Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 121: Tertangkap


__ADS_3

Tanpa terasa hari pun beranjak malam, matahari sudah benar-benar tenggelam, dan suasana kota Frost tidak begitu berubah.


Banyak orang yang berlalu lalang melakukan urusannya masing-masing. Para pedagang dan toko masih terlihat buka dan melayani para pembeli.


Lantas untuk apa kita masih di sini? Di mana Feronica yang sekarang ini telah berpisah dari George?


Sebelumnya kita sudah mendengar Feronica akan mencari rekannya bukan? Dan memang itulah yang sekarang dia lakukan.


Feronica masih berkeliling mencari Stephen, tidak peduli seberapa lama waktu yang dibutuhkan, namun ia tetap yakin ia akan bisa bertemu kembali dengannya.


Sementara kita tahu Feronica masih sedang menjalankan urusannya, mengapa kita tidak melihat situasi sekitar dahulu? Kita juga penasaran bagaimana keadaan yang lain bukan?


*


"Uh...." Terdengar suara laki-laki yang mengerang, ia sedang berada di sebuah tempat yang gelap, yang sama sekali tidak ia tahu.


Ia bersandar pada salah satu sisi tembok yang memang minim cahaya.


"Di mana ini?" Pria muda itu melihat ke kiri dan ke kanan, karena di sekitarnya gelap, ia jadi tidak bisa melihat dengan jelas.


Sret...


Sret...


'Kenapa aku tidak bisa bergerak?'


Pemuda itu heran mengapa ia tidak bisa bebas menggerakkan tubuhnya.


'Tanganku terikat... kakiku juga....' Akhirnya pria itu sadar ada sesuatu yang mengikat pergelangan tangan yang berada di punggungnya itu dan juga keadaannya sama pada kakinya sendiri.


Diikat dengan tali yang cukup tebal dan juga kuat, ketika sadar ia sudah dalam keadaan seperti ini.


Terduduk di sebuah ruangan dengan tangan dan kaki yang terikat. Mengapa pemuda ini mengalami hal seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi di sini?


"Mengapa hanya ada satu orang di sini?" Terdengar suara bergema di ruangan gelap ini, membuat pemuda ini sedikit terkejut.


Siapa yang tidak akan kaget bilamana mendengar suara tanpa ada wujud orangnya? Begitulah perasaan pemuda ini sekarang.


'Suara siapa itu?' Pemuda itu mencoba melihat ke sekelilingnya kembali dan memang tidak menemukan sumber suara yang terdengar.


"Stephen, bukan?" Terdengar suara bergema yang berat yang sama seperti sebelumnya. Dibalik suara yang seperti ini Stephen bisa mendengar ada bagian 'wanita' dari suara yang didengarnya ini.


'Apa dia ini adalah perempuan berjubah putih tadi?' Stephen hanya punya satu dugaan di sini. Setelah sinar yang begitu menyilaukan tiba-tiba ia terbangun di tempat yang gelap seperti ini.


"Aku pikir kau tidak akan bangun lagi...." Suara itu terdengar kembali, Stephen berusaha untuk tetap waspada di sini.


'Aku tidak merasakan hawa energi sihir yang kuat darinya....' Stephen sebenarnya bisa melacak dari mana suara itu berasal, namun sayangnya sosok perempuan ini bisa menyembunyikan energi sihirnya dengan baik.


"Siapa kau ini?" Dari sini Stephen tahu ia sudah beberapa lama di tempat gelap ini, yang kemungkinan besar ia sedang berada di ruangan kumuh yang tidak digunakan orang.


"Seharusnya aku juga menangkap target utamanya... sial...." Suara bergema itu tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Stephen, ia malah terdengar kecewa dengan yang terjadi sekarang.


'Target utama? Apa itu Feronica?' Stephen kini jadi semakin curiga dengan suara tanpa wujud yang tadinya sosok perempuan berjubah putih ini.


