
"Uhuk! Uhuk!" Feronica terbatuk karena debu asap mengelilinginya.
Dan tanpa ia sadari di sekitarannya ada semacam sihir perlindungan berwarna merah dan kemudian perlahan menghilang.
Feronica sibuk dengan rasa gatal yang ada di tenggorokkannya berbagai perasaan selain rasa sakit sekarang berdatangan. Berusaha untuk menghadapi apa yang terjadi dalam tubuhnya saat ini.
"Ugh... apa yang terjadi?" Feronica yang sempat mau berbalik dan lari malah dikejutkan dengan sebuah dentuman yang tiba-tiba terjadi yang membuat ia sulit melihat apa yang terjadi sekitarnya.
Butuh waktu beberapa saat untuk menunggu debu asap ini menghilang, akan lebih mudah bilamana Feronica menggunakan sihirnya untuk menyapu setiap debu tanah ini dengan instan.
Namun memang lebih mudah untuk dipikirkan ketimbang dilakukan, kini Feronica masih disibukkan dengan rasa sakit yang ada di tubuhnya.
Dengan kondisinya sekarang tidak memungkinkan bilamana menggunakan kekuatan sihir kembali. Rasanya Feronica sudah tahu keadaan tubuhnya memang tidak bisa dipaksa lebih jauh lagi.
Mana mungkin juga ia bisa menerima rasa sakit yang lebih dari saat ini dirasakannya. Feronica kini hanya bisa tertunduk dan kemudian berusaha mengamati sekitarnya.
Beberapa saat pun berlalu, Feronica akhirnya bisa melihat keadaan sekitar, dan kini terlihat jelas bagaimana kondisi saat ini, pria yang bernama sama dengan kenalannya itu tidak ada lagi di sini.
'Kemana pria tadi?' Feronica memastikan dengan mengamati lebih jelas lagi, namun hasilnya masih tetap sama. Kini memang pria tadi sudah menghilang adanya.
Apa itu berarti dia melarikan diri? Tidak terpikirkan olehnya alasan lain selain ini, yang memang akan ia lakukan dari awal namun akhirnya didahului oleh pria itu.
Bisa saja pria itu hanya pura-pura dan menyembunyikan keberadaannya saja, namun Feronica terlalu lelah untuk memikirkan hal ini.
Yang bisa ia pedulikan sekarang adalah bagaimana mempertahankan kesadarannya di tengah apa yang ia rasakan sekarang.
Feronica akhirnya berbalik beranjak dari tempatnya dan kemudian ia melihat tembok besar yang kokoh yang menjulang tinggi. Feronica tidak ingat akan apa yang sebenarnya terjadi di sini.
Namun satu hal yang bisa dipastikannya yaitu sihir ini terlihat seperti salah satu teknik yang dipakainya, mengingat bagaimana penampilan dan juga hawa kekuata yang keluar dari tembok ini.
"Ada seseorang di dalam...." Feronica bisa merasakan hawa keberadaan seseorang di sini. Dan di sini ia sudah tahu siapa yang ada di dalam tembok besar, tinggi menjulang ini.
Feronica menempelkan kedua telapak tangannya ke dinding besar tembok tanah itu, ia bisa merasakan ada tenaga yang cukup besar di dalamnya yang Feronica sendiri malah baru pertama kali melihat yang seperti ini.
'Ingatanku samar-samar....' Feronica sedikit ingat akan mengapa tembok tanah besar dan menjulang ada di sini, yaitu memang untuk melindungi seorang gadis yang pertama kali ia temui.
Dan memang sudah beberapa saat berlalu, tidak ada tanda kerusakan appaun pada tembok ini yang berarti seharusnya tidak berdampak besar pada seorang yang didalam ini.
__ADS_1
Perlahan muncul lingkaran sihir coklat mengelilingi tembok itu dan kemudian tembok besar itu menyusut ke bawah, energi yang ada di dalannya Feronica serap kembali pada tubuhnya.
Lebih mudah untuk menyerap kembali energi yang telah dikeluarkannya seperti ini daripada mengeluarkan kekuatan baru, butuh waktu beberapa saat yang pada akhirnya seluruh tembok besar yang tadi ada di sini hilang sepenuhnya.
