Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 146: Menyelesaikan


__ADS_3

Hempasan gelombang energi tercipta dari setiap serangan fisik yang dilancarkannya itu!


Gerakannya sangat cepat! Guru akademi ini tak main-main!


Lagipula untuk apa main-main?


Area sekolah dilindungi oleh aura perlindungan yang membuat orang luar tidak bisa masuk sembarangan.


Dan keberadaan sosok misterius berjubah hitam itu bukti pertahanan akademi harus ditingkatkan lebih lagi.


‘Apa dia ada hubungannya dengan kekacauan terjadi sebelumnya?’ Duga pria besar ini.


Rentetan serangannya bisa diatasi dengan baik.


Kemampuannya benar-benar di atas rata-rata….


BUMM!!


Ledakan energi kuat terjadi begitu saja dan Joseph terhempas ke belakang….


“….” Sosok berjubah hitam itu hanya berdiri saja di tempatnya seolah tak terjadi apa-apa.


Serangan cepat tadi bahkan tak melukainya sedikitpun.


“Hhhh….” Joseph mendengus pelan.


Lain hari lain ganjarannya ya? Tidakkah masalah berhenti mengalir? Sekarang ia hanya ingin jadi guru normal yang mengajar anak didiknya.


Bukan berhadapan dengan sosok asing pengacau ini.


Joseph menggelengkan kepalanya. Ada-ada saja ia berpikir begini.


Melindungi anak muridnya dari bahaya adalah bagian yang paling penting.


“….” Rossa dan Fredirica terdiam, mereka tak menyangka sang guru besar itu bisa terhempas dengan mudah.


“….” Freiss menatap seksama, ia sendiri juga tak menyangka bakal ada kejadian seperti ini.


Tepat di hari pertama, langsung muncul masalah baru.


Tak bisa dipungkiri Freiss juga curiga terhadap sosok tak dikenal ini.


Apa dia rekan sosok misterius yang sebelumnya mengacau juga di sekolah?


Inikah yang disebut serangan jilid dua?


SRET.


Joseph kembali memasang kuda-kudanya. Bersiaga.


Ia tak mungkin membiarkan sosok asing itu melewati dirinya!


SWUSH!


“!”


Sosok itu malah melesat dan berdiri di depan Freiss!


“APA!?” Joseph tak menyangka!


Gerakannya sangat cepat sampai ia pun tak bisa melihatnya dengan jelas!


Freiss terdiam, ia juga kaget, namun masih bisa tenang.


“Urusanku dengan mereka….”


“!” Freiss tak bisa menahan ekpresinya, ia tak percaya….


“Feronica?”


“….” Sosok berjubah hitam itu terdiam.


HUSH!!


GREP!!


“!?” Serangan tendangan kejutan Joseph ditahan begitu saja!


Tak menoleh bahkan hanya satu tangan saja!


HUSH!


Joseph langsung mundur lagi!


Perlahan Freiss menyingkapkan tudung sosok misterius itu….


Sret.


“Minggir bu.”


“!” Benarlah dugaannya.

__ADS_1


Sosok berjubah hitam ini tak lain tak bukan adalah Feronica sendiri.


“Kenapa?” Freiss tak menyangka. Namun inilah kenyataannya.


Padahal Freiss tahu jasa Feronica yang begitu besar….


“Mereka mencariku bu.” Feronica terdengar dingin.


Freiss terdiam, ia tak berkata-kata lagi.


“….” Rossa dan Fredirica terdiam.


“Bukankah begitu?” Feronica memiringkan kepalanya, entah kenapa terlihat seram.


Apa yang dikatakannya memang benar. Namun Rossa dan Fredirica tak kelihatan percaya diri untuk mengakuinya.


“….” Feronica tak mau mengecewakan kedua rekannya.


Akhir-akhir ini ia sibuk dan tak bisa bertemu dengan mereka.


“Bukankah kalian bisa mengobrol di luar sekolah?” Freiss berusaha tetap tenang.


“….” Feronica terdiam, sedari awal pun ia terlihat berbeda dan lebih dingin.


Dan yang paling mencolok adalah warna matanya yang kini lebih merah dan tajam.


‘Cih.’ Rossa tak menyangka ia dikejutkan begini.


Kenapa tubuhnya gemetaran dan seolah tak berdaya?


Kemana niat awalnya untuk menunjukkan pada gadis itu siapa yang terkuat?


“Kau mau apa?”


“Kak!?” Fredirica tak menyangka kakaknya seberani itu.


“Aku … ingin menyelesaikannya.”


“Menyelesai … kan?” Fredirica penasaran.


“….” Feronica tak berniat menjelaskan lebih lanjut lagi.


Seharusnya mereka berdua sudah tahu apa yang dimaksudnya.


Tapi kenapa malah berlagak tidak tahu begitu?


“Kalian bisa menyelesaikan urusan di luar sekolah.” Freiss lagi-lagi berusaha membuat jalan keluar terbaik.


