Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 127: Perlawanan


__ADS_3

“Tch.” Felicia terdiam, kenapa dia jadi begini?


Kemana Stephen yang dulu begitu hebat dan kuat, yang bahkan mencuri hatinya?


Yang tersisa hanyalah kenangan masa lalu, yang tidak indah pula.


Felicia mendekati Stephen yang terbaring, terlihatlah tekadnya untuk melakukan apa yang harus dilakukan.


….


Namun beberapa saat berselang perempuan itu masih berdiri saja, belum melakukan sesuatu yang berarti.


Padahal inilah kesempatan yang ia tunggu-tunggu dari awal.


Waktunya pembalasan atas apa yang sudah dia lakukan.


Felicia menarik nafas kecil, ia tidak percaya malah membiarkan keragu-raguan menguasai dirinya.


Sret.


Ia mengarahkan tangannya ke arah pemuda itu, perlahan namun pasti energi mulai terkumpul di tangannya.


Raut wajahnya berubah, yang sebelumnya penuh tekad jadi penuh emosi….


“Tuan Alex … aku berhasil….”


HUSH!


BUAAGHHHH!


Seketika itu juga Felicia terlempar ke sisi lain ruangan! Seolah sudah dipukul!


Dan pada kenyataannya memang benar begitu, Sebuah tinjuan solid dari seorang gadis dengan tanda merah disekitaran tubuhnya!


BRUGH!


Felicia memegang wajahnya, aah wajah cantiknya….


SRET.


Dan langsung menatap tajam pada sang pelaku yang sudah meninjunya keras. “Kaaau….” Felicia menggertak.


Hampir saja ia bisa balas dendam, dan malah diganggu begini! Kenapa!?


Kenapa dia bisa sadar bahkan setelah terkena teknik kena mental miliknya!?


Dia sudah tidak berdaya tadi dan keadaan harusnya semakin memburuk! Tapi kenapa malah dia bisa kembali lagi dan menyerangnya!?


Felicia makin muram, ia jelas tidak senang dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


Dan apa-apaan dengan tanda merah keren di wajahnya itu!?


Sret.


Felicia bangkit dan kini gadis kecil yang harusnya tumbang itu menatapnya tajam.


“Bocah….” Terdengarlah nada kesal sekaligus amarah yang memuncak.


“….” Feronica dipenuhi tanda kemerahan yang keren sekaligus mengerikan, ekpresinya datar dan masa bodoh.


Perbedaan seratus delapan puluh derajat terlihat di sini. Tidak ada lagi Feronica yang ramah dan lembut. Yang ada hanyalah sisi lainnya yang dimana tidak mau dilihat orang lain.


Felicia tidak peduli dengan yang lain, kini sang perempuan cantik dan anggun inipun berubah jadi muram, garang dan bisa membuat para pria ketakutan juga.


Tidak peduli dengan raut wajahnya yang brutal, Felicia bisa merasakannya, sebuah kekuatan asing dari gadis kecil ini.


Keinginannya untuk maju serampangan dan memberinya pelajaranpun sirna.


Ditengah amarahnya yang memuncak, Felicia masih bisa menahan dirinya, jarang-jarang ia bisa seperti ini….


Feronica melihat ke arah Stephen yang terbaring lemas, dan seketika itu juga raut wajahnya perlahan berubah.


Tak ada lagi raut wajah kosong tajam, kini sorot matanya dilengkapi dengan tekad dan emosi yang besar!


“Heeeh?” Felicia tahu apa yang terjadi di sini.


Dugaannya benar.


Stephen punya hubungan dengan gadis ini.


Buktinya sudah jelas, tidak mungkin dia menatapnya begitu kalau tidak ada hubungan apapun.


“Kau marah gadis kecil….?” Terdengarlah nada mengolok dari sang perempuan cantik ini.


HUSSH!


Seketika itu juga aura kekuatan luar biasa terpancar darinya, sungguhlah bukan kekuatan dari gadis seusianya!


Felicia tahu betul seberapa batas kekuatan dari gadis seusianya, namun ini jelas berlebihan.


HUSH!


Felicia tak mau kalah, ia melakukan hal yang sama pula, mempertunjukkan aura kekuatannya yang hebat juga.


Dari saat mengumpulkan aura kekuatan saja sudah membuat seisi rumah bergetar hebat dan bisa ambruk kapan saja.


DRRRTT!


Kedua tatapan tajam beradu satu sama lain, kalau diteruskan memang bangunan ini bisa rata dengan tanah!


HUSH!


Namun keduanya tak peduli dan tetap maju!


Kalau begini pertarungan mereka akan ter-ekspos dan akan diketahui semua warga kota Frost!


‘Bukan itu rencanaku,’ batin Felicia.


