Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 102: Tidak Terduga


__ADS_3

'Dengan ini aku sudah menghancurkan tempat di mana targetku ada....'


Kemenangan sudah ada di tangannya sekarang, ia tidak lagi peduli dengan seberapa banyak kekuatan yang telah ia keluarkan, apalagi akibat yang ditimbulkan. Selama semakin dekat dengan tujuan maka memang itulah yang harus dilakukan.


Orang-orang yang menghalangi jalannya akan menerima akibat yang sama. Ia tidak pandang bulu akan siapapun yang menjadi lawannya dan sekarang ia yakin sudah mengakhiri tugasnya di sini. Meski memang tujuan utamanya masih belum tercapai.


'Aku belum menemukan dua orang murid yang dimaksud olehnya.'


'Kebanyakan orang di sini sudah berpindah tempat, apa tempat ini benar-benar sesuai yang dirumorkan itu?'


Orang berjubah hitam itu heran akan perginya orang-orang dari tempat ini. Apa tempat ini mencetak para ahli sihir hebat? Tidak mungkin dibuktikan dengan apa yang terjadi sekarang bukan?


Seharusnya murid-murid di sini tidak kabur, melainkan ikut melawannya sekarang bukan? Dengan begitu maka akan jadi bukti kuat rumor tentang akademi sihir ini benar adanya.


'Sudah kuduga, ini hanyalah sekolah biasa yang ada di tempat terpencil, sayang sekali reputasinya yang terlalu dilebih-lebihkan seperti ini....'


'Dan sekarang aku melihat yang lebih buruk dari itu... mengapa dia bisa ada di sini?'


'Aku tidak mengerti dengan jalan pikirannya... kini dengan ini seharusnya ia sadar akan kenyataan dia tidak bisa bergantung pada manusia yang lemah.'


Seorang berjubah hitam ini tidak berhenti memikirkan saudaranya, dan menyayangkan keputusannya untuk berpihak pada manusia.


Bahkan sejak sebelum saat ini pun ia tahu akan bagaimana sikap saudaranya, pertemuan ini membuatnya muak dengan ingatannya yang terdahulu, seolah memang ia kehabisan cara untuk meyakinkan saudaranya.


'Tidak lama lagi manusia yang kau percaya itu akan mati. Dengan begitu kuharap kau sadar jati dirimu yang sebenarnya.'


Kekuatannya kini semakin membesar dan membuat apa yang ada di bawahnya sudah pasti akan lenyap, karena itulah kini ia bersantai saja di melayang di udara dan melihat kehancuran indah yang tak lama lagi akan terjadi.


Orang berjubah hitam itu masih punya rencana lain jika ia tidak bisa menemukan kedua targetnya sekarang, yaitu dengan menghancurkan tempat ini, tentunya akan menjadi awal bagus untuk menarik perhatian mereka.


'... Dia pasti bangga dengan apa yang kulakukan ini....' Seorang berjubah hitam ini begitu yakin apa yang sekarang diperbuatnya bisa mendatangkan pujian baginya.


Kini hanya tinggal menunggu sedikit waktu saja, sampai semuanya selesai dan pada akhirnya melanjutkan tujuannya yang sebenarnya karena para pengganggu ini sudah tidak ada.


"Sihir Gelap: Perlindungan." Perlahan namun pasti ada seperti bola hitam yang melingkupi seluruh tubuh orang berjubah hitam ini, sebagai persiapannya untuk berlindung dari serangannya sendiri.


Serangan berskala besar itu akan cukup merepotkan dan menimbulkan efek yang luas, dengan sihir pertahanan maka ia hanya tinggal menunggu sampai semua yang di sini hancur dan menikmati hasilnya.


Bisa saja ia tidak menggunakan sihir ini, namun untuk apa ia merepotkan diri dengan bertahan tanpa sihir? Terlebih lagi ia merasa karena pertarungan sebelumnya, jubah hitam yang ada pada tubuhnya tidak bisa lagi menutup seluruh tubuhnya.


Ini membuatnya harus menggunakan sihir pertahanan tambahan untuk memastikan ia tidak terpengaruh dengan serangan sihirnya sendiri.


Syuuuutt...


