Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 99: Menunjukkan Tekad


__ADS_3

Dibalik kepulan asap yang tebal itu, Feronica dan Stephen seolah tahu serangan mereka berdua itu memang tidak akan terlalu berdampak banyak. Maka dari itu mereka tidak menyia-nyiakan waktu yang ada dan terus maju ke depan.


Pergerakan mereka berdua sama cepat, Stephen dan Feronica seolah bergerak seirama padahal mereka sama sekali tidak membuat rencana sebelumnya.


DUM!


Feronica dan Stephen melancarkan serangan fisiknya yang membuat hempasan dan dentuman kembali terjadi. Dan di saat yang cepat mereka melancarkan rentetan serangan ke arah lawannya.


'Apa maksudnya tadi?' Stephen memikirkan apa yang dikatakan kakaknya tadi, apa mungkin tujuan kakaknya adalah ini?


Serangan fisik Feronica dan Stephen hanya mengenai lingkaran sihir perlindungan transparan yang mengelilingi orang berjubah hitam ini, itulah alasan mengapa serangan bola hitam Stephen hanya menimbulkan ledakan saja, tidak benar-benar mengenai sasarannya.


KRAK!


"Hm?" Orang berjubah hitam itu mengeluarkan nada yang cukup heran, apa yang dilihatnya ini memang tidak diduganya sama sekali.


Tak butuh waktu lama, sihir perlindungan transparan yang ada di sekitaran orang berjubah hitam ini mulai retak. Karena memang terus diserang dengan serangan fisik yang cepat dari Stephen dan juga Feronica.


KRRRTTTTT...


BUM!


BUM!


Stephen dan Feronica terus menyerang sihir perlindungan ini dan semakin lama retakan yang muncul meluas sekitarnya.


Padahal seharusnya sihir perlindungan milik orang berjubah hitam ini cukup kuat untuk menahan serangan fisik seperti ini, namun entah mengapa malah bisa retak secepat ini.


Srrttt...


Retakan yang dibuat oleh Stephen dan Feronica perlahan mulai menghilang, namun tidak cukup cepat untuk mengatasi retakan yang baru. Seolah pemulihan sihir perlindungan tidak begitu berguna di sini.

__ADS_1


'Kami bisa melakukannya! Sihir pertahanan kakak memang hebat, tapi pasti ada celah untuk mengalahkannya!' Stephen tahu benar bagaimana kekuatan saudaranya, namun tidak mau terjebak untuk selalu memikirkannya. Ia bisa merasakan keberanian Feronica yang juga membuat harapan yang ada padanya muncul ke permukaan.


KRASH!


Pada akhirnya serangan fisik Feronica dan Stephen berhasil membuat sihir perlindungan yang menghalangi mereka benar-benar hancur.


Tap!


Orang berjubah hitam itu melompat tinggi ke atas, seolah menghindari kontak dekat dengan kedua orang yang tengah berhadapannya ini.


Kini tak ada lagi sihir perlindungan yang mengelilinginya, kemungkinan besar ia mundur untuk menghindari risiko yang bisa terjadi.


Jubah hitamnya kini sudah banyak robek, kini terlihat pakaian dibalik jubah hitam yang dikenakannya. Dan jika dilihat sekilas pakaian orang asing ini juga hitam adanya.


Semenjak pertarungannya yang sebelumnya dengan pria besar tadi, di saat itulah jubahnya banyak mengalami kerusakan, perlahan demi perlahan sampai saat ini.


"Sihir Gelap: Bola Hitam Raksasa...." Tiba-tiba dari atas langit muncul lingkaran sihir besar yang bahkan sampai seukuran area sekolah akademi. Begitu besar dan membuat semua yang melihatnya tidak percaya.


Tidak perlu ada yang dibandingkan di sini, Stephen tidak berniat menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghentikan sihir kakaknya ini, yang ia perlukan strategi yang cukup baik untuk menangani ini.


Kini Stephen tahu, kakaknya itu memang tidak pandang bulu akan siapapun yang dilawannya, bahkan seorang manusia sekalipun, dia sama sekali tidak menahan diri.


