
'Siapa orang ini?' Feronica heran karena melihat seorang pria asing berpenampilan tidak bersahabat bersetelan serba hitam sedang dihadapannya sekarang. Sungguh awal yang aneh ketika ia baru sadar akan apa yang telah terjadi di sini.
Terlebih lagi tangannya itu memegang leher pria tak dikenalnya ini, padahal memang ia belum pernah melakukan aksi seperti ini sebelumnya, aksi ini terlalu berlebihan rasanya jika dilakukan olehnya.
Feronica mulai sadar akan apa yang terjadi saat ini. Apalagi kalau bukan kejadian aneh yang selama ini terjadi padanya? Rentetan kejadian tidak masuk akal yang dahulu terjadi, kembali lagi dialaminya sekarang.
Mengapa sekarang ia melihat seorang berpenampilan seperti ini? Jika dilihat sekilas Feronica tahu apa yang ada di hadapannya ini bukanlah manusia pada umumnya. Sudah jelas dari penampilannya yang begitu mencolok ini.
Lantas siapa sebenarnya 'seseorang' ini? Dibalik hilang kesadarannya tadi pasti ada jawaban yang bisa menjelaskan tentang ini.
"Ah!" Feronica sedikit tersentak, sepertinya barusan ada sesuatu yang muncul di kepalanya.
'Tadi malam' kan aku mendengar suara gadis kecil menangis... aku ikuti dan setelah itu aku melihat pria ini....' Feronica merenung, tak butuh waktu lama ia akhirnya sadar akan apa yang terjadi di sini, dan kini saatnya ia harus melakukan hal selanjutnya.
"Ah...." Ada yang tidak beres di sini... mengapa tangannya masih belum bisa ia gerakkan juga? Padahal tadi ia berhasil menggerakkan kepalanya meskipun dengan susah payah juga.
'Aku harus melepaskannya!' Feronica berusaha dengan segenap kekuatannya seperti sebelumnya, tidak peduli dengan rasa sakit yang malah makin menjadi-jadi ketika ia berusaha seperti ini.
Memang ia harus melepaskan tangannya dari pria yang tak dikenal itu, melihat ekpresinya yang begitu tidak bersahabat membuat Feronica ingin segera menjauh dan menjaga jarak darinya.
'Apa dia ada urusan saat aku tak sdar tadi?' Feronica hanya bisa memikirkan satu kemungkinan yang bisa terjadi sekarang. Dengan aksinya yang cukup esktrim ini berarti memang ada sesuatu terjadi di antara mereka berdua.
__ADS_1
Mata Feronica juga terbuka lebar melihat di tangannya ada sesuatu yang berwarna merah, ketika pertama kali melihatnya Feronica langsung tahu itu bukanlah pertanda baik.
Mungkah ini terjadi ketika ia tak sadarkan diri tadi? Mengingat memang semua hal bisa terjadi, karena sebelumnya ia tahu tidak ada sesuatu yang berwarna merah di luar tubuhnya ini.
Jika disandingkan dengan rasa sakit yang ia alami sekarang maka rasanya cukup masuk akal bilamana memang sesuatu yang berwarna merah ini adalah luka yang menyebabkan tubuhnya sakit sekarang.
"Manusia... kau tidak akan pernah bisa menang...." Pria itu kembali berbicara dengan sorot mata yang tajam dan juga nada yang dalam, sedang Feronica hanya bisa terdiam dengan rasa gugup akan kejadian seperti ini yang tiba-tiba.
'Aku mendengar nama yang tak asing darinya sebelumnya....' Feronica ingat dengan jelas akan ucapan yang terlontar dari pria ini sebelumnya, alasan mengapa kesadarannya kembali sekarang.
"Apa kamu tahu sesuatu tentang Kak Stephen?" Feronica langsung pada inti permasalahan di sini, jika ia punya kesempatan untuk bertanya maka inilah saatnya.
Memang Feronica tidak begitu bisa menatap lama akan seorang yang ada di hadapannya ini, aura yang terpancar darinya menusuk dan tajam, tidak jauh berbeda dengan tatapan yang selama ini dilihatnya.
