suatu hal yang menyebabkannya, namun di kasus Feronica memang ia sendiri tidak tahu pasti apa penyebab perasaannya berubah dengan cepat seperti ini.
__ADS_1
Semua itu memang spontan dirasakannya ketika ia berusaha untuk mendekati seorang berjubah hitam tadi... dan itu berarti....
'Apa jangan-jangan?' Feronica mulai terpikir akan suatu hal yang masih dugaannya, namun ia begitu yakin akan hal ini.
'Ini ulah orang dengan jubah hitam tadi?' Hanya itu satu-satunya alasan mengapa ia bisa merasa ketakutan sampai tubuhnya kaku seperti ini, apalagi kalau bukan karena keberadaan orang misterius tadi?
Feronica yang sempat melihat kebawah dengan perlahan melihat kembali ke arah gerbang, namun tidak ada siapapun lagi di sana, dia pergi begitu cepat dari tempat ini.
Bukannya jawabannya terjawab hal ini malah membuat Feronica semakin penasaran, ia berusaha menenangkan diri sejenak dan berusaha menguasai perasaan dalam dirinya ini.
"Kamu baik-baik saja?" Stephen bertanya kedua kalinya, Feronica kini bisa mendengarnya dengan lebih jelas sekarang, karena memang sebelumnya saking ketakutan ia mengabaikan apa yang ada di sekitar.
"Aku baik, terima kasih kak...." Feronica berusaha menguatkan kembali tumpuan kakinya, hanya karena mendekati seorang asing bisa membuatnya sampai seperti ini, sungguh memang mengejutkan.
Padahal memang Feronica tidak merasakan kekuatan lebih dari orang berjubah hitam tadi, jika dinilai memang semuanya normal sampai perasaannya sendiri berkata lain.
Berarti memang ada yang janggal di sini, keberadaan orang asing tadi harus diketahui asal usulnya, setidaknya itulah caranya memastikan apa yang terjadi di sini.
Cuaca di atas mereka pun masih gelap dan tidak menunjukkan adanya perubahan, malahan semakin gelap dan terlihat tidak bersahabat bagi siapapun yang tidak membawa payung sekarang.
Tapi lupakan soal payung, Feronica kini merasakan sesuatu yang lebih dari cuaca yang sedang terjadi di sini, insting awal yang mengatakannya ketika pertama tadi.
Perasaan yang sama yang dirasakannya ketika dulu bertemu dengan adik kecil sebelumnya, ia bergerak spontan merespon apa yang diinginkan hatinya namun kali ini ia berhenti di tengah jalan.
Feronica melihat keadaan sekitar akademi, suasana di sini jadi suram karena cahaya matahari tidak menyinari tempat ini, Feronica rasanya ingin masuk ke dalam sana, namun ada satu hal yang ia pikirkan sekarang.
'Aku bukan lagi murid akademi....' Baru tadi pagi Feronica mendapat surat pemberitahuan, yang mengakibatkan ia tidak punya hak untuk masuk ke dalam sekolah lagi, kecuali dengan janji temu khusus sebelumnya.
"...." Feronica terdiam, peraturan ada untuk ditepati, begitulah kenyataannya namun tidak bisa berlaku di semua kondisi.
DEG!
__ADS_1
Lagi-lagi insting Feronica menguat yang membuatnya ingin sekali masuk ke dalam, tidak peduli dengan apa yang peraturan yang ada. Perasaannya kini sudah jauh lebih baik dan kembali ingin tahu akan apa yang sebenarnya terjadi di sini.
*