
Feronica memikirkan jawaban yang sesuai yang bisa dikatakannya sekarang, namun pada kenyataannya memang ia sama sekali belum punya jawaban untuk pertanyaan Rossa saat ini.
"Aku pun belum tahu apa artinya." Feronica berkata apa adanya, dan Rossa hanya terdiam, raut wajahnya menandakan ia tidak percaya akan apa yang dikatakan Feronica tadi.
Ia semakin mendekati Feronica dan memegang bahunya. "Kamu menyembunyikan sesuatu ya?"
Situasi terasa menjadi lebih tegang daripada sebelumnya. Feronica menelan ludahnya sendiri untuk seketika ia pikir Rossa akan mengerti dan membiarkannya pulang setelah mendengar jawaban yang ia katakan itu.
Namun Rossa sama sekali tidak percaya akan perkataannya ini, bagaimana mungkin ia mengatakan hal lain padahal memang yang tadi diutarakannya adalah kenyataan saat ini?
"Tunggu Rossa aku memang benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada diri-"
"Hei Kak! Kenapa meninggalkanku tadi?" Terdengar ada seseorang yang datang dari belakang Rossa, Feronica kenal suara ini dan hanya bisa menatap lemas orang yang datang ke tempat ini.
"Lho kenapa si miskin ini di sini?" Orang yang datang ini tak lain tak bukan adalah saudari Rossa yang tadi keberadaannya ditanyakan oleh Feronica.
"Wah, Fredirica hari yang indah ya? Maaf aku tidak berniat terlalu lama di sini juga sih...." Feronica menghargai sapaan yang diutarakan oleh Fredirica meskipun tidak terlalu terdengar enak juga sih.
"Hah? Kakak punya urusan dengan dia?" Fredirica menatap saudarinya dengan heran, mungkinkah ada sesuatu di antara mereka berdua yang tidak diketahuinya?
"Ah lupakan, mari masuk...." Rossa berbalik badan dengan masih memendam pertanyaan yang sama, menyerah pada keadaan di mana memang ia masih belum mendengar pernyataan sesungguhnya dari Feronica.
"Oh sudah selesai? Feronica! Jangan berjuang terlalu keras mungkin kau harus menunggu seratus tahun lagi agar bisa lulus ujian sekolah! Haha!" Fredirica menatap remeh dan setelah selesai berkata ia mengikuti kakaknya masuk gerbang rumah.
Dan hanya tinggal Feronica saja masih di tempat yang sama, perkataan Fredirica terus ter-ngiang setelah terdengar beberapa saat yang lalu.
Kritik yang didengarnya tadi memang membuat semangat yang ada pada dirinya sedikit tergoncang, namun ia tahu semangat yang ada padanya itu tidak boleh dibiarkan diganggu orang.
__ADS_1
Meskipun ada benarnya apa yang dikatakan oleh Fredirica tadi, jika dibandingkan maka tentunya kemampuan mereka berbeda adanya, berbeda jauh.
Feronica tidak ingin mengakuinya namun pada akhirnya memang begitulah kenyataannya. Ia kembali teringat akan pertarungannya kemarin dengan Fredirica, setiap kali mengingatnya entah mengapa rasanya semangatnya jadi menurun.
"Mereka boleh berkata apapun, tapi tidak akan ada yang bisa menghentikan mimpiku...." Feronica kembali menguatkan tekadnya, dan kemudian berjalan pulang ke rumah.
Diperjalanan pulang Feronica bertanya-tanya mengapa Rossa tiba-tiba berhenti bertanya padanya, namun apapun alasan dibalik itu ia bersyukur karena bisa lepas dari situasi yang cukup sulit tadi. Dan pada akhirnya Feronica akhirnya tahu ada satu orang yang kini tahu tentang tanda yang ada pada dirinya ini.
Untuk selanjutnya Feronica berharap tidak lagi mengalami mimpi aneh ataupun melihat tanda yang sebelumnya dilihatnya itu. Dan berharap tidak ada lagi yang melihatnya dalam kondisi yang seperti itu.
Mengingat betapa misterius dan penuh pertanyaan akan tanda yang muncul ini. Feronica hanya bisa berharap yang terbaik dan bukan hal yang buruk.