Apa tujuan orang ini? Mengapa dia ingin menangkap Feronica? Stephen punya banyak pertanyaan di sini, apa ini ada hubungannya dengan kejadian sebelumnya?


"Mengapa Tuan Alex bisa kalah melawan anak kecil seperti itu?"


'Tuan Alex?' Stephen sedikit tersentak di sini.


"Apa yang kau maksud kakakku?" Stephen dengan cepat masuk ke dalam pembicaraan ini, dugaannya begitu kuat sampai-sampai ia tidak tahan untuk diam saja di sini.


"Siapa lagi?" jawab suara bergema itu pendek, dia ternyata tidak menyembunyikan identitasnya, malahan mendukung apa yang Stephen tanyakan tadi.


Stephen pikir akan sulit untuk mengetahui identitas dari perempuan berjubah putih yang muncul tadi, namun ternyata tidak seperti itu adanya.


'Jadi dia ini hendak melanjutkan misi kakakku kemarin?'


Tapi Stephen sendiri tahu kemarin kakaknya sama sekali tidak ada urusan dengan Feronica, malahan tidak tertarik sebelum Feronica mengeluarkan kekuatannya sendiri.

__ADS_1


Lantas mengapa sekarang rekan kakaknya itu mengincar Feronica dan bukannya target yang kemarin? Stephen yakin benar bukan Feronica yang diincar kakaknya.


'Apa mungkin dia berubah pikiran?' Stephen bisa berpendapat kakaknya mengubah targetnya dan kini menyuruh bawahannya untuk menangkap Feronica, bisa jadi karena kekuatan uniknya itu.


Lantas mengapa rencana perempuan berjubah putih tadi tidak berjalan dengan mulus? Bukannya mereka berdua sudah terkena teknik cahaya yang pada akhirnya membuat mereka berpindah tempat?


Seharusnya Feronica juga ada di sini bukan? Stephen jadi penasaran akan hal ini, apa mungkin teknik yang digunakan perempuan ini gagal?


"Rencanamu gagal ya, sayang sekali...." Stephen sedikit tertunduk, dan juga senyum kecil terukir di wajahnya. Entah mengapa ia merasa puas ketika rencana lawannya sendiri tidak berjalan dengan lancar.


"Bicara sesukamu saja. Jika bukan karena Tuan Alex, mungkin kau sudah tidak ada di sini." Kini nada ancaman terdengar dari suara yang bergema itu.


'Kenapa Kakak jadi mengubah incarannya?' Stephen pikir ini ada hubungannya dengan kepada siapa kakaknya itu berpihak sekarang.


Berpihak? Apa maksudnya? Sejauh dari yang Stephen tahu, dari dahulu kakaknya itu tidak menjalani semuanya sendiri, melainkan ada seseorang yang berhubungan dekat dengannya.


Apa orang itu yang membuat kakaknya itu pergi ke desa Feronica dan juga yang mengubah rencananya ini?


Apa yang ia tahu sekarang memang hanyalah bagian kecil saja, namun kini Stephen tahu kakaknya ini juga punya rekan atau bawahan yang kini kembali berulah.


'Pada akhirnya aku memang tidak bisa terus bersembunyi....' Stephen menyadari sesuatu di sini. Ia kini tidak bisa berharap lagi akan kehidupan yang damai dan tanpa masalah.


Pada akhirnya akan ada sesuatu yang selalu saja memaksanya untuk jadi orang yang dibutuhkan, dan terkadang bukan dirinya sendiri.


'Apa yang dikatakan kakak memang benar....'


'Tapi aku tidak setuju dengan cara yang digunakannya itu,' batin Stephen, ia sendiri memang sadar akan fakta bahwa ia tidak bisa jadi orang lain selain dirinya sendiri, dan kenyataan bahwa ia tidak bisa mengubah apapun dalam dirinya.


Namun Stephen masih percaya akan ada cara lain yang bisa digunakan demi mengatasi apa yang terjadi dalam dirinya sendiri itu.


