Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 72: Lebih Kuat


__ADS_3

DDRRRTT....


DDRRTTT....


Sihir Feronica dengan cepat menyebar ke seluruh area hampa kosong dan gelap ini, bersinar terang warna coklat yang jika dilihat dengan seksama ternyata indah juga.


Pola sihir yang muncul lebih rumit dari biasanya, ini menandakan bahwa teknik Feronica ini tidak sama dengan yang digunakannya sebelumnya.


Dengan semua kekuatan yang telah dikumpulkan sebelumnya, kini terwujud dengan teknik sihir yang begitu luar biasa, memang begitulah cara kerjanya, tidak mungkin juga setelah mengumpulkan energi besar namun malah kekuatan serangannya tidak sepadan dengan energi kekuatan yang telah dikumpulkan itu bukan?


Dengan mengumpulkan kekuatan sihir yang besar juga akan menghasilkan teknik sihir yang jauh berada di atas rata-rata, dan inilah yang Feronica sedang lakukan sekarang.


KRAK!


Tidak hanya getaran yang makin lama makin kuat, diselingi juga dengan suara seperti sesuatu yang retak, seakan ada sesuatu yang hancur di sini.


Ruang kosong gelap ini semakin tidak stabil dengan semua yang terjadi sekarang, tidak ada lagi yang namanya ruang hampa, kini semua di seluruh area ruangan ini hanya ada energi kekuatan Feronica yang semakin lama semakin kuat.


Seolah memang energi kekuatan Feronica mengikis habis sihir kegelapan ini, dan memang rasanya itulah yang paling tepat untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi di sini.


Tidak peduli dengan apa yang terjadi sekarang, energi kegelapan pria itu perlahan namun pasti tergerus dan tergantikan dengan kekuatan yang sekarang terpancar dari Feronica.


Sedang pria itu hanya terdiam sembari menyaksikan apa yang sedang terjadi sekarang. Beberapa saat kemudian, ekspresi tidak percaya dari pria itu berangsur-angsur menghilang dan kini ia terlihat lebih tenang sekarang.


Ia menyadari sesuatu, apa yang dihadapinya sekarang hanyalah gertakan saja, pada kenyataannya tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan di sini.


Lagipula tempat ini bagaikan dunianya, kekuasaannya, jadi mengapa harus berlebihan menganggap serangan lawan seperti ini?

__ADS_1


'Hah, sihir seperti ini tidak akan mempan pada sihirku....' Pria itu sedikit tersenyum kecil, rasa keterkejutannya tadi sirna seketika, kini ia kembali ke kepercayaan dirinya lagi.


Pria itu tidak menyangka sampai sejauh ini aksi dari seorang pengganggu rencananya itu, padahal ia pikir tidak perlu serius pun pada akhirnya gadis itu akan bernasib sama dengan target awalnya tadi.


'Sudah lama aku menantikan ini, siapa sangka gadis kecil itu bisa membuatku tertarik sampai seperti ini?'


'Sudah belasan tahun aku dikurung, dan saat seperti ini yang kutunggu-tunggu!'


Pria itu kembali menunjukkan raut percaya dirinya, terlepas dari apa yang sekarang terjadi di sini. Kini aura sihir kegelapan sudah benar-benar hampir hilang sepenuhnya, yang itu berarti serangan dari gadis kecil ini benar-benar menguasai area ini.


Pria itu mengangkat tangannya ke atas, aura kegelapan berkumpul di sekitarnya dengan cepat, dapat terlihat ia pun menghimpun kekuatan yang sama untuk mencegah suara retakan dan getaran ini terus berlangsung.


'Kekuatan manusia itu terlalu lemah, dari dulu sudah seperti itu... haah ... jadi jangan buat aku berharap lagi kali ini....' Pria itu menatap tajam ke arah lawannya, kini ia bisa melihat begitu serius perlawanan lawannya itu, namun tetap tidak bisa membuat harapannya naik.


'Jika aku mengakhirinya dengan cepat, maka aku akan kehilangan rasa menyenangkan ini....' Kini suara retakan dan getaran yang tadinya kencang mulai berangsur-angsur mereda, pria itu berhasil mengumpulkan energi kegelapan untuk menekan kekuatan gadis itu dan ternyata berhasil adanya.


"Lihat ... dirimu sudah seperti apa ...." Mata kuning pria itu menyorot tajam pada keadaan Feronica sekarang ini, di banyak bagian tubuhnya menetes darah segar dari tanda merah bercahaya miliknya.