Kini hanya terlihat seorang gadis kecil yang terduduk dan menatapnya dengan tatapan takut sekarang. Seperti baru tertegun melihat apa yang ada dihadapannya, dan tertegun di sini bukan dalam arti mengaguminya, melainkan sebaliknya.
Feronica tidak yakin dengan penampilannya yang penuh warna merah di sebagian besar tubuhnya ini bisa menenangkan gadis kecil yang hampir menangis ini, tapi memang Feronica tidak berniat untuk membuat gadis kecil ini ketakutan juga sih.
Dan memang seperti dugaan Feronica gadis kecil itu terdiam menatapnya seolah berusaha memproses apa yang sedang dilihatnya ini, apa mungkin seorang yang dilihat olehnya itu begitu menakutkan adanya?
Feronica yang memang terbiasa dengan tatapan seperti ini berusah untuk tidak menambah kesan mengerikan yang sekarang ia tampilkan ini, melainkan ia berkata sembari tersenyum apa adanya, "Adik kecil, sekarang sudah aman...."
Setidaknya ia bisa memberikan sekilas info pada gadis itu, menyadari memang dirinya tidak bisa mengatakan sesuatu yang lebih dari ini.
Gadis kecil itu yang nampak tidak tahan dengan apa yang dilihatnya ini memang hampir menangis; Sedang Feronica memang sudah melakukan apa yang bisa dilakukannya sekarang.
"Patricia!" tiba-tiba terdengar suara orang dari kejauhan, Feronica bisa mendengarnya dengan jelas. Sepertinya tidak hanya satu orang, namun juga beberapa kali terdengar suara yang sama seperti orang-orang itu sedang mencari sesuatu.
"IBUUU!" Begitu gadis kecil itu mendengar ini, suara tangis pun pecah seketika itu juga. Dari sini Feronica tahu ternyata ada orang-orang yang mencari gadis kecil ini sekarang.
"Ada suara dari sebelah sana!" Terdengar lagi suara beberapa orang yang sepertinya makin mendekat ke sini, Feronica tidak punya pilihan lain selain undur dari area itu dan kemudian bersembunyi di salah satu pohon tak jauh dari sana.
"Kamu kemana saja? Jangan main di malam hari dengan temanmu!" Ibunya melihat dengan seksama bagaimana keadaan putrinya, dan syukurlah memang tidak ada luka sedikit pun yang ada padanya.
'Syukurlah tepat waktu....' Feronica merasa lega karena tahu ada orang-orang yang mencari gadis ini, pasalnya jika tidak ada siapapun maka sedikit sulit untuk bisa menenangkan gadis itu dan juga Feronica tidak begitu kenal dengan gadis kecil ini, jadi letak rumahnya pun tak diketahuinya.
Beberapa orang di antara mereka akhirnya pergi setelah memastikan keadaan gadis itu, dan sesekali ada beberapa orang yang sadar akan lingkungan sekitar yang terlihat berubah; lebih berantakan dari biasanya, namun tak ada pikiran apapun lagi dan pada akhirnya semua orang tua dan gadis kecil itu meninggalkan area pepohonan ini.
Sedang Feronica hanya memerhatikan dari jauh saja, keberadaannya tidak diketahui oleh orang-orang tadi yang bisa diduga mereka adalah masyarakat biasa, tidak belajar ilmu sihir dengan dalam.
'Mengapa gadis kecil itu bermain di malam hari di tempat seperti ini?' Kini hal ini malah menjadi pertanyaan bagi Feronica. Apa bermain di siang hari belum cukup bagi anak-anak sekarang?
Tapi ya, selain mengomentari Feronica tidak bisa berbuat apa-apa, toh memang setiap orang punya pilihan yang berbeda dan tidak bisa dipaksa.
Dan dari yang ia dengar gadis kecil itu bermain dengan teman-temannya, mungkin itu yang jadi alasan ibunya mengizinkannya untuk bermain di waktu seperti ini?
'Kalau gadis itu tidak sendirian... di mana yang lainnya?' Feronica tidak melihat siapapun, bahkan ketika ia pertama kali menemukan gadis kecil ini sekalipun, sampai sekarang.
