Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 98: Curiga


__ADS_3

'Kemana dia?' Mata Stephen terbuka lebar, ia tidak lagi melihat rekannya yang tadi ada di belakangnya.


Padahal belum lama waktu berjalan ia tadi masih sempat melihatnya, namun kini ia tidak melihat siapapun yang ada di belakangnya.


HUSH!


"Hmph...." Orang berjubah bergumam, nada yang dikeluarkannya itu seperti meremehkan apa yang terjadi.


SYUT!


HUSH!


Orang berjubah hitam itu tiba-tiba menunduk dengan cepat dan seketika itu juga terlihat kaki seseorang yang hendak menendangnya dengan sangat cepat.


'Dia?!' Stephen tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, gadis yang ada dibelakangnya kini karena suatu alasan ada di belakang saudaranya! Dan melancarkan tendangan yang kuat, menimbulkan hempasan angin yang cukup kuat, meski memang tidak mengenai target sedikitpun.


Orang berjubah hitam itu menghindar sangat cepat, bahkan seperti sudah tahu akan ada serangan yang datang.


Padahal orang berjubah hitam ini berdiri tegak dan seharusnya ia tidak bisa melihat apapun yang ada di belakangnya. Namun pada akhirnya dia tetap bisa menghindari serangan yang dilancarkan Feronica.


TAP!


Begitu tahu serangan kejutannya itu tidak berhasil, Feronica dengan cepat melompat dan kini berada di samping Stephen.


'Mengapa dia bisa bergerak? Bukankah seharusnya pergerakannya terbatas sekarang?' Apa memang sihir yang dikeluarkan oleh dia itu bukan seperti dipikirkannya?


Stephen tahu untuk mengalirkan energi sihir memang perlu fokus yang tinggi, yang seringkali membuat penggunanya harus tetap diam dan mengendalikan energi yang keluar dari tubuhnya.


Karena mengalirkan energi sihir memang bukan perkara yang mudah, namun kini ia melihat seorang gadis kecil yang mengeluarkan sihir jenis ini seolah memang bukan sesuatu yang sulit.


'Aura kekuatannya masih terasa. Dia tidak menghentikannya.' Inilah alasan mengapa Stephen tidak menyadari keberadaan Feronica yang tiba-tiba berpindah, karena memang keadaan di sini tidak terasa ada yang berubah.


Stephen bisa melihat aura kekuatan berwarna coklat yang masih menyelimuti seluruh bangunan di sini, yang mendukung kuat fakta bahwa Feronica sama sekali tidak menghentikan sihirnya.


Lantas mengapa ia bisa menyerang lawan dengan kekuatannya yang sedang disalurkan ini? Apa ada hal yang bisa menjelaskan ini?

__ADS_1


Stephen dengan cepat melihat keadaan Feronica sekarang yang ada di sampingnya, dan dia terlihat serius dengan aura kekuatan yang masih sama seperti sebelumnya.


Sorot matanya memandang ke depan dengan tajam, baru kali ini Stephen melihat rekannya seserius ini dengan wajah yang juga tenang.


Sebelumnya memang ia pernah melihat Feronica yang juga serius, namun dikuasai oleh perasaan emosinya. Dan kali ini tidak sama seperti sebelumnya.


Feronica terlihat lebih tenang meski dengan tatapan yang serius, tidak ada perasaan emosi berlebihan yang ada padanya saat ini.


Setidaknya itulah yang Stephen lihat dari luar, soal perasaan gadis itu sendiri memang ia tidak benar-benar tahu dengan pasti.


'Apa mungkin kekuatannya ini ada hubungan dengan....?' Stephen mulai terpikir suatu hal, ia memerhatikan Feronica dengan cepat dan seksama, namun tidak terlihat sesuatu yang berbeda darinya.


Stephen pikir tanda merah api padanya kembali muncul, namun ternyata penampilannya tidak jadi mencolok seperti yang ia pikirkan.


Karena memang seperti di kasus sebelumnya, Stephen sadar setiap kali kekuatan gadis ini berubah, salah satu faktornya memang ada tanda merah yang muncul di area wajahnya. Di saat itulah mulai ada perubahan pada hawa kekuatannya.


Namun kini tanda yang ia sangka tidak ada pada gadis itu, yang menandakan memang kemungkinan perubahan kekuatan ini murni karena kekuatan Feronica saja. Dan memang hal ini tidak terlalu buruk adanya.


Dengan aura kekuatan yang sekarang ini temannya ini sudah menarik perhatian saudaranya. Apalagi jika dia tahu akan tanda api seringkali muncul itu?


