
BRAGH!
BUAK!
DRAK!
Serangan fisik saling beradu antara Housen dan juga orang berjubah hitam ini, saking cepatnya bahkan hanya terlihat hempasan udara yang terjadi akibat serangan mereka berdua ini. dan pelindung kedua, yakni dinding sihir area lapangan sekolah sudah aktif sekarang.
Dinding sihir yang sama gunanya yakni mencegah agar kekuatan sihir yang disebabkan pertarungan tidak membuat kehancuran lebih luas lagi, yang ini berarti kedua orang ini memang sudah berada di level yang berbeda.
BUM!
Dentuman dengan suara besar yang membuat siapapun yang mendengarnya jadi terkaget, dan juga menggetarkan area sekolah ini, tidak peduli dengan penghalang sihir yang ada.
Para murid hanya bisa terdiam melihat kejadian seperti ini, beberapa murid yang tadinya tertarik dan ingin melihat apa yang terjadi kini malah mundur, mereka sadar apa yang terjadi di sekolah adalah hal yang serius dan tidak menyenangkan sebagaimana mereka pikirkan pada awalnya.
Suasana suram di sekolah menambahkan kesan tidak mengenakkan bagi siapapun yang berada di akademi sekarang, kebanyakan dari para murid yang berada di dekat area lapang pada akhirnya mulai undur dan menjauhi area ini, masuk ke dalam kelas dan hanya mengamatinya dari jendela saja.
"HMPH!" Housen kini sudah mengerahkan rentetan serangan fisik miliknya, dan sebagai hasilnya memang tidak ada satu serangan miliknya pun yang berhasil mengenai orang berjubah hiitam itu.
'....' Teknik bertarung orang asing ini tidak biasa, Housen bisa menilai kemampuan orang ini sama dengan ahli sihir, sudah terasah dengan matang dan minim sekali celah yang dibuatnya.
Housen mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya di tengah rentetan serangan fisik yang sudah dibuatnya ini. Namun orang asing itu tetap mengejarnya dengan cepat, tidak mau menyia-nyiakan waktu bahkan hanya sebentar saja.
'Menarik....' Housen pikir jika ia mengambil jarak, maka tentunya hal yang sama juga akan dilakukan oleh lawannnya, namun ternyata tidak begitu kenyataannya. Orang itu tetap menyerbunya dan melancarkan berbagai serangan fisik yang cepat dan juga kuat.
HUP!
Housen masih bisa melihat pergerakan dari orang itu dengan jelas, namun ia sadar kecepatan dan kekuatannya sepertinya tidak sama seperti sebelumnya.
Pergerakan orang berjubah hitam itu semakin cepat dan serangannya menimbulkan hempasan yang lebih besar pula. Normalnya bagi orang biasa kemampuan fisik akan terkuras setelah beberapa waktu digunakan, namun hal ini tidak berlaku bagi orang asing ini.
Housen hanya bisa menatap dengan raut wajah yang begitu tertarik, wajar saja mengingat ia sudah lama tidak berhadapan dengan seorang yang berkemampuan seperti ini.
__ADS_1
Hari-harinya ia habiskan dengan mengajar murid tingkat akhir dengan biasa, dan seiring dengan berjalannya waktu ia mulai bosan dan menganggap pekerjaannya ini hanya membuang-buang waktu saja.
Ia banyak melihat murid yang hanya mampu secara ekonomi namun tidak secara kemampuannya, yang membuatnya tidak bersemangat dan menaruh harapan yang rendah pada setiap murid yang ada di akademi.
Hal ini juga yang bisa menjelaskan mengapa sikapnya terkadang tidak terlalu ramah, memang dengan raut wajahnya yang serius dan auranya yang begitu dingin, membuatnya jadi guru killer yang menakutkan bagi setiap murid yang bersekolah di tempat ini, terlebih lagi bagi murid tingkat akhir.
Satu-satunya hal yang menarik perhatiannya adalah ujian terakhir yang dilaksanakan di area lapang sihir luar sekolah, yang di mana ia bisa melihat sejauh mana kemampuan para muridnya setelah ditempa tiga tahun di akademi. Namun pada akhirnya memang tidak banyak murid akademi yang bisa membuatnya benar-benar tertarik.
Apa mungkin Housen ini tidak percaya dengan kemampuan para murid di sekolahnya ini? Padahal sudah jelas-jelas, Akademi Sihir Wolfden adalah tempat terkemuka untuk belajar sihir yang membuat banyak anak muda dari luar desa tertarik.
Housen tidak berpikir hanya sebatas ini, baginya seberapa banyak murid yang belajar di tempat ini tidak bisa membuat mereka jadi ahli sihir sebagaimana yang seharusnya, tidak peduli seberapa terkenal tempat ini, baginya lebih menyenangkan melihat seorang murid lulus dengan baik meskipun memang tidak semudah itu.
Karena menjadi ahli sihir bukanlah perkara yang mudah, Housen banyak melihat yang gugur ketimbang yang berhasil. Jadi menurunkan ekspektasinya adalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan agar tidak berhenti mengajar di sekolah.
Mekipun Housen sudah banyak hilang minat akan para murid yang ingin belajar sihir ini, bukan berarti ia benar-benar membenci mereka dan mengabaikan serta tidak peduli lagi, namun lebih kepada menjaga emosinya agar tidak berlebihan. Semangat mengajarnya masih membara dan keinginannya untuk melihat lebih banyak murid sihir yang lulus tentunya tidak berubah.
