Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 128: Kena Mental


__ADS_3

Tak ada satu serangan pun yang berhasil menembus pertahanan gadis itu.


Felicia menghentikan serangannya, yah kalau dilanjutkan lama-lama bosan juga sih.


‘Dia lebih kuat dari dugaanku.’ Felicia menyesal kenapa ia tak benar-benar melumpuhkannya dari awal.


Namun nasi sudah jadi bubur, ia tidak bisa mengulangi lagi yang sudah terjadi.


Tampangnya saja gadis kecil cantik begitu, **********? Lebih ganas dari monster.


Felicia makin paham kenapa Stephen kepincut dengan gadis ini.


Yah dia selalu bisa membuat kejutan yang tidak menyenangkan.


Felicia terdiam, mengelap keringat di wajahnya.


Yah ia bisa lelah juga setelah melancarkan banyak teknik.


“….” Di sisi lain Feronica masih berlindung dibalik tembok pertahanannya.


‘Dia lebih waspada.’ Pasti bakal lebih merepotkan untuk menjinakkannya.


DRR….


Feronica menyudahi pertahanannya.


Kini keduanya saling menatap satu sama lain.


Feronica terlihat lebih ganas dari biasanya, seolah jadi orang lain. Aura kekuatannya bahkan bisa menyamai sang perempuan cantik ini.


Dan siap untuk melakukan apapun untuk bertahan dari lawannya ini.


“Kenapa kau merebutnya dariku?” Akhirnya sang gadis cantik ini mengungkapkan rasa penasarannya.


“….” Feronica terdiam, ia tidak terlihat akan menjawab pertanyaannya.


Sejak aura seperti tato api menyelimuti tubuhnya, ia memang jadi lebih pendiam.


“Tch.” Perempuan cantik ini merasa bodoh karena sudah bertanya begini.


Yah harusnya ia sadar gadis kecil ini sudah berubah seratus delapan puluh derajat, percuma saja berinteraksi dengannya.


Kalau begitu masih ada satu cara.


Ia harus memaksanya bicara!


SWUSH….


Felicia mengumpulkan aura kekuatannya lagi.


Sejauh ini gadis kecil inilah yang paling merepotkannya.


Wush!


Ia melesat maju dan melancarkan serangan fisik!


BUAK!


BUAGH!


Adu kekuatan fisik pun tak terhindarkan!


Setiap serangannya menimbulkan gelombang aura yang hebat!


“Tarian penghancur bumi.”


Felicia meliuk-liuk dengan indahnya, dan mengincar titik vital lawannya.


Dan akhirnya ia melompat dan melancarkan tendangan pamungkasnya.


BUMMM!


Hempasan kencang tercipta tepat setelah ia menyudahi serangannya itu.


“!”


Feronica menahan serangan itu dengan kedua tangannya!


Tidak mungkin!


Ia sudah mengumpulkan sejumlah besar kekuatan hanya untuk serangan ini!


Seharusnya serangannya yang sangat kuat itu bisa membuatnya kewalahan dan tumbang!


Tapi kenapa dia bisa menahannya!?


WUSH!


“!”


Felicia langsung lompat menjauh!


Sementara itu terlihatlah tanah beton yang dibawahnya retak, menandakan serangan yang ditahannya itu berkekuatan besar.


Namun tendangan super kuat itu tidak mampu mendobrak pertahanan fisiknya.

__ADS_1


“….” Felicia masih berusaha memproses semua ini.


Ia masih belum percaya gadis kecil itu bisa menahan serangannya.


Namun pada akhirnya, inilah kenyataan yang terjadi.


‘UH.’ Dan entah kenapa kakinya sendiri yang malah sakit pasca serangan tadi.


Bagaimana bisa?


Ia memang bukan spesialis teknik fisik, namun kekuatannya dibidang ini tidaklah perlu diragukan!


“….” Sementara itu Feronica masih mengamati dari jauh.


Tak bisa dipungkiri perempuan cantik ini memang terampil dalam serangan fisik, namun Feronica masih bisa melihat celah yang akhirnya cukup mudah untuk menghindar.


‘Aku pernah menang!’ Felicia ingat ia banyak unggul memakai teknik ini, dan sekalinya gagal, membuatnya tidak bisa menerima kenyataan.


‘APA YANG KUPIKIRKAN!?’


‘KENAPA AKU KEKANAKAN BEGINI!?’


Satu serangan gagal bukan akhir dunia!


Felicia menggelengkan kepalanya, tak disangka ia malah frustasi karena hal kecil begini.


Setelah banyak dikejutkan, akhirnya emosinya meledak juga.


Tapi perasaannya tak akan banyak membantu di sini.


‘Dia belum nyerang.’ Felicia menantikan serangan gadis kecil itu.


“….” Feronica diam saja di tempat dong!


‘Tch.’ Kenapa malah mager?


