
"Aku akui kekuatanmu memang besar!" Orang berjubah hitam itu memuji bagaimana Joseph melakukan hal yang tidak banyak orang lain bisa lakukan. Yaitu bertahan bertarung adu fisik dengannya bahkan sampai selama ini.
Padahal tadi pertarungan adu fisik sebelumnya hanya berlangsung sebentar, berbeda dari yang sekarang berlangsung cukup lama, ini menunjukkan kekuatan fisik Joseph memang berbeda dari yang lain.
Joseph tidak membalas apa yang dikatakan oleh lawannya ini, terlepas dari berbagai pujian yang dilontarkan padanya, Joseph sama sekali tidak tersanjung dengan apa yang didengarnya ini.
Shhhhh...
Aura kekuatan Joseph yang membara ini perlahan tidak lagi sama. Aura kemerahan yang ada padanya tidak lagi mengeluarkan hempasan aura yang kuat dan juga warna aura yang ada padanya tidak lagi pekat, melainkan menjadi pudar seiring dengan berjalannya waktu.
Di tahap seperti ini Joseph sudah tidak bisa lagi menaikkan kekuatannya, malahan untuk mempertahankan saja memang sulit sekali baginya.
BUAGH!
DUAK!
Pada akhirnya serangan orang berjubah hitam masuk mengenai pria besar ini, membuat Joseph harus menahan serangan tinjuan dan tendangan itu dengan tubuhnya sendiri.
"Ugh!" Setiap serangan yang masuk itu bukanlah tinjuan dan tendangan biasa, melainkan serangan fisik yang amat kuat yang bahkan mampu merusak area di sekitaran mereka.
Darah segar mengalir keluar dari mulut pria besar ini, tanda memang tubuh besarnya bahkan tidak mampu untuk menahan apa yang sekarang di terimanya. Faktor kekuatannya yang melemah inilah yang membuat serangan lawan mengenainya dengan bertubi-tubi.
Sekarang hanya terlihat Joseph yang masih berusaha bertahan setelah digempur dengan rentetan serangan, ia tak mampu memberikan perlawanan apapun lagi pada lawannya dan untuk bertahan pun sudah kewalahan sekali.
Masih ada sisa kekuatan yang maish ada padanya, dengan aura kekuatan yang menipis Joseph tetap bersikeras tidak mau mundur dari lawannya, meskipun dengan rentetan serangan berdaya rusak tinggi yang begitu banyak diterima oleh tubuhnya.
'Kalau bukan manusia... dia ini apa?' Joseph kini terpikir akan hal ini, kemungkinan yang bisa menjelaskan sebenarnya identitas dari lawannya. Pada akhirnya memang sebagai ahli sihir yang sudah sarat dengan ilmu pengetahuan, Joseph pun tidak menyangka keberadaan makhluk selain manusia memang masih ada di dunia ini.
Setidaknya memang yang ia tahu banyak legenda yang menyebutkan bahwa manusia pernah hidup berdampingan dengan ras lain, namun memang itu hanya diceritakan di buku-buku saja, sedangkan keberadaan mereka di dunia nyata sama sekali tidak terlihat.
Meski banyak kemungkinan yang ada, dan Joseph ingat akan beragam ras makhluk yang tercatat di buku, tetap saja jawabannya tidak akan ditemukan semudah itu.
Identitas dari seorang yang berjubah hitam ini memanglah mirip manusia adanya, dengan tinggi yang ideal dan juga proporsi tubuh yang wajar juga, maka siapapun yang melihatnya akan berpikir orang berjubah hitam itu adalah manusia adanya.
Namun memang pernah ada yang mengatakan, 'jangan hanya nilai sesuatu dari luarnya'. Sepertinya perkataan itu bisa berlaku dalam keadaan yang sekarang.
Siapa sangka seorang yang menutupi seluruh penampilan dengan jubah hitam ini bukanlah manusia? Sulit sekali untuk dipercaya namun pada akhirnya begitulah kenyataannya.
Joseph kini yakin dengan mantap tentang lawan yang sedang dihadapinya ini bukanlah ahli sihir biasa, dan kemungkinan besarnya juga bukan dari ras yang sama dengannya.
