Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 39: Berusaha


__ADS_3

Hawa malam yang dingin sudah mulai terasa, tidak terasa waktu berjalan sangat cepat. Terlihat seorang pemuda sedang berlari dengan cepat dalam gelapnya malam dengan sorot mata yang terang.


"Aku merasakannya... aura gadis yang membebaskanku sebelumnya!" Pria itu tak lain tak bukan adalah Stephen, yang di mana ia sedang berlari- seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Ia sebelumnya tidak pernah merasakan aura gadis itu sekuat ini dari sejak pertama kali mereka bertemu


Seolah ada yang berbeda, aura yang dirasakannya itu seakan berbicara padanya gadis itu butuh pertolongan sesegera mungkin atau jika tidak maka sesuatu yang tidak diinginkan pasti terjadi.


"Sial! Mengapa di saat seperti ini keberadaannya cukup jauh?!" Stephen tidak bisa menghentikan umpatannya itu. Ia yang sedang berada di luar desa harus bergerak secepat mungkin agar ia bisa menemui gadis yang telah membebaskannya itu.


Mengapa ia sedang berada di luar desa? Stephen tahu ia tidak hanya harus membaur dengan warga desa Wolfden saja namun juga ia harus mengetahui informasi yang berada di luar. Dan demi mencapai tujuannya itu ia harus melihat dengan mata kepalanya sendiri agar bisa mengumpulkan informasi yang ada.


Namun tak disangkanya ternyata di saat seperti inilah ia harus benar-benar menemui gadis yang telah menyelamatkannya itu. 'Sial, padahal kukira aku bisa menunda bertemu dengannya sampai aku tahu seluk beluk daerah ini, namun ternyata terjadi seperti ini!'


Stephen terlalu percaya ia bisa bertemu dengan Feronica, gadis yang membebaskannya itu kapanpun ia mau namun ternyata hal tersebut tidak berjalan sesuai dengan perkiraannya.


Tadinya ia merasakan aura kekuatan gadis itu terpancar dengan kuat namun setelah beberapa saat selanjutnya aura kekuatannya itu kian melemah sampai di mana titik ia seolah tahu memang apa yang sedang terjadi padanya.


'Gadis bernama Feronica itu tengah bertarung di suatu tempat, apa yang dia pikirkan sampai-sampai bertarung di saat yang seperti ini?' Stephen kini mulai penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi pada Feronica saat ini.


Bertarung di malam seperti ini bukanlah ide yang bagus, tidakkah lebih baik dia melakukannya saat matahari masih ada?


Stephen merenung sembari bergerak dengan sangat cepat, jika dilihat dengan mata telanjang maka agaknya Stephen hanya akan terlihat sebagai bayangan hitam yang lewat begitu cepatnya.


Kembali pada pemikiran sebelumnya, Stephen memang tidak asing dengan aura keputus-asaan yang kini dirasakannya dari gadis yang sudah membebaskannya itu, dan memang bukan pertama kali ia merasakan aura seperti itu dari seseorang.


Hanya saja ia memang hanya bisa merasakan aura seperti itu dari seseorang yang tak jauh darinya, namun kali ini berbeda kasusnya, semenjak ia terbebas dari peti mati coklat besar yang menyegelnya selama belasan tahun itu.


Apa artinya? Sederhananya adalah kini ia bisa merasakan aura kekuatan gadis yang membebaskannya itu terlepas dari jarak antara mereka berdua. Jadi sederhananya Stephen bisa tahu akan aura kekuatan gadis itu meskipun ada jarak di antara mereka. Seolah ada semacam koneksi antara mereka berdua.


Stephen menyadari hal ini tidak lama ia tahu ia telah dibebaskan oleh seorang gadis kecil itu. Entah mengapa seberapa ia tidak memikirkan hal ini pun namun tetap saja ia bisa terus merasakan hawa kehadiran dan kekuatan dari gadis itu, Feronica.


Sudah beberapa saat berlalu semenjak hari itu, Stephen selalu bisa merasakan apa yang dirasakan pula oleh gadis itu selama ini. Jadinya Stephen mengulur waktu di saat yang tepat sembari mempelajari akan apa yang bisaa dilakukannya pasca kebebasannya ini.


Jadi jika begitu, tentu ia juga tahu bukan di balik alasan mengapa Feronica bertarung di sana? Jawaban sederhananya adalah....


'Apa yang tengah terjadi di sana?'


