Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 78: Diriku


__ADS_3

'Aku tidak mau berlaku sejauh itu!' Feronica dengan cepat menjawab pertanyaan yang muncul dalam hatinya itu.


Ia memang berniat untuk menolong gadis kecil tadi, tapi mengapa harus terjadi hal seperti ini?  Feronica hilang kesadaran tepat di momen penting dan ia tidak bisa memutuskan berdasarkan apa yang terjadi sebelumnya.


Jadi kini yang ia harus membuat keputusan berdasarkan apa yang ia ketahui sampai sekarang, dan memang cukup minim adanya.


Bisa saja ia tetap menjalankan aksinya dan berpegang pada tekad awalnya, namub bukan yang seperti ini juga yang diinginkannya untuk terjadi.


Alasan mengapa ia kehilangan kesadaran bisa dipastikan memang karena hal yang serius, Feronica menyadari hal ini, dan memang di dukung dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi juga.


Aneh rasanya ketika ia sadar dan kini malah langsung membuat pria ini dalam keadaan bahaya, terlepas dari apa yang terjadi sebelumnya, batinnya memang tidak setuju mengenai hal ini.


Feronica yakin seberapa serius masalah yang terjadi sekarang, meskipun ia tidak bisa merasakan bagaimana hawa kekuatan dari pria itu namun tetap saja dapat terpancar dari penampilannya juga.


Jika ia ingin membuat semuanya jadi mudah, maka memang tidak ada yang perlu ia lakukan. Dengan membiarkan semuanya berjalan sesuai rencana awal maka tidak ada yang perlu ia khawatirkan dan juga pusingkan di sini.


Hasil akhirnya terlihat jelas, yaitu semuanya akan berakhir dan dirinya serta gadis itu bisa aman, tapi apakah itu memang adalah jalan yang terbaik.


Feronica bisa saja dengan mudah memilih pilihan itu jika ia tahu dengan jelas kejadian lalu yang sayangnya tidak ia ketahui. Kalau sudah begini maka berpikir sepihak bukanlah hal yang paling efektif di sini.


'Aku tidak tahu apapun tentangnya, bahkan jika dia bukan manusia sekalipun, apa buktinya ia akan melanjutkan aksinya ini?' Skenario terburuk sudah terpikir dalam benaknya sekarang, namun terkadang apa yang kita pikirkan memang tidak pernah terjadi adanya.


Bukti kasar mengenai pria ini yang bukanlah manusia dengan perbuatannya yang tidak baik memang telah diperolehnya, bahkan dengan pengakuan jujur yang telah ia dengar tadi. Namun Feronica punya firasat tidak mau berhenti di sini.


Memang kemungkinan pria itu akan berbuat jahat besar, tapi bagaimana jika tidak? Kemungkinannya kecil namun bukan berarti tidak ada.


Pria ini sudah ada di kondisi yang aman terkendali, dan sampai sekarang masih begitu, jika memang skenario terburuk itu terjadi, maka ia bisa lari dari pria ini bersama dengan gadis kecil yang tadi.


Feronica tidak punya alasan kuat untuk membuat pria ini dalam bahaya bahkan lebih dari itu. Siapa tahu pria ini hanya terlihat jahat saja dari luar, dan mungkin memang hawa kekuatannya berbeda dari kebanyakan orang. Tapi masih ada kemungkinan dia bukanlah seperti yang ia pikirkan sebelumnya bukan?


Tiada alasan untuk membahayakan hidup seseorang atau mungkin se-makhluk? Ini. Feronica sadar, ia hanyalah seorang siswi biasa, atau lebih tepatnya mantan siswi? Tidak pernah ada di pikirannya untuk merenggut hak yang lain seperti ini.

__ADS_1


Apapun alasan kuat yang ada padanya saat ini, tetap tidak bisa mengalahkan kemungkinan yang bisa terjadi juga.


Feronica telah menelaah dua sisi yang berbeda ini, dan memang tidak ada titik temu yang bisa ia jadikan patokan dalam pemilihan keputusannya kali ini. Dua pilihan yang berbeda dengan jalan yang berbeda pula.


'Aku tidak mau! Tidak mau jadi monster yang berbahaya bagi orang lain!' Alis mata Feronica menurun tajam yang berarti ia telah menemukan pilihan yang paling tepat untuknya.


