Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 70: Tak Sadar


__ADS_3

'Ah, jadi begitu....' Ingatan Feronica menjadi semakin tajam mengingat soal sihir seperti ini.


Seperti yang telah diketahui sebelumnya, energi kegelapan itu sangat kuat namun di saat yang bersamaan berbahaya juga.


'Ini hanyalah sekedar teori yang pernah kupelajari dulu, tapi apa yang sebenarnya begitu?' Feronica memikirkan hal ini, mengingat memang baru pertama kali ia melihat energi gelap secara langsung.


Energi gelap adalah tingkat sihir tertinggi, yang merupakan awal dan utama dari semua bentuk sihir yang dipelajari orang-orang.


Seperti namanya, energi gelap umumnya seperti yang kita bayangkan. Energi yang berasal dari kegelapan dan lebih condong kepada kejahatan.


Bahkan dari kalangan ahli sihir pun sangat jarang yang memiliki kekuatan seperti ini, biasanya mereka memang menguasai beberapa bentuk sihir elemen umum dan mengasahnya sampai ke kekuatan maksimalnya.


Jika memang elemen sihir biasa saja bisa sekuat itu, bagaimana dengan energi kegelapan? Tidak adil bilamana memang membandingkan dua hal ini, mengingat elemen energi sihir yang ada di dunia ini berkaitan dengan kekuatan gelap.


Apakah itu berati semua sihir yang dipelajari orang-orang hanya bisa digunakan untuk kejahatan saja? Mengingat memang semuanya berasal dari kekuatan gelap? Tidak selalu seperti itu.


Memang elemen sihir lain berhubungan dengan energi gelap, namun kekuatannya tidak bergantung pada energi gelap. Jadi sihir yang kebanyakan orang pelajari bisa digunakan untuk tujuan lain. Tidak terpaku pada kejahatan semata.


Sederhananya kekuatan gelap secara teori memang berkaitan erat dengan elemen sihir lain, namun pada praktiknya kekuatan masing-masing elemen sihir itu berdiri sendiri.


Sampai di sini mungkin membuat kita sedikit kebingungan, jadi pada intinya kekuatan gelap itu lebih kuat ketimbang sihir elemen lain yang ada.


Energi kegelapan memang seharusnya banyak di temui di cerita kalangan masyarakat dan banyak orang yang menganggapnya legenda saja.


Bahkan pelajaran di Akademi Sihir juga hanya sebatas teori panjang yang secara umum harus dimengerti oleh setiap murid yang belajar sihir, sebuah pengetahuan yang memang ada, namun tidak banyak yang menganggap ini adalah hal yang serius.


Yang sebenarnya banyak diremehkan oleh orang-orang yang belajar sihir ini, mengingat banyak yang menganggap ini hanyalah cerita legenda saja.


Tapi siapa sangka ternyata apa yang dipelajari dan diremehkan orang ini ternyata benar adanya?


Feronica merasa adrenalinnya terpacu ketika berhadapan dengan pria misterius dengan penampilan cukup mengerikan ini. Memang mulanya ia merasa tidak percaya diri, namun semakin lama rasa percaya dirinya mengalahkan perasannya saat ini.


Lalu apa maksud sebenarnya dari energi kegelapan yang sama-sama merugikan penggunanya? Bukankah energi ini ibaratnya nenek moyangnya semua ilmu sihir yang sekarang bervariasi? Mengapa memiliki hal seperti ini?


Memang begitulah kenyataannya, teori yang dipelajari oleh semua yang ingin belajar mengenai ilmu sihir menyatakan bahwa memang energi kegelapan benar-benar kekuatan yang tidak bisa diperkirakan dan berbahaya, tidak hanya bagi orang yang terserang oleh energi ini, namun juga soal kekuatan gelap ini sendiri.

__ADS_1


Jadi alih-alih energi kegelapan itu adalah kekuatan yang luar biasa hebat dan tanpa tanding yang menarik perhatian banyak orang untuk mendalaminya, para siswa dan siswi akademi sihir malah diwajibkan untuk memikirkan kembali risiko yang mungkin tidak terlalu terdengar menyenangkan itu.


Dan pelajaran yang mereka terima ini tidak mengikat karena perlu diingat bahwa memang ini hanyalah sekedar teori, lalu bagaimana dengan kenyataannya? Siapa yang tahu?


Pengetahuan ini hanyalah mendasar saja, jadi tidak menutup kemungkinan akan adanya hal lain yang tidak tertulis dan mereka pelajari di sekolah.


Pertanyaan lainnya adalah, mengapa kini Feronica bisa melawan energi gelap seperti ini? Bukankah telah disebutkan sebelumnya energi gelap adalah yang terkuat dibanding yang lain?


Di antara banyak energi atau elemen sihir yang ada, setiap teknik ini bisa diasah ke tingkat yang lebih tinggi dengan kekuatan yang jauh melebihi teknik dasarnya.


Itulah alasan sebenarnya mengapa banyak elemen sihir lain juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam menghadapi satu sama lain dan itu berlaku sekalipun dengan energi utama dan awal, energi kegelapan.


Satu-satunya alasan kuat di mana Feronica bisa melawan seorang- atau lebih tepatnya sesosok pria tak dikenalnya ini adalah karena kekuatannya yang juga sudah berada di level yang berbeda.


"Haahh... haaah ...." Feronica mengambil nafas dengan berat, perlahan namun pasti ia mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada tubuhnya.


