Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 104: Terdesak


__ADS_3

'Apa-apaan dengan tanda itu?' Pria bertopeng hitam heran mengapa muncul sesuatu yang aneh pada wajah gadis kecil di hadapannya.


Wajahnya seperti terbakar oleh sesuatu yang berwarna merah yang merembet dari mata kirinya yang juga menyala merah terang, mirip seperti lava yang menyala-nyala.


Kini pria bertopeng hitam itu merasakan hawa kekuatan gadis di depannya ini bertambah kuat, bahkan dalam waktu yang sangat singkat tepat setelah tanda aneh itu muncul.


'Dia ini memang aneh!' Pria bertopeng hitam tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya, kecurigaannya bertambah besar dan kini ia yakin benar memang gadis kecil di sini bukanlah anak kecil biasa.


Tepat setelah tanda merah itu muncul, aura kekuatan yang terasa dari gadis ini ikut berubah juga, tentu saja hal ini membuat pertanyaan yang baru bagi pria bertopeng hitam ini.


"KH...." Feronica mengerang sembari terus berupaya untuk menggapai topeng hitam pria asing ini, tidak peduli dengan seberapa kuat pertahanan energi gelap lawannya, ia tetap berusaha menerobosnya.


SHHH!


Aura kekuatan Feronica dan Pria bertopeng hitam saling bertubrukan satu sama lain, membuat hempasan angin kencang yang bahkan mampu membuat sihir pelindung sekolah aktif, yang itu berarti memang pancaran kekuatan yang ditimbulkan begitu kuat dan berbahaya bagi orang biasa.


Namun berkat kekuatan sihir pelindung Feronica, tidak ada kehancuran lebih yang diakibatkan oleh hempasan angin yang begitu kuat ini.


KRAK!


Bahkan saking kuatnya hempasan aura kekuatan ini, membuat pijakan Stephen juga jadi retak. Kini Stephen hanya melihat ke atas di mana rekannya dan saudaranya sedang melakukan urusan mereka.


'Memang benar dugaanku sebelumnya! Tidak mungkin dia bisa menahan seranganku tanpa kekuatannya yang seperti ini!' Pria bertopeng hitam kini mengerti akan alasan mengapa gadis kecil ini bisa menahan serangannya.


SSSSHHHHHHH!


Seiring dengan berjalannya waktu, aura kekuatan pria bertopeng hitam ini memang meningkat drastis, sebagai upaya agar tubuhnya tidak membeku dan juga menahan pergerakan Feronica.


Sorot matanya yang tajam berwarna merah terlihat jelas dari balik topeng hitam itu. Memaksa kekuatannya sendiri untuk keluar tidak peduli dengan serangan tanda sihir es yang menahan kekuatannya.


Memang mengeluarkan tenaga sihirnya di saat seperti ini bukanlah hal yang mudah, namun dia harus tetap melakukannya demi bertahan di situasi seperti ini.


'Sial! Tidak kusangka kekuatan manusia bisa merepotkanku seperti ini!' gerutu batinnnya. Pada akhirnya memang lawan yang ia hadapi sebelumnya ternyata bisa membuatnya kesulitan sampai seperti ini.


Padahal ia pikir kedua manusia yang tadi di lawannya sudah benar-benar kalah degan keadaan yang tidak begitu baik. Dengan aura kekuatan yang ada pada mereka begitu lemah dan tidak berdaya.


Namun siapa sangka keadaannya malah jadi seperti ini? Pria bertopeng hitam ini kini kembali dipojokkan dengan kekuatan aneh gadis kecil yang berusaha meraih topeng yang sedang dikenakannya.


Kecurigaannya sudah sampai di tahap di mana ia yakin memang ada sesuatu yang tidak biasa dari gadis kecil yang bernama Feronica ini. Apa mungkin inilah sebabnya saudaranya itu bisa tertarik dengan keberadaan gadis ini?


Hal tersebut memang bisa saja terjadi, karena siapa yang tidak akan penasaran dengan kekuatan aneh yang dimiliki gadis ini? Tentu siapapun yang melihatnya setidaknya akan bertanya-tanya juga.


'Dia bukanlah targetku, tapi tapi keberadaannya cukup meresahkan.'


KRRRTTTTT!


Perlahan namun pasti kekuatan sihir Feronica berhasil menyusul kekuatan sihir gelap lawannya, dan muncul aura kemerahan dari sekitaran tubuh Feronica.


'Manusia sepertinya bisa mengimbangi kekuatanku?!' Kini pria bertopeng hitam merasa ada yang tidak beres di sini, yakni kekuatan manusia di hadapannya begitu aneh dan tidak wajar.


'Apa ini kekuatannya yang sebenarnya?'


KRAK!


Tangan Feronica berhasil menembus dinding aura sihir gelap dan menghancurkannya. Yang berarti kekuatan sihir Feronica berhasil melampaui kekuatan gelap pria bertopeng hitam ini.