'Berhenti! Aku harus menghentikan tanganku!' Feronica sadar kini hawa kekuatan dari Stephen ini makin menurun, itu bukanlah hal yang bagus sedang kekuatan masih keluar tanpa ia kehendaki.


Feronica kembali melihat dalam dirinya sendiri, melihat keadaan di sekitarnya memang membuat tidak tenang, namun kini ia mulai memantapkan pilihan barunya sekarang.


Mengabaikan tekad yang terukir kuat memang tidak mudah, Feronica bisa merasakannya dan efeknya kini tubuhnya bahkan keluar kendali. Namun ia harus bisa berhenti bagaimanapun caranya.


'Aku akan melindungi gadis itu, tanpa membuat melukai siapapun....'


'Aku bisa melakukannya... aku bisa....'


'Aku pasti bisa!'


"AKH!" Rasa panas dan sakit makin menjadi-jadi, dan beriringan dengan itu tanda merah mulai kembali muncul dari sekitaran mata kanannya merembet ke bagian tangan kanannya yang kini masih kaku itu.


"HAAH!" Feronica mengerahkan apa yang ia bisa untuk menghentikan paksa akan aksinya ini, bersamaan dengan perasaannya yang sebenarnya kini memang keluar.


....


Mungkin ini adalah kali pertama ia merasakan sakit seperti ini, sulit dijelaskan dengan kata-kata, namun intinya perasaan ini benar-benar menyiksanya sekarang.


Jika dipikir lagi memang lebih enak apabila ia tetap pada pendiriannya sebelumnya, ia tidak perlu merasakan sakit yang bertambah seperti ini.


'Yang penting tidak ada yang tersakiti di sini!' Perubahan yang drastis terjadi pada Feronica. Tidak hanya pada penampilan luarnya, dari dalam juga.


'ASTAGA PANAS!' Feronica tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, bahkan batinnya menjerit karena menerima perasaan yang berlebihan seperti ini.

__ADS_1


Ssshhh....


Feronica mulai bisa menggerakkan salah satu jarinya sekarang, tidak terlalu berguna untuk bisa melepaskan cengkeramannya itu, tapi ini adalah pertanda bagus.


'HAH! AKU HARUS BISA MENGGERAKAN SEMUA JARIKU!' Feronica menyemangati dirinya untuk mengabaikan perasaannya saat ini, karena jika bukan semangat yang ada dalam dirinya, pada siapa lagi ia bisa temukan semangatnya?


"HAAAAHHHH!"


"Haah...." Pria itu kini terlihat bisa bernafas setelah beberapa saat berlalu, raut wajahnya masih terlihat pucat, namun ekpresinya kini tidak lagi sengsara seperti sebelumnya.


Tanda merah itu berkedip-kedip seolah memang ada artinya, dan jika bisa kita perhatikan di sini memang kekuatan itulah yang membuat Feronica bisa menggerakkan kembali anggota badannya.


Tubuhnya masih belum juga sepakat dengan tekad barunya, ini berarti ada bagian lain dalam dirinya yang memang tidak bisa menerima akan keputusannya ini. Yang membuat Feronica harus mengambil jalan paksa di sini.


Karena begitu kuat tekad barunya ini bahkan sampai membuat tanda merah yang sempat hilang muncul kembali. Padahal baru saja Feronica merasakan efek samping dari hal ini, dan tanpa sadar tanda merah itu muncul kembali.


Dengan segenap kekuatannya, setelah beberapa saat berlalu, pada akhirnya Feronica bisa melonggarkan tangannya dari leher pria itu, dengan begini seharusnya sudah cukup.


"Haaaaaahhh...."


Memaksa tangannya untuk melonggarkan cengkramannya ini ternyata butuh tenaga yang ekstra, rasanya tidak ada lagi energi tersisa sekarang.


Sret....


Dan pada akhirnya tangan Feronica lepas juga dari leher pria tadi, di saat itu juga tubuh Feronica terasa berat dan pandangannya agak terguncang, bisa disimpulkan ini adalah akibat dari apa yang telah dilakukannya ini.


Shhhh...


Tanda merah pun perlahan menghilang dari tubuhnya, di sini Feronica tahu ia harus berbalik badan dan segera melarikan diri bersama dengan gadis kecil tadi.


Ia tak lagi membahayakan siapapun di sini, tujuannya sudah selesai, kini ia harus segera pergi dari sini....

__ADS_1


"Saatnya pu-"


__ADS_2