Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 36: Cara Lain? Siapa Takut!


__ADS_3

Fredirica akhirnya berhenti di satu tempat di mana tempat itu adalah area lapang khusus, tak jauh dari area lapang rumput yang kemarin Feronica bersantai di sana.


"Mengapa kita kemari?" Feronica kembali bertanya setelah beberapa saat yang lalu pertanyaannya itu diabaikan saja. Area lapang khusus yang dimaksud adalah area yang khusus untuk mengadu kekuatan sihir.


Ingat tes kemampuan sihir yang kemarin dilakukan di area lapang sekolah? Nah area lapang luas ini yang berada cukup jauh dari sekolah sebenarnya dimiliki oleh pihak sekolah juga.


Mengapa area sekolah terpisah dari lokasi utamanya sendiri? Sepertinya kalian sudah tahu jawabannya bukan? Apalagi kalau bukan karena terbatasnya area lokasi utama sekolah?


Maka dari itu pihak sekolah memutuskan untuk menggunakan area kosong di dekat lapang rumput dan tak jauh dari sana adalah pinggiran desa, perbatasan dengan area alam yang luas atau dengan kata lain banyak pepohonan dan semak tinggi di sana. Dan sedikit lagi masuk ke dalam maka kita bisa melihat area pekuburan Wolfden yang penuh dengan rumor.


Areanya lebih luas ketimbang area lapang sekolah, sejauh mata memandang memanglah terlihat seperti itu. Tekstur lantai berwarna abu nan kokoh masih tetap sama seperti di sekolah.


Meskipun area lapang yang terdapat sedikit perbedaan namun peruntukkan masing-masing tempat ini berbeda adanya. Yang kita tahu sebelumnya area lapang di Akademi Wolfden adalah untuk menjalankan berbagai macam aktivitas olah raga dan tes praktik sihir termasuk Tes Kamampuan Sihir bukan?


Tujuan dan fungsi dari area luas dekat pepohonan besar dan semak yang tinggi lebih daripada area lapang yang ada di sekolah. Maksudnya apa? Feronica sudah tahu akan jawaban dari pertanyaan orang awam seperti kita.


"Tempat ini...." Feronica memandang dengan dalam saat melihat tempat ini, memang ia sering melihatnya namun baru kali ini ia memperhatikannya seserius ini.


"Kamu sudah tahu bukan apa yang akan kita lakukan di sini?" Rossa bertanya dengan nada yang serius dari belakang.


Feronica menoleh sedikit, tatapan Rossa begitu menusuk ke arahnya dan lagi kini sedikit senyuman tergurat di wajahnya. Apa hal ini masih berhubungan dengan yang kemarin?


Soal mengenai tanda yang ada pada dirinya itu? Feronica pikir urusannya sudah selesai kemarin namun kini malahan hal itu mencuat kembali.

__ADS_1


"Soal kemarin? Kita bisa membicarakan di mana pun bukan? Mengapa harus di sini? Feronica berusaha menahan langkah kakinya dengan tujuan agar ia tidak masuk lebih dalam ke area lapang itu.


Fredirica menyadari Feronica menahan langkah kakinya, maka dari itu tanpa berpikir panjang lagi ia mengerahkan seluruh kekuatannya menarik Feronica ke depan.


"Wah!" Feronica tidak sanggup menahan kekuatan tarikan besar yang tiba-tiba itu, ia tertarik ke depan dan melayang di udara untuk sesaat.


Bluk.


Namun berkat keseimbangan dan antisipasi yang tepat, Feronica berhasil mendarat dengan cukup baik menggunakan kedua kakinya, gerakan akrobatik yang dilakukannya sesaat memang sangat menarik untuk dilihat, ia bertumpu pada kedua kakinya. Feronica menatap kedua temannya yang sedang mendekat ke arahnya itu.


Kini Feronica dan kedua temannya itu sudah masuk lebih dalam ke area lapang ini, situasi jadi hening sejenak dan Feronica masih bersiaga di sana.


"Sihir Khusus: Penghalang Arena!" Dengan cepat Fredirica mengatakan kalimat sakti dan mengarahkan kedua tangannya ke atas.


Cahaya merah tembus pandang berbentuk kotak langsung ada di sana dan menutupi area yang luas ini seluruhnya. "Apa?!" Feronica tidak percaya akan apa yang dilihatnya ini mengapa bisa-bisanya Fredirica menggunakan sihir itu? Apa yang sebenarnya ia rencanakan?


