Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 90: Alasan Berubah


__ADS_3

'Hah!' Setelah berlari cukup cepat akhirnya Feronica sampai di dekat area lapang sekolah, ia dikejutkan dengan dua orang yang dikenalnya dan satu orang asing yang sedang berjalan keluar dari tempat itu.


Mata coklat Feronica bergerak perlahan, dan menyadari bahwa memang ada pertarungan yang sedang terjadi di sini, tapi mengapa bisa terjadi?


Mungkin itulah yang menjelaskan mengapa hawa kekuatan yang tadi terasa begitu besar dan gawat sekali, tepat ketika Feronica masih belum bisa masuk ke dalam sekolah.


"Itu 'kan...." Feronica akhirnya kembali melihat orang asing berjubah hitam tadi, ternyata dia langsung bertarung dengan seseorang tak lama setelah dia datang ke tempat ini.


Tapi dengan siapa? Feronica langsung punya dugaan yang kuat akan siapa yang sebenarnya bertarung di tempat ini.


Siapa lagi kalau bukan gurunya sendiri Tuan Housen? Karena memang saat ini penampilan beliau cukup kotor dan bajunya tidak rapi lagi sebagaimana ia biasa terlihat.


Ekspresinya pun menunjukkan ia tengah berada dalam keadaan yang berbeda, baru kali ini Feronica melihat gurunya seperti ini, padahal memang sebelumnya Tuan Housen sebagai guru tingkat akhir akademi selalu terlihat tenang dan berwibawa.


'Kenapa Kak Stephen terlihat seperti itu? Apa dia tahu orang itu?" Feronica melihat gerak gerik Stephen memang terlihat seperti dia tengah mencoba berkomunikasi dengan orang asing berjubah hitam ini.


Feronica akhirnya memutuskan untuk tetap menjaga jarak dari area lapang dan memerhatikan semuanya dari kejauhan saja.


*


Stephen terdiam mendengar perkataan dari seorang yang disebutnya sebagai kakak itu, entah sudah berapa lama sejak ia terakhir bertemu. Pertemuan pertama setelah sekian lama ini membuatnya sedikit sedih.


Stephen tidak menyalahkan keadaan saat ini dengan bertemu kakaknya, namun pada kenyataannya ia sudah tahu akan apa yang selama ini saudaranya itu lakukan.


"Apa kau akan membahayakan orang lagi Kak?!" Stephen berjalan maju perlahan mendekati orang berjubah hitam itu, raut wajahnya berubah menjadi sedikit kesal dan juga terdengar dari nada bicaranya yang tinggi.


Lagi-lagi orang itu tidak menggubris perkataan Stephen, ia tetap berjalan pelan.


Housen kini tahu ternyata kedua orang asing yang muncul di sini saling mengenal satu sama lain, kemunculan kedua orang asing di akademi memang jarang terjadi.


Stephen tidak bisa menghentikan langkah kakaknya hanya dengan bicara saja, kalau begitu memang ia harus memakai cara lain?


"Sihir Gelap: Ikatan Gelap!" Stephen berupaya menggunakan kekuatannya secara penuh di sini, aura gelap yang lebih pekat muncul dari sekitaran tangannya dan kemudian ia arahkan pada orang berjubah hitam itu.


SYUT!

__ADS_1


Muncullah beberapa bentuk bayangan seperti tali yang makin mendekat dengan cepat ke arah kakaknya itu, seolah memang tali yang siap sedia untuk mengikat sasarannya dengan cepat.


Zrash!


Sebelum tali-tali bayangan hitam itu mengikat kakaknya, tali-tali itu sudah terputus seolah memang tidak mampu mendekati seorang yang berjubah hitam itu.


Stephen tahu benar serangannya itu hanyalah seperti angin lalu bagi kakaknya, namun tetap saja ia melakukannya demi membuat dia berhenti sejenak, dan ternyata caranya ini berhasil.


Orang berjubah hitam itu sedikit berbalik, Stephen tidak begitu bisa melihat ekspresi wajah saudaranya, aura kekuatannya itulah yang berbicara pada Stephen sekarang.


"Aku tidak percaya adikku selemah ini...." Setelah mengatakan itu ia sedikit menjentikkan jarinya dan hempasan udara yang kencang pun terjadi seketika itu juga.


HUUUUUSHHH!


Membuat Stephen harus berusaha untuk tetap berdiri meskipun harus susah payah dan ia terseret sedikit ke belakang. Housen sendiri sudah terjatuh dan jauh terseret ke belakang.