Sudah beberapa waktu memang semenjak Joseph bertarung dengan serius begini, dan rasanya memang kini ia tidak bisa melontarkan perkataan ringan yang sebagaimana ia lakukan biasanya.
Perasaan terdesak untuk menghentikan pergerakan dari orang ini memang sudah cukup untuk membuatnya tutup mulut dan hanya mengaktifkan mode serius yang dimilikinya.
Joseph sadar memang kekuatannya sendiri tidak cukup untuk menahan pergerakan dari orang ini, apalagi untuk mengungkap siapa sebenarnya orang berjubah hitam ini.
Lalu apa yang seharusnya ia lakukan sekarang? Di saat kekuatannya sudah terpakai habis untuk mempertahankan posisinya sekarang. Apa yang akan terjadi di saat ia tidak bisa lagi menahan pergerakan dari orang berjubah hitam ini?
Joseph memang tidak pernah terpikir akan datang saatnya ada orang asing datang dan mengacaukan seluruh tempat ini tanpa alasan yang jelas, bertarung hanya untuk kepuasan semata dan tidak lagi mempedulikan apapun.
Hari-hari yang berlalu damai seperti biasanya, namun kini berbalik seratus delapan puluh derajat. Joseph merasa dirinya sebagai ahli sihir tidak bisa mencegah hal seperti ini dengan baik.
Bukankah seharusnya ada langkah yang bisa diambilnya sebelum semua ini terjadi? Mengapa tidak memberikan sihir perlindungan berlapis di area masuk sekolah yang bisa menghambat adanya orang asing masuk?
__ADS_1
'Harusnya kami sebagai gurunya bisa mencegah ini....' Joseph pada akhirnya hanya bisa menyesali akan mengapa menganggap seorang asing yang berjalan ke sekolah adalah pemandangan biasa saja.
Dan seberapa ia menyesali pun pada akhirnya waktu tidak akan bisa diputar balik kembali, dan tidak akan ada yang berubah, kini keadaan sekarang akan tetap berlanjut tidak peduli apa yang terjadi.
"Sebaiknya kau diam di sini!" Tangan orang berjubah hitam itu menyala merah cerah dan berhasil menghantam dada dari Joseph yang mulai kehilangan kecepatan dan kekuatannya ini.
BUAKKK!
BUM!
"ARGH!"
SHHHHHHH!
Serangan fisik dari orang berjubah hitam itu kini benar-benar membuat Joseph terpental cukup jauh, setelah sekian lama mereka beradu kekuatan fisik satu sama lain, pada akhirnya momen ini selesai dengan hasil yang sulit dipercaya.
Joseph terhempas cukup jauh dan menabrak dinding sihir merah yang melindungi area sekolah, saking kuatnya ia terlempar, sampai-sampai menciptakan hempasan angin kuat yang bertahan beberapa saat di sekitaran area sekolah ini.
Aura kekuatannya sudah benar-benar hilang, dan seketika itu juga bisa terlihat bagaimana luka yang dialami oleh pria besar ini. Sekujur tubuhnya dipenuhi oleh darah yang sudah kering, namun terlepas dari seberapa terlihat buruk keadaannya sekarang. Joseph sebenarnya masih sadar namun tidak lagi menggerakkan tubuhnya sendiri.
Ia terkapar di tanah, pandangan matanya sayu melihat ke arah langit yang suram dan gelap seperti hari yang menjelang petang. 'Ah... aku tidak bisa menghentikan orang itu....'
Pria besar ini kini merefleksikan apa yang telah ia lakukan tadi, dan memang tidak ada hal lain yang dilakukannya selain mendorong kekuatannya ke batas yang tidak ia perkirakan sebelumnya.
Maksudnya adalah, apa memang yang dilakukannya ini sesuai dengan harapannya? Apakah dengan semua kekuatan yang telah ia keluarkan, ia sudah puas untuk mencoba memberikan yang terbaik yang dimilikinya?
Joseph tidak bisa menjawab pertanyaan yang tiba-tiba muncul ini, namun yang ia yakini bahwa apa yang dilakukannya ini adalah hal yang benar. Daripada pusing memikirkan ini, pria besar ini lebih suka untuk melihat langit meski memang sedang suram adanya.
