Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 43: Sekarang Atau Tidak Sama Sekali


__ADS_3

Feronica terhempas oleh serangan kejutan dari Yelena, ia tidak punya waktu mengelak karena terlambat menyadari bahwa lawannya itu tengah bersiap menyerangnya tadi.


Tubuh Feronica langsung mendarat dengan tidak mulus ke bawah, menyisakan debu asap tebal yang cukup tebal  memenuhi area sekitaran lapang ini.


"WOOO!" Terdengar sorak dari para murid yang ikut memeriahkan acara tes ini, mereka merasa terhibur dan bersorak untuk siapapun yang mereka dukung.


Kini kepulan debu tanah mulai terlihat akibat hentakkan keras yang terjadi tadi, area tanah berangsur-angsur berhenti bergoyang, tidak ada lagi tanah yang bergelombang dengan cepat dan kini mulai kembali normal seperti biasanya.


Yelena masih berdiri terdiam melihat kepulan debu asap yang kini perlahan mulai menghilang, ekspresi wajahnya tidak berubah sama sekali, tetap seperti sebelumnya.


Di mana biasanya orang-orang akan mengungkapkan emosinya dari ekspresi wajahnya, namun Yelena bukanlah dari bagian dari orang-orang kebanyakan lainnya.


"UHUK! UHUK!" Feronica akhirnya terbaring di tanah, tubuhnya terkena bebatuan sihirnya sendiri, terasa sakit dan ngilu adanya.


'Uhhh' Feronica mengerang di dalam batinnya, serangan sihirnya tak mampu mengecoh lawannya yang terjadi malahan sebaliknya, ia yang terkecoh oleh lawannya.


'Ayo bangun!' Feronica menggunakan segenap kekuatannya untuk berdiri, ia tidak bisa terus-terusan terbaring di bawah atau apa yang akan terjadi nanti lebih buruk lagi. Ia bisa dianggap menyerah dan langsung gagal tes susulan ini.


Feronica mengangkat tubuhnya dengan tangannya, tetesan darah keluar dari tubuhnya sedikit, yang menandakan ia jatuh di tanah bebatuan yang cukup tajam.


'Sial.' Feronica berusaha mengendalikan dirinya, rasanya ia ingin segera menyerang kembali dengan harapan ia bisa membalikkan keadaan, namun di saat yang bersamaan ia mengurungkan niatnya karena bisa saja apa yang ia pikirkan itu adalah keputusan yang salah.


"Sihir Angin: Tornado Angin." Yelena mengacungkan tangannya ke depan dan seketika itu juga lingkaran sihir berwarna biru yang jauh lebih besar dari sebelumnya muncul, menciptakan hempasan angin besar yang berputar-putar mengarah padanya.


HUUUUSHHHH!


Energi dari sihir angin yang berputar itu membuat sihir pelindung area lapang ini bekerja, yang menandakan bahwa sihir yang dikeluarkan Yelena ini bisa saja berbahaya bagi orang luar yang kini tengah melihat mereka secara langsung.


Feronica memegangi luka pada perutnya sendiri sembari melihat betapa hebatnya kekuatan sihir Yelena, dan seketika itu juga ia menghentakkan kaki ke tanah dengan keras.


"Sihir Tanah:  Perisai Bola Tanah!" Seketika itu juga tembok tanah besar berbentuk bola yang cukup besar muncul di sekitaran Feronica, menutup keberadaannya dari dunia luar, ini adalah sebuah teknik pertahanan lanjut yang ia kembangkan sebelumnya.


'Aku hanya bisa bertahan, sampai serangannya itu mereda.' Feronica kini berada di dalam perisai berbentuk bola yang menutupi seluruh keberadannya, kegelapan di dalam bola pertahanan tanah ini terasa adanya membuat Feronica tidak bisa terlalu melihat apa yang terjadi di sekitarnya.


DUM!


"Ukh." Feronica merasakan benturan dari luar yang menandakan sihir angin lawannya itu telah mengenai pertahanan miliknya, kini yang bisa dilakukannya adalah memikirkan strategi terbaik apa yang bisa digunakannya demi keluar dari situasi ini.


'Yelena, dia ...?' Feronica mulai berpikir tentang lawannya. Apa yang ia tahu sejauh ini tentangnya, maka kemungkinan ia bisa menyusun strategi yang lebih baik dan menguntungkannya selama pertarungan.


