Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 132: Rasakanlah!


__ADS_3

BUMMM!!!


“!” Ledakannya keras sekali, Stephen melihat ke arah sumber suara itu.


‘Apa itu….?’


“Hei?” Kenapa Feronica malah gemetaran begitu?


“Ahaha.” Gadis itu lagi-lagi menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Apa ia terlalu berlebihan ya?


Yah, Feronica tak menyangka serangannya sekuat ini sih.


Namun tak bisa dipungkiri ia menyerangnya lumayan serius juga.


Dan syukurlah masih sempat.


“….” Stephen terdiam.


Lagi-lagi dirinya diselamatkan.


Bahkan sampai pulih sepenuhnya juga.


Kejadian lama terulang kembali.


Kenapa … kenapa bukan dirinya yang melindunginya? Apa yang salah dengannya?


“Kakak benar, tanda ini bukan membuatku jadi monster.” Feronica menatap lembut.


“!” Stephen terhening.


“Tapi ini hal spesial.” Feronica tersenyum lembut.


Tidak peduli apa kata orang tentang tanda ini, namun tetap saja tanda ini dan dirinya tidak terpisahkan.


Inilah dirinya.


“Santai saja ya kak.” Feronica beranjak dari tempatnya, Stephen mengangkat tangan hendak meraihnya, namun cepat sekali dia bergerak.


Feronica sedikit menoleh. “Oh! Jangan mikir yang berat-berat dulu ya kak!”


SWSUH!


Dan ia pun melesat kencang.


Stephen masih diam. Feronica ternyata menganggapnya serius.


Yah ia memang serius sih, tapi tak menyangka gadis itu percaya secepat ini.


Terkadang percaya butuh waktu.


Dan gadis itu punya alasan untuk tak percaya dengan apa yang ia katakan, mengingat dirinya hanyalah orang asing baginya.


Namun dia tetap percaya.


“Diriku yang sesungguhnya….” Stephen tertunduk, ia melihat tangannya.


Tekadnya selama ini … kenapa ia menolak jati dirinya sendiri?


***


SSSHHH!!!


Kini Alex dipenuhi oleh kekuatan gelap.


Sorot matanya makin kuning tajam dan tubuhnya dipenuhi bulu halus.


Jangan lupa soal kuku tajamnya dan gigi taring mengerikan.


“GRRRR….” Alex tak menyangka ia malah memakai wujudnya yang ini.


Padahal ia hendak menyimpannya di saat terakhir.


Namun ia tidak mau terhempas lebih jauh lagi.


‘BOCAH.’ Kini yang ada dalam hatinya tak lain tak bukan adalah kegeraman belaka.


Dugaan awalnya benar, gadis kecil itu akan jadi pengganggu rencananya.


Alex menatap tajam. Tak ada yang menunggu gadis itu selain kesakitan dan penderitaan.


DBUM!


Tiba-tiba ledakan tercipta dihadapannya.


Alex masih terdiam dan serius, akhirnya datang juga.


“Heyo!”

__ADS_1


Feronica berdiri tegap dengan kedua tangan dipinggang.


“Oh.” Ia agak kaget dengan perubahan lawannya.


‘Mirip kak Stephen.’ Ia ingat kak Stephen memang berubah tepat ketika dia mengakui rahasianya.


YAH MEREKA KAN BERSAUDARA YA.


Mana mungkin juga beda kalau begitu.


Kini terungkap sudah bukan hanya kak Stephen sendiri yang punya kekuatan aneh dan bukan manusia.


“Bocah.” Senyuman buas terlihat jelas di raut wajahnya.


‘WOW.’ Baru pertama kali ia melihat ekspresi semengerikan ini. Bukan di pertunjukan, namun secara langsung!


Feronica bukanlah gadis penakut, namun normalnya ia pasti bakal takut juga melihat yang seram-seram begini.


Namun kini entah kenapa ia sama sekali tidak takut.


-Takut tidak membuatmu untung-


“!”


Suara itu lagi!


-Cepat kalahkan dia, kau tidak mau membuat kekasihmu menunggu kan?-


‘KE- KAKASIH!?’ Suaranya malah ngomong aneh-aneh!


HUSH!


Pria ngeri itu sudah ada dihadapannya!


SYUT!


Serangan pukulannya meleset!


HASH!


HUSH!


Rentetan pukulan lain melesat dan sangat cepat sekali!


Inilah kombinasi kekuatan kecepatan!


Pria ini tak main-main, ia benar-benar ingin menghancurkan lawannya!


-Hei, jangan melamun, serangan balik lah!- Suara asing itu terdengar tak sabar.


‘O- oh.’ Feronica paham, tapi harus mulai darimana?


Rasanya nggak enak menyerang balik disaat lawannya nyerang begini.


