Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 113: Menghadapi Kenyataan


__ADS_3

Freiss terdiam melihat muridnya meninggalkannya di tempat ini, tidak ada kata permisi yang terdengar seolah tidak menganggap ada orang di sini.


Siapapun yang diperlakukan seperti ini setidaknya akan merasa tidak enak bukan? Bayangkan saja ketika sedang mengobrol namun lawan bicara pergi begitu saja tanpa basa-basi lagi.


Perasaan tersinggung yang meluap keluar adalah hal yang wajar terjadi. Bahkan untuk seorang ahli sihir sekalipun bisa merasakannya.


"...." Freiss memerhatikan Yelena sampai benar-benar dia meninggalkan sekolah.


Tidak ada perubahan raut wajah yang berarti setelah muridnya meninggalkannya, yang itu berarti memang Freiss tidak merasa tersinggung dengan sikap Yelena tadi.


Meski memang obrolan tadi terasa cukup berat, namun memang fakta sebenarnya tidak bisa terus disembunyikan.


Malahan Freiss seperti diajak untuk mendalami isi hatinya yang sebenarnya, yang di mana sebagai ahli sihir tidak mungkin ia lakukan.


Seorang ahli sihir tidak boleh membawa perasaan pribadi dalam suatu hal, itu adalah etika yang harus dilakukan. Terutama jika itu sudah bicara mengenai peraturan dan kesepakatan.


'Keputusan hasil akhir sudah ada, jadi ibu tidak bisa berbuat apa-apa....' batin Freiss. Meski ia bisa mengatakan langsung hal ini pada Yelena tapi tetap saja tidak akan membuat situasi berubah.


Freiss menatap penuh arti apa yang sekarang dilihatnya. Jika bukan karena Feronica maka tempat ini mungkin sudah jadi reruntuhan yang tidak berguna.


Jika sudah jadi reruntuhan maka membangun kembali dengan sihir pun tidak akan terlalu berguna. Mengingat bangunan sekolah sebenarnya sudah ada energi sihir khusus yang di mana ketika sudah hancur maka tidak bisa kembali kembali seperti semula dengan singkat.


Dari sini mungkin muncul pertanyaan, mengapa bangunan akademi malah menggunakan sihir yang tidak kuat yang pada akhirnya bisa hancur dengan mudah?


Sederhananya memang dirancang seperti itu. Sihir yang melingkupi seluruh bangunan sihir hanya bertujuan untuk menunjukkan pada dunia luar sekaligus menjadi penanda serta pembeda dari tempat lain.


Dan kebanyakan tempat yang berhubungan dengan sihir juga biasanya memancarkan energi sihir. Contohnya sekolah sihir lain juga mengadopsi cara yang sama untuk menunjukkan eksistensinya.


Karena ada sihir penanda khususlah yang membuat bangunan akademi sulit diperbaiki jika sudah terlalu banyak kerusakan. Diperlukan rancangan dari awal lagi dan pula sihir penanda baru yang tingkat kerumitan sihirnya kompleks.


Dalam kasus termudah, akan butuh waktu lama untuk kembali membangun bangunan akademi yang baru, dan pada akhirnya semua murid pun tidak punya tempat untuk belajar lagi dalam waktu dekat.


Sekalipun sebagian besar dari mereka adalah dari kalangan berada sekalipun, tetap saja orang tua mereka yang kebanyakan ada di luar kota sudah mengucurkan dana yang tidak sedikit demi pendidikan terbaik putra-putrinya.

__ADS_1


Terpaksa memindahkan para murid akademi dengan alasan apapun tentu akan membuat reputasi sekolah menurun dan bahkan kehilangan kepercayaan yang telah dibangun selama ini.


'Demi mempertahankan reputasi sekolah, maka komite sekolah memutuskan untuk menghentikan pembelajaran dahulu....' Freiss memikirkan apa yang diputuskan oleh pihak sekolah.


Jika dipikirkan lagi, memang keputusan yang diambil tadi sudah jelas demi keberlangsungan akademi dengan baik. Lebih baik mencegah sesuatu yang buruk terjadi dibanding dengan mengatasi masalah yang sudah terjadi.


Freiss memang mendukung keputusan yang diambil, karena memang itu adalah pilihan terbaik yang bisa diambil saat ini.


