Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 71: Lebih Kuat? Siapa Takut


__ADS_3

Aura kekuatan dari pria bersetelan hitam dan Feronica makin menjadi-jadi, kekuatan yang mereka berdua pancarkan semakin kuat bahkan membuat angin kencang berhembus kencang hanya karena aura kekuatan mereka saja.


"Sihir ... Kegelapan: Penjara Gelap....." Seketika itu juga muncullah lingkaran sihir berwarna hitam tepat di area di mana pria itu dan Feronica berdiri, membawa mereka pergi dari tempat ini ke dimensi kegelapan yang berbeda.


Feronica masih melihat sekitarnya dengan seksama, energi kegelapan mulai terasa di sekitarnya yang menandakan memang pria ini sedang merencanakan sesuatu.


Feronica hanya bisa diam dengan tenang sekarang sembari melihat ke mana energi kegelapan ini membawanya pergi.


Mungkinkah ke suatu tempat lain yang misterius? Feronica merasa kemungkinan ini yang paling besar terjadi mengingat di sekelilingnya kini hanya ada kegelapan pekat yang hampir memenuhi area sekelilingnya.


Terasa seperti portal antar dimensi yang membawanya cepat sekali, hanya energi kegelapannya yang dirasakannya sampai sekarang.


'Cepat....' Feronica mengakui betapa cepatnya serangan sihir yang dilancarkan oleh pria itu, namun meski ia memiliki kesempatan untuk melawannya, ia merasa belum saatnya.


SYUT!


"Tempat ini....." Setelah beberapa saat akhirnya Feronica sampai di suatu tempat, seperti ruangan penjara yang gelap dan luas. Dan tidak lupa energi kegelapan yang tajam berada di sekitarnya.


Feronica merasa keberadaan pria yang tadi tersamarkan oleh energi di seluruh tempat ini. Membuatnya sulit untuk menganalisis apa yang sedang terjadi di sini.


Seluruh area di sekitarnya telah berubah dan sekarang apa? Apa sihir ini hanya mengubah tempat saja? Feronica tetap waspada akan apa yang sekarang terjadi ini.


'Aku harus keluar dari sini....' Feronica menutup matanya, terlepas dari jeruji besi hitam di sekelilingnya ini. Memfokuskan kekuatannya dan kemudian membuka mata kembali.


SYUT!


Grap!


Bayangan hitam menyasar ke kaki Feronica, namun di saat bersamaan entah mengapa bayangan itu seolah berhenti saja di dekat kakinya seolah ada sesuatu yang menahannya.


"...." Feronica menatap tajam bayangan yang menyasarnya saat ini, ia tidak merasakan serangan yang datang karena dari awal yang ia rasakan di sekelilingnya adalah energi gelap tidak ada bedanya sama sekali.


"Trik lama?" Feronica menggerakan sedikit kakinya, seluruh area penjara ber-aura hitam ini bergetar pelan seketika itu juga, seolah bereaksi terhadap apa yang sekarang ia lakukan.


"Mengapa ... kau ... bisa melihatnya?" Terdengar suara pria yang berat dari semua arah, yang tak lain tak bukan adalah suara pria asing yang tengah Feronica hadapi saat ini.


Pria itu terdengar heran karena tahu serangannya itu bisa dihentikan Feronica dengan mudah, padahal di dalam sihir penjaranya ini seharusnya semua serangannya itu tidak bisa dideteksi sama sekali, lantas mengapa sekarang terjadi hal yang berbeda?


"Kau tidak bisa mengalahkanku dengan cara yang lama...." Feronica menatap tajam ke jeruji besi hitam dan tak lama bayangan yang di dekat kakinya pun menghilang.


Feronica melihat ke sekitarnya kembali menutup mata, membungkuk dan memegang apa yang ada di bawahnya, hamparan energi gelap yang menutupi kakinya sekarang.


"Sihir Tanah: Penetralan Sihir...."

__ADS_1


KRRRK....


Seketika itu juga getaran yang lebih hebat dari sebelumnya terjadi, membuat energi kegelapan yang ada di sekitaran Feronica jadi tidak stabil.


