Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 114: Sadar


__ADS_3

'!' Mata Stephen terbuka lebar, serangan pedang sihir hitamnya berhasil menebas lawannya jadi dua bagian.


Sedang bibirnya tersenyum ke atas tanda puas dengan usaha yang dilakukannya itu. Karena sebelumnya memang setiap serangan yang dilancarkannya dapat dihindari dengan mudah.


Pemandangan ini memang tidak cocok bagi di bawah umur, karena siapa yang mau melihat kejadian seperti ini?


Serangan Stephen begitu mulus mendarat di antara tubuh perempuan berjubah putih itu.


Tidak ada pergerakan atau perlawanan yang ada pada perempuan berjubah putih itu, yang menandakan serangan yang diterima olehnya memang fatal.


Di sisi lain...


'Tubuhku!' Tubuh Stephen kini bergetar dengan hebat karena ia berusaha untuk mengontrol tubuhnya di tengah kekuatan yang sedang ia lepaskan itu.


Namun apa daya, keputusannya untuk mengeluarkan kekuatannya adalah hal yang tidak bisa dihentikan begitu saja.


Kini kedua bagian tubuh perempuan berjubah putih itu berpisah menjauh satu sama lain.


"Darah!" Suara Stephen berubah jadi berat, dan bahkan berbeda dengan suara yang biasa terdengar darinya. Suara yang penuh kehausan dan keinginan.


Ia menerjang ke depan tidak lagi menyerang membabi buta, namun dalam posisi bersiap jika ada sesuatu yang terjadi.


Raut wajah Stephen pula langsung menatap tajam lawannya, matanya bergerak cepat mencari-cari apa yang bisa memuaskan dirinya.


"Tidak ada!" Alis mata Stephen menurun tajam, menunjukkan ketidakpuasannya dengan instan.


Yang di mana ketika seorang mengalami luka di tubuh maka tidak aneh jika ada darah pada mereka bukan? Namun Stephen tidak melihat itu sama sekali dari seorang berjubah putih itu.


SIIIIING!


"HM?!" Yang ada malahan kini sinar terang begitu terang melingkupi sekitar mereka, yang berasal dari perempuan berjubah putih itu.


*


SRIIIIING...


"Uh...." Feronica perlahan membuka matanya setelah sinar terang yang tadi muncul mulai mereda.


Warna matanya sudah kembali seperti biasanya.


Ada sinar yang begitu terang yang membangunkannya di sini, dan hal pertama yang ia lihat adalah....


'Langit biru?'


"Di mana ini?" Feronica perlahan mengangkat tubuhnya, bola matanya perlahan bergerak ke sana kemari melihat apa yang ada di sekitarnya.


"Ayo Tuan! Nyonya! Sayur ini tersedia terbatas!"

__ADS_1


"Hei itu sayur sekaligus obat manjur sedang obral ayo beli!"


Feronica perlahan berdiri sepenuhnya dan melihat ke sekitarannya, situasi di sini berbeda seratus enam puluh derajat dibanding dengan tempatnya berada sebelumnya.


Tunggu... apa itu berarti?


'Aku berpindah tempat?!' Feronica memegang kedua pipinya dengan ekpresi terkejut yang bisa kita bayangkan.


Bagaimana tidak kaget? Ia tiba-tiba terbangun di antara kerumunan orang yang berlalu lalang di sekitarnya, dan tidak ada yang merasa aneh dengan itu.


Apa sebegitu sibuknya kerumunan orang ini, sampai-sampai mereka tidak menyadari kehadirannya?


Tapi Feronica juga tidak berharap diperhatikan juga sih.


Lebih baik keberadaannya ini tidak mengundang perhatian orang banyak. Karena dengan begitu lebih mudah untuk mencerna apa yang sedang terjadi di sini.


"Waah...." Feronica tidak bisa menahan kekagumannya akan begitu tingginya bangunan yang ada di sekitarnya.


Situasi suram berubah menjadi hari yang begitu cerah di tempat yang ramai, benar-benar sulit dipercaya.


'Penampilan mereka ini....'


Dan melihat dari penampilan orang banyak ini, Feronica langsung tahu mereka ini dari kalangan atas.


Jarang sekali Feronica melihat akan baju yang berwarna cerah dan juga pernak pernik yang indah pada pakaian mereka. Apa yang orang-orang ini pakai. Semuanya itu tidak bisa ia lihat di desa.


'Kak Stephen?' Sudah jelas-jelas ia bersama Kak Stephen tadi, kemana dia pergi?


"Tas murah obral!"


"Buah-buahan segar!"


Hiruk pikuk keramaian ini membuat Feronica jadi sedikit pusing. Berbanding jauh daripada kehidupan desa yang damai.


Tapi melihat ini membuat Feronica sadar memang ternyata ia benar-benar berpindah tempat. Ia tidak merasakan energi sihir aneh di sini yang berarti tempat ini nyata adanya (biasanya seorang pengguna ilmu sihir bisa tahu bilamana mereka sedang dalam dunia jebakan).