Adegan berlangsung lambat dan dramatis, yah kebanyakan orang mungkin menyangka akan terjadi pertarungan hebat penuh ledakan dan kehancuran, dan bisa jadi masuk nominasi pertarungan yang tak boleh dilewatkan di tahun ini.


Jikalau begitu rencana yang dilakukannya di awal akan sia-sia dan tidak berguna sama sekali. Untuk apa Felicia menyamar dengan tinggal di rumah kecil dan menjebak dua makhluk yang punya urusan dengannya ini?


Nyatanya Felicia sudah bersiap dengan kemungkinan yang bisa terjadi.


Dan termasuk momen sekarang ini.


Felicia yakin seratus persen gadis ini pasti punya sesuatu yang menarik perhatian Stephen. Dan benarlah dugaannya.


Gadis kecil itu punya tanda aneh seperti api menyala disekujur tubuhnya dan juga bisa melepaskan diri dengan mudah dari tekniknya.


Felicia membuka matanya kembali, dan mulai mengucapkan sesuatu. “Portal Dimensi Baru.”


SRRIINGGGG!


Seketika itu juga cahaya putih menelan mereka berdua tepat sebelum beradu kekuatan satu sama lain.


***


SRING!

__ADS_1


DBUMMMM!!


Terjadilah ledakan dahsyat dan langsung menimbulkan hempasan angin hebat.


SSUWSSH!


Kedua insan yang sedang bertarung itu terhempas masing-masing ke sisi arena.


“….” Feronica menahan tubuhnya dengan satu tangannya, berdiri dan melihat sekitar, ia berada di tempat lain….


Sebuah tempat luas, lebih tepatnya area terbuka luas.


Tempat ini tidak asing, begitu mirip dengan….


“NOSTALGIA?” Terdengarlah suara Felicia dari kejauhan.


“….” Feronica terdiam, tak bisa dipungkiri memang tempat ini mirip dengan tempat yang diketahuinya, lapangan pertandingan luas, lapangan kedua sekolahnya.


Kenapa dia bisa membawanya ke tempat ini? Feronica heran dalam keseriusannya.


“Hemm.” Felicia memainkan rambutnya, ia bangga dengan teknik yang diperlihatkannya ini.


Benar, ia menggunakan sebuah teknik sihir tingkat tinggi yang bisa mereplika sebuah tempat dari ingatan lawannya sendiri.


Sungguhlah teknik rumit yang menguras tenaga, namun baginya yang begini tak ada apa-apanya.


Feronica melihat sekitar lagi. Dan mau dilihat dari sisi manapun tetap saja ia merasa sedang ada di area pertarungan luas.


HUSSSSH!


Feronica menguatkan aura kekuatannya lagi, barangkali ada sesuatu yang terjadi.


“Per-cu-ma sayaaang~” Felicia menatapnya dengan senyum meremehkan.


Ia tahu gadis kecil itu sedang berusaha melakukan sesuatu dengan menguatkan aura kekuatannya sendiri. Apa dia pikir bisa keluar dari tempat ini hanya dengan begitu saja?


Felicia tidak main-main, ia sudah mempersiapkan teknik ini dengan matang dan menimalkan celah yang ada, jadilah sebuah teknik tingkat tinggi yang makyus dan sangat mantap.


“….” Tidak terjadi apa-apa, Feronica pikir tempat buatan ini rentan pada energi kekuatan, namun ternyata tidak sama sekali.


Sret.


Feronica tak lagi memandang sekitar, melainkan langsung pada sang lawannya sendiri! Perempuan cantik menyebalkan!


Felicia tak gentar dengan aura kekuatan yang besar itu, bagaimanapun juga lawannya hanyalah gadis kecil, jadi ia tak perlu seriu-


BUAAAGHHH!!


Pukulan solid masuk! Kena telak pada wajah cantiknya!


SWUSH!


BRUGH!!


Ia terhempas sangat kencang dan terbentur lebih kencang lagi!


Hempasan kencang tercipta sekaligus debu tanah menyelimuti area ini.


Terilhat jelas Feronica berdiri sembari mengangkat tinju kanannya yang berasap. Ia menunduk kecil, namun wajah keseriusannya tak bisa disembuyikan juga.


Tak disangka satu pukulan biasa dari seorang gadis kecil bisa berefek begini.


Padahal jelas-jelas Felicia tak lengah dan diselimuti dengan aura pertahanan yang kuat pula, tapi kenapa malah terhempas begitu?


Sret.


Perlahan namun pasti terlihat seorang perempuan dibalik debu tanah yang mengepul ini … berdiri.


HUSH!


HUSH!


Ia mengibaskan debu yang menghalanginya ini!


