
Sementara itu orang misterius berjubah hitam itu sudah berada di dalam akademi sekarang, tidak peduli dengan gerbang yang tertutup di hadapannya tadi.
Orang itu berjalan di sekitaran area sekolah, dan tidak butuh waktu lama banyak mata para warga akademi yang melihatnya saat ini.
Dan itu adalah hal yang wajar mengingat memang siapa juga yang merasa biasa saja ketika melihat seorang asing tak dikenal masuk ke tempat mereka?
Tidak peduli dengan tatapan-tatapan yang ada, orang dengan jubah hitam itu terus berjalan dan pada akhirnya dihentikan oleh salah satu guru akademi, Housen.
Housen menatap apa seorang misterius itu dengan serius, memang tidak terasa ada hawa ancaman dan kekuatan yang besar dari orang itu, namun tetap saja keberadaannya yang tak diundang dan tidak jelas di sini membuatnya heran.
"Siapa kau?" Housen dengan cepat menanyakan ini, nada suaranya terdengar serius dan pula matanya menatap tajam pada seorang asing itu.
'Siapa orang ini?' Batin Housen, ia tidak ingat menerima tamu dengan penampilan seperti ini di akademi.
HUSH!
Tanpa panjang kali lebar, orang dengan jubah hitam itu melesat ke depan, tidak menghiraukan pertanyaan Housen tadi.
"...."
Orang asing itu mengangkat satu tangannya ke depan dan muncul energi kekuatan yang besar dari sebelah tangannya itu.
BUM!
Menembakkan hempasan udara yang juga berwarna hitam ke arah guru tingkat akhir ini.
'Dia berbahaya....' Housen akhirnya tahu, keberadaan orang tak diundang ini membuat kegaduhan di akademi.
Housen mengarahkan satu tangannya pula ke arah gelombang udara yang dilesatkan padanya itu. Ia merasakan kekuatan yang cukup aneh dari orang berjubah hitam ini.
BUM!
Sekali lagi terdengar suara ledakan udara dan kemudian disusul dengan hempasan angin yang begitu kuat, membuat para murid lain yang sedang menikmati waktunya harus menjauh dari area lapang sekolah.
Housen mulai merasakan sesuatu, tadinya memang ia merasa orang berjubah hitam ini adalah orang biasa yang tak berkepentingan masuk ke dalam lingkungan sekolah, namun setelah menerima serangannya untuk pertama kali, Housen mengubah pikirannya dengan cepat.
'Kekuatan seperti ini....' Housen hanya bisa bertanya-tanya, mengapa ada seorang dengan kekuatan hebat seperti ini tidak mengeluarkan hawa kekuatan yang besar juga dalam dirinya? Apa mungkin dia bisa menyembunyikan hawa kekuatannya sendiri?
Mengapa bisa-bisanya ada orang asing datang ke sekolah tanpa izin? Bukankah seharusnya memang sekolah seterkenal ini punya suatu sistem keamanan tersendiri?
Ya, memang benar. Akademi Sihir Wolfden punya sistem keamanan yang hebat, yang biasanya bekerja ketika ada seorang yang berkemampuan kuat dan membahayakan para murid datang tak diundang ke sekolah.
Sihir perlindungan sekolah akan bekerja dan orang yang diwaspadai itu tidak akan bisa masuk ke dalam dan bertindak seenaknya. Dan perlu diketahui juga sihir perlindungan ini tidak akan bekerja pada orang biasa.
Itulah sebabnya ibu Feronica bisa datang ke sekolah terlpas dari peraturan yang ada, karena memang beliau murni adalah seorang ibu yang tidak mendalami kemampuan sihir.
'Aneh....' Housen melihat kembali keadaan sekitarnya, dan dengan cepat orang itu sudah ada di depan wajahnya.
HUSH!
__ADS_1
SYUT!
Dengan tepat waktu Housen berhasil mengelak dari serangan pukulan yang mengarah pada wajahnya. Begitu tipis hampir-hampir tinjuan orang itu mengenainnya.
HUP!
BAK!
Housen dengan cepat berkelit dan mengarahkan serangan balik dengan tendangan di udara yang seketika itu juga mengenai orang berjubah hitam itu dan gelombang udara yang kencang langsung tercipta saat itu juga.
HUUUUSHH!
"Wah!" Para murid di sekitar sekolah hanya bisa menjaga jaraknya sekarang dari area lapang, beberapa di antara mereka bingung dengan apa yang terjadi, dan ada pula yang malah tertarik untuk melihat apa yang terjadi di sini.
Housen tidak main-main dalam mengeluarkan tenaganya sekarang; Housen tahu yang berhadapan dengannya ini bukanlah orang biasa, melainkan lebih daripada itu, jadi untuk apa ia menahan dirinya sekarang?
Dengan serangan yang mengenai telak, seharusnya orang berjubah hitam itu setidaknya terhempas ke belakang.
'?!' Namun yang ia lihat kini orang itu hanya diam di udara tak bergeser sedikitpun dari tempat awalnya, seolah-olah serangan fisik Housen tidak berdampak apa-apa padanya.
SYUT!
Housen akhirnya melompat cepat ke belakang, menjaga jaraknya dari orang asing berjubah hitam itu, berusaha untuk menganalisis apa yang sebenarnya terjadi di sini.
'Kekuatannya memang hebat, serangan yang kuberikan tidak mempan padanya....' Housen kini mulai serius, suasana di sekitar mulai gelap seolah memang hari sudah senja, padahal harusnya memang ini masih tengah hari.