Hawa energi sihir yang begitu melimpah terasa dengan jelas ketika tanda itu mulai berubah dari gadis itu, seketika itu juga pria itu tahu kemungkinan besar dari tanda ini.


"Kekuatanmu sendiri adalah kelemahanmu...." Nada kasihan terdengar jelas dari pria ini, melihat kondisi Feronica sekarang memang membuat siapapun yang melihatnya mungkin akan bergidik ngeri.


Bagaimana tidak? Dengan banyak darah menetes dari kepala, tangan, dan kakinya itu adalah pemandangan yang tidak terlalu bersahabat, sedang kini Feronica menunduk perlahan dan darah tidak kunjung berhenti juga mengalir dari tubuhnya.


Pria itu merasa hawa kekuatan sihir Feronica mulai melemah, namun lingkaran sihir berwarna coklat masih ada menjangkau seluruh area ini.


Pria itu punya pertanyaan lain sekarang.... 'Mengapa lingkaran sihirnya ini tidak menghilang?'

__ADS_1


Memang adalah wajar bilamana ketika kekuatan sihir menghilang begitupula dengan lingkaran sihir pemilik kekuatan ini. Karena memang keduanya saling berhubungan satu sama lain.


Namun mengapa malah sekarang tanda sihir itu tidak kunjung menghilang padahal hawa kekuatannya sudah menurun seperti ini?


Pria itu hanya bisa diam dengan pertanyaan ini, sedang yang ia lihat adalah gadis kecil ini yang berdiri tertunduk seolah sudah kepayahan dengan apa yang sekarang terjadi ini.


Bisa diperkirakan gadis itu memang sudah mencapai batasnya, mengingat tadi ia begitu banyak mengeluarkan energi sihir dengan besar dalam waktu yang singkat.


"Hehehe...." Sudah sewajarnya memang keadaannya seperti itu, toh memang dia ini hanyalah manusia biasa yang sama seperti yang lain, melihat ini membuat pria itu sedikit terhibur.


Melihat seorang tersiksa karena ulah sendiri tidak pernah terasa semenyenangkan ini, rasanya ini menjadi angin segar bagi pria ini setelah beberapa waktu berlalu.


Niatnya untuk mengakhiri ini secepat mungkin jadi hilang, dan kini ia memilih untuk melihat lawannya menderita perlahan, rasanya memang ini akan lebih menyenangkan ketimbang mengakhiri semuanya sekaligus.


Feronica masih tertunduk di sana, jika dilihat dari luar memang ia nampak tidak berdaya lagi, bahkan hawa kekuatannya pun kini tidak seagresif awal. Apa mungkin ini adalah pertanda apa yang dipikirkan pria itu benar?


Tidak ada yang tahu selain diri Feronica sendiri, yang pasti terlepas dari begitu banyak luka yang sekarang ada padanya, tanda merah yang ada padanya masih ada dan menyala terang meskipun hawa kekuatannya sudah kian menurun sekarang.


Tubuhnya pun tak kunjung roboh meskipun terlihat tidak berdaya, biasanya di kondisi seperti ini seseorang yang kehilangan sebagian besar energi sihirnya berdampak pula pada kekuatan fisiknya.


Jadi mengapa Feronica masih berdiam diri sembari tertunduk? Bukankah itu artinya ada hal lain yang terjadi di sini?


Pria itu hanya menganggap Feronica sedang merenung menyadari kelemahannya sekarang, akan seberapa banyak usaha yang dikeluarkannya, hasil akhirnya tetap tidak akan berubah.


Menyerah adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan saat ini, karena dengan begitu ia tidak usah menyiksa diri lagi dengan usaha yang sia-sia dan menerima dengan baik akhir yang menjumpainya di sini.


Pria itu masih menatap lawannya yang pada akhirnya mulai terjatuh perlahan ke depan. 'Akhirnya....' Setelah banyak hal terjadu akhirnya semuanya berakhir juga, tidak buruk juga ia menemui gadis ini yang berarti ia punya dua mangsa sekarang dan tidak sabar untuk memuaskan rasa dahaganya setelah sekian lama berlalu.

__ADS_1


Syut...


Dan tanpa ia sadari lingkaran sihir coklat yang masih mengelilingi area ini perlahan berubah menjadi kemerahan seperti darah.


__ADS_2