Namun ini membuat ia harus memikirkan kenyataan yang ada. 'A- aku sama sekali tidak dekat dengan siapapun di akademi, bagaimana mungkin aku tahu tentangnya?'


Kini Feronica malah tahu, ia tidak tahu informasi apapun dari lawannya, dengan begitu maka pertanyaan sebelumnya sudah terjawab dengan cepat.


"Aku tidak tahu apapun tentangnya." Feronica termenung.


Feronica sedikit tertunduk berusaha memikirkan strategi lain yang bisa digunakan dalam menghadapi lawannya.


Fakta bahwa ia hanya tahu Yelena adalah pendiam tidak bisa membantunya untuk menyusun strategi yang lebih baik untuk melawannya.


KRAK!


"Apa?!" Tanpa bisa di duganya, pertahanan bola tanah milik Feronica retak dan hancur dan di saat yang bersamaan Yelena masuk ke dalam pertahanan bola itu melancarkan serangan tinjuannya yang sangat cepat.


HUSH!


"Ups." Feronica masih bisa menghindar dari serangan tinjuan Yelena berkat instingnya yang sudah cukup terasah karena latihannya sebelumnya.


Ia tidak mau lagi lengah dan terkena serangan tinjuan tiba-tiba. Ia harus belajar dari kesalahan dan berusaha agar hal yang sama tidak lagi terjadi.


"KESEMPATAN!" Feronica memegang tangan kanan Yelena yang berada di sebelahnya setelah tinjuannya meleset, Yelena tidak mengantisipasi hal ini dan pada akhirnya gerakan tangannya terkunci oleh Feronica.


Meskipun begitu ekspresi Yelena tetap tenang seolah itu bukanlah hal yang terlalu gawat baginya.

__ADS_1


"Sihir Tanah: Pengerasan!" Feronica dengan segera menyalurkan energi sihirnya pada tangan Yelena yang telah digenggamnya itu, dan dengan begitu tangan Yelena yang tengah dipegangnya itu perlahan berubah menjadi tanah yang mengeras.


'Dengan begini aku bisa mengunci pergerakannya untuk sementara!' Feronica tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini.


SRKKK!


Perlahan namun pasti tidak hanya tangan Yelena yang berubah menjadi batu keras melainkan menyebar ke bagian tubuhnya yang lain. Hampir menutupi setengah badannya.


Feronica melihat ini sebagai suatu kesempatan, di mana tangan kanannya tengah menyalurkan energi sihir pada lawannya, tangan kirinya dengan sigap menyerang Yelena yang tak mampu bergerak itu.


'Dengan begini aku pasti bisa menyerangnya!'


....


Yelena terdiam tidak melakukan apapun, yang berarti ekspresinya sama sekali tidak terlihat panik dan menganggap semuanya baik-baik saja.


SRET....


"Eh?" Pipi Feronica tersilet cepat dan berdarah seketika itu juga.


'Apa yang?!' Feronica merasakan aura yang sama mengelilinginya saat ini. Aura serangan sihir tersembunyi yang sulit sekali di rasakan.


"Sihir Angin: Pembebasan ...."


'Astaga hawa yang sama seperti tadi! Feronica berusaha menghentikan serangan tinjuan yang hampir mengenai wajah Yelena itu, namun semuanya terlambat.


HUSSH!


Sreet... srettt ....


Bak siluet silet tajam tak terlihat mengenai kedua tangannya yang berada dekat lawannya itu.


'Bagaimana mungkin dia bisa mengeluarkan sihir di tengah kondisinya itu?!'


Feronica tidak habis pikir bagaimana mungkin lawannya itu bisa menyerangnya sementara kekuatan sihirnya seharusnya terganggu karena efek sihir tanah ini.


SHHHH!


Krak!


Sihir tanah yang menutupi separuh badan Yelena perlahan hancur dengan sendirinya.


DUAGH!


Feronica membentur dinding transparan yang merupakan batas dari area lapang tempat mereka bertarung, hanya batas inilah yang mampu menghentikannya dari serangan Yelena yang begitu kuat itu.


"Argh!" Feronica lagi-lagi terbaring dan jatuh sakit saat itu juga, maksudnya adalah ia jatuh dan merasakan sakit yang benar-benar lebih sakit dari sebelumnya.


