Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 147: Fakta


__ADS_3

“Feronica!” Felicia dan Stephen sampai juga di area lapang.


“Feronica?” Stephen terdiam melihat pemandangan di depannya.


“Hm?” Feronica tengah mencekik salah satu gurunya dengan ekspresi muram.


“OH MY.” Felicia tak menyangka juga, tapi inilah yang terjadi.


Ada pria besar juga yang tergeletak tak berdaya di sana.


Benar, Feronica membiarkan dirinya mengamuk di sana.


Membuat semua pasang mata yang melihatnya terdiam dan tidak percaya.


Tapi sekali lagi, inilah kenyataanya.


“Fe- feronica….” Freiss terlihat tak berdaya di tangan muridnya sendiri.


“….” Feronica terdiam dengan tatapan datar, ia sama sekali tak peduli dengan yang lain.


Tak ada dipikirannya selain menuntut keadilan bagi dirinya sendiri.


SRET!


Stephen langsung melesat berusaha untuk menghentikan rekannya itu.


ZZTTT!


“!” Namun pemuda itu tak bisa masuk!


Area lapang ini sudah dikelilingi dengan sihir penghalang kuat!


Yang dimana orang luar tak bisa ikut campur dengan apa yang terjadi di dalam.


“Ah, kak?” Feronica sadar juga siapa yang datang.


“Feronica, hentikan ini.” Stephen terlihat serius.


“….” Feronica diam tak bergeming, tak mempedulikan apa yang didengarnya.


“Kenapa?” Stephen tidak menyangka Feronica berubah dratis begini.


Feronica tersenyum kecil. “Mereka harus tahu fakta sebenarnya kak.”


“!” Fakta sebenarnya?


“….” Feronica terdiam, yah ia tak berharap orang lain mengerti juga sih.


“Pulanglah kak.”


“MANA MUNGKIN BEGITU.” Stephen menolak mentah-mentah perintah itu.


Feronica sedang tidak mau diganggu sekarang.


Sementara itu Freiss hanya terdiam lemas dan tak menyangka anak didiknya berubah brutal begini.


Ia sadar inilah konsekuensi atas keputusan akademi sebelumnya.


Mereka sudah menyalahkan yang tidak bersalah, bahkan sampai menendangnya dengan kejam.


Feronica tidak mau membiarkannya begitu saja.


Kini dia datang menuntut balas….


Freiss tak mengira harinya datang, andai saja ia bisa mengerti perasaannya dan mencegah semua ini.


Namun kini, apa lagi yang bisa ia katakan padanya.


BLUGH.


“Ukh….”


Feronica menjatuhkan gurunya begitu saja, dan kini ia tampak bosan.


Freiss dan Joseph sudah tumbang, dan itu berlangsung cepat.


*


Sementara itu di sisi lain, di kelas.


Drr….

__ADS_1


Fredirica terdiam dan bergetar. Ia tidak menyangka malah jadi seperti ini.


Si targetnya itu bisa mengalahkan dua guru dalam sekejap mata.


Padahal kemampuan mereka tidak perlu diragukan, namun tetap saja bisa tumbang seperti itu.


“Kak….” Fredirica menatap saudarinya dengan wajah cemas.


Rossa terdiam, ia terlihat lebih tenang, namun tetap saja ada ketidakpercayaan dalam dirinya.


Kenapa Feronica jadi seperti itu?


Mau dilihat dari sisi manapun dia seolah berubah jadi orang lain.


“….” Rossa merasa ada yang aneh.


Ia tak melihat adanya tanda merah yang kerap muncul padanya.


Padahal biasanya suka muncul tanda begituan.


Taip tetap ada yang berubah juga sih.


‘Warna matanya berubah.’ Siapapun bisa melihatnya dengan jelas.


Kini sorot matanya memancarkan tekad kuat dan kengerian.


Rossa baru pertama kali melihat yang begini.


Apa kini tanda yang munculnya berubah?


Dia sudah bosan dengan tanda merah di tubuhnya dan menggantinya dengan warna matanya?


‘Hm.’ Itu baru dugaan, Rossa tak bisa mempercayainya begitu saja.


Kini yang pasti Feronica yang berubah datang ke sini dengan tujuannya.


“A- apa kita harus minta maaf kak?” Terdengarlah nada ketakutan dari sang adik.


“….” Rossa terdiam, tak berkomentar sama sekali.


Niatnya langsung sirna ketika melihat targetnya yang brutal begitu.


Situasi makin tegang, dan bahkan hanya sedikit para murid yang mengobrol satu sama lain.