Lalu bagaimana dengan peran Feronica yang kemarin datang dan bertepatan dengan kehadiran seorang berjubah hitam? Hal ini dibahas rahasia dan tertutup di hari yang sama setelah penyerangan seorang berjubah hitam. Para murid lain tidak diberikan informasi mengenai hal ini.


Jadi Freiss sendiri tahu seharusnya para murid lain tidak perlu memikirkan apapun lagi tentang kehadiran Feronica kemarin. Termasuk Yelena yang tadi bertanya padanya.


'Yelena memang peduli dengan Feronica....' Freiss bisa merasakan ada emosi yang terpancar dari Yelena tiap kali dia membicarakan soal Feronica.


Apa pertarungannya sebelumnya sudah membuka hatinya? Freiss tidak tahu alasan pastinya. Namun ia senang melihat perubahan Yelena sepert ini.


Obrolan singkat dengan Yelena benar-benar membuatnya lebih sadar akan apa yang terjadi di sini, namun semua itu terhalang oleh etika ahli sihir yang harus dilalukan. Tidak peduli kenyataan yang terjadi.


'Bagaimana rasanya ketika sudah menyelamatkan banyak orang dan mengusir penjahat namun malah dikucilkan? Freiss menengadah ke atas, memikirkan gadis yang kini tidak hanya dikeluarkan dari sekolah.


DUAR!


SSSHHHHH!


Seketika itu juga ledakan energi gelap terjadi di area lapang rumput ini, membuat hempasan udara yang begitu kencang ke segala arah. Disertai dengan gemuruh yang ada membuat momen ini jadi sedikit menakutkan.


Brugh. Di saat yang bersamaan Feronica tidak bisa menahan lagi tubuhnya, ia terbaring karena hempasan tadi, namun, ia masih sadar sampai saat ini.


Shhhh...


Setelah kepulan debu tanah menghilang, kini bisa terlihat dengan jelas ledakan energi siapa yang terpancar sekarang.


Pemuda yang kini sudah menggunakan kekuatan penuhnya, Stephen. Penampilannya sudah berubah cukup drastis, mulai dari bulu di sekitar tubuhnya dan sorot mata kuningnya yang tajam.

__ADS_1


'Aku harus bisa mengendalikannya!' Stephen masih bisa mendengar suara dalam batinnya sendiri.


Hush!


Stephen melesat ke depan tanpa berpikir panjang, "Sihir Gelap: Pedang Gelap!" Di tengah pergerakannya yang cepat muncullah pedang sihir berwarna hitam dari tangan kanannya, mengarah dengan cepat ke arah musuhnya.


SYUT!


Perempuan berbaju putih itu bisa menghindari serangan Stephen dengan lihai seolah memang ia bisa mengikuti pergerakan yang cepat ini.


HUSH!


SYUT!


Dan pada kenyataannya memang begitu. Beberapa kali Stephen mengarahkan pedang sihirnya, seorang berjubah putih itu selalu saja bisa menghindari serangannya.


BUM!


Dengan tak kalah cepat perempuan berjubah putih itu menendang Stephen dengan keras, namun tidak sama seperti sebelumnya. Stephen tidak terhempas jauh lagi, melainkan tetap berada di posisi yang sama.


Srrr...


Ada seperti aura hitam transparan yang ada di sekitaran tubuh Stephen, yang meredam serangan fisik kuat dari seorang berjuba putih itu.


Stephen kembali melancarkan serangan dengan menggunakan pedang hitam berulang kali dengan semakin cepat, seolah ia tidak mau memberi celah sedikitpun pada lawannya.


Gerakan Stephen lebih sulit dibaca dari sebelumnya, membuat seorang berjubah putih ini harus puas dengan bertahan tipis dari serangannya sekarang (serangannya mengenai jubah putih itu sedikit demi sedikit)


'A... aku tidak bisa mengendalikannya....' Stephen sampai di tahap di mana tubuhnya benar-benar sulit untuk dikendalikan lagi. Semakin lama kemampuannya untuk mengontrol tubuh jadi kecil.


Stephen tidak mau mundur dari kesempatan yang terbuka ini, dan di saat yang bersaman ia tidak mau pula dikendalikan oleh bagian 'lain' dalam dirinya itu.


Dengan memberikan ruang pada 'dirinya yang lain' memang bisa membantunya keluar dari situasi yang sulit tadi. Namun pertanyaan sebelumnya masih belum terjawab juga.

__ADS_1


'Tu-tubuhku ... tidak mau berhenti!'


SLASH!


__ADS_2