Dan mungkin kita akan bertanya, apa maksudnya akan hal itu?


Mengapa Stephen berpikir ingin jadi orang lain dan hidup damai? Mengapa kakaknya sendiri berkata dia tidak akan bisa mengubah apa yang jadi jati dirinya?


Yang mengetahui ini hanyalah Stephen seorang diri, dia punya alasan untuk berpikir seperti ini dan berjalan menurut apa yang ia anggap benar.


Terlepas dari seberapa banyak Stephen memikirkan hal ini, pada akhirnya ini adalah sesuatu yang harus ia menangkan.


'Jika sudah begini Feronica dalam bahaya....' Stephen tidak menyangka Feronica akan berurusan dengan kakaknya sendiri, dan tidak hanya seorang diri saja, melainkan dengan bawahan kakaknya yang kini menjebaknya di suatu tempat. Dan jangan lupakan juga soal sosok yang mengontrol ini semua, pihak yang dipercaya oleh kakaknya.


'Aku tidak punya pilihan lain....' Stephen kini berusaha menghilangkan rasa terpaksa yang ada dalam dirinya ini. Keinginannya untuk berubah jadi orang lain tidak akan membuat semuanya jadi lancar, malahan terkesan ia menjauhi masalah yang sedang terjadi saat ini.


Tidak mungkin ia jadi orang lain ketika dirinya yang asli dibutuhkan saat ini bukan? Stephen sadar dan ia berusaha untuk tidak keberatan dengan apa yang akan ia lakukan.


Usahanya untuk jadi lebih baik tidak akan bisa tercapai bilamana pihak kakaknya terus berbuat seenaknya, ia harus bisa mengatasi ini dengan caranya sendiri.


'Ada kemungkinan kekuatan Feronica sendirilah yang menyebabkan kita terpisah sekarang....' Stephen terpikir kemungkinan lain yang bisa menjelaskan mengapa keberadaan mereka berdua bisa terpisah saat ini.


Jika saja kemungkinan pertama, yaitu teknik sihir perpindahan tempat yang digunakan perempuan berjubah putih tadi gagal. Bagaimana menjelaskan betapa dominannya dia dalam pertarungan yang berlangsung sebelumnya?


'Aku tidak bisa mengontrol kekuatanku dengan maksimal sebelumnya, itu adalah karena teknik yang digunakan oleh perempuan berjubah putih.


Biasanya dalam keadaan biasa Stephen bisa mengatasi sebagian besar pertarungan jika memang ia terlibat di dalamnya. Mengingat kekuatan fisik dan sihirnya juga di atas manusia kebanyakan.


Namun, Stephen ingat bagaimana ia harus menggunakan kekuatan aslinya ketika berhadapan dengan seorang berjubah putih ini, dan bahkan sampai keinginannya yang sebenarnya muncul kembali.


Semua itu demi menghentikan pergerakan dari perempuan berjubah putih ini, dan itu berhasil meski hanya sebentar saja.


Dari apa yang terjadi sebelumnya pun Feronica tidak terlihat dalam kondisi yang baik, yang pada akhirnya membuat keadaan terakhirnya memang mengkhawatirkan.


'Feronica seperti menahan diri sebelumnya....' Stephen bisa merasakan apa yang sebelumnya terjadi. Memang rekannya itu terlihat berusaha untuk tidak 'menggila' dan itu adalah hal yang wajar.


Stephen pula mengalami hal yang kurang lebih sama tepat ketika ia melepaskan kekuatannya yang sebenarnya. Dalam waktu yang singkat ia berusaha untuk tetap mengendalikan semuanya.


'Jadi Feronica pun memang tidak mau dikendalikan oleh kekuatannya sendiri....' Mungkin terdengar aneh di sini, tapi begitulah kenyataannya. Stephen bisa mengerti akan hal ini.


