
'Fer- Feronica....'
Seolah tubuhnya jadi kaku tiba-tiba, Stephen terdiam melihat pemandangan yang ada di atasnya.
Feronica sedang berada di situasi yang sulit, gerakannya terkunci dan ia tidak bisa melakukan apa-apa.
Rekannya yang harusnya ia lindungi malah kini berada di tangan yang salah. Dan yang lebih aneh lagi ia tidak berbuat apapun sekarang.
'Kenapa... aku hanya diam?" Stephen bertanya pada dirinya sendiri, tidak mengerti akan apa yang terjadi dalam dirinya.
Rasanya berat untuk menggerakan tubuhnya sendiri, Stephen bertanya-tanya mengapa bisa terjadi seperti ini.
Padahal tubuhnya baik-baik saja, lantas mengapa ia tidak bisa bergerak bebas sekarang?
Apakah ini ada hubungannya dengan serangan bola hitam yang tadi menghilang itu?
Bahkan Stephen tidak tahu alasan mengapa serangan saudaranya itu bisa menghilang. Mungkinkah itu adalah cara saudaranya untuk menguji tekadnya? Yaitu dengan tidak benar-benar melepaskan kekuatan sihir yang besar?
Tapi terlepas dari alasan mengapa sihir serangan itu bisa tiba-tiba menghilang, kini Stephen memikirkan mengapa tubuhnya terasa berat begini.
Padahal ia tidak merasakan adanya sihir luar yang menganggu tubuhnya, lantas apa sebabnya jika bukan gangguan dari luar?
'Ah... berat... tidak hanya tubuhku, tapi juga perasaanku....' Kini batin Stephen mulai menyadari sesuatu, yakni alasan mengapa ia tidak bergerak sekarang.
Yang di mana ia harusnya bergerak cepat dan melakukan sesuatu untuk menolong rekannya dalam bahaya, namun kali ini reaksi naturalnya seolah tertahan oleh sesuatu.
'Feronica sangat percaya padaku... pandangan matanya benar-benar meyakinkanku....' Pemuda ini mengingat bagaimana rekannya tadi yang percaya padanya seolah mengatakan padanya 'akan kuatasi' dan sampai sekarang Stephen masih menyimpan kepercayaannya.
Alasan sederhana itulah yang menyebakan ia tidak melakukan apapun saat ini. 'Aku percaya padanya, apapun situasinya.'
'Karena itulah aku tidak akan ikut campur di sini.' Meski dalam batinnya mengabaikan rekannya di saat seperti ini adalah hal yang tidak benar, namun begitu Stephen berpikir untuk membantunya, ia merasa tidak menghargai rekannya sendiri.
Pasalnya memang Feronica sudah yakin benar bisa mengatasi ini sendiri, dan bahkan memberinya sinyal untuk berhenti saat ia mencoba melakukan sesuatu, dan tadi pula ia bisa melihat sorot mata begitu percaya diri dan semangat dari gadis ini.
Setelah semua yang dilihatnya, ia kini memilih pilihan yang sulit, karena baginya lebih mudah untuk melakukan sesuatu dibanding diam saja saat ini karena memang perasaannya pun tidak bisa dibohongi, namun karena tekad untuk percayalah yang membuat Stephen masih terdiam di tempatnya sekarang.
*
'Dia... memang aneh....' Pria bertopeng hitam itu kini sudah memegang leher gadis kecil ini dengan cukup kuat, yang menandakan sedikit lagi saja kekuatannya di tambah, maka itu bisa menjadi akhir yang bagus untuk gadis ini.
"....." Meskipun dalam keadaannya seperti ini, tetap saja gadis kecil itu memandanginya dengan sorot mata yang tajam, seolah berbicara dengan keras melalui pandangannya itu.
Yang di mana keadaan seperti ini seharusnya menjadi awal di mana seorang akan menjadi putus asa dan panik akan keadaannya sekarang, namun anehnya hal ini tidak terjadi pada gadis kecil dihadapannya.
'Kalau tidak salah namanya Feronica... sudah seberapa jauh dia mengenalnya?' Seorang bertopeng hitam itu kini penasaran akan hubungan antara saudaranya dengan manusia yang ada di hadapannya ini. Mengingat ekspresi yang ditunjukkan oleh saudaranya tadi.