Feronica bisa saja Feronica beranggapan ia memang sedang dalam dunia lain, khususnya ketika kesadarannya kembali menghilang sebelumnya.


Bisa saja karena teknik musuhnya yang begitu hebat yang pada akhirnya membuat tempat di sekitarannya ini begitu terasa nyata.


Tapi kemungkinannya kecil untuk bisa berkesimpulan seperti itu, yang pasti Feronica yakin ini bukanlah dunia palsu.


Entah mengapa kejadian aneh yang dialaminya semakin intens, seolah ia seperti dikendalikan oleh orang lain saja.


Dan sekarang mengapa sekarang ia terpisah dari Stephen dan terdampar di sini? Apa yang sebenarnya terjadi tadi?


Feronica sedikit menunduk, ia berusaha fokus meski di sekitarnya ada banyak orang yang berlalu lalang. Rasanya lebih sulit untuk fokus dibanding dengan ketika situasi tenang.

__ADS_1


Lantas mengapa Feronica tidak beranjak meninggalkan keramaian ini? Bukankah ia bisa mencari tempat yang sepi dan berpikir di sana?


'Aku tahu... aku tahu... aku harus mengingat dahulu apa yang terjadi sebelumnya....' batin Feronica. Lebih baik baginya mengingat hal yang tadi terjadi ketimbang panik di tengah keadaannya sekarang.


Ia tidak mau tersesat lebih jauh lagi di sini, jadi Feronica memutuskan untuk tetap berada di sini.


'Saat aku merenung tadi... aku merasa ada yang aneh... dan setelah itu kekuatanku hilang....' Feronica tahu bagian 'kehilangan kesadaran' yang seringkali terjadi padanya akhir-akhir ini. Apalagi kalau bukan kemunculan tanda merah yang ada pada wajahnya?


Feronica pikir setelah ia mendengar kabar lanjutan dari sekolah, ia bisa merenung sepuasnya di tempat tadi. Namun lagi-lagi tidak terjadi sesuai dengan yang dipikirkannya.


Keberadaannya seorang diri di situasi yang tidak ia pedulikan mengundang rekannya sendiri, dan setelah itu hanya sedikit yang terjadi


Meski hanya sebentar, Feronica bisa ingat dengan jelas bagian ketika ia berada sangat dekat dengan Stephen. Bahkan bisa dibilang ia memeluknya.


Blush.


Entah mengapa perasaan gadis ini jadi tidak karuan sekarang. Di tengah keheranan ini ia juga bisa merasakan jantungnya berdegup kencang.


"Ehem...." Feronica mengangkat tangan kanannya ke dekat mulutnya seperti sedang batuk, padahal tenggorokannya baik-baik saja.


Shus...


Shuss...


Feronica menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha untuk fokus kembali.


'Tanda aneh yang muncul itu bukan tanpa alasan....' Feronica seperti mendapat jawaban di sini. Melihat kebelakang bagaimana tanda merah itu muncul....


'Tanda ini selalu muncul ketika... ada bahaya....' Feronica menatap ke depan dengan pandangan yang seolah sudah mengerti di sini.


Feronica sadar tidak hanya perasaannya saja yang berpengaruh mengenai tanda merah yang seringkali muncul itu. Melainkan ada juga faktor lain.


'Saat seorang berjubah hitam itu hadir, aku tidak merasa marah atau apapun... aku hanya mengikuti kata hati saja.'


Bagimana mungkin juga marah tanpa alasan yang jelas dan pada orang yang tidak kita kenal bukan?


Feronica mengerti sekarang. Tanda merah yang muncul padanya sejauh ini bisa muncul di dua keadaan. Pertama, berdasarkan perasannya namun ia masih bisa mengendalikannya, dan yang kedua, muncul begitu saja dengan merenggut kesadarannya sendiri.


'Pasti ada penjelasannya!' Feronica merasa ia perlu tahu lebih banyak, namun pada kenyataannya hanya ini yang ia tahu.


Kini karena ia kehilangan kesadaran tadi, berarti ada seseorang yang berbahaya lagi? Atau mungkin kejadian bahaya yang melibatkannya dan juga rekannya?


'Apalagi setelah seorang berjubah hitam? Seorang berjubah putih? Menggelikan sekali....'


Feronica jadi terbawa perasaan sekarang. Banyak pertanyaan yang ada dalam benaknya, dan tidak ada yang bisa menjawabnya jika belum waktunya.


Duk...

__ADS_1


"Ah... Maaf... Hei bajumu basah... kamu tak apa?" Tanpa sengaja ada seorang ibu muda dengan pasangannya menubruk Feronica yang dari tadi berdiri cukup lama di tengah lalu lalang orang-orang banyak.


__ADS_2