Beberapa saat getaran di area ini semakin intens akhirnya sihir gelap yang ada di sekitarannya perlahan menjauh dan kemudian kini Feronica hanya melihat ruang kosong gelap dan jeruji besi yang ada di depannya, ia mendekatinya kemudian memegangnya.


Kreeeet....


Ia membuka besi yang besar dan kokoh itu ibarat membuka tirai jendela. Feronica kemudian berjalan keluar dari ruangan penjara itu, kini ia hanya berjalan di ruang kosong gelap dan hampa, namun Feronica masih bisa merasakan area sekitarnya dengan baik.


Jadi di situasi yang gelap seperti ini pun mata Feronica tetap menyala tajam, dan juga tanda merah darah yang ada pada tubuhnya bercahaya membantu penerangannya saat ini.


Beberapa saat ia berjalan Feronica merasakan ada hawa kekuatan yang muncul pada satu tempat, yang kemungkinan besar adalah letak keberadaan pria misterius yang dicarinya saat ini.


Tap...


Tap...


Feronica setengah berlari sekarang, hawa kekuatan gelap makin terasa dan Feronica yakin pria itu kini berada tak jauh.


'Ada yang aneh....' Feronica memperlambat langkahnya karena sadar ada sesuatu yang berbeda di sini, ia merasakan hawa kekuatan gelap itu berangsur menghilang dan kini tidak terasa apa-apa lagi selain kehampaan di sini.


BUAG!


Srett....


"....." Feronica terpental ke belakang tanpa tahu apa penyebabnya namun ia berhasil menyeimbangkan tubuhnya di udara dan tidak terjatuh ke bawah, Feronica melihat dan berusaha merasakan kembali energi dari pria itu.


Memang ada sedikit hawa keberadaan yang bisa dirasakannya, namun itu belum cukup agar ia bisa melacaknya dengan pasti.


Padahal Feronica sudah menggunakan sihir penetralan yang memang berguna di situasi seperti ini, nah mungkin ada dari kita yang heran mengapa sihir tanah memiliki kemampuan penetralan seperti ini?


Sederhana saja, setiap elemen sihir memang dibekali juga dengan kemampuan umum yang membuat kekuatan itu tidak hanya spesifik pada elemen tertentu saja, melainkan juga bisa memiliki kekuatan lain.


Namun kemampuan umum seperti sihir penetralan ini tidak akan bekerja sekuat yang diharapkan. Mengingat kemampuan sihir elemen tertentu memang bisa diasah sampai ke tingkat tinggi, namun tidak dengan teknik seperti ini.


Feronica memperkuat sihir penetralan dengan sihir tanah, yang membuat sihir penetralan bekerja lebih baik, ia bisa merasakan setiap energi sihir yang ada di bawah kakinya dengan jelas, dan membuat energi kegelapan yang berada di sekitarnya juga jadi terganggu.


Itulah sebabnya pria itu mengganti strateginya, alih-alih menyamarkan keberadaannya dengan kekuatan gelap kini ia benar-benar menghilangkan sebagian besar energi gelapnya sebagai langkah yang baru untuk menghadapi lawannya.


Feronica kembali merasakan hawa kehadiran lawannya itu kembali samar-samar dan terkadang menghilang. Di keadaan seperti ini lebih sulit baginya untuk mendeteksi keberadaan lawan.


"Kau ... tidak akan bisa mengalahkanku ...." Suara pria itu terdengar lagi, kini dengan nada yang meremehkan. Feronica sendiri kini hanya terdiam mendengar suara itu.

__ADS_1


"Kalau begini aku tidak punya pilihan lain selain harus menggunakannya...." Feronica beranjak berdiri dan memfokuskan kekuatannya di satu titik, yaitu di dalam dirinya sendiri.


Seiring dengan itu mata Feronica berubah menjadi agak kemerahan disertai dengan tanda merah darah yang ada di tubuhnya itu mulai terlihat seperti muncul sedikit asap.


Tidak, Feronica bukannya terbakar di sini, melainkan saking ia mengumpulkan energi sihir yang begitu besar, memang berdampak pada penampilan luarnya yang terlihat sekarang ini.


"HM?!" Suara pria itu nampak terkejut, entah mengapa apa yang terdengar darinya bukanlah kelanjutan dari kata meremehkan seperti awal tadi.


