Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 131: Heran


__ADS_3

“Kenapa kau menyia-nyiakan potensimu dik?” Alex tak habis pikir.


Padahal dengan kekuatannya sekarang, adiknya bisa dihormati diantara manusia, tidak perlu bersembunyi dibalik kegelapan lagi….


Tapi sayang beribu sayang, dia malah salah jalan.


Namun bukan berarti dia tidak bisa memperbaikinya.


Kret.


Stephen memegang tangan kakaknya dengan kuat sembari menunjukkan wajah penuh tekadnya.


Mau seberapa banyak pun bicara, dirinya akan tetap percaya pada apa yang dipercayainya.


“Begitu ya.”


SWUSH!


Alex melemparkan Stephen bak membuang sampah!


Stephen terhempas makin jauh lagi sekarang!


“Dasar.” Alex memegang kepalanya tipikal orang pusing.


Kalau begitu tak ada cara lain lagi untuk membuatnya sadar.


BUMMM!!


Lagi-lagi Stephen kembali menghantam sesuatu, kali ini batu besar.


Ia tidak bisa menghentikan dirinya dari hempasan ini.


‘SIAL!’ Kalau saja ia tahu dari awal, mungkin ia bisa lebih bersiap lagi!


Stephen harus menghadapi kenyataannya, ia memang tidak diuntungkan.


Kini tak ada cara lain selain benar-benar serius.


SRET.


Stephen berusaha bangkit lagi.


‘Feronica sudah berjuang.’ Gadis kecil itu dipaksa bertarung dalam masalahnya, namun dia tetap kuat.


‘Aku harus melindunginya!’


WUSH!


Stephen menghimpun kekuatannya, hempasan angin mulai tercipta disekitaran tubuhnya.


BUM!


Kakaknya sudah datang dan menatapnya tajam.


Kini mereka sudah masuk lebih dalam ke area pepohonan rindang.


“Jangan buatku kecewa dik.” Setelah sekian lama mereka berpisah, Alex tidak rela adiknya jadi makhluk lemah sama seperti yang lain.


SRING.


Stephen bersiap, kini waktunya untuk menunjukkan tekadnya!


***


Sementara itu di sisi lain.


Feronica menyipitkan matanya, namun ia tak melihat kak Stephen….


‘PERGI?’ Ia ditinggal?


-Dia sedang bertarung bodoh-


“WAA!” Ada suara aneh lagi!


Suara tak berwujud yang sering datang itu!


-Heh, aku dirimu-


“….” Feronica terdiam, ini bukan kali pertama ia mendengar suara aneh begini.


Suara asing ini sering muncul pas tanda merah di badannya muncul.


Sekarang pun sama.


‘Aku punya salah apa?’ Feronica bukan tipe orang yang mau diganggu suara aneh begini.


-Lucu sekali-  Suara itu seolah terhibur dengan apa yang dikatakannya.


“???” Ia tak berusaha melucu sih.


-Kau bisa menerima dirimu apa adanya sekarang?-


“!” Suara itu mengajaknya ngobrol!


-Jangan berlebihan, apa susahnya tinggal jawab saja?-


“….” Feronica terdiam, ia tidak bisa menjawabnya.


Ia masih heran dengan apa yang terjadi padanya.

__ADS_1


Kenapa ia kerap jadi orang lain tepat ketika tanda merah ini muncul di tubuhnya?


-Kenapa melihatnya dari situ saja? Pemuda itu bilang apa padamu?- Suara ini berusaha mengingatkannya akan sesuatu.


‘Hal spesial….’ Feronica ingat.


-Terimalah dirimu apa adanya-


‘Tunggu, apa maksudmu suara aneh?’


….


Tak ada jawaban.


Suaranya menghilang entah kemana.


Feronica terdiam, entah kenapa seolah ada arti lebih dalam soal perkataan yang didengarnya tadi.


Feronica melihat tangannya, tanda seperti tato merah menyala masih ada.


Ia menatap ke depan, kini ia percaya apa yang ada padanya adalah hal spesial yang tidak perlu disesali!


***


DBUMM!!!


Hantaman keras dengan gelombang udara tercipta.


Stephen bertumpu diantara kedua lututnya.


Ia sudah melakukan apa yang dibisanya, namun entah kenapa roda pertarungan tak berpihak padanya.


Terlihatlah kehancuran yang tidak main-main di sini.


Area yang tadinya begitu damai dan indah berubah jadi area yang mengerikan.


Tidak terhitung pepohonan tumbang, tanah berlubang, dan retakan besar yang tercipta.


“….” Alex menatap adiknya, pada akhirnya benarlah sangkaannya.


Dia tidak bisa memenuhi ekspektasinya.


Inilah akibatnya mengambil jalan yang salah.


Waktu yang habis sia-sia tidak bisa diulang kembali.


Coba saja kalau dia tidak berontak dan tetap bersamanya, sudah pasti tidak akan berakhir begini.


Alex sudah melihat potensi adiknya dari dulu, dia bisa lebih kuat darinya.