Untuk berpikir Feronica adalah targetnya juga sulit, karena saudaranya itu sama sekali tidak menahan dirinya. Jikalau memang gadis ini adalah targetnya mengapa dia begitu serius seperti ini?


Apa memang ada cara lain? Apa saudaranya ini berniat untuk menguji mereka berdua? Stephen yakin bilamana Feronica sendiri maka mungkin kakaknya ini tidak akan berlaku sejauh ini.


Stephen tidak berniat untuk membiarkan rekannya seperti ini. Dia tidak ada urusannya dengann kehidupannya yang penuh kekacauan seperti ini.


"Sihir Gelap-"


Perkataan Stephen terhenti di sana, ia heran melihat tangan Feronica yang mengarah padanya seolah seperti mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"...." Stephen melihat Feronica dengan seksama, tangannya masih diarahkan padanya dan kini Stephen seperti mengerti akan apa yang dimaksud oleh rekannya ini.


Feronica melihat tajam ke atas pada lingkaran sihir super besar yang ada di sana, perlahan muncul bola hitam besar yang mengerikan, mirip seperti batu dari luar angkasa yang berbahaya, hanya saja seluruhnya dominan berwarna hitam dan membuat siapapun yang melihatnya terdiam sejenak.


Dengan bola hitam sebesar area akademi itu sudah cukup meratakan seluruh area di sini, bahkan bisa lebih buruk lagi akibat yang disebabkannya mengingat begitu kuatnya aura sihir yang terasa di sini.


Stephen baru saja hendak mengeluarkan kekuatan sihirnya untuk mencegah hal buruk terjadi, namun mengapa malah rekannya ini mengangkat tangan ke arahnya seolah mencegahnya melakukan sesuatu?


Bukankah ini aneh? Meski Stephen mengerti akan apa maksud dari tangan yang mengarah padanya ini, namun ia tidak mengerti akan alasan apa yang membuat rekannya berbuat seperti ini.


Stephen melihat bagaimana sorot mata tajam Feronica yang terus menatap ke atas, tidak ada keraguan sedikitpun terlihat darinya. Perlahan namun pasti lingkaran sihir Stephen yang tadinya siap untuk digunakan akhirnya menghilang .


"Lihat bagaimana kau menjadi lembek seperti ini...."


"Menyedihkan sekali kau menjadi bagian dari mereka...."


"Lari dari takdirmu sendiri... aku malu mengakuimu...."


Pada akhirnya orang berjubah hitam itu mengatakan berbagai hal. Ini membuat Stephen hanya terdiam, ia bisa mendengar bagaimana ucapan saudaranya dengan jelas, namun Stephen kini tidak mau ambil pusing dengan apa yang dikatakan sudaranya itu.


'Lucu sekali... aku bahkan tadi hanya diam ketika pria besar tadi begitu mati-matian melindungi Feronica... dan kini aku hanya diam juga saat ada serangan yang akan datang....' Stephen malah terpikir ke arah sini, ia tidak begitu paham akan hal ini. Mengapa di saat yang penting ia tidak melakukan apapun?


Mengapa ia begitu ragu akan apa yang dilakukannya ini? Apa karena pertemuan ini? Apa memang ia belum siap untuk bertemu dengan saudaranya?


Keteguhan hati Stephen juga terbantu karena rekannya yang kini ada di sampingnya. Entah apa yang terjadi bilamana memang ia harus berdiri sendiri sekarang. Pastinya akan terasa berat adanya.


"Aku percaya padamu Feronica...." Stephen membatalkan sihir dan tidak lagi mengeluarkan tenaganya sedikitpun.


Di saat seperti ini memutuskan hal tersebut tentu adalah aneh adanya. Siapa juga yang tidak mau bertahan di saat genting seperti ini? Siapapun akan sangat setuju dan menyerahkan ini pada seorang yang bisa mengatasi situasi sekarang, yaitu Stephen.


Namun Feronica sama sekali tidak berpikir seperti itu, ia malahan mencegah Stephen melakukan urusannya tadi, lantas sebenarnya apa yang ia pikirkan sekarang?

__ADS_1


__ADS_2