Stephen sama sekali tidak tahu apa alasan Feronica bertarung, Stephen bisa tahu dengan jelas bagaimana perasaan serta hawa kekuatan yang terpancar gadis itu, namun apa yang ia bicarakan dan apa yang dipikirkannya sudah berada di tempat yang berbeda.


Jadi sederhananya Stephen tahu sebagian kecil dari gadis yang telah menyelamatkannya ini, dan tidak semua hal seolah memang ia sedang berada di dekatnya. Namun sedikit informasi yang ia peroleh dari sini sudah lebih dari cukup untuk tahu bagaimana keadaan Feronica sekarang ini.

__ADS_1


Mungkin ini terdengar seperti pelanggaran privasi karena mengetahui informasi orang lain tanpa sepengetahuan mereka bukan? Stephen mengetahui hal ini, namun ia memiliki minat untuk memata-matai Feronica seenaknya, namun sebaliknya dengan cara ini Stephen bisa tahu lebih cepat akan alasan dibalik ia bisa terbebas dari segel yang begitu kuat yang menahannya di jangka waktu yang cukup lama itu.


Dan setelah ia tahu alasan dibalik kebebasannya ini, maka Stephen bisa maju selangkah lebih jauh lagi untuk menentukan apa yang akan dilakukan kedepannya.


Kembali pada perasaan yang sebelumnya pernah dirasakan oleh Stephen, adalah sesuatu yang sering dirasakannya. Hawa dan aura keputusasaan yang luar biasa yang kemungkinan orang yang bersangkutan tengah berada dalam kondisi yang sulit.


Stephen berharap ia tidak terlambat untuk mencegah hal yang akan terjadi di depannya itu, karena jika ia terlambat maka tidak akan ada lagi jalan baginya untuk mengetahui kebenaran yang ada.


*


Feronica tidak begitu mengerti mengapa kedua temannya itu melakukan hal seperti itu? Dan sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan?


Rossa dan Fredirica mengangkat sebelah kedua tangannya masing-masing, apa yang salah dengan itu? Kita memang hanya bisa bertanya-tanya akan hal ini, namun setidaknya Feronica tahu pasti apa yang sedang mereka berdua lakukan itu.


'Apa mereka serius mau melakukan itu?' Batinnya mulai berbicara pada dirinya sendiri, memaksanya untuk memikirkan apa yang harus dilakukan di tengah situasi seperti ini.


Feronica menelan ludahnya sendiri, rasa was-was mulai berubah menjadi kengerian sekaligus ketakutan yang dirasakannya secara perlahan namun pastI.


'Sihir gabungan... bagaimana mungkin aku bisa menghentikannya?' Setelah beberapa saat Feronica tidak kunjung bisa memikirkan jalan agar ia bisa lolos di situasi yang seperti ini.


'Sihir gabungan adalah sihir dengan tingkat kekuatan yang lebih tinggi dibanding sihir biasa ... mengapa mereka bisa melakukan sihir jenis ini bahkan ketika memang ini tidak dipelajari di sekolah?'


Jika memang sihir gabungan tidak dipelajari di sekolah maka bagaimana mungkin Feronica tahu sekilas mengenai hal itu? Sebenarnya sihir gabungan memang dipelajari juga di Akademi Sihir, hanya saja pembelajarannya berhenti pada teori dan tidak dengan praktik seperti yang memang biasanya mereka pelajari di sekolah.


Karena itulah Feronica tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya itu ketika tahu kedua temannya itu melakukan hal yang bahkan tidak mereka lakukan di sekolah.


'Astaga mengapa mereka pamer kekuatan sampai sebegininya?!' Feronica mulai dikuasai oleh ketakutannya, yang ada dalam pikirannya hanyalah kefrustasiannya akan apa yang terjadi saat ini.


SSSHHH....


Aura kekuatan Rossa dan Fredirica mulai berkumpul dan beriringan dengan itu perlahan namun pasti muncul lingkaran sihir yang berwarna merah pekat yang semakin lama semakin besar. Bersamaan dengan itu angin yang cukup kencang juga berkumpul mengitari Rossa dan Fredirica.


Feronica masih terdiam melihat begitu hebatnya kekuatan sihir gabungan mereka berdua itu. Apa lagi yang bisa dilakukannya saat ini? Ia yang sekarang merasa lemas karena serangan fisik Rossa hanya bisa berdiri tak melakukan sesuatu yang berarti.