Kini sihir pertahanan seperti bola hitam sudah melingkupi seorang berjubah hitam itu dengan sempurna, kini ia hanya bisa merasakan apa yang terjadi di dalam sihir pertahanannya, sedang pandangannya tertutup oleh teknik yang sedang dilakukan.


Ia bisa merasakan aura kekuatan sihir serangannya bertambah kuat dari sebelumnya, kini getaran kencang mulai terasa sebagai tanda tidak lama lagi bola hitam besar itu mendarat di tanah.


'Hehehe....'


Ia begitu bangga dengan apa yang dilakukannya ini, setidaknya ia berlaku adil dengan hanya melenyapkan orang-orang yang menghalangi jalannya. Tindakannya ini dilakukan dengan alasan yang kuat dan tidak hanya asal-asalan saja, ia menganggap ini adalah hal yang harus dilakukan.


Jikan saja kedatangannya tidak disambut seperti ini, maka semuanya akan berjalan dengan mudah, ia bisa menangkap kedua orang targetnya dan tidak ada siapapun yang terluka atau berakhir di sini bukan?


Namun orang-orang ini menghalangi jalannya secara terang-terangan, jadi tidak ada hal yang lebih baik lagi dilakukan selain memaksa mereka untuk sadar akan siapa yang sebenarnya mereka hadapi.


SSSYYUUUT!

__ADS_1


'....'


'!'


'Ada apa ini....?'


'Aneh....' Seorang berjubah hitam itu merasa ada sesuatu yang berbeda... ia tidak merasakan lagi aura kekuatan serangan bola hitam besarnya.


Padahal sudah jelas-jelas ia merasakan kekuatan yang terpancar begitu kuat dan juga getaran yang tadi muncul. Lantas mengapa tiba-tiba semuanya itu seolah hilang tak berbekas?


Seorang berjubah hitam itu tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi sekarang, namun berdasarkan apa yang ia rasakan saat ini, sudah jelas ada kejanggalan yang terjadi di sini.


'Aku tidak membatalkan sihirku... tapi kenapa?' Kini dalam benaknya penuh pertanyaan, untuk menjawab pertanyaannya ini pertama ia harus melihat keadaan sekitar dengan mata kepalanya sendiri. Dengan perlahan ia membatalkan pula sihir pertahanan bentuk bola yang melindungi seluruh tubuhnya.


"Kenapa....?" Seorang berjubah hitam itu tidak paham apa yang terjadi di sini.


Tepat setelah sihir pertahannya hilang, ia bisa melihat kepulan asap putih dari tempatnya sekarang. Energi yang begitu kuat tadi seolah menghilang tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.


Dengan cepat seorang berjubah hitam itu menguatkan aura kekuatannya dan seketika itu juga angin kencang muncul dari atas di tempat ia sedang melayang di langit, mengibaskan asap putih yang menghalangi pandangannya ke bawah.


SSSHHHH...


"...." Apa yang sekarang terjadi benar-benar aneh, sihir serangan bola hitam yang begitu kuat darinya kini benar-benar menghilang tak menyisakan apapun.


Seolah sihir serangan bola hitam miliknya tadi menguap menjadi asap dan tidak mengenai apa yang ada di bawahnya.


'Tidak ada masalah dengan kekuatan yang kukeluarkan....' Seorang berjubah hitam ini yakin energi sihirnya stabil setelah melancarkan sihir besar itu.


Lantas mengapa energi sihirnya tiba-tiba menguap dan menghilang seperti ini? Sebelumya tidak pernah terjadi hal seperti ini. Alasan apa yang paling mungkin untuk bisa menjelaskan hal ini?


Seorang berjubah hitam itu yakin dengan pasti tidak ada masalah dengan kekuatan yang ada dalam dirinya, ia tidak merasakan sesuatu bahkan ketika mengumpulkan energi sebanyak tadi.


'Apa dia barusan menggunakan jebakan padaku?' Ia berpikir mungkin saja saudaranya ada hubungan akan mengapa serangannya bisa tiba-tiba terhenti di tengah jalan seperti ini.


Karena memang sihir gelap adalah kekuatan yang fleksibel dan bisa melakukan berbagai macam hal, termasuk mengganggu serangan sihir lawan.