Felicia memegang wajahnya, ia tak menyangka bakal kena serangan yang sama … dua kali!


Kenapa wajah cantiknya jadi incaran terus begini!?


Apa dia iri!?


“….” Kenyataannya Feronica tidak punya masalah apapun dengan wajah lawannya. Asalkan serangannya kena, ia akan menyerang ke bagian manapun.


Dan kebetulan Feronica mendeteksi adanya celah pada wajah lawannya, dan prediksinya tepat.


Serangan pukulan dua kalinya tak sia-sia dan malahan berbuah manis!


“Uuuuh~” Felicia mengelus-elus wajahnya, kalau begini terus kecantikannya bisa luntur dong!


Sret.


“KAU AKAN MEMBAYARNYA GADIS KECIL!” Felicia menunjuk dengan murka, gadis ingusan itu harus diberi pelajaran!


Sreet.


“Sihir Tanah: Penjara Tanah.”


DDDRTT!


Seketika itu juga Feronica terjebak di dalam penjara tanah! Ia sempat menghindar!


“Heh.” Senyum kecil tergurat di wajah perempuan cantik ini.


Kini gadis kecil itu akan tenang dan bisa langsung dibawa pada Tuan Alex.


Ia tak mau menghabiskan banyak waktunya di sini, ia sibuk dan banyak urusan.


“HMH!” Feronoca memegang jeruji tanah penjara sambil menggembungkan pipinya, kelihatan kesal nan menggemaskan juga.


“Utututu~” Pengen robek pipinya boleh gak sih?


“Eh.” Felicia lansung sadar, ia harus membawa gadis ini dengan utuh sih.


Tak hanya lawannya yang bisa mengejutkannya, ia juga bisa mengejutkan begini!’


Dengan kekuatan sihir level tingginya ia bisa melakukan apapun!


Sekilas memang kelihatannya teknik sihir tanah biasa yang membosankan, namun sebenarnya tidak!


Ia sudah menyempurnakan teknik sederhana ini ke level selanjutnya yang bahkan makhluk dengan kekuatan besar pun kesulitan untuk melepaskan diri!


Felicia sadar teknik biasa tak akan berguna banyak, namun lain cerita kalau ia yang mengeluarkan tekniknya!


Semua teknik biasa kini bisa ia keluarkan dengan luar biasa! Hebat nggak tuh!?


“Heheh.” Felicia terkekeh, menolak pinggang, sembari menutup matanya. Masih menikmati kemenangannya di sini, yah mengambil momen sejenak buat selebrasi tak dilarang kan?


Setelah beberapa saat, akhirnya Felicia siap membawa gadis tawanannya. Perlahan ia membuka matanya.


BUAAAGHHHH!!!

__ADS_1


SWWUUSSHH!!!


Pukulan solid masuk ke mengenai wajahnya! Sungguhlah pukulan yang amat keras, berteknik dan menyakitkan!


DBUMMM!!!


Terdengarlah suara dentuman dari korban yang terhempas itu….


Hempasan angin dahsyat langsung memenuhi area pertarungan itu dan terlihatlah seorang gadis sedang mengangkat tinju kanannya yang berasap sembari tertunduk kecil.


YANG TAK LAIN TAK BUKAN ADALAH FERONICA SENDIRI!


Gadis yang harusnya terpenjara di teknik penjara tanah super Felicia!


Tapi kenapa sekarang malah ada di sini!?


HUSH!


“HAAAAAH!?” Terdengarlah suara frustasi dari balik kepulan debu tebal….


Sret.


Felicia bangun, meraba-raba wajahnya dengan khawatir. “TI- TIGA KA-KALI….?”


Sret.


Gadis kecil targetnya keluar dari penjara dan malah menyerangnya … bagaimana mungkin….?


Felicia penuh pertanyaan, namun ia lebih khawatir dengan keadaan wajahnya yang sudah terpukul tiga kali berturut-turut….


Kalau begini bagaimana mungkin ada makhluk yang tertarik padanya dengan wajah luka begini?


“….” Sementara itu Feronica masih tertunduk, belum ada rencana menyerang atau apapun.


Berdiam saja seolah sedang istirahat. Yang kenyataannya memang begitu juga sih.


Gadis dengan tanda merah disekujur tubuhnya itu sedang rehat sejenak setelah keluar dari penjara tanah yang kini sudah penyok.


Butuh tenaga yang tidak sedikit untuk keluar, itulah sebabnya ia berdiam saja.


Strategi Feronica sangat sederhana. Ia hanya menyamarkan kekuatannya dan menguatkan kekuatannya sekuat mungkin disaat bersamaan.


Dan voila, ia pun bisa keluar dari penjara itu, namun ada harga yang harus dibayar, yakni kelelahan tentunya.