Housen memang bukan pengguna serangan fisik dengan kekuatan terhebat, namun ia sendiri memang ahli sihir pengajar tingkat akhir. Setiap aspek kekuatan yang ada padanya sudah terasah dengan matang.
Tap.
Seorang dengan jubah hitam itu tertunduk, memang dari penampilannya itu tidak begitu berubah setelah serangan yang ia terima. Jika dinilai memang sepertinya ia cukup terganggu dengan seorang pria agak pendek ini.
SSSHHHHH....
Perlahan namun pasti suasana di sekitaran sekolah mulai berubah dengan drastis, memang sudah gelap adanya namun kini lebih daripada apa yang mereka lihat, kini mereka rasakan juga.
JDER!
DUAR!
Housen melihat ke atas langit, kini cahaya petir mulai menyambar dan suaranya pun membuat telinga tidak nyaman mendengarnya.
Tidak ada tanda-tanda air yang menetes ke bawah, Housen kini yakin memang apa yang sekarang terjadi, bukanlah cuaca yang berubah.
'Apa yang akan dilakukannya?' Housen hanya bisa mengamati akan gerak-gerik seorang dengan jubah hitam ini, dan beberapa saat berselang Housen mulai bisa merasakan kekuatan dari seorang misterius ini.
Orang berjubah itu kini dipenuhi dengan kekuatn, Housen sendiri baru pertama kali melihat yang seperti ini; kekuatannya tidak bisa diprediksi, seolah memang ia tidak melakukan apapun namun pada kenyataannya ia memang tengah mengumpulkan kekuatan.
Terdengar membingungkan, tapi biasakanlah dirimu. Housen juga sebenarnya tidak begitu paham mengapa ia tidak bisa menilai kekuatan seperti apa yang sekarang ada di hadapannya ini.
__ADS_1
Padahal memang kemampuan analisisnya tidak perlu diragukan lagi, namun setelah sekian lama akhirnya Housen bertemu dengan seorang yang kekuatannya tidak bisa ia ukur.
HUSH!
Tanpa berpikir panjang Housen melesat ke depan, pergerakannya begitu cepat sampai-sampai mata orang biasa tidak bisa melihatnya.
'Aku harus mencari tahu!'
*
Sedang Feronica masih berada di luar gerbang sekolah, ia heran mengapa ketika menyentuh gerbang, malahan muncul pelindung sihir merah yang begitu panas ketika disentuh.
"Aneh sekali...." Tidak biasanya Feronica mengalami yang seperti ini, ia juga baru tahu mengapa ada pelindung sihir merah yang mencegahnya masuk ke dalam akademi?
Feronica melihat ke atas gerbang yang cukup tinggi, kini rasa penasaran hinggap dalam dirinya, apa ada cara untuknya bisa masuk ke dalam?
"Feronica aku pikir...." Seakan Stephen tahu akan apa yang hendak dilakukan oleh gadis itu, namun perkataannya itu sama sekali tidak digubris.
HUP!
Feronica meloncat tinggi dengan alasan yang baik, mungkin sihir pertahanan ini bisa dilaluinya kalau ia melompati gerbang ini?
SHH!
"WAH!" Pada akhirnya dinding transparan berwarna merah tetap saja ada dan membuat Feronica terjun bebas ke bawah.
Tap.
Dan untungnya Stephen sigap menangkap Feronica agar dia tidak jatuh ke tanah.
Mengapa begitu? Bukankah Feronica adalah seorang yang belajar sihir dan seharusnya bisa mendarat sendiri dari ketinggian seperti itu.
Ya, memang benar adanya Feronica bisa mendarat di ketinggian tertentu dengan aman tanpa bantuan siapapun jika memang ia tidak terkena dinding pelindung ini.
Dinding pelindung atau pembatas ini seperti namanya, bertujuan untuk mencegah siapapun untuk masuk ke dalam, dan jika memang memaksa, akan ada efek lemas seketika ketika melakukan kontak dengannya.
Itulah alasannya Feronica sudah pasti terjun bebas ke tanah jika Stephen tidak menangkapnya dengan cepat.
"Kamu tak apa?" Stephen menanyakan kondisi Feronica, entah sudah berapa kali ia menanyakannya, tetap saja Feronica tidak bosan mendengarnya.
Malahan Feronica kini tengah dipangku oleh seorang pemuda tampan yang begitu perhatian padanya. Bagaikan mimpi yang jadi kenyataan, kurang apa lagi coba?
Rasanya Feronica ingin lebih lama lagi menghabiskan waktu digendong seperti ini, rasanya nyaman dan aman.
Feronica menutup matanya, menikmati momen ini karena memang efek dari rasa panas dan lemas juga masih ada padanya, jadi mengapa buru-buru turun dari gendongan kakak ini?
Sementara Stephen melihat ke arah pagar sekolah, memang di sekitaran area sekolah ini ternyata ada semacam pelindung khusus yang dibuat, saking transparannya jadi sulit dilihat dengan mata telanjang, dan juga sulit dideteksi dan dirasakan.
Pasti ada alasan dibalik hal ini, tapi Stephen tidak mau berpikir sejauh itu, kini ia kembali melihat ke arah Feronica yang masih ada di pangkuan tangannya.
__ADS_1
"?!"
Dan tiba-tiba tanda merah bercahaya muncul dari mata kanan Feronica, membuat Stephen diam dan sedikit terkejut.