'Apa mungkin dia melakukannya saat aku lengah?' Orang berjubah hitam itu yakin kemungkinan ini yang paling bisa diterima sekarang, pasalnya ia kini melihat saudaranya itu menatapnya dengan penuh arti sekarang, seolah memang seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


'... Apa mungkin kekuatannya bereaksi terhadap seranganku, dan dengan mudahnya ia bisa menghentikannya?' Tidak berhenti di situ, seorang berjubah hitam ini berusaha untuk menggali lebih dalam soal ini.


Memang kemungkinan itu bisa terjadi, namun fakta bahwa saudaranya itu sama sekali tidak bereaksi apapun selain memandanginya adalah kejanggalan yang jelas di sini.


Bagaimana mungkin saudaranya bisa menahan serangan ini dan tetap bereaksi biasa seperti itu? Bukankah seharusnya dia bahkan menunjukkan reaksi yang berbeda?


Karena memang kekuatan yang dikeluarkannya ini bukanlah kekuatan yang kecil melainkan besar dan untuk seukuran saudaranya ini maka perlu usaha yang lebih untuk bisa menghentikannya.


Namun yang sekarang di lihatnya tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya, jika terus percaya akan kemungkinan ini rasanya cukup berat.


'Bahkan dia dalam kondisi biasa seharusnya tidak mampu menghentikan seranganku....' Seorang berjubah hitam itu tidak percaya jika serangannya itu dihentikan oleh saudaranya, terlalu tidak masuk akal bahkan ketika sudah dipikir berkali-kali pun.


Jadi apa sebenarnya yang terjadi di sini? Seorang berjubah hitam ini belum juga menemukan alasan yang dapat di terima akan kejadian seperti ini.


'Kekuatan gadis itu kah?' Kini pandangannya tertuju pada gadis berambut panjang dengan sorot mata merah yang menatapnya tajam. Memang tidak bisa dipungkiri kekuatan manusia yang ia lihat ini berbeda dari kebanyakan orang.


Bahkan untuk ukuran seorang gadis kecil sepertinya yang penampilannya tidak jauh berbeda dengan seorang murid sekolah sihir, hanya saja tanpa seragam yang biasa dikenakan.


'Kekuatannya setara dengan kebanyakan ahli sihir yang ada, dia ini memang menarik....' Seorang berjubah hitam memikirkan akan ini, dari tadi memang ia cukup tertarik dengan gadis ini, namun saudaranya benar-benar menghalanginya.

__ADS_1


'Kekuatannya terpancar ke seluruh area, bahkan membuat bangunan di sini masih berdiri kokoh. Mengesankan untuk seorang gadis kecil sepertinya."


'Jika saja dia tidak bisa menghentikannya, apalagi seorang manusia?' Seorang berjubah hitam itu tahu benar akan kemampuan manusia biasa. Mungkin memang ada hal yang berbeda dari gadis ini, namun tidak mengubah kenyataan bahwa dia hanyalah manusia biasa.


'Tidak peduli seberapa berbeda kekuatannya dari yang lain, manusia tetap makhluk yang rapuh.' Seorang berjubah hitam ini begitu yakin dengan pemikirannya ini. Ia tidak memusingkan bukti yang terjadi di sekitarnya soal gadis kecil ini.


Dengan berbagai kemungkinan yang telah dipikirkan, tidak ada yang benar-benar membuatnya puas. Hilangnya kekuatan sihir gelap di tengah jalan masih jadi pertanyaan baginya.


"Kak... manusia tidak seperti yang kau kira...." Dan akhirnya terdengar suara dari saudaranya sendiri yang menatapnya dari bawah, seolah berusaha bicara dengan nada yang meyakinkan.


"... Kau tidak bisa berdalih lagi, berhubungan dengan manusia hanya membuat dirimu semakin menyedihkan....' Seorang berjubah hitam ini tidak terpengaruh dengan perkataan yang terdengar meyakinkan tadi. Tetap saja baginya adalah penghinaan ras yang kuat berbaur dengan yang lemah.


"Ah, ternyata pakaianmu sama seperti kak Stephen...." Tiba-tiba terdengar suara gadis kecil yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan ini, membuat seorang berjubah hitam ini langsung melihat ke dirinya sendiri.


"!" Seluruh jubahnya kini hancur tak bersisa, hanya menyisakan pakaian hitam yang pekat dan juga wajahnya yang masih tersembunyi dari balik topeng dengan warna yang sama.