"Fredirica kenapa kamu menggunakan sihir penghalang di sini?!" Feronica berusaha berdiri dari tumpuan kakinya itu dan memasang posisi lebih siaga lagi dari sebelumnya.


Begitu Fredirica menyelesaikan sihirnya ia kemudian tersenyum kecil dengan maksud yang sama sekali kurang mengenakkan di sana. "Heh Fredirica kau-"


"Jangan banyak bicara Feronica, kesempatanmu untuk menjelaskan sudah habis." Rossa memotong cepat perkataan saudarinya itu, nadanya terdengar dalam dan serius.


"Penjelasan? Aku sudah menjelaskan semuanya dari kemarin!" Feronica berusaha menyakinkan Rossa, astaga ia benar-benar tidak tahu lagi bagaimana harus menjelaskan pada seseorang yang bahkan tidak mau mendengarkan penjelasan darinya.

__ADS_1


"Kau akan menjelaskannya di sini." Rossa tidak menggubris perkataan Feronica sama sekali, dan kini diriya dan Fredirica mulai mengeluarkan energi sihirnya masing-masing. Feronica bisa merasakannya dengan jelas.


Dan saat itu pula Feronica tahu akan apa yang akan terjadi selanjutnya. Masalah kemarin berbuntut panjang ketika tenda aneh muncul pada dirinya dan selanjutnya malahan menarik perhatian orang lain. Memberikan penjelasan pun sama sekali tidak ada gunanya, Rossa tidak percaya dan Fredirica kini tahu dan membuat semuanya jadi runyam.


Feronica jadi terpikirkan banyak hal karena ini, mulai dari mengapa Rossa kemarin tiba-tiba berhenti bertanya padanya sampai pada Fredirica yang kini ikut campur dalam urusan ini, apakah kemarin mereka berdua sudah merencanakan hal ini?


Feronica hanya bisa berprasangka karena memang ia tidak bisa menggali informasi yang cukup dari mereka berdua, namun prasangkanya ini tidak jarang benar dan malahan bisa membantunya mengerti akan apa yang terjadi di saat itu.


'Kupikir sebelumnya mereka akan menanyaiku di sini, namun ternyata tidak ... mereka malah kini bertarung denganku.' Feronica mulai berbicara dalam hati kecilnya, ia tahu tempat apa ini dan sebenarnya ia sendiri tidak mau menginjakkan kaki di sini sebelum waktunya tiba


Maksudnya apa? Area lapang luas ini adalah tempat khusus di mana tempat ujian terakhir para siswa dilaksanakan, dan apa yang akan mereka lakukan tidak jauh berbeda dengan tes yang dilakukan kemarin, hanya saja skala dan kemampuan sihir para siswa ketika menjalani tes ini tentulah berbeda ketimbang Tes Kemampuan Sihir yang dilakukan saat ini.


Feronica berencana untuk mempersiapkan yang terbaik demi lulus di ujian akhir dan meninggalkan tempat ini dengan bangga, namun pada kenyataannya untuk menjalani Tes Kemampuan Sihir kemarin saja ia harus mengulang kembali.


Namun kini tidak ada jalan lain selain menghadapi mereka berdua, Feronica sebenarnya ingin menghemat energi, setidaknya sampai saat ia menjalani tes ulang, namun kini memang rencananya itu tidak terlalu berjalan dengan mulus.


'Kemampuan Fredirica berada di ataskuu, kemampuan fisiknya hebat dan kekuatan sihirnya juga, Rossa pun sama saja.' Feronica kini malah tahu apa yang sedang dihadapinya ini agaknya memang terlalu berlebihan.


Akan tetapi berlebihan bukan kosa kata yang harus digunakan olehnya saat ini. Feronica memilih untuk tetap menatap lawannya dan menguatkan hatinya.


'Aku memang bukan tandingan mereka berdua, lari tak bisa, tapi setidaknya aku masih punya satu hal... Mimpiku!'


Ya benar, mimpi Feronica yang ingin menjadi ahli sihir terhebat, ia tidak mungkin bisa jadi salah satu orang hebat ini kalau tidak melalui hal seperti ini bukan? Feronica berusaha melihat situasi sulit dan terkesan mustahil ini dari sisi lain, dan kini akhirnnya hatinya bulat untuk menghadapi situasi ini.

__ADS_1


Feronica mendapatkan kepercayaan diri yang besar, ia pun tidak menyadarinya, ia mengadu kedua tangannya dan memasang senyum kecil. "Aku tidak perlu kesempatan menjelaskan ... akan kubuktikan dengan cara lain."


__ADS_2