
Mungkin ada yang bertanya-tanya. Kekuatannya beradaptasi dengan elemen lawan?
Sepertinya terdengar keren, namun sebenarnya ini hanyalah salah satu teknik yang digunakannya saja.
Salah satu teknik teknik sihir tanah adalah kemampuan untuk mengubah jenis pertahanan yang paling efektif sesuai dengan serangan yang akan diiterima. Yang di kasus ini Feronica sudah tahu akan tipe serangan pria berpenampilan tak biasa ini.
Sederhana namun efektif, sederhanya begitu. Kini Feronica masih menunggu pergerakan selanjutnya dari pria ini, terlepas dari rasa nyeri yang ada pada tubuhnya, Feronica tetap tenang.
'Akan berbahaya jika aku terus terkena serangannya, serangannya itu benar-benar merepotkan....' Feronica tahu pria itu tidak hanya melancarkan serangan fisik saja tadi, melainkan menyalurkan pula energi gelap yang perlahan merasuk tubuhnya sekarang.
'Pantas saja rasa nyeri ini tidak kunjung hilang....' Feronica tahu seharusnya luka yang tidak parah seperti ini biasanya segera menghilang rasa sakitnya, namun kali ini tidak terjadi seperti itu.
Seolah memang serangan yang sebenarnya menyerang dari dalam, lebih tidak terduga dan tidak biasa. Feronica tidak punya pilihan lain selain lebih waspada dan mengamati setiap gerak-gerik pria itu.
HUSH!
'Dia datang!' Feronica mengambil pose bertahan, berusaha agar tidak lagi terkena serangan yang lebih banyak lagi.
"Sihir Tanah: Sapuan Udara!" Seketika itu juga Feronica melancarkan serangan sihirnya kembali, kerikil kecil dan bebatuan terangkat ke sekitarnya bersamaan dengan hempasan udara yang cukup kencang, namun tidak cukup kuat untuk membuat pria ini terhempas seperti sebelumnya.
HUSSSHHH!
Pria itu memang kini terhenti sejenak karena hempasan angin debu yang kuat ini, dan seketika itu juga ia membuka matanya dengan lebar. "Sihir ... Kegelapan: Pusaran Gelap!"
Tepat seketika itu juga muncullah lingkaran sihir gelap yang besar mengeluarkan aura hempasan yang sama besarnya dengan milik Feronica. Kedua hempasan bertubrukan satu sama lain menciptakan gelombang udara yang lebih besar lagi di sekitaran mereka.
Setelah beberapa saat gelombang itu beradu Feronica dengan segera melesat ke depan, melihat pria itu terdiam di sana. "Sihir Tanah: Batu!" Lingkaran sihir coklat muncul di atas pria itu dan keluarlah batu berukuran besar dari sana, siap untuk meratakan apapun yang ada di bawahnya.
BUM!
Pria itu terlihat tidak sempat untuk menghindari serangan Feronica, batu ayang amat besar itu menimpa apa yang ada di bawahnya membuat hempasan baru yang kuat dan pepohonan di sekitarnya pun ikut rusak karenanya.
__ADS_1
Shhhh....
Kepulan asap mulai menyebar ke area pepohonan, di tengah malam yang gelap dan di kondisi seperti ini membuat siapapun akan sulit melihat apa yang terjadi. Namun lain halnya dengan Feronica, indera penglihatannya kini lebih tajam bersamaan dengan tanda merah yang menyala-nyala pada tubuhnya.
"....." Keheningan terasa sekali di tempat ini tepat setelah serangan Feronica terakhir tadi, namun Feronica masih melihat tajam ke arah lawannya di tengah debu tanah yang ada di sekitarnya.
KRAK!
DDRRRTTT...
"...." Feronica melihat batu besar yang sudah menimpa tanah itu terbelah jadi dua dan kemudian retak sepenuhnya dan hancur, dan beberapa saat kemudian ada siluet bayangan hitam yang tak lain tak bukan adalah pria berbaju hitam dengan penampilan tidak biasa.
Pria itu mampu keluar dari serangan batu raksasa Feronica dengan mudah, bahkan tak perlu repot-repot menghindarinya karena memang serangan lawannya itu tidak mempan padanya.
Tatapan tajam berwarna kuning dari pria itu masih terasa menusuk, tak lama berselang ia menghentakkan kakinya ke tanah dan tanah pun agak bergetar setelah ia melakukan itu.
Drrryttt....
Tap.
Feronica melakukan hal yang sama, ia menghentakkan kaki ke tanah tepat sebelum area retakan itu mencapai areanya dan dataran yang bergetar kencang tadi mulai melemah dan tidak sampai membuat pijakannya amblas.
