Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 139: Kerinduan


__ADS_3

Bahkan kepercayaan dirinya ikut meningkat drastis!


“HMH.” Kesombongannya akan berakibat fatal!


SWUSH!!!


Alex melesat cepat dan melancarkan rentetan serangan kegelapan!


Jelas beda dengan serangan fisik biasa!


Kini setiap serangannya sangat bahaya! Rugi sekali kalau kena!


Sang kakak tidak mau memperpanjang semua ini.


Ia tak lagi menghemat kekuatannya dan melancarkan serangan paling efektif yang bisa melumpuhkan lawannya.


SYAT!


SYUT!


Namun Stephen bisa menghindari serangannya dengan mudah!


‘Terlihat….’ Semua gerakan kakaknya kelihatan jelas. Ini aneh.


Meski sebelumnya ia kelihatan bisa mengimbangi kakaknya, namun kenyataannya ia kerepotan dengan gerakannya.


Namun kini ia bisa tahu arah serangan kakaknya.


Kok kemampuan prediksinya meningkat dratis begini ya?


“!” Kenapa adiknya semakin cepat?


Alex heran, padahal ia sudah menambahkan kekuatannya.


Namun kenapa dia makin gesit?


BUAGH!


SERANGAN STEPHEN MALAHAN MASUK!


SREETT….


Sang kakak terseret beberapa jauh….


‘Wow.’ Stephen tak menyangka bisa melakukan ini.


‘Inikah … kekuatan Feronica?’ Inilah kemungkinan yang paling bisa terjadi.


Alex tertunduk kecil, menyembunyikan ekspresinya….


Sudah bisa ditebak apa yang kini dirasakannya.


Ia agak tak terima dengan apa yang terjadi.


Kenapa disaat hampir menang selalu saja ada gangguan?


“!” Alex mengangkat kepalanya lagi dan memasang ekspresi ganas.


‘AKU TIDAK MUNGKIN FRUSTASI!’ Itu bukan dirinya sendiri!


Ia selalu percaya dengan kemampuannya dan akan selalu begitu! Sekarang kenapa malah mengeluh yang bukan-bukan!?


HUSH!


Alex mengumpukan kekuatannya lebih besar lagi!


Hempasan angin dan getaran kembali terjadi, kini lebih besar dari yang sebelumnya!


Sang kakak tidak main-main, Ia tak akan menahan diri lagi!


‘Wah.’ Stephen terkesn melihat kakaknya serius begini.


Dari dulu pun kakaknya selalu punya kejutan, dia bukan tipe yang suka mengeluarkan semuanya di awal.


Kakaknya memang pintar menyembunyikan kartu asnya.


“STEPHEN!”


“KAU AKAN BERAKHIR DI SINI!”


Alex menyatakan ultimatumnya.


Inilah tanda keseriusannya.


Sementara tubuhnya kini mulai dipenuhi bulu.


PENAMPILANNYA TERLIHAT MENYERAMKAN DI MALAM HARI!

__ADS_1


HUSH!


Tak pikir panjang Alex langsung melesat!


“Baiklah kak!”


HUSH!


Stephen maju juga!


DBUMMM!!!


Ledakan energi dahsyat pun menghancurkan sebagian besar area ini.


***


Sementara itu.


Tengah malam. Di kediaman William dan Cylene.


Terlihat sang ahli sihir tersohor, William sedang menatap langit dengan pandangan penuh arti.


“Badainya buruk sekali ya sayang.”


Datanglah perempuan cantik, isterinya, Cylene, yang juga terkenal dan punya kemampuan yang hebat.


Ia pun melihat keadaan malam yang tak tenang ini.


“Sudah lama cuaca tak seburuk ini.” William menyatakan pendapatnya.


Cylene setuju dan terpikir hal lain di benaknya. “Aku ingin bertemu para putriku….”


Sudah lama sekali, ia hampir tak bisa menahan kerinduannya.


“Tepat setelah mereka lulus, kita bisa bersama lagi.” Wiliam merasakan hal yang sama.


Cylene terdiam, perasaan rindunya jauh lebih kuat dari biasanya, dan entah kenapa bercampur rasa khawatir juga.


Hal yang sama dirasakan William.


Ia merasa seperti ada yang tak beres.


“Rossa … Fredirica … Feronica ….” Cylene hanya memandang penuh harap, ia benar-benar ingin bertemu mereka.


“Aku takut Feronica tak mau mengakui kita.” Haluan pembicaraan tiba-tiba berubah. Wiliam tak punya pilihan lain selain membahasnya.


“Aku yakin dia mengerti.” Cylene masih percaya.


Jujur saja Cylene lebih merindukan Feronica dibanding yang lain.


Mungkin terdengar pilih kasih, namun sejujurnya ia menyayangi semua anaknya.


Hanya saja kehidupan Feronica berbeda jauh dibanding saudarinya yang lain.


Putri bungsu-nya harus hidup sederhana dan diasuh orang tua angkatnya.