"Ngomong-ngomong aku merasakan kehadiran seseorang di sini...." Seorang berjubah hitam itu seperti menyadari sesuatu.


Perkataannya itu tidak membuat semua yang mendengarnya jadi mengerti, pasalnya ia sekarang memang berada di keramaian sekolah, lantas mengapa ia malah mengatakan 'merasakan kehadiran seseorang?'


Stephen tidak tahu akan siapa yang dibicarakan oleh saudaranya ini, jikalau memang dia menyadari seseorang selain dirinya, berarti memang ia punya urusan dengan seseorang itu.


Stephen mulai merasakan sesuatu juga, seolah memang perasaannya dengan kakaknya ini terhubung, ia melihat Feronica yang tengah melihatnya dengan tatapan penuh pertanyaan, dan saudaranya juga melihat pada orang yang sama.


'Jangan-jangan?!'


HUSH!


KRAK!


Dengan cepat orang berjubah hitam itu keluar arena, menghancurkan sihir perlindungan dengan paksa. Padahal pertarungannya ini belum selesai karena memang terhenti di tengah jalan.


"Lihat orang itu menghancurkan sihir perlindungan arena!" Beberapa murid melihat ini dengan tak percaya, sebelumnya mereka tahu fakta memang sihir perlindungan ini harusnya cukup kuat untuk menahan siapapun yang masih belum menyelesaikan pertarungan di sana.


Namun hal ini tidak berlaku bagi orang berjubah hitam ini, saking cepatnya ia bergerak ia sudah beraad di hadapan seorang yang menarik perhatiannya.

__ADS_1


"Feronica!" Stephen juga berupaya untuk berlari dengan kencang, sihir perlindungan arena ini beregenerasi dengan cepat dan membuat celah sedikit bagi siapapun yang ingin keluar dari sini juga.


Grap...


Namun pergerakannya itu terlalu lambat untuk menyusul tempat di mana saudaranya itu berada sekarang.


"Uh ...." Feronica sadar ia sudah berhadapan dengan orang asing yang sama yang membuatnya kaku tadi, entah dengan alasan apa orang ini tiba-tiba mendatanginya secepat ini.


Hanya dengan satu kedipan mata saja tiba-tiba orang asing ini yang berdiri di hadapannya, pergerakan yang cepat sekali.


"Hawa kekuatanmu unik...." Orang berjubah hitam itu berdiri sangat dengan Feronica, untuk beberapa saat Feronica kembali merasakan tubuhnya seperti tadi, dan memang sepertinya lebih buruk dari sebelumnya.


Feronica tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh orang ini, padahal sebelumnya orang ini mengabaikannya, tapi mengapa sekarang malah berbeda?


Feronica mencoba tenang di sini, di depannya adalah seorang asing yang membuatnya buru-buru datang ke tempat ini, dan sekarang orang itu ada dihadapannya.


'Aku harus mencari tahu motifnya!'


Feronica berusaha mengabaikan perasaannya sendiri, seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya, tubuhnya bisa berhenti bergerak, namun setidaknya ia masih bisa bicara sekarang.


"Siapa anda Tuan?" Feronica mencoba berkomunikasi dengan sesopan mungkin yang dibisanya, rasanya aneh namun setidaknya ia sudah mencoba.


Keheningan kembali terjadi, Feronica sedikit menelan ludahnya dan tidak berpikir apa yang ia katakan akan dijawab sekarang.


Kekuatan orang ini benar-benar hebat, Feronica menyadarinya, dan dia bersikap dingin dalam kekuatannya yang tenang dan juga besar. Feronica kini mulai terpikir akan hal apa saja yang bisa terjadi sekarang.


"Hentikan!"


"?!" Feronica mendengar suara dari kejauhan, ada Kak Stephen yang tengah berlari ke arahnya, baru kali ini pula ia melihat ekpresinya begitu ketakutan seperti itu.


'Kak Stephen?' Feronica bertanya-tanya mengapa Kak Stephen melihatnya seperti itu?


"Hm? Jadi dia sekarang menahan dirinya karenamu?" Orang asing berjubah hitam itu akhirnya mengatakan sesuatu, tidak menjawab pertanyaan Feronica sebelumnya.


Feronica merasakan perubahan suasana yang cukup drastis, ia bisa merasakan di sekeliling terasa aura kegelapan yang begitu pekat, ini bukan pertama kalinya ia merasakan hawa kekuatan seperti ini, rasanya tidak asing, namun aura kekuatan orang ini benar-benar keluar sekarang.

__ADS_1


"Kalau begitu akan kubuat dia sadar lagi!"


BUM!


__ADS_2