"...."
"A... apa?" Feronica berusaha mencerna akan apa yang didengarnya tadi. Ia kini bisa mendengar dengan jelas, jadi kemungkinannya kecil untuk salah dengar.
Feronica tidak menyangka bisa tahu identitas seorang asing secepat ini, padahal ia pikir akan butuh usaha ekstra untuk mengetahui jawaban dari pertanyaannya ini. Mengingat tidak semua orang asing mau untuk mengungkapkan data dirinya dengan sembarangan.
'Kak Stephen?' Feronica mencoba untuk berpikir jernih, meskipun ia mendengar kata yang tidak asing, namun jika ini menyangkut dengan nama seseorang, maka bisa terjadi berbagai kemungkinan bukan?
__ADS_1
Karena nama adalah sesuatu yang universal dan umum, maka bukannya tidak mungkin ada kemungkinan nama yang sama, dengan orang yang berbeda tentunya. Itulah yang mungkin memang bisa terjadi
Jika dilihat dari sudut manapun tidak ada kemiripan sama sekali dengan seorang yang dikenalnya, Kak Stephen memiliki pesona lelaki yang kuat dan penampilan yang menarik, berbeda dengan pria yang sekarang ada dihadapannya ini.
Lantas apakah memang ini hanya kebetulan saja? Pria ini memiliki nama yang sama dengan kenalannya itu? Apakah alasan itu cukup kuat untuk membuatnya bisa sadar dari apa yang telah terjadi sampai sekarang?
Kini Feronica memang punya banyak pertanyaan, namun di saat yang bersamaan juga ada saja hal yang membuatnya lebih penasaran lagi.
"Ah, kukira aku mengenal anda...." Feronica memasang wajah tidak terlalu tertarik, jika saja kenalannya yang benar-benar di hadapannya mungkin ia tidak akan terburu-buru untuk melepaskan tangannya ini.
Sepertinya kita semua bisa menduga mengapa Feronica bisa berpikir seperti itu, apalagi kalau bukan karena alasan yang telah ia sebutkan di awal tadi?
Yah memang terkadang apa yang kita pikirkan tidak selalu sejalan dengan apa yang terjadi, Feronica kini hanya bisa terus berusaha lebih lagi agar tangannya bisa segera lepas dari pria itu.
"HEH! Sebaiknya kau ingat namaku ya! Karena inilah satu-satunya kesempatan yang kau punya!" Pria yang ternyata bernama Stephen itu kembali menggunakan nada kebanggaan yang benar-benar kuat, namun pesan yang disampaikannya ini memanglah tidak terlalu terdengar menyenangkan.
Terlepas dari siapa sebenarnya pria yang ada dihadapannya ini, Feronica masih yakin bahwa dia adalah seorang yang punya nama sama dengan kenalannya, dan cukup sampai di situ, ia masih punya hal lain yang harus dipikirkan.
'Stephen ini bertindak aneh sampai membuat gadis kecil menangis, sepertinya ini saat yang tepat untuk menginterograsinya.' Ide cemerlang datang di saat yang tepat, kini Feronica harus bisa mengungkap sebanyak mungkin fakta yang ada di sini demi membuat semuanya menjadi jelas.
"Hubunganku dengan gadis kecil? HAHAHA!" Stephen versi lain itu malah tertawa cukup kencang setelah mendengar pertanyaan dari Feronica, mengapa bisa-bisanya ia tertawa? Feronica merasa ia tidak melucu tadi. Atau mungkin.... Dia berbakat membuat orang lain tertawa? Siapa yang tahu?
__ADS_1
Stephen menatap Feronica dengan tajam setelah menenangkan dirinya dari rasa menggelikan yang membuat matanya sedikit keluar air. "Aku biasa meminum darah orang... jadi itulah sebabnya aku punya urusan dengan gadis kecil itu...." ujarnya dengan nada yang rendah dan terdengar santai.
"Apa?"