Ia tidak masalah dengan penilaian orang lain padanya, baginya yang terpenting adalah cara kita untuk menilai dari dalam diri sendiri, itulah sebabnya Housen memang berprinsip kuat dengan cara mengajarnya yang seperti ini.
"Manarik!" Housen berkelit semakin cepat juga demi menghindari serangan dari orang asing berjubah hitam ini, ia memegang lengan orang itu dan seketika itu juga lengan orang itu membeku.
SSHHHH....
Udara dingin jadinya menyelimuti area lapang sekolah ini, Housen berhasil menghindari seemua serangan itu dan kini membuat orang berjubah ituv menjadi beku dan dingin seperti patung yang melayang di udara.
Housen memanfaatkan ini untuk menjauh dan kemudian mengumpulkan energi sihirnya kembali, dan dalam waktu singkat kekuatannya ini sudah terkumpul bahkan ketika ia masih di udara.
"Sihir Es: Serbuan Es!" Seketika itu juga muncullah lingkaran sihir biru dari berbagai arah yang mengepung orang asing yang sudah membeku itu, dan mengeluarkan bilah tajam res seperti pedang yang langsung mengarah pada targetnya.
BUM!
SRAK!
Peadang es kecil nan tajam bahkan menancap di tanah dan juga di dinding pertahanan sihir; serangan dengan jangkauan luas seperti ini memang efektif untuk membatasi pergerakan lawan, terlebhi lagi memang orang itu sudah membeku.
__ADS_1
Housen tidak melihat orang itu sempat menghindar, serangannya itu mengenai dengan telak, dan kini Housen menjaga jarak untuk kembali mengamati orang asing ini.
Housen tidak berniat untuk melancarkan serangan membabi buta tanpa alasan yang jelas, ia sendiri tidak punya urusan lebih selain memang mencari tahu akan alasan dari keberadaan orang tak dikenal di tempat ini.
Housen tidak bisa pakai cara lama, dan pada akhirnya cara seperti inilah yang dipakainya.
Kini area lapang sekolah masih diselimuti debu asap putih akibat serangan es beruntun yang tadi dilancarkan, Housen masih menatap tajam akan keberadaan dari lawannya ini.
'Hawa kekuatannya masih terasa....' Housen tahu serangannya tadi ternyata tidak mengakhiri semuanya, hawa kekuatan yang terpancar dari orang berjubah hitam itu masih terasa dengan jelas.
Dengan kemampuan yang unik seperti ini membuat Housen makin tertarik saja, setelah sekian lama ia penat dengan pengajaran sihir pada murid-muridnya. Bertarung dengan seorang yang punya kekuatan hebat seperti ini tentulah membuatnya bersemangat.
KRAK!
Es yang menutupi seluruh tubuh orang asing itu hancur dan di badannya tidak terdapat luka sedikitpun dari serangan pedang es yang telah dilancarkan oleh Housen.
Oorang berjubah hitam itu tertunduk, seolah kembali merenung akan sesuatu, atau mungkin kesal karena ada yang masih menghalanginya sampai sekarang?
Apapun alasannya Housen tahu hawa kekuatan orang itu memang menguat, pada akhirnya tidak ada yang bisa dilakukannya selain waspada.
Housen melihat lengannya sendiri, ada semacam luka berwarna merah di sana, dapat dipastikan itu adalah luka yang diterimanya sewaktu adu kekuatan fisik tadi.
Housen memang berhasil menghindari akan setiap serangan fisik dari orang itu, namun masalahnya adalah gelombang kekuatan yang besar yang pula mengakibatkan serangan tak terlihat juga ada terjadi tadi. Housen berhasil mengelak pada sebagian besar serangan tak terlihat itu, tapi tidak semuanya.
Sebagai seorang manusia, Housen masih bisa tertarik dan tersenyum meski memang untuk pertama kalinya ia mendapat luka seperti ini. Ini menunjukkan kekuatan fisik miliknya tidak lebih hebat dari seorang yang berjubah hitam ini.
Tapi itu bukanlah masalah, Housen tidak terlalu memikirkan ini, yang penting ia harus tetap waspada sekarang karena orang asing itu sedang melihatnya dengan tajam sekarang.
Orang berjubah hitam itu mengangkat tangan kanannya ke depan, dan seketika itu juga muncullah lingkaran sihir berwarna hitam yang amat besar, yang bahkan lingkarannya itu menjulang tinggi ke atas, lebih tinggi dari bangunan sekolah ini.
Ini membuat siapapun yang melihatnya jadi tidak percaya dan tidak paham mengapa ada seorang yang bisa mengeluarkan sihir dengan begitu hebatnya. Jika sihir itu dilepaskan, jangankan pelindung sihir ini bisa bertahan, mungkin saja area sekolah akan rata dengan tanah dengan instan.
Housen pun jadi salah seorang yang tidak percaya akan hal ini, terlebih ketika ia melihat sendiri kekuatan yang sudah lama tidak ditemukan, kekuatan sihir kegelapan.
__ADS_1
"...." Housen hanya bisa menatap lingkaran sihir yang amat besar itu dengan tatapan serius. Apa yang bisa dilakukannya untuk menghentikan serangan sihir dengan kekuatan seperti itu?