'Efek sihirnya makin terasa.....' Feronica merasa dadanya seperti ditekan dari dalam, kelengahannya yang sebentar itu harus dibayar dengan hasil yang menyusahkannya sekarang.


Sedang serangannya yang tadi tidak berbuah hasil, malahan semakin lama hawa kegelapan semakin menyelimuti area ini yang menandakan kekuatan pria itu tetap bertambah besar dari waktu ke waktu....


Feronica terdiam, ia masih tetap terlihat tenang bahkan ketika pria itu sudah muncul dari kepulan debu asap dan menatapnya dengan tajam namun dengan senyum yang meremehkan yang membuat siapapun yang melihatnya ikut merasa serius.


Seiring dengan senyum dan tekadnya ini tanda merah yang ada di sekujur tubuhnya juga ikut berubah menjadi semakin merah dan sekarang lebih menyerupai darah yang mengalir di sekujur tubuhnya....


*


'Aku harus menyelamatkan adik kecil itu....'


"Aku harus menghentikan perbuatan orang jahat....'


'Aku harus keluar dari situasi ini....'


Feronica kini berada di sebuah tempat yang berbeda sekali dibanding sebelumnya, satu-satunya yang ia ingat ia menemui seorang pria sesuai dengan tuntunan kata hatinya, dan yang terjadi setelah itu adalah....


Ia kini berada di satu tempat terbuka yang luas, mirip seperti padang gurun di malam hari yang tidak terlihat ada ujungnya.

__ADS_1


Seketika itu juga ia merasa aneh padahal jelas-jelas ia tadi sedang berada di area pepohonan di desanya.


"Di mana aku?" Feronica melihat sekelilingnya, ia merasakan udara yang berhembus dingin di tempat ini, seolah memang ia sudah berpindah tempat saja.


"Aku tidak mengerti...." Feronica hanya terdiam di sana dengan penuh keheranan dan pertanyaan dalam hatinya.


Mengapa di saat yang penting ia malah berpindah tempat seperti ini? Apakah ada sesuatu yang terjadi hingga akhirnya ia harus berada di tempat ini? Apakah ada yang memanggilnya?


Tidak lama berselang Feronica menyadari ada sesuatu yang berubah, terutama apa yang sekarang ia lihat.


Langit malam di tempat ini mulai berubah menjadi kemerahan dan itu membuat Feronica merasa lebih heran lagi.


"ASTAGA...." Baru pertama kali Feronica melihat yang seperti ini, fenomena yang aneh dan tidak biasa.


Bayangkan saja bilamana kita tengah melihat langit malam yang indah, namun tiba-tiba berubah menjadi merah seperti darah? Siapapun tidak akan merasa baik-baik saja. Begitulah juga apa yang dirasakan oleh Feronica sekarang ini.


"ANEH SEKALI...." Feronica masih belum bisa paham akan mengapa ia bisa berpindah tempat dalam sekejap mata dan sekarang di tambah dengan perubahan yang drastis sekali terjadi.


Tempat tandus di mana tak ada apapun selain dataran luas yang terlihat normal kini terlihat berbeda, meskipun hanya satu hal saja. Feronica tadinya tidak keberatan akan dirinya yang tiba-tiba pindah tempat seperti ini, mungkin saja ia bisa memikirkan hal ini untuk beberapa waktu ke depan.


Namun lain cerita jika terjadi lagi hal yang tidak terduga, seperti perubahan warna langit yang terjadi sekarang, melihat situasi sekarang membuat Feronica merasa tidak tenang lagi.


"...." Feronica kehabisan kata-katanya, ia hanya bisa berdiri diam tanpa melakukan sesuatu, yang memang ia juga tidak tahu harus bagaimana sekarang.


"Uh...." Feronica memegang kepalanya sendiri, entah karena satu atau dua hal ia merasa kepalanya berat. Padahal sebelumnya baik-baik saja.


Feronica sedikit memijat kepalanya sendiri dengan harapan perasaan berat itu segera berlalu, namun setelah beberapa berselang lama, malah tetap saja seperti itu.


Kepalanya terasa berat (bukan berarti sakit kepala) seperti seorang yang kurang cukup tidur; ia juga merasa lemas juga di sekujur tubuhnya.


"Hoaaammm...." Feronica menguap dengan lebar dan kemudian menggosk-gosok matanya, rasa berat dan kantuk juga rasa lemasnya ini semakin menjadi-jadi dari waktu ke waktu.


Apa mungkin ini adalah efek ia melihat pemandangan yang kurang menyenangkan seperti ini? Atau yang lebih sederhana lagi seperti ia hanya butuh untuk berbaring sejenak?


Feronica ingat tadi sebelum ia berpindah ke tempat ini pun memang waktu sudah malam, dan ia sudah lupa berapa lama ia menghabiskan waktu sampai saat ini. Merasa mengantuk karena sudah malam wajar bukan?

__ADS_1


Feronica terdiam. Mengapa perasaannya tiba-tiba muncul? Padahal sebelumnya ia merasa bugar dan baik-baik saja. Perasaan kantuk serta lemas biasanya datang bertahap dan bisa dirasakan perlahan.


Tapi yah, Feronica terlalu mengantuk untuk memikirkan hal ini, mungkin dengan duduk di bawah tanah dan menutup mata sejenak adalah hal yang paling pas di saat seperti ini.


__ADS_2