'Sudah kuduga perasaannya jadi sama seperti manusia... dia hanya bisa melihat apa yang terjadi tanpa melakukan apapun, sama seperti mereka. Apa tindakannya itu bisa menyelamatkan gadis ini ditanganku?' Pria bertopeng hitam yakin akan apa yang telah dipikirkannya sebelumnya. Kenyataan bahwa saudaranya kini semakin mirip dengan ras lemah ini membuatnya kecewa.
__ADS_1
'Kalau begitu... waktu gadis ini sudah habis....'
Bahkan dengan kekuatan fisik yang sekarang di keluarkannya membuat tubuh gadis kecil ini tidak mampu berbuat apapun. Dan dia tidak terlihat berbuat sesuatu untuk melepaskan dirinya sendiri.
Kreeet...
Tangan pira bertopeng hitam itu makin keras memegang leher Feronica, menimbulkan suara yang tidak nyaman didengar oleh telinga, bahkan kini darah mulai mengalir dari hidung gadis ini.
Tekanan yang diterima tubuhnya lebih berat untuk bisa ditangani, yang pada akhirnya tubuh Feronica jadi sedikit bergetar.
"H-hei...." Feronica mencoba mengatakan sesuatu di sini, dan dengan cepat pula seorang dengan topeng di wajahnya menatapnya dengan serius.
Perlahan namun pasti gadis itu menunjuk ke bawah, seolah sedang menunjuk ke arah kaki dari pria bertopeng hitam ini.
'Ada apa dengannya?' Pria bertopeng hitam tidak mengerti apa yang dilakukan oleh gadis ini. Untuk apa dia menunjuk ke bawah?
"...?" Dan seketika itu juga, pria bertopeng hitam itu sadar ada sesuatu yang berbeda di sini, ia merasa suhu di sekitarannya berubah menjadi semakin dingin. Terutama pada bagian kakinya.
Bukan dingin yang biasa karena kesuraman yang sekarang berlangsung, melainkan lebih kuat lagi adanya.
'Aku tidak mengeluarkan kekuatanku selain ini... tapi mengapa kakiku jadi dingin?' Pria bertopeng hitam itu sadar memangĀ ia tidak mengeluarkan kekuatan sihir lain yang bisa menyebabkan suhu di sekitar menjadi dingin. Tapi mengapa?
"He...he...."
"!" Menyadari tawa kecil dari gadis kecil ini, membuat pria bertopeng hitam benar-benar melihat ke arah kakinya sekarang.
'Ada apa ini?!' Kedua kakinya tiba-tiba membeku perlahan tanpa alasan yang jelas, membuat pria bertopeng hitam ini akhirnya sadar akan apa mengapa gadis kecil ini menunjuk ke bawah.
'!' Seorang bertopeng hitam itu bisa merasakan dingin yang hebat terus menjalar ke atas tubuhnya, dan dilihat dari luar pun memang kakinya jelas-jelas membeku dan terus berlanjut ke atas.
'Apa yang terjadi?!' Pria bertopeng hitam itu tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Mengapa tiba-tiba ada hawa dingin yang membekukannya? Padahal ia tidak merasakan ada yang aneh sebelumnya.
Zzzzrrrssshhhh...
Perlahan namun pasti es yang mulai muncul dari kakinya ini sudah mencapai separuh badannya, dan bahkan ia belum tahu pasti apa sebabnya.
'Kenapa aku tidak bisa menetralkan sihir ini?!' Pria bertopeng hitam itu tidak bisa menghentikan pergerakan es yang mulai menutupi tubuhnya ini, padahal jika kekuatan sihir biasa seharusnya ia bisa menghancurkannya dengan mudah.
Energi sihirnya seolah tertahan dengan keberadaan es tiba-tiba muncul pada tubuhnya, yang ini berarti memang ada serangan dari luar yang membuatnya seperti ini.
Karena tidak mungkin tubuhnya terselimuti es tanpa alasan yang jelas bukan? Pria bertopeng hitam ini tertunduk untuk memikirkan ini dengan tenang.
'Serangan sihir es ini bukan sihir biasa... bahkan aku tidak bisa menetralkannya secara langsung....' Kini Pria bertopeng hitam tahu sihir ini adalah salah satu sihir tingkat tinggi yang bahkan bisa membuatnya cukup kerepotan seperti ini.
ZZZZRSSHHHH...
Seiring dengan ia berpikir, es berwarna biru terang itu bahkan kini sudah menutupi dadanya dan perlahan menjalar ke leher. Begitu cepatnya dan ia masih belum bisa mengatasinya.