__ADS_1
Memang berbagai kemungkinan bisa terjadi, tapi Feronica tidak bisa mengabaikan kecurigaannya akan satu hal. Mungkin saja teman-teman gadis kecil itu meninggalkannya?
Dan jika begitu apa alasannya? Bisa jadi karena permainan yang dimainkan beregu yang pada akhirnya berakhir tanpa diketahui? Ataukah memang murni karena teman-temannya meninggalkannya?
Feronica tahu memang ia tidak bisa menolong gadis itu secara mental, tapi setidaknya ia bisa mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi, dan itu sudah lebih dari cukup.
Perhatian Feronica tertuju pada kemungkinan kedua yang terpikir olehnya, yang memang bisa saja bukan yang sebenarnya terjadi, namun entah mengapa Feronica malah yakin akan kemungkinan ini bisa terjadi, meskipun kecil adanya.
Soal sekelompok anak kecil yang main di malam hari di tempat yang tidak ramai, tentu mungkin mereka akan menikmati waktu khusus antar kawan-kawannya karena tak ada yang mengganggu. Namun di saat yang bersamaan juga tidak ada jaminan bahwa acara mereka ini nyaman adanya.
Pasalnya hawa yang dipancarkan di tempat sepi dan gelap seperti ini memang begitu terasa, bahkan Feronica juga masih punya praduga yang kuat akan apa yang mungkin ada dibalik kegelapan di antara pepohonan yang besar dan banyak ini.
Ada kemungkinan teman-teman gadis kecil ini lari karena ada hal yang tidak menyenangkan, entah karena mereka mulai takut dan pada akhirnya hanya gadis kecil tadi yang tertinggal di tempat ini.
Feronica agaknya bisa merasakan bagaimana posisi gadis itu jika memang hal ini yang terjadi, ditinggalkan seseorang memang membuat perasaan yang sulit dijelaskan oleh kata-kata.
Dan di saat itulah pria dengan penampilan yang tak biasa itu datang di tempat ini dan mulai meneror gadis kecil tadi.
'Apapun yang terjadi tadi, semoga tidak terjadi lagi....' Feronica sadar memang semua tadi hanyalah teori belaka, yang ia tahu memang anak kecil tidak seharusnya bermain di tempat ini dan lebih baik dirumah saja saat matahari sudah terbenam.
"Haaah... haaah...." Feronica berusaha untuk mengontrol pernafasannya, rasa lelah yang dirasakannya memang belum hilang, namun ia sadar ada yang berbeda sekarang.
'Sakitnya mulai berkurang....' Feronica menyadari akan hal ini dengan alasan tertentu tubuhnya tidak terasa sangat sakit seperti sebelumnya.
Feronica menduga ini karena tekniknya tadi, di mana ia menyerap kembali tenaga sihir dari tembok besar yang dibuatnya tadi.
Tubuhnya merasakan efeknya seiring dengan berjalannya waktu, dan kini Feronica tidak merasa tersiksa lagi. Dan ini tentu adalah hal yang bagus.
Feronica kini terpikir mengapa pria tadi tiba-tiba melarikan diri darinya? Apakah ada alasan tertentu?
Feronica terdiam, pikirannya tidak bisa terlalu banyak memikirkan apa yang berat jadi pada akhirnya apapun alasannya Feronica hanya bisa bersyukur sekarang.
Bayangkan saja apa yang bisa terjadi apabila pria itu tetap melawannya? Feronica bahkan tidak bisa membayangkannya mengingat kondisi tubuhnya yang sudah seperti ini.
'Aku akhirnya melihat dengan mata kepalaku sendiri....' Feronica kini tahu akan legenda di desanya ternyata benar adanya, dan kini ia pikir siapa lagi yang mungkin tahu akan hal ini?
Apakah ada orang lain di desanya yang tahu akan hal ini? Feronica pikir mungkin saja ia bisa bertukar pikiran dengan seseorang itu.
__ADS_1
Atau bagaimana jika tidak ada yang tahu? Apakah menceritakan pada orang lain adalah hal yang tepat? Feronica tidak tenang setelah tahu akan keberadaan manusia serigala ternyata benar adanya.