Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 68: Inilah Kekuatanku


__ADS_3

Feronica memegang tangan pria yang mencekiknya ini seraya berusaha melepaskan diri dari cengkeramannya, namun usahanya itu tidak kunjung membuahkan hasil juga.


"Heheh...." Pria berpenampilan tidak biasa itu menyeringai, wajahnya malah jadi semakin ganas dan terkesan puas dengan apa yang dilakukannya ini.


'....' Feronica hanya terdiam, sadar bahwa memang kekuatannya ini tidak cukup untuk melawan balik pria berpenampilan mengerikan ini.


'Uh... mengapa masih belum ada yang datang sampai sekarang?' Feronica heran, melihat ke arah sekitarnya. Yang dilihatnya hanyalah area gelap yang dipenuhi pohon, tidak ada tanda-tanda makhluk hidup selain mereka bertiga di sini.


Padahal Feronica pikir hanya dalam waktu sebentar saja seharusnya memang sudah banyak orang yang sadar, terutama orang yang menguasai sihir menuju ke tempat ini, namun mengapa malah perkiraannya itu meleset?


Cengkeraman yang kuat itu membuat Feronica mulai kesulitan bernafas, sebuah hal yang memang wajar terjadi.


"Heheheh...." Pria itu nampak makin puas dengan apa yang dilihatnya ini. Perasaan yang begitu dipenuhi adrenalin yang membuatnya bisa berekspresi seperti ini.


"Khhhhh...." Feronica berusaha untuk tidak panik, ia kini tahu ternyata tidak bisa bergantung pada orang sekarang. Tidak ada siapapun yang bahkan ke tempat ini. Jadi untuk apa menunggu orang lain?


Seraya berusaha memusatkan kekuatannya ke arah area lehernya, dengan begitu area yang dipusatkan oleh kekuatan sihir akan menguat dan membuat Feronica tidak kepayahan menghadapi momen seperti ini.


Dan sebenarnya hal inilah yang sudah dilakukannya dari tadi, jika tidak maka lehernya itu bisa saja seperti gelembung plastik yang pecah oleh remasan tekanan kekuatan yang kuat.


Membayangkannya saja sudah membuat Feronica tidak nyaman, maka dari itu ia berusaha untuk meningkatkan kekuatannya sebagai upayanya bertahan saat ini.


Bahkan setelah beberapa saat pun, cengkeraman tangan pria itu masih saja menguat sampai membuat Feronica kesulitan bernafas, terasa berat dan nyeri kini mulai dirasakan pada sekujur tubuhnya.


Krrrrrtttt....


Tangan Feronica mulai meremas genggaman tangan lawannyam yang memang dipenuhi urat yang menandakan begitu kerasnya tangan pria ini, tentunya sebagai upaya perlawanan balik akan serangan lawannya ini.


'Aku harus melakukan sesuatu!' Feronica semakin menguatkan tekad dalam hatinya, ia tahu ia tidak bisa terus bertahan seperti ini, lambat laun energi pemusatan kekuatannya akan melemah dan itu akan membuat area yang diserang ini berada dalam bahaya secara instan.


'Pikirkan sesuatu Feronica! Kamu tidak mau kepalamu hilang saat ini bukan?! Ayo pikirkan sesuatu!' Feronica mulai bersikap keras pada batinnya sendiri. Mulai tidak tenang dan takut terjadi sesuatu yang memang adalah kemungkinan terburuk.


'Aku tidak bisa berakhir di sini! Sekolahku bisa berakhir di tengah jalan... tapi tidak dengan mimpiku!' Feronica menatap tajam lawannya, tekadnya sudah sampai di tingkat yang berbeda. Begitu kuat dan murni apa yang dirasakannya sekarang.


Shhhhhh....


Perlahan namun pasti tanda api bercahaya muncul dari sekitaran area mata kanan Feronica, kemudian menjalar ke area wajahnya sampai ke seluruh tubuhnya.


"HM?" Pria ini menyadari sesuatu yang terjadi, raut wajahnya menandakan ia heran dan merasa aneh dengan perubahan lawannya ini.

__ADS_1


KRET!


Tanpa bisa diduga siapapun genggaman tangan Feronica membuat kulit dari pria itu mengkerut, layaknya seorang yag meremas sesuatu yang lunak, pisang misalnya.


"?!" Kejadian ini membuat pria itu cukup tercengang, tiada lagi ekspresi wajah puas terlihat di sini, yang ada hanyalah perasaan heran yang makin menjadi-jadi.


Krttttttttttt.....


Beberapa beberapa saat tangannya di remas Feronica, kondisi lengannya malah makin tidak enak dilihat mata, remasan tangan kuat Feronica membuat lengannya mulai berdarah sekarang.


Syut!


Pria itu akhirnya mundur dari Feronica, meninggalkan bekas luka berdarah juga dari leher lawannya, namun tidak separah yang dialaminya.


Feronica merasa hangat pada sekujur tubuhnya. Perasaan ini tidak asing baginya, memang bukan pertama kali ia merasakan ini.