Terlihat jelas perawakan yang terlihat darinya sekarang, yakni seorang pria dengan postur tubuh yang sedikit lebih besar dari Stephen.


"Selanjutnya akan lebih baik jika penutup wajahmu terbuka... hehe...." Gadis kecil ini sedikit tertawa dengan raut wajah yang tertarik akan apa yang akan terjadi selanjutnya.


'Bagaimana bisa?!' Seorang berjubah hitam ini tidak menyangka jubah pelindung yang menutup identitasnya bisa hancur sepenuhnya seperti ini, padahal tadi helai demi helaian saja yang jatuh dengan lambat, namun kini semuanya benar-benar hancur tidak bersisa lagi.


'Aku tidak menyadarinya!' Bahkan dengan kekuatan sihir gelap masih juga belum bisa meregenerasi jubah hitam pelindungnya ini, dan kini ia benar-benar baru menyadarinya.


'Jubah hitamku benar-benar hancur...padahal biasanya robekan akan pulih dengan sendirinya... tapi kali ini....'


'Apa mungkin?!' Seorang yang kini jubahnya sudah rusak itu ternyata adalah seorang pria yang berpenampilan serba hitam, yang sayangnya wajahnya masih tertutup oleh topeng hitam.


'Orang tua besar tadi menghancurkannya? Apa serangan fisiknya itu bukan serangan biasa?!" Kini pria bertopeng hitam akhirnya sadar akan mengapa jubah hitamnya bisa hancur. Memang beberapa waktu lalu ia beradu kekuatan fisik dengan cukup intens.


Jadi itulah alasannya mengapa jubah hitamnya kini bisa hancur sepenuhnya? Orang misterius bertopeng hitam ini tidak menyangka bisa terjadi hal seperti ini.


Ini berrati bahkan setelah pertarungan dengan orang tua besar tadi berakhir, efeknya masih tetap ada sampai sekarang. Hal ini memang sama sekali tidak terpikirkan olehnya.


Padahal yang ia terima itu rentetan serangan fisik dan bukan serangan sihir dengan beban tinggi, namun tetap saja bisa membuat jubahnya rusak total meski perlahan-lahan.


'Kekuatan fisik orang tua tadi ternyata besar juga....' Orang berjubah hitam itu sadar akan hal ini, kenyataan bahwa serangan fisik manusia bisa menghancurkan pertahanan luarnya dan sekaligus sebagian kecil identitasnya.


Memang sedari tadi suara yang dihasilkan oleh orang bertopeng hitam ini netral dan bergema, bahkan sampai sekarang, jadi sulit menentukan apakah dia ini laki-laki atau perempuan. Namun setelah tidak ada lagi jubah yang menutupinya, kini dapat dipastikan orang bertopeng ini adalah pria.


'Tidak masalah! Aku akui kekuatan pria besar tadi memang hebat, tapi tidak cukup kuat untuk menghadapiku....'


Seorang bertopeng hitam itu mulai tenang kembali, ia tdiak terprovokasi dan marah karena hal ini, memang kelalaiannya inilah yang mengakibatkan identitasnya sedikit terbongkar.


"Ah, tunggu sebentar di sana... aku mau pastikan pakaianmu sama tidak dengan Kak Stephen...." Feronica meloncat, dan lompatannya itu tinggi sekali sampai hendak mencapai seorang bertopeng hitam.


"Feronica!" Sontal Stephen terkejut dengan apa yang dilakukan oleh rekannya ini, ia pun hendak meloncat, namun tiba-tiba mengurungkan niatnya.


'Apa dia ini gila mendekatiku?!' Seorang bertopeng hitam ini tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Namun tidak peduli apa yang terjadi, ia melihat ini sebagai kemenangannya.


"Lihatlah Stephen! Akibat dari mengabaikan jati dirimu!"


GRAP!


Dengan cepat orang bertopeng hitam itu memegang dengan keras leher Feronica, bahkan sampai urat-urat di tangannya terlihat jelas.

__ADS_1


"Feronica!" Mata Stephen terbuka lebar melihat hal ini, rekannya yang begitu ia pedulikan ada di tangan saudaranya dan dengan kekuatan fisik yang seperti itu maka Feronica bisa....


"Mati...." Seorang bertopeng hitam itu tersenyum melihat ke arah gadis yang tak berdaya di tangannya.


__ADS_2