Kepercayaan dirinya yang tadi begitu besar sampai-sampai ia berpikir bisa mengatasi kedua temannya ini berakhir dengan buruk. Ia yang tadi merasakan kekuatan berlimpah pun kini tak lagi memilikinya, malahan kondisinya berbalik sekarang ini.


'Astaga bukan ide bagus memanas-manasi mereka dari sejak awal. Lihat beginilah hasilnya, dasar Feronica bodoh!' Kini batin Feronica semakin bicara tegas dan bahkan sampai menyalahkan dirinya sendiri.


Feronica menyesali mengapa ia begitu percaya diri di awal tadi. Ia yang hanya membela diri dan kemudian lepas dari situasi ini dengan cara melawan mereka kini tak pernah bisa terjadi.

__ADS_1


Ia tetap tidak bisa menjadi seorang gadis kuat yang bisa melawan Rossa dan Fredirica sekaligus, meskipun pada awal ia memang merasa bisa melakukan apapun.


Rossa dan Fredirica kini telah mengambil langkah yang lebih serius sebagai jawaban akan respon yang mereka terima dari Feronica dan Feronica sendiri malah tidak bisa mengambil langkah yang lebih serius pula demi menandingi apa yang tengah mereka lakukan itu.


Apa yang bisa membuat dirinya berpikir ia bisa melawan mereka berdua? Bukankah sebelumnya ia memang sudah jelas kalah dari Fredirica dengan mudah? Apa hanya karena kebetulan pada awal tadi membuatnya lupa akan kenyataan yang ada?


'Ah benar juga, semua kepercayaan diri dan kekuatan yang kurasakan itu hanyalah kebetulan belaka. Lagipula mana mungkin aku bisa melawan mereka berdua sekaligus?' Feronica akhirnya sadar, ia memegangi rambutny yang acak-acakan itu dan menyesali mengapa ia baru menyadarinya sekarang.


Kini kedua temannya itu akan segera melancarkan serangan sihir gabungan dengan kekuatan yang amat hebat dan di luar perkiraannya. Apa yang bisa dilakukannya setelah hal itu terjadi?


"Aku harus menghadapi konsekuensi dari perbuatanku tadi." Gumam Feronica, ia berusaha untuk mempertahankan tubuhnya yang kini mulai terseret karena begitu kencangnya hempasan angin yang tercipta dari sihir gabungan Rossa dan Fredirica.


"Sihir Tanah: Tembok Tanah!" Feronica menghentakkan tangannya ke tanah dan seketika itu pula te,bok tanah mulai terbentuk di hadapannya.


DRRRTTT....


Tembok tanah memang terbentuk, namun ukurannya tidak setebal dan sekokoh tadi. Malahan tembok tanahnya itu kewalahan untuk menahan hempasan angin yang kencang yang ada di area lapang itu.


KKRTT..


Tembok tanahnya bergetar dan tembok tanahnya itu tidak lagi kokoh seperti sebelumnya, sedikit demi sedikit serpihan tanah terbawa hempasan angin kencang, mengikis sihir pertahanan Feronica dari waktu ke waktu bahkan sebelum serangan utamanya dating.


"Ukh." Feronica mulai merasakan nyeri di sekitaran tangannya yang kemungkinan besar disebkan oleh dirinya yang memaksakan kekuatannya saat ini.


"Aku harus bisa bertahan." Feronica berupaya sebisanya untuk nmempertahankan sihir pertahanannya ini, meskipun pada akhirnya sihir tembok tanahnya tetap terkikis oleh hempasan angin yang kian kuat ini.


"Terimalah ini Feronica!" Fredirica berteriak kencang dan bersamaan dengan itu sihir api menyerupai seorang ksatria berkuda yang memegang pedang tajam muncul di sana.


"Sihir Gabungan: Ksatria Pedang Api!" Rossa dan Fredirica berteriak bersamaan, melancarkan serangan sihir gabungan dengan kekuatan yang luar biasa.


SHHUUSSHHHH!


SRAK!


DDDDDDRRR!


Tembok pertahanan Feronica hancur lebih dahulu membuatnya bisa melihat serangan sihir gabungan secara langsung dengan mata kepalanya sendiri.


Tak ada lagi pertahanan atau perlindungan yang ada padanya. Ia sudah berusaha semampunya dan kini hanya terdiam di sana.

__ADS_1


"Apa ini akhirnya?" Feronica menatap penuh arti ksatria dengan pedang api tajam yang mengarah padanya.


__ADS_2