Semuanya terfokus pada apa yang tengah terjadi sekarang.


SRET.


“!”


“K- kak….” Fredirica makin tak bisa menahan keterkejutannya.


Sosok targetnya itu tengah memandang tajam ke arah mereka.


“….” Rossa terdiam, dan dibalik wajahnya yang tenang, ia sebenarnya kaget.


*


Urusannya sudah selesai di sini.


Siapapun yang menghalanginya akan menerima akibatnya.


Stephen terdiam. Ia masih berusaha memproses apa yang terjadi.


“Kau bukan Feronica….” Benarlah dugaannya.


Tak ada yang salah dengan mengunjungi mantan tempatnya menuntut ilmu.


Gadis itu ingin mencurahkan perasaannya dan itu tak dilarang juga. (Felicia masih belum tahu pihak akademi mem-blacklist Feronica).


Namun semuanya berubah ketika ada sosok asing yang tiba-tiba datang.


Feronica bertingkah aneh dengan cepat dan jadilah begini.


Kini kecurigaannya berpusat pada sosok ibu misterius yang tiba-tiba muncul dan menghilang itu.


“….” Feronica terdiam, ia tak peduli dengan apa yang dikatakan gadis cantik ini.


‘Merepotkan.’ Feronica sedang tidak mood berurusan dengan banyak orang.


Namun pada akhirnya, kedatangannya kemari tak lain tak bukan adalah untuk membuktikan diri juga.

__ADS_1


“Feronica.” Tiba-tiba terdengarlah suara pelan nan dingin.


“!” Semua pasang mata terkejut melihat apa yang terjadi.


“SI PENDIAM!?” Fredirica termasuk salah satunya.


Sejak kapan Yelena ada di sana? Rossa pun baru sadar.


“….” Feronica terdiam dan perlahan melihat ke belakang.


Terlihatlah seorang gadis berambut pendek tengah menatapnya dari kejauhan.


“Oi, kok bisa?” Felicia heran.


Stephen terdiam. Dia temannya Feronica yang sudah melindunginya….


Entah karena satu dua hal, dia bisa masuk masuk ke dalam area lapang.


‘Hawa keberadaannya tak terasa.’ Feronica terdiam, ia sudah membiarkan dirinya lengah.


Yelena terdiam, ia terlihat dingin dan tenang seperti biasanya.


Kehadirannya ini masih mengejutkan banyak orang.


Kenapa tiba-tiba dia bisa ada di area lapang?


Bahkan Stephen sendiri tidak mampu menembus aura penghalang yang mengelilingi area ini.


Alasannya cukup sederhana.


Stephen mencoba masuk di saat yang kurang tepat, di saat Freiss masih punya sedikit kekuatan melawan.


Seperti yang kita ketahui, ketika pertarungan berlangsung maka akan tercipta dinding aura penghalang yang membuat pihak luar tidak bisa ikut campur.


Yelena masuk tepat di saat Freiss tak punya kekuatan untuk melawan.


Dan kini aura penghalang kembali muncul lagi.


Para murid penasaran kenapa murid teladan tiba-tiba muncul di tengah bahaya.


Bahkan aksinya tak diketahui guru reguler yang seharusnya mengawasi gerak-gerik muridnya.


Yah Yelena hanya meminimalkan aura kekuatannya saja dan menyusup masuk.


“Kau….” Feronica menatap serius.


Apa dia akan menghalanginya?


*


“Gawat, Felicia ayo masuk!” Stephen panik.


“KOK AKU?” Felicia tak paham, dia saja tak bisa masuk, ya apa bedanya dengan dirinya?


Stephen tak senang dengan kemana cerita ini bergulir.


DIA BISA MEMBAHAYAKAN TEMANNYA SENDIRI!


Stephen tak bisa menahan kegregetannya.


Namun apa daya ia hanya bisa menonton dari luar.


Memaksakan diri terdengar keren, namun tidak akan terlalu berguna.


Stephen sudah merasakan betapa kuatnya aura penghalang ini dan tidak berniat lagi mencobanya.


“….” Felicia terdiam. Tak biasanya rekannya berhenti mencoba begini.


“AYOLAH KAMU LELAKI.” Sekarang Felicia yang gregetan.


“Jenis kelamin bukan masalah! Coba saja sendiri!” Stephen tidak mau kalah juga.


Dengan percaya dirinya Felicia berjalan mendekati dinding penghalang ini.


‘Gadis kecil itu saja bisa masuk kok….’  Si Stephen ini terlalu berlebihan.


BZT!


Blugh!


Felicia jatuh dan kejang saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2