Semua itu demi keselamatannya….


William menggelap matanya, bahkan orang kuat dan hebat pun punya sisi lain.


“Kita tak punya pilihan sayang….” Cylene berusaha menenangkannya.


“Semua itu salahku.” William benar-benar menyesali ini.


“….” Cylene tak bisa melarang suaminya bersedih. Dan apa yang dikatakannya juga tidak salah.


Alasan kenapa putri bungsu mereka harus menjalani hidup berbeda adalah karena kutukan merah yang ada padanya.


Ada orang jahat yang merencanakan ini, dan punya hubungan dengan suaminya.


“Aku harus menyelesaikannya.” Kini sorot mata dengan tekad kuat ada pada pria ini.


“Kita … kita akan menyelesaikannya.” Cylene memegang tangan suaminya, bertekad mengakhiri penderitaan putri bungsunya.


***


“HACHI!”


“He- hei, kau baik?” Felicia kaget dengan bersin brutal gadis kecil ini.


“Ahaha….” Feronica menggosok hidungnya, entah kenapa gatal.


Apa ada yang membicarakannya ya?


“Hei, apa dia akan baik-baik saja?” Felicia terdengar khawatir.


“Ah kak Stephen? Nona tak percaya padanya?”

__ADS_1


“Bu- bukan begitu!” Bukannya khawatir atau apa, ia hanya penasaran saja!


“Kak Stephen pasti baik-baik saja.” Feronica memandang langit dengan damai.


“….” Felicia terdiam, kok dia bisa setenang itu sih?


Bukan tanpa alasan Feronica mengatakan ini.


Entah kenapa ia benar-benar yakin saja soal ini.


“Selamat malam.”


“WA!” Felicia terperanjat, tiba-tiba ada suara!


“Kenapa?” Terlihatlah sosok yang tidak asing.


“Tuh kan.” Apa yang ia bilang. Feronica tersenyum santai.


“STEPHEN!?” Felicia tak menyangka!


“?” Stephen heran kenapa rekan lamanya sekaget itu.


“Ta- tapi kau sedang bertarung dengannya….” Felicia bergetar. Ia masih tak percaya.


“Oh? Kakakku pergi lagi.” Stephen menggaruk kepalanya sambil tersenyum.


“A- apa?” Kenapa santai sekali mengatakannya? Seolah tanpa beban saja?


Tak masuk akal, namun inilah kenyataannya.


Dengan cepat Stephen mengatakan apa yang terjadi.


Dan inti dari penjelasannya itu adalah, kakaknya sudah pergi dan pertarungan berakhir.


Felicia terdiam, rasanya barusan ia seperti mendengar cerita karangan saja.


Namun apa yang dikatakannya juga bisa dipertangggung jawabkan.


Felicia tahu betul sifat Tuan Alex yang takkan melepaskan lawannya dengan mudah, dan kalau Stephen bohong, tentu dia akan datang dengannya dan membawa pertarungan ke sini.


Namun dia datang seorang diri dan bahkan tanpa luka yang berarti.


“Syukurlah keajaiban datang pada kita.” Feronica menghela nafas lega.


“He- hei kau pakai trik apa?” Felicia mendekat, ia ingin tahu rahasia rekannya ini.


“Kau terlalu dekat….” Stephen malah merasa risih.


Feronica tersenyum kecil, mereka berdua memang dekat ya.


***


“SIALAN!” Alex mengumpat di sepanjang perjalanannya.


Ia tak menyangka adiknya sendiri bisa membuatnya mundur begitu.


Semua itu karena energi merah sialan yang menyusahkannya.


Bahkan dengan kekuatan seriusnya, dia masih bisa bertahan.


Kini tak ada pilihan lain selain mundur sementara waktu.


“SIAL!”


***


Waktu pun terus berjalan, dan pagi hari yang cerah menyambut ketiga makhluk yang berdiri bersama ini.


“Lihatlah kekacauan yang kalian buat.” Felicia tak menyangka betapa masifnya kehancuran akibat pertarungan semalam.


“Y- yah.” Stephen bukannya tak mau tanggung jawab, tapi itu tak terhindarkan sih.


“Biarlah alam melakukan urusannya sendiri.” Feronica menolak pinggang, tak mau ambil pusing juga.


“….” Felicia tak menyangka bahasa gadis kecil itu berat juga.


Yah untuk sekarang memang mereka tak bisa melakukan apapun untuk membereskan semua ini sih.


Tak ada yang punya kemampuan sihir untuk membereskan kekacauan ini dengan cepat.


Biarlah semua yang terjadi ini dibereskan sama makhluk lain, hehe.


Stephen terdiam, rasanya ada yang kelupaan.


“TUNGGU DULU.” Akhirnya ingat juga.


KENAPA BELUM ADA YANG DATANG MENGECEK SEMUA YANG TERJADI DI SINI?

__ADS_1


__ADS_2