'Ah perih!' Kekuatan hempasan anginnya itu seolah benang tajam yang dengan bebas mengenainya!


Feronica hanya bisa mengerang kesakitan di sana seraya bertanya-tanya mengapa lawannya itu bisa melancarkan serangan tiba-tiba dua kali.


'Kalau dipikir-pikir lagi dia tidak melancarkan serangan tiba-tiba....' Feronica berusaha mengabaikan rasa sakitnya dan kembali berusaha beranjak dari lantai dan membuat kakinya bisa menopang badannya kembali.


Feronica akhirnya tahu alasan kenapa ia tidak bisa mengantisipasi serangan lawannya itu. Alasannya cukup sederhana dan mudah dimengerti.


'Tapi mengapa serangannya itu tidak bisa kurasakan?' Munculah berbagai pertanyaan dalam benak Feronica sekarang ini, pertanyaan yang harusnya ia ketahui jawabannya dari awal.


'Energi sihir seharusnya berkaitan erat dengan hawa kekuatan, namun mengapa aura sihir miliknya itu samar bahkan sampai tidak kusadari?' Feronica tidak mengerti, baru kali ini ia melawan seorang dengan energi sihir yang tak terdeteksi seperti ini.


Bahkan sekuat dan sehebat Rossa serta Fredirica , hawa kekuatan mereka dapat terasa dengan jelas di setiap serangan yang mereka lancarkan. Namun mengapa kali ini malah berbeda adanya?


'Sekarang terlambat untuk mencari jawaban, entah apa alasannya tapi aku tidak boleh kalah di sini!' Feronica akhirnya memutuskan untuk tidak terlalu ambil pusing dengan hal ini dan kembali mengobarkan semangat dalam hatinya.

__ADS_1


Tubuh Feronica dipenuhi dengan luka panjang tipis dan darah mengalir dari setiap lukanya itu, ia menahan serangan lawannya itu dengan tubuhnya sendiri.


Feronica berusaha untuk mengabaikan rasa ngilu dan perih yang ada di sekujur tubuhnya itu, namun pada akhirnya perasaannya itu tetap ada dan makin menyiksa.


Di sisi lain Yelena berjalan mendekatinya perlahan dengan raut wajah datar tidak berubah sama sekali. Hawa yang terasa darinya tidak berubah sama sekali, yang di mana seharusnya hawa seseorang akan terasa apabila sudah berada dalam jaarak tertentu.


'Dia ini manusia atau apa?' Feronica mulai heran, pasalnya sedari tadi ia tidak melihat ekspresi berbeda yang keluar dari wajahnya itu.


Wajah sayunya itu memang agak menutupi kecantikannya, Feronica sadar akan hal ini. Yelena adalah gadis yang cantik apabila emosinya bisa lebih keluar darinya.


'Astaga mengapa aku memikirkan hal ini? Apa memikirkan penampilannya bisa membantu di saat ini?!' Feronica sedikit menggelengkan kepalanya berusaha untuk tetap fokus dan siaga.


"Sihir Angin: ...." Perkataan Yelena terhenti, sorot matanya teralihkan pada gumpalan tanah keras yang mengeraskan sebagian kakinya. Dia yang tadinya bersiap menyerang malah harus terhenti karena tanah keras yang menghentikan pergerakannya itu.


"Hah!" Feronica menghentakkan kakinya ke tanah dengan keras dan di saat yang bersamaan area lapang mulai berguncang cukup hebat.


'Jika dia menyerang dengan diam-diam, aku juga tidak mau kalah!' Feronica memakai trik yang sama, ia sebelumnya sudah mengalirkan sebagian besar energi sihirnya ke seluruh area lapang, dengan begini maka lawannya tidak akan begitu curiga dengan apa yang akan dilakukannya ini.


Feronica tidak mengumpulkan kekuatan sihir pada satu titik saja seperti sebelumnya, melainkan ia menyerbarkan energinya ke lingkungan sekitar. Dengan cara ini lawannya tidak akan terlalu waspada dan mungkin hanya berpikir dirinya sedang melepaskan aura kekuatan secara biasa saja.


