
Stephen terpaku pada keadaannya sekarang. Perasaan yang sekarang dirasakan memang tidak asing baginya.
Tidak terpikirkan olehnya saat sekarang ini tiba, padahal memang ia pikir sulit sekali untuk menemukan seorang yang ada di hadapannya ini, dan ia sama sekali tidak berharap untuk menemukannya dengan mudah.
"Tidak mungkin" Stephen sedikit gemetar sekarang, tidak peduli seberapa tertutup penampilan orang yang berada di depannya ini, tetap saja ia bisa tahu dengan jelas siapa sebenarnya dia ini.
Pria berjubah hitam itu tiba-tiba menghentikan serangan sihir super besarnya di tengah jalan, membuat Housen tidak percaya dengan apa yang saat ini terjadi.
Padahal ia sudah mentiapkan satu serangan kejutan terakhir, namun pada akhirnya serangannya itu dapat dipatahkan dengan mudah bak seorang yang meniup lilin.
Dari sini Housen tahu, jika memang orang itu tidak menghentikan serangannya maka memang tidak ada cara untuk menghentikannya. Dan kini ia kembali dikejutkan dengan kehadiran seorang pria yang dari antah berantah yang bisa masuk ke area lapang ini.
Padahal memang seharusnya area lapang ini akan mencegah siapapun yang memiliki kekuatan kuat untuk mencampuri urusan yang sedang bertarung di dalam area ini, jika memang ada satu hal yang bisa menjelaskan ini adalah....
'Dia ini tidak memiliki kekuatan sihir yang kuat?!' Housen tidak percaya dengan dugaannya ini, pasalnya siapapun yang ingin menghentikan seorang dengan kekuatan besar tentunya kekuatannya harus lebih besar bukan? Mengapa ini malah sebaliknya?
Untuk apa seorang yang lemah mencampuri urusan orang kuat? Ibarat dia sedang menggali liang kuburnya sendiri. Housen kini jadi paham akan mengapa ada orang yang bisa masuk ke area lapang dengan sihir perlindungan ini, karena memang sihir perlindungan tidak akan berfungsi untuk menghalau orang dengan kekuatan yang sangat kecil ini.
Bukankah itu malah terdengar kurang adil? Masakan orang dengan kekuatan besar saja yang dilarang untuk masuk ke dalam, bukankah akan berbahaya jika ada orang lemah masuk ke area pertarungan ini? Memang begitulah cara sihir perlindungan area lapang sekolah bekerja.
Satu-satunya cara menginterupsi pertarungan yang sedang berlangsung di area lapang sihir adalah dengan meminimalkan kekuatan sihir sampai ke level terendah, dan barulah dia bisa masuk demi memberikan perintah langsung untuk berhenti.
Dan di kasus kali ini para guru bukan berhadapan dengan para murid yang sedang menguji kemampuan sihir masing-masing, melainkan dengan seorang asing yang memiliki kekuatan besar. Masuk ke dalam area lapang dengan kekuatan lemah tidak akan bisa mengubah apapun.
Lantas mengapa ada satu lagi pria asing tak dikenal masuk ke dalam bahaya seperti ini? Housen tidak mengerti, namun perlahan ia berdiri dan mencoba untuk melihat keadaan yang sebenarnya terjadi di sini.
"Kak... kenapa kau bisa berada di sini?" Stephen kembali mengatakan sesuatu, nada ucapannya terdengar bergetar seolah memang ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
__ADS_1
Sedang orang berjubah yang tak jauh berada di depannya tidak mengatakan apapun, aura kekuatannya kini tidak melimpah lagi seperti sebelumnya, sedikit menurun namun masih tetap terasa besar adanya.
Ini berarti memang ia benar-benar telah menghentikan serangannya ini tepat setelah Stephen muncul di tempat ini, dan kini keheningan mulai terasa di tempat ini.