Di saat sekarang Joseph tidak begitu menghiraukan apa yang tengah terjadi dalam tubuhnya itu. Yang pasti ia tahu adalah memang ia tidak bisa melakukan apapun sekarang. Seluruh tenaganya memang sudah benar-benar ia keluarkan demi menahan pergerakan orang berjubah hitam itu.
Tujuannya memang belum tercapai, namun Joseph tahu ini bukanlah akhirnya.
'Aku sudah melakukan bagianku... sisanya aku yakin... seseorang pasti akan menghentikan orang itu....'
*
Sementara itu, di sisi lain Stephen kini tengah duduk dengan kedua lututnya berada di tanah, tatapannya kosong mengarah ke bawah seolah memang ia tengah memikirkan sesuatu yang begitu tak disangkanya.
Hawa dingin terasa di sekujur tubuhnya, yang dari tadi di dengarnya hanyalah dentuman keras dan hawa kekuatan yang beradu satu sama lain yang berlangsung cukup lama.
"Mengapa kakak bisa berada di sini?" Stephen mengangkat wajahnya dan melihat keadaan di sekitar, sudah banyak kerusakan yang terjadi, namun tidak begitu parah sebagaimana ia pikirkan sebelumnya.
'Jika kakak di sini... berarti ada alasannya....' Stephen sampai di kesimpulannya. Yang cukup sederhana namun memang kemungkinan besar bisa terjadi saat ini.
Lagipula untuk apa saudaranya sendiri datang jauh dari suatu tempat ke sini tanpa tujuan? Stephen tahu karena memang dia adalah saudaranya sendiri.
Stephen melihat ke depannya, ada kepulan asap yang menghalangi pandangannya, ia tidak lagi merasakan hawa kekuatan yang saling beradu, melainkan hawa kekuatan kakaknya yang semakin jelas terasa saat ini.
Sebelumnya Stephen tahu ada seorang pria besar yang menolong Feronica di saat-saat genting, namun kini ia tidak lagi merasakan hawa kekuatannya di sekitar sini.
Padahal tadi aura kekuatannya bahkan bisa menyamai tingkat kekuatan saudaranya tadi, namun sekarang Stephen yakin pria besar tadi sudah mencapai batasnya sendiri.
'Pria besar tadi....' Stephen masih bisa merasakan hawa kehadiran yang samar-samar dari pria yang tadi bertarung cukup lama itu, yang berarti memang ia masih bertahan sampai detik ini.
__ADS_1
"Feronica...." Stephen dengan cepat mengangkat kakinya karena tahu kini memang kakaknya itu kini mengincar temannya.
Tap.
Stephen merasakan sesuatu di belakangnya, seperti hawa kehadiran seseorang. Saking khawatirnya ia pada Feronica, ia tidak menoleh dan tidak begitu peduli dengan kehadiran seseorang tiba-tiba ini.
"Kamu teman Feronica?" Terdengar suara perempuan lembut tepat di saat Stephen hendak melangkahkan kaki untuk menghentikan saudaranya itu.
Spontan Stephen menoleh untuk melihat siapa yang berbicara padanya, dan yang ia lihat adalah seorang ibu muda dengan seragam rapi dengan raut wajah serius.
Perhatian Stephen tertuju pada sebuah logo yang ada pada seragam yang dikenakan ibu muda ini, tepat di area sekitar lengan bagian kanan. Logo yang sama yang pernah dilihatnya pada seradam Feronica.
"Kau?" Stephen kini tahu dengan jelas siapa sebenarnya yang sedang berbicara dengannya saat ini, kini apa yang sebenarnya ibu muda ini rencanakan?
"Aku Freiss, guru Feronica. Aku sudah mengevakuasi seluruh siswa dan beberapa guru, tapi Feronica tidak bisa kukeluarkan dari sini...." Dengan cepat dan tenang ibu muda itu menjelaskan apa yang ia ketahui.
Stephen cukup bingung mendengar ini, karena mengapa semua orang yang berada di sini telah dikeluarkan dari sini dan malah menyisakan Feronica saja?