‘Haaaah.’ Ini beneran merepotkan.


Kalau dia pasti bisa melakukannya dengan mudah.


“!” Malah kepikiran lagi tentangnya!


‘MAKSUDNYA TUAN ALEX PASTI BISA MENGATASINYA DENGAN MUDAH.’


Jadi salah fokus setelah semua yang terjadi ini.


Kret.


Feronica bergetar, kedua tangannya terkepal keras.


Dan begitulah kenyataannya.


Feronica berusaha mengendalikan dirinya dari perasaan asing.


-Kenapa diam saja?-


‘!’ Nah suara aneh mulai muncul lagi.


-Kita harus segera mengalahkannya-


-Kau ingin bertemu dengan kakasihmu bukan?-


‘….’ Feronica terdiam, ia tidak sedang ingin bicara.


-Ayolah, kau menipu dirimu sendiri-


-Makhluk lemah sepertinya hanya membuang waktumu-


‘Bisa diam tidak?’ Feronica geram, dalam batinnya.


-….-


Dan suara asing itu pun akhirnya diam.


Perempuan cantik itu terlihat salah tingkah, entah apa yang dipikirkannya, kelengahan yang disengaja.


HUSH!


Feronica muncul dihadapannya!


Sangat cepat!


“!” Perempuan cantik itu lambat menyadarinya!


HUSH!


Dengan cepat Felicia melancarkan rentetan serangan fisik!


SYAT!


SYUT!


Dan lagi-lagi tak ada satu pun yang kena!


Padahal jaraknya cukup dekat!

__ADS_1


“HIH!” Felicia berkelit dan mundur menjauh.


“Sudahlah.” Akhirnya terdengarlah suara serius dari Feronica.


“Kau akan kalah di sini bocah bandel!”


SRET.


Felicia mengangkat kedua tangannya.


SHHHH!


Lingkaran sihir besar kemerahan mengerikan pun tercipta.


‘Dia memaksaku melakukannya!’


Getaran tercipta akibat lingkaran sihir besar itu.


Tidak banyak makhluk yang bisa menciptakan lingkaran sihir sebesar ini!


Tak disangka perempuan cantik ini masih punya banyak energi setelah semua yang telah dilakukannya.


“JANGAN SALAHKAN AKU ATAS KEMATIANMU NAK!” Felicia bahkan sampai memberinya peringatan.


“….” Feronica tak banyak berekspresi melihat teknik lawannya.


Namun jelas teknik itu lebih kuat dari serangan-serangannya sebelumnya.


Felicia menatap tajam, ia menyiapkan ini untuk terakhir, tapi apa boleh buat, gadis kecil ini memaksanya.


Ia sudah tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi padanya.


Sudah lama sejak kesabarannya diuji begini.


Yah setidaknya Tuan Alex masih bisa memanfaatkan debunya nanti.


“Sihir Api: Pemusnah.”


SWWUSHHH!


Seketika itu juga kobaran api berenergi besar datang!


Yang bahkan menghancurkan segala yang dilewatinya!


HA, RASAKAN ITU!


Felicia merasa sangat bangga setelah melancarkan teknik itu.


Kini ia hanya tinggal menikmati kemenangannya saja.


Gadis kecil itu tidak mungkin bisa menahannya….


Senyum perlahan terukir di wajahnya.


Kenapa ia tak lakukan ini dari awal ya?


Dengan begitu pasti ia bisa menghemat banyak waktu.


Namun yah apa yang sudah terjadi tidak bisa diulang lagi.


Dengan begini, ia pasti dapat pujian dari bos-nya dan bisa melanjutkan urusannya dengan rekan masa lalunya.


SRING.


Felicia diselimuti aura kekuatan besar demi bertahan dari serangannya sendiri.


Inilah akhirnya.


BUM!


Kilauan cahaya terang tercipta, dan memenuhi seluruh area ini.


…..


Felicia perlahan membuka matanya, sudah saatnya pergi dari sini.


Sudah terbayang dalam benaknya kehancuran yang terjadi.


“!?”


‘Apa yang?’ Felicia terdiam, gadis kecil itu masih diam saja di sana, sedikitpun tak ada luka padanya.


‘TUNGGU DULU.’ Perempuan cantik itu terdiam, raut wajah bangga-nya sirna, kini yang ada hanya sorot mata ketidakpercayaan.


“….” Feronica benar-benar berdiri santai dan malah tersenyum kecil!


Di tangannya ada api kecil yang kemudian menghilang!


Blugh.


Felicia terdiam dan tersungkur jatuh.


“Ke- kenapa?” Terdengarlah nada keputusasaan darinya.


Feronica terdiam, kini lawannya benar-benar kena mental.

__ADS_1


Perempuan cantik itu pasti butuh waktu untuk memproses apa yang terjadi.


__ADS_2