'Sial! Kalau saja jubah hitamku ada dan tidak terkena tanda sihir ini!' Semuanya pasti akan terasa lebih mudah tentunya, namun kini setelah ia kehilangan pertahanan luar dan juga tidak bisa menggunakan energi sihir dengan bebas, tidak pernah terpikirkan ia bisa terpojok seperti ini.


Dengan kekuatan gelap yang memang keluar dari seorang bertopeng hitam ini, namun tidak cukup kuat untuk melepaskan efek dari tanda sihir yang kini hampir membekukan tubuhnya itu.

__ADS_1


Sedang tangannya masih mencekik Feronica, tidak peduli dengan tangannya yang sudah beku tertutup es yang dinginm ia masih berupaya untuk menyelesaikan urusannya di sini.


'Aku hanya perlu mengeluarkan sedikit saja kekuatan lagi!' Seorang bertopeng hitam itu sadar, semenjak tanda merah muncul dari wajah gadis ini, cengkraman tangannya tidak terlalu berpengaruh banyak, dan sekarang di tambah dengan tanda sihir es yang menekan kekuatannya sendiri.


Padahal sebelumnya ia bisa mengakhiri ini dengan cepat, namun sekarang lebih sulit dari perkirannya.


Kekuatan gadis ini sudah melampauinya, dan bukannya ia bisa mengakhiri lawannya, malahan pertahanan aura sihir gelap mulai retak dan tidak lama lagi hancur.


"..." Feronica dengan raut wajah yang serius terus meningkatkan kekuatan sihirnya, tahu akan situasinya kini sudah berpihak padanya.


CRACK!


"HAH!" Feronica mengeluarkan kekuatan aura sihir merah yang begitu kuat, usahanya mulai membuahkan hasil di sini.


GRAP!


'Sial dia berhasil menghancurkan pertahananku!' Pria bertopeng hitam tahu ini akan terjadi, namun memang terlalu cepat baginya untuk terjadi.


"Topengku...." Kini tangan Feronica sudah berada memegang topeng hitam itu, dan terlihat aura kemerahan berpusat pada tangannya sekarang.


'Aku belum bisa bergerak!' Pria bertopeng hitam itu tidak bisa mengimbangi kekuatan gadis ini, sudah tertinggal jauh dan sulit untuk mempertahankan posisinya di sini.


SSSSRRRR....!


Disamping topengnya yang kini berada dalam bahaya, di tambah pula serangan tanda sihir es yang memang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Yang dari tadi ia lakukan hanyalah memperlambat prosesnya dan tidak menghentikannya.


"Manusia hanyalah makhluk lemah! Tidak mungkin bisa mengalahkanku!"Pria bertopeng hitam bersikeras untuk meningkatkan kembali kekuatannya, namun konsentrasinya terbagi ketika harus membagi kekuatannya untuk mempertahankan topeng atau memperlambat tanda sihir es yang ada pada tubuhnya.


Keduanya sama-sama penting, identitas dan pergerakannya di sini, seolah memang tidak bisa dipisahkan kedua hal ini.


-Hentikan, mundur dari sana....-


-Kau sudah gagal... mundur dari sana-


'Aku bisa mengatasi ini!' Pria bertopeng hitam itu memfokuskan tenaganya kembali, kini hanya tinggal bagian wajahnya yang belum membeku.


-Kau tidak bisa.-


KRAK!


Topeng hitam pria misterius ini mulai retak oleh kekuatan sihir Feronica, dan retakannya itu begitu cepat menyebar yang menandakan besarnya kekuatan yang ia fokuskan ke tangannya.


'Sial!' Kini tak lama lagi topeng hitam yang menutupi identitasnya akan segera hancur dan ditambah ia akan beku oleh es yang menutupi tubuhnya ini.


Sedang meningkatkan kekuatan sihir sudah tidak terlalu berguna lagi sekarang, pasalnya kekuatan gadis itu sudah jauh di atasnya dan fakta bahwa sihirnya tertahan oleh tanda sihir adalah hal yang tidak terelakkan.


Apa identitas yang terbongkar sepadan dengan apa yang terjadi di sini?


-Apa kau sudah lupa dengan perjanjian kita?-


Suara berat muncul kembali dari dalam diri pria bertopeng hitam ini, dan seketika itu juga ia tahu apa yang dimaksud oleh suara yang muncul itu.


Situasi seperti ini membuatnya lupa akan hal ini, kenyataan bahwa identitasnya tidak boleh terbongkar sama sekali.


-Kau ingat? Apa kau akan diam saja di sana?-


'Sial... seharusnya aku bisa melakukan misi ini....' Pria bertopeng hitam terbawa suasana yang pada akhirnya membuatnya lupa akan hal yang penting.


Sedang kini ia tidak bisa membalikkan situasi sebagaimana yang diharapkannya.