Kalau saja ia masih punya kekuatan tentu akan langsung menyerang balik.


Kini kedua makhluk ini sedang berdiam dengan alasannya masing-masing.


Belum ada aksi menegangkan lagi. Memang terkadang tidak selamanya harus tegang juga.


Mengambil momen untuk rehat dan merefleksikan diri bukanlah hal yang salah dan itulah yang sedang dilakukan mereka berdua.


Felicia yang khawatir dengan wajahnya dan Feronica yang memaksakan dirinya dengan kekuatannya.


“K-K-KAU!” Terdengarlah nada penuh murka dan tanpa ampun.


Felicia berdiri, kini wajahnya memang tak sama seperti dulu, dan itulah yang membuatnya marah sekarang.


Ia tidak pernah sekesal ini selama beberapa waktu terakhir. Dan kini untuk pertama kalinya terasa juga.


“AKAN KUAKHIRI KAU YA!” Felicia menunjuk ke depan, kegeraman brutal terlihat daripadanya, lupa akan tujuan awalnya.


“….” Feronica mengangkat wajahnya juga, merasa lebih baik setelah istirahat sebentar.


SRING!


Lingkaran sihir kuning berkilauan muncul dari belakang Felicia!


Aura kekuatannya begitu besar! Perlahan namun pasti ada sesuatu yang muncul dibalik lingkaran sihir itu!


“Portal Siksaan Senjata.”


SWUUUSSSH!


Muncullah senjata-senjata dari lingkaran sihir itu!


Feronica menghentakkan kakinya ke tanah dan seketika itu juga tembok tanah melindunginya!


Banyak sekali variasi senjata yang muncul! Mulai dari pedang, kapak, tombak, palu dan masih banyak lagi!


BDUM!!


“HAHAHA!” Felicia tertawa lantang, menikmati serangannya terus menghantam pertahanan lawannya.


Ia penasaran, sampai kapan lawannya bisa bertahan?


Serangan kali ini tidaklah main-main adanya.


INILAH TEKNIK HEBATNYA YANG LAIN!


Setiap senjata yang keluar dari portalnya ini bukanlah senjata biasa! Melainkan mengandung kekuatan luar biasa yang bisa melumpuhkan targetnya!


….


Mungkin melumpuhkan bukan kata yang tepat, tapi membunuh!


Felicia tak peduli lagi, tujuannya berubah sekarang!


Meski Tuan Alex sudah memintanya membawa targetnya hidup-hidup. Namun beda lagi kalau sudah diperlakukan begini,


Felicia tentu akan memberi keringanan pada gadis ini untuk menyerah, namun dia ngeyel dan tak memberinya pilihan.


‘Tuan Alex masih bisa melakukan sesuatu dengan tubuhnya.’ Yah setidaknya Felicia tak akan benar-benar memusnahkannya sampai tak bersisa juga.


“….” Di sisi lain Feronica masih berusaha bertahan dengan tembok tanahnya.


Tembok tanahnya kini dialiri juga kekuatan kemerahan, sama dengan yang menyelimuti tubuhnya. Membuat teknik pertahanannya tidak biasa lagi.


Setiap senjata lawan yang menggempurnya langsung hancur begitu saja begitu mengenai tembok tanah pertahanannya. Namun sedari tadi serangan lawan masih belum berhenti juga….


Feronica tetap memasang ekspresi tenang, tidak terpengaruh dengen keadaannya yang memang tidak terlalu bagus.


Meski serangan senjata bisa terserap oleh pertahanan tanahnya, namun tetap saja tekniknya ini butuh tenaga yang tidak sedikit.


Padahal belum lama ia memaksakan diri juga untuk keluar dari penjara tanah.


Dan sekarang dengan rangkaian senjata yang tidak ada habisnya.


Yah Feronica tidak masalah dengan itu sih. Hal begini sudah biasa dalam pertarungan, ada saatnya berada di atas angin dan ada saatnya terdesak juga.


Hanya saja, kalau istirahatnya lebih lama mungkin performanya sekarang bisa lebih baik juga….


“….” Felicia terdiam, raut wajah brutal dan ganasnya itu tak bertahan lama.


Ia tak percaya dengan apa yang terjadi. Kenapa bisa-bisanya bocil itu masih bisa bertahan???


Padahal ini serangan senjata super luar biasa teknik tinggi yang dimilikinya, lha kenapa tak bisa menembus pertahanan gadis kecil begitu?


Aneh tapi nyata.

__ADS_1


Felicia tak berharap serangannya itu akan mengakhiri lawannya dengan instan juga, yah setidaknya tahu lah lawannya bakal ngasih perlawanan.


TAPI TIDAK SEJAUH INI JUGA PERLAWANANNYA SIH.


__ADS_2