Menahan diri adalah hal yang wajar dan perlu dilakukan, masalah inilah yang dihadapi Stephen selama ini. Jadi pada akhirnya di setiap kesempatan ia bertarung, ia memilih untuk tidak melepaskan kekuatannya yang sebenarnya.


'Karena sulit untuk kembali ke keadaan semula....' Stephen tahu fakta singkat dan sederhana seperti ini. Namun tidak semua keadaan mengizinkannya untuk ia tidak menggunakan kekuatannya yang sebenarnya.

__ADS_1


Apa yang terjadi sebelumnya adalah contohnya. Jika saja Stephen tidak mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya maka sudah pasti perempuan berjubah putih itu akan seenaknya saja melakukan apapun.


Tentu Stephen tidak bisa membiarkan hal itu terjadi dan pada akhirnya memilih untuk jadi dirinya sendiri.


Namun siapa sangka sosok perempuan berjubah putih tadi hanyalah jebakan semata? Tepat setelah Stephen mengalahkannya malahan muncul cahaya terang dan membawanya sampai ke tempat ini.


Teknik yang cukup cerdik bilamana kau tanya pendapat Stephen. Karena memang sebelumnya dengan aura kekuatan yang besar tentunya siapapun akan mengira sosok perempuan berjubah putih itu adalah orang asli.


Namun ternyata tidak. Saking Stephen berhrap akan keinginannya itu terpenuhi, ia akan melakukan apapun, dan itu membuat rencana lawannya berhasil terwujud dengan membawanya berpindah tempat.


Dan seperti yang telah dikatakan sebelumnya akan alasan mengapa Feronica tidak bersamanya sekarang, selain dengan kegagalan teknik dari seorang berjubah putih ini, Stephen terpikir akan kemungkinan yang lain.


Bilamana Feronica bisa sadar lebih awal akan keberadaan seorang perempuan berjubah putih dan juga beberapa saat membuatnya sibuk, apa itu berarti Feronica berhasil menggunakan kekuatannya untuk tidak terdampar ke tempat yang sama?


Tapi bagaimana dengan fakta bahwa Feronica memang sebelumnya menahan diri dan tidak lagi menggunakan kekuatannya? Bukankah itu menunjukkan ia tidak menggunakan kekuatannya di saat terakhir?


Stephen tahu akan hal ini, namun di sisi lain, untuk menganggap teknik sihir yang digunakan oleh perempuan berjubah putih itu gagal bukanlah hal yang mudah, mengingat betapa rapi-nya rencana yang dijalankannya itu.


Bukankah seharusnya tidak sulit memindahkan mereka berdua ke tempat yang sama? Stephen pikir memang ada kejanggalan di sini.


Dan jangan lupakan bagaimana kekuatan Feronica bisa aktif seketika itu juga tidak peduli bagaimana keadaannya, fakta itulah juga yang mendukung teori Stephen soal Feronica menggunakan kekuatannya sendiri agar tidak terdampar di tempat yang sama.


'Apapun alasan yang terjadi, kami beruntung tidak berada di tempat yang sama....' Stephen pikir semuanya akan jadi sulit bilamana semuanya berjalan lancar sesuai dengan rencana lawannya itu. Dengan begini musuhnya ini butuh waktu untuk mencari di mana keberadaan targetnya.


'Jika aku ada di tempat ini... aku yakin Feronica juga tidak jauh dari sini....' Terlepas dari bagaimana gelapnya ruangan rumah yang sekarang ditempatinya.


Stephen tetap bisa merasakan keramaian yang cukup berarti di luar. Perempuan berjubah putih ini tidak berusaha menyembunyikan lokasinya sekarang.


Padahal bisa saja perempuan berjubah putih yang kini hanya terdengar suaranya saja itu memanipulasi lokasi mereka dan membuat Stephen tidak bisa mendeteksi apa yang terjadi di luar. Tentunya itu akan membuat Stephen lebih kesulitan lagi.


