
Feronica hanya bisa terdiam mendengar perkataan dari Stephen (bukan kenalannya) ini, sungguh pengakuan yang lugas dan jelas.
Mendengar hal seperti itu tidak terlalu membuat Feronica terkejut, meski memang masih ada rasa terkejut juga sih, namun sekarang ia bisa mencerna ini dengan tenang.
Melihat penampilan dari pria ini memang membuat siapapun terpana (dalam arti diam karena takut).
Dan sekarang ia dengar pria ini meminum darah? Memang mengejutkan namun tidak terlalu aneh mengingat penampilannya yang jauh dari kata biasa.
'Makhluk yang minum darah? Apa mungkin....?' Feronica memikirkan tentang ini, ia jadi teringat akan rumor yang beredar di desa. Meskipun sudah beberapa waktu berlalu namun tetap saja rumor desa itu tak lekang oleh waktu.
'Aku dengar manusia serigala yang diceritakan orang juga suka meminum darah. Kok bisa sama ya?' Feronica mencoba menalar hal ini dengan lebih tenang.
Apa hal yang masuk akal untuk menjelaskan hal ini? Siapa sebenarnya pria ini?
"Baju itu....?" Spontan Feronica melihat bagaimana pakaian yang dikenakan oleh pria yang bernama sama dengan rekannya iu, serba hitam. Rasanya familiar.
Feronica sejenak mengamati bagaimana pakaian yang digunakan oleh pria ini, dan memang dari pola dan warnanya benar-benar mirip dengan setelan hitam yang selalu dipakai kenalannya.
"HM?!" Pria itu langsung menggeram dan menatap tajam Feronica, Feronica hanya bisa menerima tatapan itu dengan senyum kecil yang dipaksa.
"Maaf...." Feronica tidak menyangka hanya dengan memperhatikan saja bisa membuat seseorang- atau se-makhuk? Bisa tersinggung seperti ini.
"Manusia... kau tidak berhak sembarangan memperhatikanku... berlututlah dahulu dan minta izin!" Pria itu menegur keras Feronica, yang kini Feronica hanya bisa menenangkan hatinya lagi karena mendengar ucapan seperti ini.
Meskipun banyak kemungkinan yang bisa terjadi mengenai siapa sebenarnya pria bernama Stephen ini. Bisa jadi ia adalah manusia dengan kekuatan sihir tinggi hingga pada akhirnya kekuatannya itu merubah penampilannya jadi seperti ini. Dan kemungkinan lainnya memang ada hubungannya dengan teori yang sebelumnya ia pikirkan.
'Apa mungkin dihadapanku ini adalah....?' Dugaan Feronica semakin menguat, dan jika memang benar begitu rasanya ia butuh bantuan sesegera mungkin.
Bagaimana tidak? Kini dihadapannya ada makhluk yang kemungkinan bukan manusia yang di mana dia adalah perwujudan nyata dari cerita yang selama ini ia dengar dari banyak orang.
Rasanya tidak aneh bilamana memang ia menjumpai hal mengejutkan seperti ini, ia sudah mulai kebal karena memang hal-hal aneh ini terus saja bermunculan akhir-akhir ini.
Krek....
Feronica tidak merasa tangannya bisa digerakkan sesegera mungkin, rasanya masih kaku dan tidak tahu berapa lama lagi ia harus menunggu.
__ADS_1
"UH... Manusia kau tidak bisa mengalah-" Perkataan Stephen terhenti di tengah jalan. Feronica tdiak mengerti mengapa ia terlihat seperti sulit berbicara dan nafasnya terengah-engah, padahal sebelumnya tidak begitu.
"Maaf, Tuan anda bicara apa?" Feronica kini mencoba berkomunikasi dengan pria itu, setidaknya menunggu bantuan dari yang lain datang, karena tidak mungkin juga tidak ada yang menyadari hal ini bukan?
"Khhh...." Stephen hanya terngah-engah tanpa jawaban di sana, dan beberapa lama kemudian sepertinya Feronica mendengar sesuatu.
Krek....
Suara seperti sesuatu yang renyah terdengar di sini, Feronica mencoba memerhatikan lagi bagaimana kondisi pria itu, dan mencocokkannya dengan apa yang sedang terjadi di sini.
"Tuan?!" Pada akhirnya Feronica sadar, tangannya yang kaku ini bukannya malah bisa kembali di gerakkan, malah kini ia bisa melihat pergelangan tangan kanannya menguat dan muncul pula urat di tangannnya yang menandakan ia tengah mengeluarkan tenaga sekarang.
"Bagaimana bisa?" Feronica tidak mengerti, padahal sebelumnya ia bisa sedikit menggerakkan kepalanya, tapi mengapa sekarang malah anggota tubuhnya yang lain tidak menuruti perintahnya?
Feronica padahal sama sekali tidak mengerahkan tenaganya, ia hanya menunggu agar tubuh kakunya itu bisa digerakkan kembali, namun bukannya kaku tubuhnya hilang malahan semakin menjadi-jadi.
"Khhh guhhh...." Pria itu mulai menggoyang-goyangkan kakinya, kedua tangannya berusaha melepaskan cengkeraman kuat dari gadis itu, namun apa daya kekuatannya memang mashi belum kembali juga.