Prospek yang cerah itu kandas begitu saja.


Terlihat jelas bagaimana keadaan Stephen sekarang.


Seperti yang bisa ditebak, keadaannya lebih buruk dari yang sebelumnya.


Wajahnya babak belur, dan begitupula keadaan sekujur tubuhnya.


Penuh luka dan darah pun mengalir dari luka-lukanya itu.


Stephen masih sadar, namun tak bisa berbuat banyak dengan luka sebanyak ini.


“Itu saja?” Alex terdengar tidak puas.


“TUNJUKKAN KEKUATANMU DIK!” Nada penuh emosi keluar juga.


“….” Stephen terdiam, bahkan sekarang bicara pun jadi hal yang sulit baginya.


Ia sudah mengerahkan semuanya sebelumnya.


Tapi kenapa?


Kenapa masih saja begini?


Apa masih belum cukup?


Stephen tahu kakaknya jauh lebih kuat darinya.


Namun bukan berarti ia tak punya kesempatan menang bukan?


Ia sudah berusaha menunjukkan tekadnya, namun kenyataan benar-benar menghajarnya seperti ini.


Alex terdiam, ia bahkan belum menggunakan kekuatan sepenuhnya, namun dia sudah tumbang begini.


Sampai kapan dia mau lari dari jati dirinya sendiri?


Stephen memandang kakaknya dengan penuh arti.


Mungkin kakaknya mengharapkan sesuatu yang lebih darinya.


Namun sayangnya ia tak memiliki sesuatu itu.


Sret.


“Kau tidak memberiku pilihan.” Terpaksa ia harus mengubah rencananya lagi.


Ia tidak bisa mengandalkannya. Stephen tetap tetap tidak mau menunjukkan sisinya yang sebenarnya.


Yang artinya keberadaannya hanya akan mengganggu rencananya.

__ADS_1


Alex mengarahkan tangannya ke arah adiknya yang tak berdaya.


Sayang sekali harus berakhir seperti ini.


Stephen terdiam, ia tidak menyesali keputusannya.


Lebih baik begini daripada menyakiti saudaranya sendiri.


‘Ma … maaf Feronica….’ Ia tidak bisa menepati janjinya untuk melindunginya.


Dirinya yang lemah, memang tidak pantas bersanding dengan yang kuat.


Bola kegelapan mulai tercipta, inilah akhirnya….


DBUM!!!


Hempasan udara sangat kencang tercipta.


Inikah sebuah akhir?


Stephen tidak bisa melihat apapun lagi.


Yah lagipula pandangannya kabur gara-gara kehabisan kekuatan.


“Kak.”


“….” Ada suara, rasanya tidak asing.


Mungkinkah ini kilas balik suara yang didengar orang setelah meninggalkan dunia ini?


Stephen tak tahu, namun yang pasti ia merasa bersalah sekarang.


Ia sudah membawa gadis kecil itu ke dalam masalahnya, dan meninggalkannya begitu saja.


Tanpa sadar ia sudah menghancurkan hidup seseorang.


“Kak!”


SRING!


Suaranya makin terdengar jelas….


Stephen merasa pandangannya berangsur-angsur jelas.


Begitupula dengan suara yang didengarnya.


Tunggu dulu, apa ia sudah sampai di alam lain?


“KAK?”


“Fe- Feronica?” Kenapa ia ada di sini? Apa jangan-jangan!?


“Syukurlah!” Feronica memeluknya lembut dan membantunya berdiri.


Tapi kenapa? Stephen tidak mengerti, tubuhnya sudah jahu lebih baik sekarang.


Apa ia sudah sampai di alam lain bersama gadis ini?


“Hah? Kita masih hidup kak.”


“APA?” Jadi ini bukan dunia lain?


Stephen memegang kepalanya. Tak ada cairan yang keluar lagi.


Dan LHO, seluruh luka di tubuhnya sudah pulih!


WAW!


“Maaf aku telat kak.” Feronica lambat mikir yang akhirnya jadilah begini.


Kalau saja ia datang lebih awal pasti kak Stephen tidak akan terluka parah seperti ini.


“….” Dia memulihkannya?


Lalu kakaknya?


“Sepertinya sedang sibuk dulu kak.” Feronica menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Ha?” Stephen gagal paham.


*


Di sisi lain.


“APAAAA!?” Alex terhempas sangat kencang da sulit sekali berhenti!


“BOCAH SIALAN!” Ia tak bisa menahan dirinya untuk tidak mengumpat.


Gadis kecil itu datang di saat yang tidak tepat!


‘Kenapa sulit sekali!?’ Sekujur tubuhnya dipenuhi energi kemerahan. Berani-beraninya energi asing menempel ditubuhnya begini!


Itulah yang terjadi.


Alex sedang terhempas kencang dan tidak bisa menghentikannya dengan mudah.


Kenapa satu serangan gadis kecil itu bisa membuatnya sampai seperti ini!?


*

__ADS_1


__ADS_2