__ADS_1
'Mengapa aku bisa lengah seperti ini? Apa ini perbuatan dari manusia tadi?' batin pria bertopeng hitam ini, sorot matanya ia fokuskan ke bawah kakinya, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Karena dari tadi ia melakukannya, masih belum mendapat jawaban juga.
'.... Itu!' Pandangan mata pria bertopeng hitam itu kini perlahan berubah menjadi merah, mirip dengan Feronica yang berarti kekuatannya sudah ia tingkatkan lebih tinggi lagi.
'Tanda sihir es! Pria pendek tadi!' Seorang bertopeng hitam bisa melihat adanya robekan yang cukup kecil pada celana hitamnya, dan di sana ada tanda sihir yang begitu kuat yang baru ia sadari sekarang.
Tanda sihir adalah bentuk kekuatan sihir tingkat tinggi yang digunakan di saat tertentu, butuh banyak sekali energi sihir dan seorang ahli sihir pun tidak sembarangan menggunakannya.
Teknik sihir tingkat tinggi ini tidak hanya butuh energi sihir yang besar, namun juga keterampilan yang baik agar serangan ini bisa menjadi kejutan bagus untuk lawannya.
Karene serangan tanda sihir ini mudah diatasi pada saat awal digunakan dan akan efektif beberapa waktu setelah tanda sihir ini mengenai lawan, semakin lama tidak disadari semakin bagus dan lebih sulit untuk diatasi.
'Tanda sihir sialan! Kenapa aku baru sadar sekarang?!' Seorang bertopeng hitam itu menyalahkan dirinya sendiri, akan mengapa begitu terlambat ia menyadari serangan lawannya.
'Padahal serangan sihir es pria pendek itu lemah dan semuanya bisa kuatasi! Tapi mengapa?!'
SYUT!
Dan kini pada es yang hampir menutupi seluruh tubuh pria bertopeng hitam ini muncul seperti tanda sihir berwarna biru yang menyelimuti es ini, mirip seperti sihir penyegelan.
Karena teknik tanda sihir bukanlah serangan biasa, maka kini cukup sulit untuk diatasi oleh pria bertopeng hitam ini, karena kekuatan sihirnya tertahan dan butuh lebih dari sekedar usaha keras di sini.
"Sudah sadar?" Terdengar suara gadis kecil, yang tak lain tak bukan adalah Feronica sendiri, yang lehernya masih digenggam oleh pria bertopeng hitam, namun sudah menjadi es yang begitu dingin.
"Manusia rendahan... berani-beraninya kau!"
"Sebelum kau berubah menjadi patung es, akan lebih baik jika topeng itu kau lepas." Feronica menjulurkan tangannya ke arah topeng orang misterius yang mengacau di sekolah ini.
Dengan begini ia bisa mengetahui identitasnya akan siapa sebenarnya orang ini, dan hanya tinggal sedikit lagi saja....
Tangan Feronica meraih topeng hitam orang itu dan berusaha untuk memegangnya, namun di saat itu tangannya terhenti seolah ada sesuatu yang menghalanginya.
"Makhluk rendahan sepertimu tidak pantas melihatku!" Pria bertopeng hitam itu menatap tajam Feronica dengan sorot mata merah yang menyala, dan seketika itu juga hembusan angin kencang muncul darinya.
Aura kekuatan gelapnya memaksa apapun yang ada di luar tubuhnya untuk hancur, tidak peduli dengan kekuatannya yang sedang tertahan oleh serangan tanda sihir ini.
Seiring dengan begitu berusahanya pria berjubah hitam ini, membuat lingkaran sihir biru di sekitaran tubuhnya yang sudah berubah menjadi es itu berkedip-kedip dengan terang.
SSSSSHHHH!
Dan pula muncul hawa kekuatan yang hebat dari Feronica saat itu juga, sorot matanya yang merah tetap memandang lawannya dengan tajam namun dengan eskpresi yang begitu tertarik akan apa yang terjadi.
'Gadis ini!' Pria bertopeng hitam ini kembali merasakan hawa kekuatan yang tidak wajar darinya, kekuatannya terlalu besar untuk ukuran manusia sepertinya. Dan setiap kali melihat ini membuatnya heran dan tidak percaya.
Sssshhhhh...
Perlahan namun pasti tidak hanya aura kekuatan yang besar yang keluar dari Feronica, dari sorot mata merahnya yang tajam mulai terlihat tanda merah yang menjalar....
__ADS_1
'Tanda itu...?'