Mengapa bisa begitu? Feronica bisa melakukan hal ini dengan mudah karena memang seluruh tanah di bawahnya adalah faktor keuntungan yang ada padanya. Ia bisa memanipulasi tanah dengan energi sihirnya dan menetralkan serangan jenis sama yang mengarah padanya.
Jadi ancaman seperti retakan tanah bukanlah hal yang terlalu berarti baginya, ia mampu menghentikannya dengan mudah karena alasan yang sudah disebutkan tadi.
'Apa yang direncanakannya?' Feronica tidak melonggarkan kewaspadaannya, pasalnya apapun bisa terjadi tepat setelah hal ini dan mungkin itu adalah hal yang tidak terpikirkan olehnya.
Hal yang sederhana dan kecil seperti ini bisa saja adalah awal di mana semuanya akan berubah drastis, Feronica tidak melupakan soal apa yang terjadi padanya tadi.
Kelengahannya karena tidak terlalu memerhatikan lawannya membuat kondisi tubuhnya kini harus terasa sakit dari waktu ke waktu, tidak peduli seberapa kecil luka yang didapatnya.
__ADS_1
Kini pria itu memang seperti tengah merencanakan sesuatu, Feronica bisa mengendusnya dengan kuat meski dari jauh, ia sedikit memastikan di belakangnya ada tembok besar tinggi yang didalamnya ada gadis yang sedang bersembunyi. Pilihannya adalah untuk menjaga agar tidak banyak tanah yang retak di sini.
Kita sudah tahu pasti apa yang akan terjadi kalau seluruh area di sini hancur bukan? Maka tujuan utama Feronica datang ke mari hanya akan sia-sia belaka.
"Jaga jarak am-"
SYUT!
Tanpa bisa diantisipasi Feronica terangkat ke atas oleh semacam energi gelap yang datang dari sela-sela retakan tanah, sungguh memang tidak terpikirkan olehnya.
'Aku tidak bisa mendeteksinya! Energi kegelapan benar-benar kuat!' Feronica merasa lehernya di genggam oleh sesuatu yang amat kuat, mirip seperti yang terjadi awal tadi, hanya saja kini bukan tangan fisik yang memegangnya secara langsung.
Tapi fisik ataupun hanya energi belaka, Feronica tidak merasa adanya perbedaan, sama kuatnya dan bahkan sekarang cenderung lebih kuat dari sebelumnya.
'Ternyata bukan tanpa alasan ia membuat banyak celah sampai ke dekatku seperti ini... tujuannya bukan agar membuatku jatuh ke bawah, melainkan sebagai sarana ia menyembunyikan serangannya ini!' Feronica akhirnya menyadari akan apa yang sekarang terjadi, namun sudah terlambat untuk sadar sekarang.
Kekuatan energi gelap mulai merasuk ke dalam tubuh Feronica, sama seperti sebelumnya Feronica kini melayang di atas di aliri oleh banyak energi kegelapan.
Energi kegelapan adalah musuh utama dari siapapun yang hidup. Feronica pernah belajar mengenai hal ini sebelumnya. Secara ringkas energi gelap hanya ditemui pada entitas jahat yang kekuatannya tidak biasa.
Entitas itu biasanya makhluk yang diceritakan turun temurun yang memang kebanyakan hanya ada di buku sejarah saja, dan juga ada kemungkinan kecil... entitas itu bisa saja adalah manusia.
Kekuatan gelap memang biasa ditemukan atau dikuasai oleh makhluk lain, hal ini wajar saja karena makhluk seperti ini tidak mengenal batasan seperti yang dimiliki oleh manusia, jadi kekuatan gelap adalah sumber kekuatan utamanya untuk bertahan hidup.
Lalu bukankah kita sudah dengar energi gelap adalah musuh utama dari siapapun yang hidup? Apa maksudnya itu? Energi kegelapan seperti pedang bermata dua berbahaya bagi orang lain, dan juga bagi orang yang menguasainya pula.
Lho, kok kekuatan gelap berbahaya bagi yang menguasainya? Mengenal hal ini membuat rentetan pertanyaan di benak kita, namun jangan khawatir semua hal ini tidak begitu sulit untuk dipahami kok. Bahkan Feronica saja bisa mengerti.
Kekuatan gelap berdiri sendiri eksistensinya, sama seperti alam ini, dia adalah energi natural yang merupakan puncak dari energi sihir yang ada. Bisa dibilang energi gelap adalah salah satu foundernya / pimpinan.
Mempelajari hal ini secara teori di sekolah cukup panjang prosesnya, namun di saat seperti ini Feronica malah bisa mengingat apa-apa saja yang ia pelajari di sekolah dahulu.
__ADS_1
Mengenai kekuatan gelap ini....