***
-Di waktu yang sama, menjelang petang di area pepohonan dan semak yang tinggi dekat area pekuburan Wolfden.
"Feronica ya? Gadis yang kutemui di puncak bukit pekuburan ini, energinya benar-benar terasa sampai padaku...." Pria yang berada di tengah kegelapan ini tak lain tak bukan adalah Stephen, yang beberapa waktu ini memang berusaha melihat keadaan di tengah masyarakat dan dalam usahanya itu ia masih memiliki kebiasaan untuk menyingkir dari keramaian dan menyusun rencana untuk selanjutnya.
"Aku harus segera menemuinya untuk mengetahui kebenarannya, siapa dia sebenarnya yang mampu membuka segel yang dipasang pria asing itu. Energi yang terasa dari dia dan pria itu juga tidak asing...." Stephen terpikir hal ini, ia pada akhirnya tidak bisa terus-terusan bersantai di desa dan harus segera mencari tahu kebenaran yang ada, sebelum keberadaannya diketahui oleh orang yang dahulu mengenalnya.
"Besok akan kutemu dia...." Stephen melihat ke arah langit malam cerah dengan bintang-bintang indah ada di sana namun perhatiannya terfokus pada bulan purnama bulat besar di atas yang tak kalah indahnya menghiasi langit malam sekarang. "Kuharap semuanya akan baik-baik saja...."
*
-Keesokan harinya, sore hari menjelang petang, setelah selesai jam sekolah di dekat gerbang sekolah-
"Ah akhirnya selesai juga! HUH! Hari yang cukup melelahkan!" Feronica meregangkan badannya sebagai relaksasi akhirnya sesi pelajaran teori dan praktik sihir selesai juga dan ia tak sabar pulang ke rumah.
__ADS_1
"Ibu masak apa ya hari ini?" Feronica memegang perutnya yang sudah lapar itu, tak sabar makan malam bersama dengan ibunya dengan menu yang sederhana namun tetap enak tentunya.
Tanpa berlama-lama lagi Feronica segera meningggalkan area sekolah yang memang sudah cukup sepi sekarang. Jika saja ia berlama-lama maka hari akan gelap dan tentunya lebih baik pulang lebih awal ke rumah bukan?
"Hei Feronica!"
Tap.
Langkah kaki Feronica terhenti saat itu juga, ia mendengar suara yang tak asing baginya. Siapa lagi kalau bukan dua bersaudara itu?
"Fredirica ada apa? Ah Rossa, kalian belum pulang? Feronica berbalik badan dan menjawab dengan senyum ramah, setidaknya ia sudah berusaha untuk melakukannya.
"Kami ada urusan denganmu ayo ikut!" Fredirica dengan cepat memegang tangan Feronica dengan keras dan menariknya dengan paksa. Diikuti dengan Rossa yang ada dibelakangnya.
"A-apa? Urusan? Urusan apa?" Feronica berusaha mempertahankan keseimbangannya agar tidak terjatuh saat ditarik dan dibawa dengan cepat oleh Fredirica.
"Urusan yang belum selesai kemarin." Rossa menjawab dengan tenang dan dengan raut wajah yang dingin.
"Apa?" Feronica tidak percaya dengan apa yang didengarnya ini, pasalnya sebelumnya ia memang menyangka urusannya dengan Rossa sudah selesai namun bukannya selesai malahan semakin banyak orang yang tahu mengenai hal ini.
Apakah itu artinya Fredirica mengetahui akan hal ini? Mungkinkah Rossa menceritakan hal yang di ketahuinya padanya agar mereka bisa lebih bertindak lebih jauh dari sebelumnya?
Feronica tidak mengerti dengan cara mereka ini. Padahal setiap hal dan sebagian besar apa yang dikatakannya pada mereka adalah sejauh dari apa yang diketahuinya, namun mengapa mereka terus memojokkannya dengan begitu rupa?
Apakah mereka begitu senang melakukan hal ini? Melihat orang lain dan bertindak padanya sesuka mereka saja? Feronica sama sekali tidak mengerti akan hal ini.
"Tu-tunggu ... pelan-pelan, kita mau kemana?"
__ADS_1