
Gadis kecil ini beruntung bisa merasakan amarahnya setelah sekian lama!
Sebuah cakaran ganas yang bisa menebas apapun siap menghabisinya!
Dia tidak bergerak sama sekali! Kesombongannya itu pantas ditukar dengan kematian yang menyakitkan!
SRINGGG!!!
Cahaya terang tercipta!
Dan bertahan untuk beberapa saat.
Kini tak ada yang tahu apa yang terjadi.
Perlahan namun pasti, cahaya terang itu pun menghilang.
Terlihatlah Alex dengan pose pasca menyerang, dan Feronica yang sudah berpindah tempat.
Kini mereka berdua saling membelakangi satu sama lain.
“….” Alex terdiam, ia tak bisa mempertahankan raut wajah ganasnya.
Feronica terdiam, kini raut wajahnya sedikit lebih serius dari sebelumnya.
Tak ada luka apapun di badannya.
Blugh.
ALEX TERSUNGKUR DAN BERTUMPU PADA LUTUTNYA!
Kenapa bisa-bisanya!?
Yang diserang kan yang seharusnya begini!?
TAPI KENAPA!?
Kejadian ini mungkin membingungkan bagi sebagian orang, namun apa yang terjadi cukup sederhana.
Feronica hanya menggunakan tekniknya untuk melepaskan diri dari situasi berbahaya tadi.
Sekaligus melancarkan tekniknya juga.
‘Tubuhku!?’ Alex terdiam, tubuhnya terasa kaku dan tak bisa bergerak bebas.
Padahal sebelum-sebelumnya baik-baik saja!
Pria ini tahu batasannya sendiri, ia tidak mungkin lemah setelah menggunakan tekniknya sendiri!
Gadis itu hilang…
Jadi serangan cakaran kuatnya … GAGAL!?
“….” Feronica berbalik melihat keadaan lawannya.
‘EH?’ Belum siap?
Feronica pikir lawannya bakal langsung menyerangnya lagi.
Namun masih belum ya.
‘EHH?’ Artinya tekniknya berhasil!?
Drr….
Pria berpenampilan mengerikan itu bergetar, tujuannya hanya satu, kembali bergerak.
Namun ia tak menyangka bakal sesulit ini….
Apa yang gadis itu lakukan padanya!?
“!?” Raut mukanya berubah seolah menyadari sesuatu.
‘BUKANNYA ITU TEKNIK BIASA YA?’ Feronica tak melakukan hal berbahaya kok.
Ia hanya menotok jalur tenaga pria itu. Teknik ini bahkan dipelajari di tahun pertama akademi sihir.
Tidak mungkin musuhnya yang kuat itu tak bisa mengatasinya.
Yah awalnya sih coba-coba, namun keisengannya malah membuahkan hasil.
Ia tak belajar banyak teknik lain sih, jadinya pakai teknik yang umum saja.
Niatnya untuk menghentikannya terwujud, namun tidak selama ini juga sih.
….
-Tunggu apa lagi?-
‘Eh?’
__ADS_1
-FINISH HIM!-
‘….’ Kok jadi seram gitu sih suaranya.
‘Tunggu!’
-Dibilangin ngeyel ya!- Suaranya terdengar marah, tidak mau tanggung jawab kalau situasi makin membosankan.
-Tenang suara aneh….’ Feronica berusaha menenangkannya.
Jangan buru-buru dulu….
Meski situasi bagus tapi bukan berarti semuanya sudah selesai.
Feronica memasang mata curiga.
Lawannya itu bisa membalikkan keadaan dengan mudah di tengah kelengahannya!
-….- Sang suara terdiam kehabisan kata-kata untuk berargumen, atau mungkin lebih tepatnya, tidak habis pikir dengan dirinya sendiri.
SRET.
Dan benar saja, kini pria itu sudah siap berdiri kembali.
‘PYUH.’ Feronica bernafas lega, ia pikir lawannya bakal terus-terusan duduk saja.
Blugh.
‘LHO?’ Malah jatuh lagi!
Pria berpenampilan sangar itu kembali bertumpu pada lututnya.
APA ITU BAGIAN DARI RENCANANYA!? Feronica waspada.
“….” Praduga hanyalah dugaan belaka.
Kenyataannya pria ini belum merencanakan apapun, ia hanya jatuh lagi, itu saja.
‘KENAPA AKU!?’ Penampilan luar bisa tetap mengerikan, namun lain lagi di dalam.
Alex tak mengerti kenapa tubuhnya lemah lagi.
Padahal ia sudah mengerahkan kekuatannya untuk membuka jalur kekuatan yang disudah ditutup lawannya.
Tapi kenapa masih saja begini!?
‘HEI.’ Feronica terdiam, ia bisa melihat raut wajah penuh tekad dan usaha dari lawannya.