"Kau...." Orang berjubah hitam itu akhirnya mengatakan sepatah kata dengan dengan nada yang cukup berat, seolah memang menyadari juga akan siapa yang sebenarnya muncul di hadapannya dengan tiba-tiba.
*
"Ah sial!" Feronica masih berupaya untuk masuk ke dalam, meskipun sedari tadi ia tetap masih belum berhasil masuk ke dalam.
Waktu terus berjalan dan ia tidak bisa terus diam di sini, keinginannya untuk tahu akan apa yang sebenarnya terjadi memanglah kuat adanya
Tanda yang ada pada area dekat mata kanan Feronica belum menghilang, malahan terlihat makin menyala yang memberi kesan bahwa tandanya itu semakin kuat.
'Apa ada cara untukku agar bisa masuk?' Feronica kembali memutar otaknya, trik apa yang digunakan oleh rekannya tadi untuk masuk ya? Apa dia juga bisa mengikutinya?
'Seperti orang biasa?' Feronica sedikit memiringkan kepalanya tanda memang ia sedang berpikir sekarang.
Feronica jadi ingat akan pelajarannya terdahulu, akan topik tentang sihir penghalang dan fakta-fakta mengenainya. Seperti biasanya ingatannya bertambah tajam ketika ia memerlukannya.
Feronica menutup matanya mencoba untuk fokus dengan ingatannya yang terdahulu ini, dan setelah beberapa ia mulai menenangkan dirinya lagi dan menurunkan ambisinya yang begitu memuncak untuk tahu akan apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini.
Dan setelah mengambil waktu tenang sejenak, tanpa berpikir panjang lagi ia melompat tinggi ke atas, meloncati pagar seperti biasa untuk masuk ke dalam. Biasanya di sini ia akan kembali jatuh ke bawah terhalang oleh sihir penghalang merah.
Syut....
Namun momen di mana Feronica mendekati dinding sihir pertahanan, tanda pada area mata kanannya menghilang seketika itu juga, dan pada akhirnya percobaan kali inni tidak sama seperti yang sebelumnya.
__ADS_1
Tap.
Feronica mendarat dengan penuh gaya sekarang, perasaannya begitu tenang sampai-sampai ia terlihat serius saat ini. Ia tidak terlalu ambil pusing akan sekarang mengapa ia bisa masuk ke dalam area sekolah ini.
Drap!
Feronica langsung berlari cepat masuk ke dalam area lapang sekolah yang memancarkan hawa aneh yang dirasakannya.
*
"Woah siapa itu?" Salah satu murid laki-laki sadar memang ada orang lain di dalam area lapang sekolah.
"Wah!" Dan pula murid perempuan sadar akan kedatangan orang lain, dari raut wajah mereka terlihat bahwa mereka cukup kaget dengan penampilan yang terpancar dari orang yang tiba-tiba muncul ini.
"Kenapa kakak datang ke sini?" Stephen kembali mengajukan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya, namun setelah beberapa saat juga tidak ada tanda-tanda orang berjubah hitam itu akan menjawabnya.
Stephen juga tidak memaksa orang berjubah hitam itu untuk menjawabnya, namun pada akhirnya memang ia tidak bisa untuk mengabaikan kehadiran seorang yang sudah lama tak ditemuinya akhir-akhir ini.
"...."
Hawa dingin dan langit gelap membuat semuanya suram, dan kini keheningan pun terjadi yang membuat suasana di sekitar di sini tambah tidak nyaman saja.
"Urusanku di sini bukanlah denganmu...." Pada akhirnya setelah bebearap saat orang itu menjawab pertanyaan Stephen.
"Apa kau bekerja sama dengannya kak?!" Stephen kembali mengajukan pertanyaan, namun kali ini dengan nada yang lebih tinggi dan tegas.
"Untuk apa aku memberi tahumu soal itu wahai adikku yang lemah?" Orang itu berbalik badan, meninggalkan Stephen dengan raut wajah tak percaya di tempat ini.
__ADS_1