Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 126: Usaha


__ADS_3

"He- hentikan itu."


"?"


Tiba-tiba tanpa disangka, terdengar suara pria dengan nada yang cukup berat. Tepat berasal dari belakang Felicia.


Mengapa tiba-tiba ada suara seorang pria bernada berat padahal sebelumnya mereka hanya berdua di sini?


Felicia kemudian melepaskan tangan kanannya dari kepala Feronica, sementara tubuh gadis muda itu masih bergetar hebat dan tidak terlihat baik-baik saja.


Yang itu berarti Felicia sudah menyelesaikan apa yang perlu dilakukannya, yaitu mengalirkan energi sihirnya sendiri pada Feronica, dengan tujuan yang sudah kita ketahui sebelumnya.


Felicia perlahan menengok ke belakang, dan tak lama kemudian ia sedikit terkejut dengan keberadaan seseorang yang ada dibelakangnya ini.


"Seharusnya kau tidur saja." Felicia menatap pemuda yang ada di depannya, untuk berdiri saja terlihat susah baginya.


Felicia terdiam melihat bagaimana kepayahannya Stephen sekarang, raut wajahnya sepenuhnya pucat, tubuhnya lunglai seolah ia bisa terjatuh dengan mudah kapanpun juga.


Matanya sayu dan nampak begitu kelelahan, memaksakan dirinya untuk berada di sini. Melihat Stephen seperti ini tidak membuat Felicia bersimpati padanya.


"Hentikan itu Felicia." Stephen memegang kepalanya sendiri, efek lemas masih terasa padanya.


Felicia tidak menyangka Stephen bisa sadar kembali dengan cepat setelah tertidur tadi, yang di mana seharusnya efek minumannya punya efek yang panjang.


Jikalau orang biasa terkena efek minuman yang telah dibuatnya maka sudah pasti tidak akan bisa sadar dengan mudah.


"Seharusnya aku tidak meremehkanmu." Felicia sadar karena menganggap Stephen sama seperti orang biasa pada umumnya.


Mungkin saja tadi lebih baik ia menambah dosis minuman yang ia berikan pada Stephen?


Dan dengan begitu dia tidak akan mengganggu apa yang sedang dilakukannya sekarang.


Tapi yah terlambat memikirkan ini sekarang juga.


"Di mana kekuatanmu yang sebelumnya?" tanya Felicia dengan heran, padahal sebelumnya ia bertarung serius dengan Stephen yang menggunakan kekuatan yang jauh lebih tinggi.


Stephen sama sekali tidak menahan diri sebelumnya, namun sekarang ia harus susah payah menjaga tubuhnya agar tetap sadar dan sekarang akhirnya ia tahu perkataan Felicia tadi benar adanya.


'Feronica memang benar mencariku....' Stephen tidak berpikir mengenai ini sebelumnya, namun dugaannya soal Feronica terdampar di tempat yang sama adalah benar adanya.

__ADS_1


'Felicia seenaknya memberiku minuman aneh... dan sekarang Feronica....' Stephen melihat bagaimana tubuh Feronica kejang-kejang dan raut wajahnya pula terlihat kesakitan.


Stephen yang merasakan sendiri bagaimana efek dari minuman buatan rekannya itu hanya bisa terdiam dan masih berjuang untuk bertahan dari efeknya juga.


"A- apa yang telah kau lakukan?" Nada suara Stephen terdengar sedikit bergetar, terasa lemah namun emosinya masih ada di sana.


"Kau begitu peduli padanya ya."


"Kenapa kau tidak memperlakukanku sepertinya?" Felicia menatap Stephen dengan sorot mata yang penuh pertanyaan.


Tepat di saat Felicia menguatkan tekad untuk membalas Stephen, masih sempat-sempatnya ia bertanya soal seperti ini.


'Kenapa... dia mengungkit ini?' Stephen sepertinya bisa mengerti akan maksud dari Felicia ini.


Stephen berusaha untuk mengerti apa yang sekarang ditanyakan Felicia, tidak peduli dengan pembicaraan yang mereka lakukan sebelumnya.


Apa yang dia inginkan adalah pertemuan hangat? Yang diharapkan orang banyak?


Stephen juga merasakan perasaaan yang sama ketika berjumpa kembali dengan kakaknya, namun apa yang ia harapkan hanya jadi angan-angan saja.


Tidak mungkin ada pertemuan hangat yang terjadi di sini, tidak peduli seberapa lama waktu telah berlalu, tetap saja semuanya tidak bisa berubah dengan mudah.