Yang memang sudah jelas begitu sih. Pria ini masih berusaha mengusir kelelahan dari tubuhnya.
“GGRRWWWWLLL!” Auman mengerikan kembali terdengar.
Hempasan dan getaran hebat terjadi juga.
‘YES!’ Pasti dengan begini lawannya normal lagi!
SWUSH!
Benar saja, lawannya langsung menyerang dengan ganas!
‘Yaaaah.’ Harapannya langsung merosot lagi.
Kenapa tiap kali lawannya nyerang selalu gerak lambat begini ya?
-Haaaah-
‘Eh?’ Kenapa ada suara mengeluh begitu?
Feronica terdiam, ia bisa melihat semua titik vital lawannya dengan jelas.
Ia pikir kali ini ia akan merasakan panasnya pertarungan, namun ini sama saja sih.
Kok kak Stephen bisa kewalahan ya?
Pasti ada yang penjelasannya kan?
SRINGG!
‘Okelah.’
Cahaya putih kembali menyelimuti seluruh area itu.
SWUSH!
Lagi-lagi serangannya meleset.
“GRRR….” Sudah lama sejak terakhir kali ia murka.
Pria ini tak lagi memedulikan akal sehatnya. Ia akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya!
__ADS_1
Waktunya serius!
DEG!
“Ugh.” Alex tertunduk memegang dadanya, sakit!
Kenapa ini!?
Lagi-lagi hal aneh terjadi lagi….
Kekuatannya seolah tertahan tanpa sebab!
“!?” Apa jangan-jangan!?
Gadis kecil itu menotoknya lagi!?
‘Kenapa…!?’ Alex
Begitulah kenyataannya.
Feronica sudah berpikir lebih dari dua kali sebelum melakukan ini.
Memang rasanya lebih aman kalau ia melancarkan serangan besar.
Namun ia mengurungkan niatnya.
Feronica hanya ingin menghentikan lawannya, tidak lebih.
Alhasil teknik yang samalah yang digunakannya.
Mungkin takkan berdampak besar, namun setidaknya bisa membuatnya sibuk sebentar.
Totokannya kali ini lebih serius dibanding yang sebelumnya!
“GR….” Alex berusaha menggerakkan badannya, namun apa daya, seluruh tubuhnya kaku dan ia tidak bisa mengeluarkan aura kekuatan dengan mudah.
‘SIAL!’ Untuk pertama kali setelah sekian lama ia sangat murka!
“Sudah cukup kak.”
“!” Ada suara adiknya!
Seharusnya dia luka parah dan tidak bisa melakukan apapun!
Pria ini berusaha menggerakkan kepalanya, dan terdiam melihat adiknya yang kini ada disamping gadis kecil itu.
‘Luka-lukanya … bagaimana mungkin?’ Alex terdiam, bahkan adiknya tidak bisa pulih secepat itu….
Tubuh adiknya sudah dialiri kekuatan gelap miliknya. Sihir pemulih biasa tidaklah cukup untuk memulihkannya.
“!” Sorot mata merah pria ini seolah menyadari sesuatu.
‘GADIS ITU?’
“Kak!?” Feronica terkaget, sejak kapan dia ada di sini?
Stephen berdiri dan menatap kakaknya dengan penuh arti.
Bahkan gadis kecil ini bisa membuat kakaknya seperti ini.
“Apa … kau berniat … membunuhku!? Grrr….” Alex menggunakan segenap kekuatannya untuk bicara.
“….” Sudah pasti kakaknya berpikir seperti itu.
“Aku tetap pada jalan yang kupercayai kak.” Stephen menatap penuh arti. Bahkan jika itu artinya tidak menerima dirinya apa adanya.
“….” Alex terdiam, senyum kecil terukir diwajahnya.
“!” Alis Feronica menurun tajam, ada yang aneh di sini!
DBUM!!!
Tak ada angin tak ada hujan ledakan sangat besar terjadi.
Kepulan debu tanah membumbung tinggi, dan tak lama terlihatlah lubang besar akibat ledakan tadi.
“!” Stephen membuka matanya, ada aura merah yang melingkupi sebagian area!
Dan hanya inilah area yang tidak terpengaruh ledakan!
Stephen melihat sekitar, tak ada jejak keberadaan kakaknya.
“Maaf soal saudaramu kak.” Feronica tidak benar-benar menghentikannya.
Meski ia punya peluang besar, tapi entah kenapa rasanya satu langkah salah akan mengubah semuanya.
“….” Stephen terdiam, seharusnya ia yang minta maaf karena sudah membawanya ke dalam masalahnya.
Stephen dan Feronica pergi ke tempat lain. Kini tak ada yang lain selain mereka berdua.
__ADS_1