
"HMPH?" Joseph menguarkan nada berat, tanah di bawah kakinya tidak kuat menahan energi yang dipancarkan olehnya.
KRAK!
KRAK!
Retakan yang kecil tadi berubah menjadi semakin besar dan pada akhirnya tanah di sekitar mereka hampir amblas.
Selagi Joseph menahan pergerakan orang berjubah hitam ini, perlahan namun pasti mulai muncul sihir berwarna biru yang muncul pada setiap murid yang berada di area sekolah.
*
"Ada apa ini kak?" Fredirica melihat bagaimana sihir berwarna biru terang tiba-tiba muncul di bawah kakinya.
Rossa yang juga mengalami hal serupa melihat kebawah, dan memang tidak hanya mereka berdua, setelah para murid sekelas kembali berkumpul, tanda sihir ini juga ada di setiap rekan-rekan mereka juga.
Rossa bisa merasakan adanya energi yang tak asing dari tanda sihir yang ada padanya ini.
"Energi sihir ini ....?" Rossa mencoba menebak energi sihir siapa yang sebenarnya muncul pada setiap orang di sini.
SY!
"Huh?" Fredirica tiba-tiba sampai di area lapang, di mana banyak murid lain yang juga ada di tempat ini.
Tempat yang tak asing bagi setiap murid yang belajar sihir, area lapang sekolah lain yang khusus sekali.
Kini semua murid benar-benar ada di tempat ini, tempat yang begitu khusus untuk menguji kemampuan para murid.
Tempat yang keberadaan dan fungsinya memang begitu tertutup sampai para murid tingkat akhir sadar dengan sendirinya.
Para murid langsung tidak mengerti akan alasan mengapa mereka tiba-tiba dibawa ke tempat seperti ini, pada akhirnya suasana di sini mendadak jadi ramai.
"...." Rossa terdiam, keberadaan mereka di sini pasti tidak akan jauh alasannya dari apa yang terjadi tadi di sekolah.
Apa yang tadi terjadi memang menimbulkan pertanyaan baginya dan bagi murid yang lain, kemunculan seorang berjubah hitam yang datang tanpa alasan yang jelas dan mulai melakukan hal yang sama sekali tidak terduga. Apa ini alasannya mengapa mereka bisa berada di tempat ini sekarang?
"Mohon perhatian, kalian semua tidak diizinkan keluar dari tempat ini sampai pemberitahuan lebih lanjut!" Tiba-tiba terdengar suara yang tak lain tak bukan adalah guru mereka sendiri.
"Ibu Freiss?" Fredirica melihat ke sumber suara itu, namun memang tidak ada orang yang berbicara itu di tempat ini.
__ADS_1
"Tidak ada...." Setelah memerhatikan beberapa saat pada akhirnya memang Ibu Freiss tidak ada di tempat yang sama dengan mereka, hanya terdengar suaranya saja.
SYUT!
Tiba-tiba munculah sihir perlindungan berwarna biru di sekitaran area lapang luas ini, membuat para murid heran ketika melihatnya.
Sihir perlindungan ini mengelilingi area lapang secara penuh, tidak menyisakan sedikit ruang agar para murid bisa keluar dari tempat ini.
Sihir perlindungan berwarna biru cerah ini lebih kuat dibanding dengan sihir perlindungan yang ada di akademi, ini terbukti dari betapa kuatnya pancaran energi yang terpancar dari sihir ini.
Ini membuat siapapun yang sedang berada di dalam sini tidak akan berpikiran untuk pergi kemanapun, karena memang tidak ada cara untuk itu.
Saking kuatnya sihir perlindungan ini sampai-sampai energi kekuatannya terasa tidak begitu ramah bagi siapapun yang berada di dekatnya.
Pancaran energi biru cerahnya memang cukup menarik bagi orang awam, rasanya terlihat lebih indah jika dilihat dari dekat, dan yah... memang hanya penampilannya saja yang terlihat indah itu, sedangkan pada kenyataannya tidak sama sekali.