Stephen bisa mengerti amarah dan perasaan lain Felicia, namun bukankah itu artinya masalah ini hanya ada pada mereka berdua? Mengapa Feronica jadi terlibat?


"Kau tidak menjawab pertanyaanku." Felicia mendadak murung dan nada bicaranya pun berubah setelah tidak mendengar Stephen menjawab pertanyaannya.


"Jadi sekarang gadis ini yang ada dipikiranmu?" Felicia malah mengatakan hal yang lebih sulit dimengerti lagi, jangankan kita, Stephen bahkan tidak mengerti juga.


"Ah...." Stephen jadi tidak fokus sekarang, ia memang mendengar apa yang jadi perkataan Felicia tadi, namun energinya begitu cepat habis dan ia hanya mengatakan apa yang jadi maksudnya saja, bukan menjawab pertanyaan Felicia.


Padahal ia sempat berpikir untuk menjawab pertanyaan rekannya itu, namun ternyata untuk berkata-kata adalah hal yang cukup berat juga untuknya.


'Seluruh tubuhku terasa berat... apa yang bisa kulakukan sekarang?' Di saat seperti ini Stephen tidak punya banyak waktu, cepat atau lambat ia akan kembali kehilangan kesadaran.


Felicia terdiam, memang seberapa banyak ia bicara pun tetap saja apa yang dikatakan Stephen tidak bisa memuaskan hatinya.


Yang pada akhirnya ia semakin yakin apa yang ia lakukan pada gadis kecil ini adalah hal yang benar untuk dilakukan.


'Sial....' Stephen tidak merasa ada kemajuan di sini, Felicia tetap tidak mau melepaskan Feronica dan kondisinya sendiri semakin berat adanya.

__ADS_1


Hanya dengan tekad yang kuat tidak cukup untuk membuatnya tetap sadar di sini, apa yang telah dilakukan Felicia benar-benar sudah membuatnya tidak bisa melakukan apapun.


Bisa melepaskan diri dari ikatan tadi hanya bermodalkan kekuatan yang dipaksakan juga adalah keberuntungan, namun sayangnya itu tidak bisa bertahan lama.


'Aku tidak mau... memakai cara itu....' Stephen terpikir satu-satunya cara yang bisa ia gunakan saat ini, yaitunyang disebutkan oleh Felicia sedari awal.


'Aku terpaksa menggunakan kekuatanku sebelumnya karena tidak tahu siapa musuhku.' Stephen tidak punya cara lain sebelumnya, melakukan apa yang tidak mau dilakukannya.


Tapi apa bedanya dengan sekarang? Melihat musuh yang ternyata dulu adalah rekannya bukanlah hal yang mudah.


'Jika saja Feronica tidak datang kemari....' Stephen mengharapkan hal ini, yang pada kenyataannya memang tidak terjadi.


Rencana yang dilakukan oleh Felicia tersusun begitu rapi dan kini mereka berdua berada dalam kendalinya saat ini.


'Aku tidak bisa membujuknya melepaskan Feronica....'


Felicia tidak menunjukkan tanda-tanda ia akan menuruti perkataan Stephen, sebaliknya dia malah terlihat menunggu dan tidak peduli dengan apa yang Stephen katakan.


'Usahaku... akan sia-sia kalau begini....' Cepat atau lambat Stephen akan kehilangan kesadaran, ia tidak bisa mengandalkan kekuatannya sendiri untuk bertahan dari efek minuman yang sekarang makin kuat ini.


'Aku tidak mau menyakitinya....' Stephen merasa berat untuk melakukan apa yang harus dilakukannya sekarang.


Dug.


Lutut kaki kanan Stephen membentur lantai, semakin lama energinya semakin habis.


Stephen terdiam melihat Feronica yang masih terlihat kejang dan raut wajahnya pun kesakitan, namun tidak kuasa untuk membuka matanya sendiri.


'Ukh....'


"Apa kau sekarang mengerti Stephen? Rasa sakit yang kau berikan?" kata Felicia dengan nada yang cukup berat dan bergetar, memaksa Stephen mengakui apa yang dirasakannya.


'....' Pandangan Stephen mulai kabur kembali, dan apa yang jadi perkataan Felicia pun terdengar bergema, tidak jelas.


'Aku harus menyelamatkan Feronica....' Stephen tahu ia harus melakukan apa sekarang, namun tetap saja ia tidak kunjung juga melakukannya.


'Aku....'


Blugh....

__ADS_1


__ADS_2