Namun ternyata tidak seperti itu adanya, entah apa alasannya namun Stephen kini tahu ia berada di lokasi yang ramai, terasa tidak terlalu asing baginya.


'Lokasinya ramai, sepertinya aku tahu di mana ini....' Sampai di saat Stephen bisa memastikannya dengan mata kepalanya sendiri, ia harus menyusun strategi dahulu untuk keluar dari tempat ini.


"Kau tidak akan bisa menemukannya...." Stephen membuka mulutnya dengan nada yang percaya diri, ia tidak mau membiarkan lawannya terlalu yakin dengan apa yang akan dilakukannya itu.


"Benarkah? Mengapa kau bisa tahu?" Suara bergema itu terdengar penasaran mengapa Stephen berkata seperti itu.


"... Kau tidak akan bisa mengalahkannya...." Stephen tidak menjawab dengan jelas apa yang ditanyakan oleh musuhnya itu, melainkan mengatakan hal yang lain.


"Apa kepalamu sudah terbentur sesuatu?" Suara bergema itu terdengar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Stephen.


"Heh... kau ingin menangkapnya karena tujuanmu bukan? Kau tidak akan bisa melakukannya." Stephen tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh suara bergema ini, ia yakin Feronica sedang berada di suatu tempat dan tidak akan ditemukan oleh musuhnnya ini.


'Feronica pasti punya rencana... dia tidak akan membiarkan dirinya tertangkap 'kan?' Stephen sendiri malah berusaha meyakinkan dirinya soal ini, pasalnya memang Feronica juga seharusnya berada di daerah yang sama dengannya.


Stephen mencoba memfokuskan kekuatannya, ia mengumpulkan segenap kekuatan sihirnya demi melepaskan diri dari tali yang menjerat tangan dan kakinya.


'Aku merasa sedikit lemas semenjak sadar tadi....' Stephen memang merasa tubuhnya tidak terlalu bugar sejak pertama, mungkinkah itu efek ia mengeluarkan tenaganya yang besar sebelumnya?


Itulah hal yang paling memungkinkan terjadi, dan sekarang Stephen tertunduk dan berusaha menghimpun kekuatan, namun beberapa saat berlalu tak kunjung berhasil juga.


Keadaan ini sama dengan sebelumnya tepat ketika Stephen tidak bisa mengeluarkan tenaganya dengan baik. Mengapa sekarang masih terjadi?


"Tidak mungkin aku hanya mengikatmu di sana Stephen."


"...." Stephen akhirnya tahu, apalagi kalau bukan teknik yang juga sama seperti sebelumnya? Di mana ia kini tidak bisa mengeluarkan tenaganya dngan maksimal, dan bahkan sekarang ia tidak bisa mengeluarkan tenaga fisiknya sama sekali.


Rasa lemas benar-benar menyelubungi tubuhnya, tali-tali yang menjeratnya membuat ia tak bisa melakukan apapun.


Padahal jika keadaannya biasa saja, tali-tali yang menjeratnya ini bukanlah masalah yang serius.


'Jadi aku harus bagaimana?' Tubuhnya yang hanya terduduk lemas ini tidak bisa dikompromi lebih jauh lagi. Sedang Stephen banyak memikirkan rencana bagaimana ia bisa keluar dari tempat ini.


Dibalik rencananya yang dipikirkannya itu, jika tidak dieksekusi maka tidak akan terjadi apapun. Stephen tidak bisa mengaplikasikan rencananya itu sekarang.


'Jadi aku tidak bisa apa-apa ya....' Stephen kini tahu akan keadaannya bagaimana sekarang. Selain mendeteksi bagaimana situasi di luar, ia tidak bisa melakukan hal yang lebih dari itu.


Kalau begitu bagaimana ia bisa melepaskan diri dan keluar dari sini?

__ADS_1


"Lihat rekanmu itu sudah dekat dari sini...."


'Apa?' Stephen tidak mengerti apa yang dimaksud suara yang bergema ini.


__ADS_2