Kini semua murid termasuk Rossa dan Fredirica hanya bisa terdiam, dan masih bertanya-tanya akan apa yang terjadi di akademi sampai-sampai keberadaan mereka harus dipindahkan ke tempat ini.
*
"Sihir teleportasi? Kau memindahkan murid-murid dari tempat ini?" Orang berjubah hitam begitu tertarik dengan apa yang terjadi sekarang, ia tidak bisa lagi merasakan hawa kekuatan selain memang beberapa orang saja di sini.
HUSHHHH!
KRAK!
"Woah!" Tanah di sekitaran area sekolah pada akhirnya benar-benar amblas, membuat kedua orang yang di ada di sana juga terjatuh ke bawah, Feronica juga pada keadaan yang sama seperti guru dan orang berjubah hitam itu. Mereka bertiga terjatuh pada lubang yang sama.
Blugh.
Feronica merasa bagian belakangnya berbenturan dengan tanah yang keras, yah memang tidak terlalu nyaman, tapi itu lebih baik ketimbang dengan mendarat dibatu yang tidak hanya keras melainkan sangat keras.
Feronica melhat aura kekuatan gurunya itu benar-benar ada di tingkat yang berbeda, sungguh ia baru pertama kali melihat Tuan Housen memancarkan energi seperti ini.
Feronica mencoba menggerakan kakinya, kini kondisinya sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya, ia mulai bisa bergerak sedikit dan itu adalah hal yang bagus.
Tidak peduli akan pertarungan yang terjadi di dekatnya, pada akhirnya Feronica tidak punya pilihan lain selain tenang dan menunggu energinya kembali pulih.
Srrttt...
__ADS_1
Pada akhirnya serangan Joseph berhasil membuat orang berjubah hitam ini sedikit bergeser, ini menujukkan memang serangan pria besar ini akhirnya punya dampak juga pada orang ini.
Drrrtt...
Getaran kini mulai mnejadi-jadi, adu kekuatan aura sihir antar Joseph dan juga orang berjubah hitam ini masih kunjung tidak berhenti. Tidak ada tanda-tanda dari mereka berdua yang akan melakukan hal lain sekarang.
"Kekuatan fisikmu jauh lebih hebat dari pria pendek tadi... apa kau bisa menghiburku lebih lama lagi?" Orang berjubah hitam itu cukup terkesan dengan bagaimana penampilan dari pria besar ini, mengingat dia bisa menahan serangan fisiknya dan sama sekali tidak terpengaruh.
'Kekuatan orang ini memang benar-benar tidak bisa diukur hanya dengan perkiraan saja....' Joseph sulit untuk memikirkan ini dengan kepala yang dingin, yang ada dalam benaknya ini kemungkinan yang sulit sekali untuk dipercaya.
'Apa dia ini lebih dari sekedar ahli sihir?'
'Atau mungkin....?'
BUM!
"KH!" Ledakan yang tiba-tiba terjadi membuat Joseph sedikit kaget, kini ia mengibaskan tangannya untuk mengusir semua debu asap yang menghalangi pandangannya.
"HM?!"
BUM!
SHHHHH!
Serangan dadakan dari orang berjubah hitam itu datang dari samping kanannya, benar-benar cepat sampai-sampai ia terlambat menyadarinya.
Tapi untunglah Joseph masih sempat menahan tinjuan yang mengarah pada kepalanya ini dengan kedua tangannya.
Hembusan angin kuat langsung tercipta saat itu juga, Joseph tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya berdiri dan dengan cepat berkelit dan melancarakan serangan balasan.
BUM!
Serangan yang dilancarkan oleh Joseph pun memiliki dampak yang sama, yakni hempasan yang kuat muncul setelah ia melancarkan setiap serangannya itu.
BUM!
BUMMM!
Kedua orang ini saling bertukar serangan satu sama lain, membuat hempasan yang kuat dan kehancuran area di sekitar mereka.
__ADS_1
Seiring dengan berjalannya pertarungan ini terlihat memang jubah dari orang asing ini mulai sedikit robek....