"Aku tidak bisa memindahkan seseorang tanpa baju seragam sekolah yang mereka gunakan. Itulah caraku untuk menyalurkan energi sihir dan memindahkan mereka. Aku juga tidak bisa memindahkan seorang dengan energi sihir yang terlalu kecil...." Ibu muda yang tak lain tak bukan adalah Freiss ini kembali menjelaskan dengan singkat dan padat, berharap pemuda yang ada dihadapannya ini bisa mengerti akan situasi yang tengah terjadi.
Stephen sadar, memang Feronica sama sekali tidak mengenakan baju seragamnya saat datang ke tempat ini. Dia memutuskan untuk menggantinya tepat setelah mendengar kabar yang mengejutkan di pagi hari.
Jadi itukah alasan mengapa semua orang bisa keluar dari tempat ini? Tindakan yang cukup bagus karena keselamatan adalah nomor satu di sini. Tapi Stephen menyayangkan mengapa secara teknis ini tidak bisa dilakukan fleksibel lagi seperti...
"Tidakkah kau bisa memindahkan Feronica juga hanya karena dia juga bersekolah di tempat ini?"
Freiss menggelengkan kepalanya tanda memang ia hanya bisa melakukan hal ini dengan prosedur yang sudah ada, yakni dengan seragam sihir yang dikenakan warga sekolah.
Karena memang seragam sekolah ini didesain tidak hanyav untuk penampialn saja melainkan juga sebagai penyalur kekuatan sihir yang bisa digunakan sewaktu-waktu ketika dalam keadaan darurat, seperti yang terjadi sekarang. Tanpanya akan sulit untuk menyalurkan energi sihir miliknya ke orang tersebut.
"Kau akan bicara saja atau apa?" Stephen mulai merasa waktunya terbuang percuma di sini. Untuk apa ia mendengarkan penjelasan yang bahkan tidak bisa membantu temannya dalam keadaan yang seperti ini?
"Kau mengenalnya? Kalau begitu aku akan ikut rencanamu." Freiss dengan cepat menyatakan maksud kemunculannya di sini. Ia sebagai seorang ahli sihir sekaligus pengajar tidak mungkin membiarkan ada orang asing yang seenaknya di sini.
"Kalau begitu diam saja di sini, kau tidak mau berakhir seperti kedua temanmu bukan? Stephen berbalik dan kemudian melesat cepat meninggalkan Freiss yang masih terdiam di sini.
*
"Apa yang kau sembunyikan?!" Orang berjubah hitam itu pada akhirnya sampai di titik di mana ia melihat tembok tanah dan tepat di baliknya ada seorang gadis muda yang membuatnya penasaran.
Seorang berjubah hitam itu menguatkan aura kekuatannya dan tidak butuh waktu yang lama akhirnya tembok yang menghalangi pemandangannya itu hancur seketika.
Dibaliknya memang ia bisa melihat gadis kecil yang sedang menempelkan kedua tangannya ke tanah seraya mengalirkan energi sihir. Jika dilihat sekilas memang tidak ada hal yang janggal di sini.
Namun yang membuatnya heran saat ini adalah bagaimana gadis muda itu bisa bertahan sebelumnya dengan serangannya yang begitu cepat, yang bahkan sekelas ahli sihir pun seharusnya menerima efek yang cukup menyusahkan. Mengapa malah gadis kecil ini bisa menahannya dan bisa berdiri?
Biasanya dengan serangan seperti itu maka siapapun dengan kekuatan sihir yang tak seberapa sudah menemui akhir hidupnya, alasan inilah yang menyebabkannya begitu penasaran akan gadis kecil ini.
Ditambah gadis kecil ini mengeluarkan aura kekuatan yang seperti ini, tidak biasa untuk ukuran sepertinya. Aura kekuatannya bahkan bisa sampai membuatnya teralihkan ketika masih dalam pertarungan dengan pria besar tadi.
"Aura kekuatannya aneh ... apa mungkin?" Orang berjubah hitam ini seperti berpikir tentang suatu hal.
Dan belum selesai dengan apa yang dipikirkannya, kini yang dilihatnya bukan gadis kecil yang serius menggunakan kekuatan sihirnya, melainkan seorang pemuda yang menatapnya dengan serius.
__ADS_1
"Kak, waktumu sudah habis di sini."