Padahal sebelumnya memang Stephen tahu setelah Feronica di serang oleh saudaranya, kekuatan gadis itu memang merosot tajam, namun untunglah bantuan datang dengan cepat saat tadi.


Dan sekarang tak butuh waktu lama, kekuatannya sudah pulih kembali, bahkan ia bisa menyalurkan energi sihir sekaligus menggunakan energinya untuk menyerang.


"Manusia yang kau kenal ini cukup menarik...." Kini orang berjubah hitam itu mengomentari apa yang sedang ia lihat, dari nada bicaranya memang terdengar apa yang dipikirkan Stephen benar adanya.


Memang Feronica sudah mencolok dengan semua yang ia lakukan. Untuk meyakinkan saudaranya bahwa rekannya ini hanyalah manusia biasa sulit untuk dilakukan.


'Kalau sudah begini....' Stephen tidak terpikir bagaimana cara lain menghentikan kakaknya selain cara yang akan dipakai kakaknya.


Orang berjubah hitam itu menunjuk ke wajahnya sendiri. "Matamu terlihat bagus. Apa manusia bisa mengubahnya?"


"?" Stephen tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh saudaranya ini, dia menujuk ke wajahnya sendiri dan mengatakan hal yang aneh.


Stephen melihat pandangan saudaranya itu memang tidak mengarah padanya, melainkan pada rekan yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


Stephen melihat kembali Feronica dengan seksama untuk memastikan apa yang sebenarnya dimaksud oleh saudaranya, dan matanya kembali terbuka sedikit lebar seolah memang ia baru mengetahui sesuatu.


'Matanya berubah jadi merah?' Akhirnya Stephen tahu maksud dari perkataan saudaranya tadi. Dia bicara tentang mata Feronica yang kini menyala warna merah.


Padahal biasanya tidak seperti itu. Kini mata Feronica menyala merah dan bercahaya seolah seperti api yang menyala.


'Jadi tenyata ada yang berbeda....' Stephen akhirnya sadar memang alasan dibalik kejadian ini ada kaitannya dengan perubahan yang juga terjadi pada rekannya ini.


Lantas mengapa tadi ia tidak menyadarinya? Apa ia terlalu fokus akan melihat perbedaan yang ada pada rekannya itu yang pada akhirnya ia malah tidak melihatnya?


Stephen tidak tahu apa warna mata yang berubah pada rekannya ini masih berkaitan dengan tanda merah seperti api yang ada pada sekitaran matanya. Namun memang keduanya tidak jauh berbeda.


Stephen sendiri melihat ini hal yang tidak jauh berbeda dengan tanda merah yang menyala di wajah rekannya itu, hanya saja kali ini tidak begitu mencolok adanya.


Tapi tetap saja ada perbedaan yang berarti sekarang. Stephen sekarang punya patokan yang jelas alasan mengapa rekannya bisa melakukan hal yang tidak biasa seperti ini.


"Apa dia ini....?" Orang berjubah hitam itu bergumam, dan perkataannya bisa terdengar oleh Stephen dan Feronica.


"...." Stephen terdiam, ia menyiapkan seluruh kekuataannya di saat seperti ini dan kemudian mengambil satu langkah kecil....


HUSH!


Dengan cepat Stephen melesat ke depan bersamaan dengan Feronica, mengarah pada seorang yang berjubah hitam ini.


"Sihir Kegelapan: Bola Hitam!" Stephen mengarahkan tangannya ke depan dan seketika itu juga muncul lingkaran sihir hitam dan bola hitam yang merusak ke arah kakaknya ini.


"Sihir Tanah: Perlindungan...." Feronica melakukan hal yang sama dari kedua tangannya muncul energi sihir berwarna coklat kemerahan yang kemudian membuat bola hitam Stephen jadi terselimuti tanah coklat yang juga agak kemerahan.


Serangan bola hitam yang dilancarkan itu merusak apapun yang didepannya, dijarak sedekat ini bola hitam itu tak lama akan mengenai orang berjubah hitam itu.


"Serangan gabungan? Menarik!" Orang berjubah hitam itu masih diam di tempat, tidak melakukan apapun untuk mengatasi serangan yang mengarah padanya ini.


BUM!


Seketika itu juga ledakan yang besar terjadi, membuat asap tebal yang membumbung tinggi ke atas, dan tidak lama, dari balik asap tebal ini muncullah Stephen dan Feronica yang ternyata masih menyerbu lawannya. Raut wajah mereka berdua menyiratkan keseriusan yang dalam, sedang lawannya sendiri masih diam di tempat dan membuka lebar kedua tangannya.

__ADS_1


'Kak ... apapun yang terjadi, kami pasti akan menghentikanmu!"


__ADS_2