Melepaskan aura kekuatan secara biasa? Apa maksudnya? Mungkin ini yang akan kita tanyakan selanjutnya dan jawaban sederhananya adalah, melepaskan aura kekuatan biasanya ditujukan untuk menunjukkan seberapa besar kekuatan kita pada lawan, memang di kebanyakan kasus pertarungan hal seperti ini hanya bertujuan untuk pamer saja sih.


'Aku tidak sedang pamer!' Feronica menguatkan sihir tanahnya itu, lagi lagi gelombang tanah yang luar biasa kembali muncul seperti air yang mengalir, hanya saja di sini bentuknya tanah coklat keras yang penuh dengan area yang tajam.


Yelena melihat dengan raut wajah yang muram, dan pada akhirnya ia menunjukkan ekspresi lain meskipun tidak terlihat terlalu signifikan adanya.


Gumpalan tanah keras mulai memenuhi area lapang ini kembali, membuat gerakan Yelena terkunci dan pada akhirnya berhenti berjalan mendekatinya.


"Sihir Tanah: Perubahan Tempat!" Lingkaran sihir berwarna coklat yang cukup besar muncul di sekitaran area lapang ini, mengubah dataran lapang yang datar dan memenuhi area lapang ini saja bak air yang sedang diisi.


"Bu- bukankah jika dibiarkan mereka akan sama-sama terkubur dengan tanah?!" Salah seorang siswa mengomentari apa yang sedang dilihatnya itu.


Memang setelah beberapa saat lamanya gumpalan tanah keras itu makin banyak dan tidak hanya Yelena saja yang perlahan mulai terkubur dengan tanah, melainkan Feronica juga.


'Apa ini adalah pilihan terbaik?' Feronica bertanya dalam hati pada dirinya sendiri, separuh tubuhnya ikut mengeras dengan sihir tanahnya sendiri.


"Apa yang dia pikirkan? Serangan bunuh diri?" Para murid lain mulai ramai membicarakan apa yang sedang mereka saksikan.


Banyak di antara mereka yang bertanya-tanya tentang mengapa salah satu murid yang sedang bertarung ini malahan menggunakan sihir miliknya dengan cara seperti ini?


Maksudnya adalah mengapa menyerang namun memiliki risiko yang tinggi seperti itu? Perbincangan ini terus terdengar setelah Feronica melancarkan serangan sihir tanahnya ini.


Feronica yang badannya mulai terasa kaku mengarahkan padangannya pada rekan-rekan se-angkatan dirinya ini, dan pandangan mereka kurang lebih sama adanya. Seolah mengartikan penuh keheranan dan pertanyaan.


'Ah, aku harus menujukkan seberapa kuat aku sekarang.'


Feronica kini mulai berbicara dalam batinnya lagi, dalam lubuk hatinya yang terdalam masih ada pertanyaan juga yang memang sama seperti apa yang ia rasakan dari tatapan rekan-rekannya itu.


'Kenapa aku melakukannya?' Ada bagian dalam dirinya yang mempertanyakan keputusannya.


'Tidak ada hal lain lagi yang bisa kulakukan.' Dan langsung dijawab pula oleh dirinya.


Pilihannya hanyalah melakukannya atau tidak sama sekali.


'Ini adalah teknik terhebatku, sihir tanah ini memanipulasi area sekitarnya dan mengubahnya jadi tanah yang keras. Kekuatannya lebih kuat dibanding tanah biasa.'


Feronica sudah mengalirkan energi sihir yang cukup kuat pada sihirnya kali ini. Dan dengan begitu maka kekuatan tanah kerasnya seharusnya jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Dengan semua penjelasan ini tetap saja masih belum diketahui mengapa Feronica berani mengeluarkan sihir yang begitu kuat ini, padahal sihir dengan kekuatan yang besar ini bukankah lebih baik digunakan di saat-saat yang terakhir bukan?


Teknik bukan sembarang teknik, inilah kartu as-nya. Kalau tidak dikeluarkan sekarang keburu tidak sempat.


Tidak mungkin mengeluarkannya kalau sudah kalah bukan?

__ADS_1


Dan hal lain yang patut untuk dipikirkan juga, jika memang ia akan mengeluarkan sihir yang begitu hebat, bukankah sebaiknya dipikirkan juga akan risiko yang bisa terjadi?


'Kalau tidak dicoba ... tidak akan tahu!'


__ADS_2