__ADS_1


Tidak ada cukup waktu untuk mengumpulkan kekuatan dan mempertahankan diri di sini. Pada akhirnya memang ia tidak punya pilihan lain selain menuruti apa yang dikatakan suara bergema yang muncul ini.


"Tunjukan... siapa dirimu!"


KKKRRKKK....


"Hmph- akan kubalas perbuatanmu lain kali manusia...."


SYUT!


Seketika itu juga ada seperti dimensi hitam yang terbuka dan langsung membawa seorang bertopeng hitam itu pergi dari tempat ini.


*


....


...


"Uh...." Perlahan namun pasti Feronica membuka matanya, pandangannya sedikit kabur dan tubuhnya terasa berat.


"Feronica!" Terdengar suara rekannya yang samar-samar, ternyata ada kak Stephen yang tak jauh darinya, sementara itu bola matanya bergulir melihat siapa yang sedang mengulurkan tangan padanya.


"Bu... Freiss?" Beberapa saat kemudian Feronica sadar akan siapa yang mengarahkan tangan padanya. Ternyata tak lain tak bukan adalah gurunya sendiri, atau lebih tepatnya mantan gurunya.


Feronica bisa melihat dari pancaran cahaya hijau yang ada pada tangan Bu Freiss. Seketika itu juga ia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di sini.


Namun untuk bergerak terasa berat sekali, dan bicara sedikitpun cukup melelahkan. Satu-satunya hal yang ia ingat terakhir kali adalah upayanya untuk mengalirkan kekuatan sihir ke tempat ini demi meminimalisir kehancuran....


'Apa yang terjadi?' Batin Feronica, ia tidak lagi mengingat apa yang terjadi setelah itu, apa mungkin ia kehilangan kesadaran saat melakukan teknik yang cukup sulit itu?


Memang bisa saja terjadi seperti itu, Feronica kini mulai merasakan hangat di sekitaran tubuhnya, sontak ia tahu dengan pasti akan mengapa tubuhnya bisa terselimuti aura sihir berwarna hijau seperti ini.


Ternyata Ibu Freiss sedang menggunakan sihir pemulihan padanya, yang badannya tadi terasa berat kini mulai ringan kembali sebagaimana mestinya.


"Uh...." Perlahan Feronica bangun dan terduduk di tanah, memang tadinya tubuhnya terbaring di tanah, ia diam dan melihat sekelilingnya dengan tenang.


Bangunan sekolah masih berdiri seperti biasanya, namun kerusakan yang terjadi di sekitarnya tidak minim adanya.


Feronica pikir ketika ia sadar ia akan melihat pemandangan yang jauh lebih mengerikan lagi, namun ternyata tidak seperti itu.


Feronica tahu usahanya untuk mengalirkan kekuatan sihir pada area sekitar bangunan sekolah yang memang cukup sulit untuk dilakukan. Dan sekarang memang bangunan sekolah masih berdiri dan minim kerusakan, apa itu berarti?


Memang tidak ada lagi aura sihir berwarna coklat yang terlihat di sekitaran bangunan sekolah, namun fakta bahwa bangunan sekolah masih berdiri itu jadi bukti yang kuat teknik sihirnya berjalan dengan baik. Jadi mengapa tiba-tiba ia kehilangan kesadaran setelah itu?


Feronica merasa ada yang berbeda dari tubuhnya, memang setelah menerima serangan dari seorang bertopeng hitam bukan hal yang mustahil tubuhnya jadi lelah seperti ini.


Tapi mungkinkah ini juga efek dari penggunaan sihir area yang digunakannya ini? Hal tersebut bisa terjadi juga sih.


Namun terlepas dari apa yang terjadi di sini, Feronica tidak lagi melihat seorang berjubah hitam yang sebelumnya ada dan begitu memancarkan aura gelap yang memuakkan. Dan pula cuaca di sekitarannya tidak lagi suram, melainkan perlahan sudah kembali normal seperti biasanya.


'Dimana orang berbahaya itu?' Feronica bertanya dalam batinnya sendiri, mungkinkah ada seseorang yang berhasil mengusirnya dari tempat ini?


Bola mata coklat Feronica bergulir melihat gurunya dan juga rekannya, mereka memandanginya dengan tatapan serius dan sedikit terlihat raut wajah penasaran juga dari mereka.


"Ahh..." Feronica mencoba untuk berbicara, kini sudah tidak terasa berat lagi, kekuatan pemulihan dari gurunya memang hebat sekali.


"Feronica... kau baik-baik saja?" Seketika itu juga Freiss menanyakan kondisinya, dan dibalas dengan anggukan kecil dan senyum kecil juga.


"Hah ... syukurlah...." Stephen bernafas lega, memang sedari tadi ia benar-benar khawatir dengan kondisi Feronica yang seperti ini.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Seketika itu juga Feronica bertanya pada mereka berdua. Rasa penasaran akan apa yang terjadi di sini dan juga keberadaan seorang berjubah hitam memang hal yang ingin diketahui olehnya sekarang.


__ADS_2