Feronica kini sudah siap dengan semua energi sihir yang telah di kumpulkannya ini, ia tidak mungkin membiarkan lawan bertindak seenaknya di sini, karena jika tetap dibiarkan maka tidak akan seru jadinya.


Teknik yang bagus harus dibalas dengan teknik yang sepadan pula, Feronica merasa percaya diri dengan serangannya ini, mengingat akan begitu besarnya kekuatan yang telah ia himpun saat ini.


Rasanya kekuatan sihir yang ada padanya sampai melimpah ruah, benar-benar tahap di mana ia sendiri sudah berusaha keras mengumpulkan kekuatan sampai sebesar ini.


Angin yang kencang sekali kini mulai berhembus dan disertai dengan getaran yang membuat siapapun yang berada di tempat ini jadi khawatir.


"Aku tidak peduli dengan apa yang kuhadapi.... aku akan mengalahkanmu...." Nada Feronica terdengar serius dan begitu meyakinkan, dan itu sesuai dengan tekadnya yang sekarang ini.


"A... apa yang kau buat?!" Seketika itu juga energi kegelapan berkumpul pada satu tempat, membentuk sosok pria yang sebelumnya hanya menyembunyikan diri saja itu.


Nampak dari raut wajah pria itu bahwa dia tidak percaya dengan apa yang akan dilakukan gadis kecil ini. Bahkan sampai membuatnya seperti ini.


Padahal sebelumnya ia yakin gadis kecil ini hanyalah gangguan kecil yang bisa dibereskan dengan cepat, namun mengapa setelah waktu berjalan apa yang diperkirakannya itu tidak terjadi.


Yang terjadi adalah hal yang sama sekali tidak terduga, pria itu merasakan gadis kecil ini mengumpulkan hawa sihir di luar batas wajar, padahal tempat ini adalah tempat buatannya yang tidak memungkinkan siapapun kecuali dirinya mengeluarkan sihir dalam jumlah besar.


Bahkan sedari awal pun sebenarnya ia hanya berniat untuk menghancurkan gadis ini dari dalam, karena rasa kasihannya itu, rasanya sayang sekali apabila anak muda sepertinya harus meninggalkan dunia dengan cepat. Jadi mengapa tidak membuatnya lambat saja? Bukankah itu akan membuatnya merenung akan kehidupan ini dengan lebih serius lagi.


Pasalnya memang apa yang akan dilakukan seseorang ketika apa yang ada dihadapannya adalah akhir kehidupannya? Garis finish itu akan tetap ada di depan dan orang-orang akan terus maju dan tidak akan bisa mundur.


Masih karena kasihan juga, ia membiarkan gadis kecil itu melawannya hingga saat ini, dengan tujuan agar dia merasakan bagaimana pertarungan yang sesungguhnya, namun setelah beberapa waktu berlalu bukannya gadis ini putus asa dan menyerah, yang terjadi malahan sebaliknya.


Dia yang hanya sekedar manusia biasa yang lemah ini mampu membuatnya terkejut? Lelucon macam apa ini? Pria ini masih tidak percaya.


Kenyataan lain bahwa sebenarnya gadis kecil ini sudah mengeluarkan kekuatan yang melebihi kemampuan tubuhnya ini membuatnya heran juga, apa dia ini hendak bunuh diri?


Siapa yang bisa tahan dengan kekuatan yang bahkan tidak dikuasainya itu? Kekuatannya itu bukannya membantu situasi, yang ada malahan berbahaya untuk dirinya sendiri.


Tapi ini semua memang bukanlah urusannya, ia tidak peduli dengan apa yang mungkin terjadi pada gadis kecil itu, toh jika memang ia ingin mengakhiri hidupnya dengan cara seperti ini maka tentunya ini sudah menjadi kemenangan yang sudah ditentukan dari awal.


"Kau... sudah gila ...." Pria itu memandang Feronica dengan tatapan meremehkan lagi, memang perubahan ekspresinya cukup cepat, padahal ia tadi terlihat terkejut.


Feronica hanya memandangnya dengan tajam sembari menyeringai.

__ADS_1


"Sihir Tanah: PENGHANCURAN TEMPAT!"


__ADS_2