'A- apa yang harus kulakukan?!" Feronica mulai panik melihat ini, Stephen malah makin tersiksa dan jika tidak segera di hentikan maka sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
Feronica tahu memang sebelumnya hal aneh kembali terjadi yang menyebabkan dirinya hilang kseadaran, dan yang paling mungkin terjadi jika dilihat sekarang adalah dirinya yang sedang bertarung melawan pria dihadapannya ini.
Memang itulah kemungkinan yang paling masuk akal, jika tidak maka mengapa ketika ia sadar malah sedang memegang leher orang lain? Rasa nyeri dan sakit serta kaku ini adalah akibat dari ketika ia tidak sadarkan diri tadi.
'Ayo! Aku tidak mau membahayakannya!' Feronica terus bertekad dalam hatinya seraya berusaha agar kepalan tangannya yang mengeras ini bisa kembali seperti semula.
Memangnya mengapa sebenarnya ia masih belum bisa juga mengendalikan tubuhnya? Padahal di sekujur tubuhnya kini tak ada tanda aneh itu dan juga tidal ada pula suara lain yang ada dalam dirinya. Apakah ada alasan lain mengapa ia bisa kehilangan kemampuan kendali tubuhnya ini?
Biasanya ketika Feronica sadar akan sesuatu, tubuhnya pun akan mengikutinya. Jika saja rasa sakit bisa dirasakannya sekarang lantas mengapa hal ini bisa terjadi?
Feronica mencoba melihat ke dalam dirinya, merenung dengan dalam mengenai hal ini. Bagaimana pun juga ia harus bisa menghentikan aksinya ini.
....
'Alasan mengapa aku berada di sini....' Feronica kembali ke awal lagi, agar bisa membuat semuanya bisa kembali jadi jelas.
__ADS_1
'Gadis itu... aku bisa merasakan hawa kehadirannya di sini... seharusnya ia masih aman sekarang... syukurlah....'
Feronica merasa dalam dirinya memang berkobar keinginan untuk melindungi gadis kecil yang pertama kali di temuinya malam ini. Dan untuk mewujudkan itu ia memang harus menyingkirkan setiap bahaya yang ada.
Dan itu berarti....
"!"
Feronica bisa merasa ada bagian lain dalam dirinya yang merasa semua yang dilihatnya ini belum cukup adanya. Apa maksudnya? Selama gangguan yang menyebabkan gadis tadi dalam bahaya maka harus ditangani segera, dengan cara apapun.
Jadi jika ia disangkutpautkan dengan apa yang terjadi, maka tindakannya ini adalah bentuk dari keinginannya sendiri, yang ingin agar bahaya yang ada bisa hilang segera.
'ASTAGA!' Feronica yang baru sadar akan ada bagian lain dalam dirinya yang seperti itu hanya bisa tersentak, ia tidak menyangkalnya. Memang dari awalnya ia serius untuk melindungi gadis kecil tadi.
Meskipun suara dalam dirinya hilang namun tidak menjamin semuanya sudah berakhir, masih ada tekad awal yang sampai sekarang masih dijalankan. Keinginan yang begitu kuat menguasai sampai ia tak bisa mengendalikan diri lagi.
'Jadi itu alasannya?' Feronica mendapat pencerahan di sini, alasan mengapa ia tak bisa mengendalikan diri sendiri karena tekadnya sendiri yang masih kuat sampai sekarang.
Tekad yang kuat ditambah dirinya yang tidak sabar memang agak aneh untuk dialami, namun Feronica sekarang harus menerima apa adanya akan hal yang terjadi sebenarnya di sini.
'Aku tahu, seberapa banyak aku berusaha menggerakkan badanku, jika tekad awalku masih ada, semuanya percuma....' Feronica mulai serius, kini ia tidak punya pilihan selain berdamai dengan bagian lain dalam dirinya.
'Aku tidak tahu akan apa yang terjadi nanti....' Sejujurnya Feronica tidak punya rencana lagi bagaimana mengatasi situasinya sekarang, mengingat sampai sekarang belum ada juga tanda-tanda bantuan yang terlihat. Jadi bisa dipastikan ia harus melalui semuanya sendiri.
Apa yang bisa terjadi selanjutnya? Karena Feronica tidak sadarkan diri tadi, maka memang ia tidak punya petunjuk apapun tentang pria ini. Bisa dipastikan dia bukanlah kawan di sini, dan jika ia melepaskan tangan darinya, apa ia sudah siap dengan konsekuensinya?
Untuk saat ini memang ia belum merasakan adanya perubahan aura dari pria ini, masih normal seperti biasa, meskipun hawa yang terasa darinya cukup pekat adanya.
Jika sekarang ia melepaskan cengkeramannya, maka untuk sesaat saja ia masih punya waktu untuk melakukan rencana selanjutnya, tapi mengingat dia bukanlah manusia dan memiliki aura kekuatan yang unik. Maka apapun bisa terjadi selanjutnya bukan?
Jadi kini Feronica hanya punya dua pilihan, mengabaikan tekadnya dan melepaskan pria dengan nama yang sama dengan rekannya ini dengan risiko membahayakan dirinya dan gadis kecil yang ingin ia selamatkan itu.
Atau pilihan kedua dimana ia tetap mempertahankan tekad awalnya dan mengutamakan keselamatannya dan gadis kecil tadi, yang itu berarti ini adalah akhir bagi pria yang ada di hadapannya ini.
'Apa yang harus kulakukan?!'
__ADS_1