Kini pria itu menjaga jarak, tangan kanannya sudah berlumuran darah bekas diremas oleh Feronica tadi, namun beberapa saat kemudian luka di tangan kanannya itu menyusut dan kemudian tangannya kembali seperti sedia kala.


Sederhananya luka yang diterimanya bergenerasi dengan cepat, Feronica tidak terlalu terkejut melihat hal ini mengingat memang pria ini memiliki aura kekuatan yang tidak biasa dari sejak awal. Jadi untuk apa terkejut melihat hal yang serupa dua kali?


'Pria ini berbahaya....' Feronica menatap lawannya dengan tajam, tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti tadi.


Feronica masih merasa nyeri pada leher dan sekujur tubuhnya, setelah beberapa saat diserang oleh pria itu sebelumnya, kini ia merasakan efeknya sekarang.


Hush!


Dalam kedipan mata selanjutnya pria itu melesat maju melancarkan beberapa serangan tinjuan dan tendangan yang begitu cepat, tidak seperti sebelumnya kini Feronica bisa melihat pergerakan pria ini dan menghindari dengan cukup tipis serangan dari pria ini.


Serangan cepat itu mampu dilihat Feronica, beberapa serangan masih terus berlanjut hingga saat ini dan Feronica tetap berupaya menghindarinya.


'Serangannya ini cepat! Lebih cepat dari sebelumnya!' Feronica mulai kewalahan menghindari serangan yang datang ini.


Ini mungkin serangan tercepat yang ia ketahui sampai sekarang, memanglah serangan yang berkali lipat lebih cepat ketimbang serangan fisik lawan pada tes kemampuan sihir lalu.


Buagh!


"UGH!" Rentetan tendangan masuk mengenai badannya, seketika itu juga Feronica batuk disertai darah yang keluar dari mulutnya. Menandakan begitu keras dan juga kuat serangan yang ia terima ini.


'Sial!' Feronica mencari peluang untuk mundur, namun lawannya terus menggempurnya dengan teknik fisik yang jauh di atas rata-rata.

__ADS_1


'Kalau begini....'


"Sihir Tanah: Gelombang Kejut!"


Feronica memusatkan kekuatannya pada tangannya dan merubah partikel tanah yang berada disekitarnya menjadi hempasan angin yang kencang.


Sekilas terlihat ia seperti mengeluarkan sihir angin, namun pada kenyataannya tidak seperti itu.


BUM!


Angin kencang itu membuat jarak antar mereka merenggang, hal ini dimanfaatkan Feronica untuk mundur menjauh ke jarak yang lebih aman.


"Haaah ... Haah ...." Feronica terengah-engah, begitu cepat momen yang ia lalui tadi dan ia berusaha untuk menstabilkan kembali kekuatannya saat ini.


Tanda api masih menyala pada area sekujur tubuhnya, dan bahkan sampai sekarang Feronica masih belum menyadarinya juga.


'Dia jauh lebih kuat dari teman-temanku....' Feronica sadar memang apa yang dihadapinya sekarang jauh berbeda dari apa yang pernah ia lihat dahulu....


Pria itu kembali menggeram, raut wajah puas menghilang sepenuhnya darinya, kini yang ada hanyalah tatapan tajam serius yang menyeramkan.


Feronica menguatkan tekadnya, kini ia hanya bisa mengandalkan kekuatannya untuk keluar dari situasi ini dan tidak ada pilihan selain menang sekarang.


Pria itu mengangkat sebelah tangannya ke depan, dan lingkaran sihir berwarna hitam muncul seketika itu juga.


"Sihir Gelap...." gumam Feronica, ia pikir kekuatan seperti itu hanya ada di buku pelajaran, baru kali ini ia melihatnya secara langsung.


Feronica juga mengacungkan kedua tangannya ke depan, bersiap untuk apapun yang terjadi beberapa saat lagi.


"Sihir... Kegelapan: Hantaman ... Gelap!"


"Sihir Tanah: Keajaiban Tembok Besar!"


Energi hawa kegelapan melesat cepat mengarah pada Feronica, di sisi lain tembok besar muncul dari bawah dengan cepat sebagai respon dari kekuatan sihir Feronica.


Meskipun ukurannya kalah besar dengan sihir yang digunakannya untuk menolong gadis kecil tadi, namun jangan meragukan kemampuan sihir pertahanan Feronica.


BUM!


Ledakan yang hebat tidak terhindarkan terjadi, aura kegelapan busuk menyebar di seluruh area itu, serangan energi gelap ternyata mampu diatasi Feronica dengan baik.

__ADS_1


'Kekuatan sihir pertahanan ini akan beradaptasi dengan elemen apapun lawan, bahkan energi gelap sekalipun....' Feronica menatap tajam lawannya yang nampak keheranan sekarang ini. Kepercayaan dirinya meningkat dratis.


Waktunya bangkit dari keterpurukan!


__ADS_2