“Dusir ya." Feronica memainkan rambutnya dengan wajah bete.


“….” Freiss curiga dengan perubahan seratus delapan puluh derajat gadis ini.


Tak biasanya Feronica bersikap dingin begini.


“Tak apa bu. Lagipula aku hanyalah monster yang berbahaya bagi seolah kan?” Feronica berusaha menahan tawanya.


“Ahaha….” Feronica tak ingat ia punya kesalahan besar sampai kehadirannya di sini pun sudah tak ada artinya.


“Feronica….” Freiss tak bisa menutup mata soal fakta sebenarnya.


Alasan kenapa sekolah ini masih berdiri adalah karena jasanya….


Namun ia tak bisa berbuat banyak selain mengikuti keputusan atasan.


Kini Feronica menuntut haknya, dan itu wajar.


Namun, apa tak ada jalan lain lagi?


Kenapa tak bicarakan ini baik-baik?


“Kalian yang tak mau membicarakannya baik-baik.”


Feronica tak bisa menahan raut wajah kesalnya.


“UNTUK APA AKU MEMBUANG-BUANG WAKTU DI TEMPAT INI!?”


SSWSSUSHHH!


Sreet….


“!” Semua orang yang ada di lapang terseret beberapa jauh.


Bahkan Joseph pun tetap terhempas setelah mengeluarkan kekuatan besarnya.


“Hei. Bukankah dia?” Para murid melihat dari jendela kelas soal apa yang terjadi di lapang.


Kebanyakan dari mereka heran dan penasaran dengan apa yang terjadi.


“Dia sudah dikeluarkan kan? Kenapa ada di sini?”


Dan makin ramailah para murid membicarakan apa yang mereka lihat.

__ADS_1


“Feronica….” Freiss bisa melihat kesedihan mendalam dari gadis itu, namun ia tak bisa menghiburnya dengan apapun.


Semua ini terjadi karena suatu alasan, dan itu diluar ranahnya sebagai guru yang mengajar di tempat ini.


‘Mereka menganggapku monster ….’ Feronica tertunduk, emosinya meluap dratis.


Setelah jadi ‘monster’, mereka terus memperlakukannya semena-mena dan terus menyakitinya.


Bukankah jadi ‘monster’ harusnya membuat hidupnya lebih tenang?


Lantas kenapa malah sebaliknya?


“Aku mengerti.” Feronica perlahan mengangkat kepalanya.


Freiss dengan segera menghempaskan Rossa dan Fredirica keluar lapangan.


SRING!


Dengan cepat ia menguatkan sihir pertahanan dan mengurung mereka bertiga di sini.


“Mari lihat siapa yang monster di sini?” Feronica tersenyum kecil.


HUSSSH!


Joseph dan Freiss menyerang bersamaan!


*


BLITZ!


“Ah!” Felicia menjauh dari gerbang besar itu.


“Apa kamu tidak lihat?” Stephen heran dia malah memaksakan diri saja.


“HIH!” Felicia pikir nggak bakal ada trik atau apa.


Tapi yah sudah pasti sekolah ternama begini punya sistem perlindungannya sendiri.


Mereka tak mau ada orang asing datang tanpa tujuan yang jelas ke tempat ini.


“GIMANA MASUKNYA DONG.” Felicia protes.


“….” Stephen terdiam, ia juga penasaran kenapa Feronica bisa masuk dengan mudah ke sini.


“Bukankah mantan murid punya akses mudah?” Felicia yakin Feronica bisa masuk tanpa hambatan.


“….” Stephen tidak setuju.


Ia merasa ada gelagat aneh dari gadis itu. Tujuannya terlihat tak bersahabat.


“!” Felicia paham sekarang.


“Lantas kenapa dia bisa masuk?” Pertanyaan yang sama masih belum terjawab.


BUMMM!!


Suara ledakan keras mengejutkan kedua makhluk ini.


“H-HEI GIMANA INI!?” Felicia panik dan mengoyang-goyangkan bahu rekannya.


Stephen terdiam, ia pun bingung, namun di sisi lain semua ini harus dihentikan.


Dari gelagatnya sebelumnya sudah jelas tujuan Feronica ke dalam tempat ini.


‘Kenapa Feronica?’ Stephen tak habis pikir.


Padahal dia sudah menerima semuanya apa adanya.


Lantas kenapa menunjukkan emosinya yang sebenarnya begini?


“Hei?” Felicia butuh saran.


Mereka harus segera menghentikan gadis itu.


Sret.


Stephen memegang gerbang besar itu tanpa ekspektasi.


Yah sudah pasti hasilnya akan sama.


Ia akan tetap tersengat dan tak ada cara untuk masuk.


KLEK.


“EH?”


GERBANGNYA MALAH KEBUKA DONG!


“MANTAP!” Dengan cepat Felicia menarik tangan pemuda itu dan masuk ke dalam sekolah.


*

__ADS_1


__ADS_2