-Ini bukan kompetisi, cukup kalahkan saja lawanmu, cepat!-


‘Te- tenang dulu suara!’ Feronica menyambut baik niat suara dalam dirinya.


Mengakhiri pertarungan dengan cepat memanglah ide bagus.


Namun lawannnya kali ini jelas bukan makhluk biasa.


Masih banyak yang tidak ia ketahui darinya, kalau gegabah bisa jadi malah makin gawat!


Feronica tidak bisa menganggap enteng sosok makhluk yang bisa mengalahkan kak Stephen.


Ia tidak bisa kalah di sini! Atau kak Stephen dalam bahaya!


Entah kenapa Feronica merasa ada beban dipundaknya. Ini kesempatan satu kali dan tak bisa diulang lagi.


Ada kalanya ia harus tenang dan tidak buru-buru.


Sementara itu….


“!” Kenapa dia bisa menghindari serangannya!?


Aneh sekali!


HUSSSSH!!!


Hempasan kencang tercipta dari rentetan serangan yang dilancarkannya itu.


Pria itu terhempas ke belakang, namun Feronica tak beranjak sama sekali dari tempatnya.


“….” Alex terdiam, sulit dipercaya.


Serangan biasanya bahkan lebih kuat dari saat ia melawan adiknya sendiri!


Namun kenapa gadis itu….!?

__ADS_1


-Oh? Menyiksanya dulu? Boleh juga-


‘Eh?’ Maksudnya apa?


Apa yang dimaksudkan suaranya tak lain tak bukan adalah bagaimana gadis ini akan membuat lawannya kena mental, sebelum benar-benar mengalahkannya.


“….” Feronica terdiam, namun lawannya belum bergerak lagi.


Kedua tangannya berasap.


‘KENAPA YA?’ Feronica heran, apa dia sedang merencanakan sesuatu?


Pada kenyataannya dugaannya kurang tepat.


Ada sesuatu yang terjadi dengan pria ini.


Yang berhubungan dengan serangannya tadi tentunya.


“GRR.” Alex geram atas kelicikan musuhnya.


Gadis itu membalikkan energi serangannya padanya, yang alhasil kedua lengannya sendiri yang kelebihan kekuatan.


Kelebihan kekuatan? Bukankah itu bagus?


Sayangnya tak seindah kata-katanya.


Kelebihan kekuatan adalah kondisi dimana kekuatan seseorang melebihi batasnya.


Sekilas memang terdengar keren, namun keadaan itu adalah bahaya yang patut dihindari.


‘Felicia sudah bertarung dengannya sebelumnya.’ Apa bocah ini memakai trik yang sama juga?


Berbagai dugaan mulai muncul di benaknya.


Kenapa kondisinya masih se-prima ini bahkan setelah bertarung dengan rekannya?


Felicia memang tidak sekuat adiknya, namun kehandalannya menggunakan trik dan kemampuan bertarungnya di atas rata-rata juga.


Namun bocah ini tetap bisa mengalahkannya juga.


“!”


‘KENAPA AKU!?’ Kenapa dirinya jadi over thingking begini!? Seperti bukan dirinya saja!


Pria ini berusaha tenang, jarang sekali ia berpikir di tengah pertarungan, yah biasanya ia baku hantam dan menang sih.


Namun keadaan berbeda, dan juga mengejutkan.


‘Aku Alex! Yang terkuat!’


“GRRRRRAAAA!”


HUSSSSSH!


Tangannya berhenti berasap dan energinya kembali stabil.


Kini bulu-bulu di tubuhnya makin lebat, sorot matanya berubah jadi merah.


PENAMPILANNYA LEBIH MENGERIKAN DIBANDING SEBELUMNYA!


Begitu pula dengan aura kekuatannya yang meningkat drastis!


Feronica terdiam, ekspresinya tak berubah sama sekali, tetap tenang.


Padahal situasi jelas makin gawat, adalah wajar bilamana ia terlihat waspada atau air mukanya berubah,


‘Haaah….’ Kenapa ia bisa setenang ini ya?


Feronica menatap seksama lawan yang wujudnya makin ganas ini.


Dia sudah melesat menyerangnya, namun lagi-lagi gerakannya lamban.


‘KOK BISA BEGINI SIH!?’ Feronica heran.


-Apanya?-


Dengan cepat Feronica menceritakan keluh kesahnya.


-Sudah kubilang apa-


Lebih baik cepat-cepat mengakhirinya daripada bosan begini.


‘HM.’ Jadi itu maksudnya.


Feronica tak menyangka malah jadi begini.


Apa itu artinya ia punya kesempatan menang>


-….- Apa perlu dijelaskan lagi?

__ADS_1


Sementara itu….


RASAKANLAH SAKIT DAN PENDERITAAN YANG TAKKAN TERLUPAKAN!


__ADS_2