
Srrrr....
Air berjatuhan dari langit di sertai dengan gemuruh keras di pagi hari yang tidak cerah ini. Menciptakan suasana yang membuat siapapun merasa was-was karena kaget dikejutkan dengan kilatan cahaya dan juga guntur.
Kini Feronica menumpang di payung milik Jack yang tidak terlalu besar, tapi itu lebih dari cukup untuk melindungi dua orang dari air yang berjatuhan di langit seperti ini.
Feronica mengarahkan pandangannya sedikit ke atas. Melihat suasana yang suram seperti ini mengingatkannya akan hari kemarin. Meski memang tidak separah kemarin keadaannya, namun tetap saja Feronica teringat akan begitu tajamnya energi gelap yang bisa dirasakan.
Langkah demi langkah pun mereka lewati, sejauh ini tidak ada obrolan yang berlangsung. Hanya berjalan bersamaan ke lokasi yang sama.
Jika bukan karena Tuan Jack yang memberinya info mungkin Feronica tidak bisa mendapatkan info dari sekolah. Soalnya siapa lagi yang dekat dengannya lagi?
"Apa aku merepotkanmu Tuan?" Pada akhirnya Feronica tidak membiarkan keheningan ini terus berlangsung, ia menyampaikan apa yang ada dalam hatinya sekarang.
"Hm?" Jack menoleh sebentar dan kemudian melihat ke depan lagi.
"... Perhatikan langkahmu...." Jack melihat ada genangan air tepat di depannya, sedikit meloncat dan semuanya pun beres. Tapi anehnya ia tidak merasa gadis kecil di samping melakukan hal yang sama.
Splash!
Feronica tidak sempat menghindar meski pandangannya ke depan sekalipun, ia melangkahkan kaki tepat ke genangan air yang banyak itu dan membuat celana dan bajunya sedikit basah.
"Woah!" Feronica segera berlari kecil denan hati-hati ke depan, kembali ke sisi Tuan Jack, karena memang hujan yang sedang berlangsung ini malah semakin deras adanya.
Jack pikir Feronica akan melompat bersamaan dengannya, namun ternyata tidak begitu adanya.
Bahkan dengan peringatan mendadak pun Feronica masih terlihat memikirkan hal lain.
Dengan singkat Feronica bisa merasakan hawa dingin yang merasuk ke dalam tubuhnya. Pakaiannya dominan basah di bagian bawah, namun tidak terlalu perlu untuk diganti sekarang.
__ADS_1
"Apa kita baru kenal kemarin?" Jack akhirnya menjawab pertanyaan Feronica sebelumnya. Ia heran menapa bisa-bisanya Feronica berpikir seperti itu.
Dan jika ditelaah lebih lanjut perkataan Jack lebih mengarah pada pertanyaan kembali daripada menjawab pertanyaan Feronica. Namun meskipun begitu Feronica bisa mengerti apa yang dimaksud olehnya.
Feronica sedikit tersenyum, merenungi keberadaannya sampai saat ini. Jika bukan karena Tuan Housen tentunya ia tidak tahu lagi siapa yang bisa dipercayanya saat di akademi. Dan di saat seperti inilah ia begitu menyadarinya dengan jelas.
"Maaf soal genangan tadi." Jack melihat Feronica sedikit bergetar di sana, memang suhu dingin di tambah air yang juga dingin bukanlah perpaduan yang baik untuk dirasakan.
Feronica menggeleng kecil, hal sepele seperti ini biasanya dilupakan begitu saja, namun Tuan Jack tetap membahasnya sekarang.
"Lihat jadi kotor semua...." Feronica menunjukkan bagaimana pakaiannya yang sekarang tidak lagi terlihat bagus di matanya. Memang pada kenyataannya juga seperti itu sih.
"Maaf ya...." Jack mengulang lagi permintaannya ini. Tidak menyangka Feronica jadi semarah ini sih. Padahal memang ia sendiri juga terlambat sadar tadi dan terlambat pula memeringatkan Feronica.
"Mph-" Entah mengapa Feronica tertunduk dan meletakkan tangannya di mulut, seperti seorang yang sedang menahan tawanya.
Jack tersenyum kecil juga di sana, memang kini ia lebih kebal soal sikap yang sekarang diperlihatkan oleh gadis ini. Dan kini melihatnya tersenyum lebih baik dibandingkan dengan melamun saat hujan deras.
"Ah, baik Tuan...." jawab Feronica apa adanya, hari yang kemarin bukanlah hari yang damai juga dan bisa berakhir lebih buruk, namun untungnya ia masih menginjakkan kaki di tanah, dan itu lebih dari cukup tentunya.
Feronica memandang Tuan Jack dengan seksama. Memang penampilan khasnya jadi terasa berkurang ketika tanpa topi. Namun selain itu memang tidak ada yang berubah darinya.
Pasalnya murid yang lain juga seharusnya merasakan hal yang sama. Tuan Jack adalah pria patuh baya bertopi yang ramah pada semua orang, namun kini gara-garanya julukannya tidak lagi berlaku sekarang.
Pertanyaan lain mengapa Feronica tidak menyadari keberadaan Tuan Jack padahal ia sudah lama mengenalnya? Setidaknya mengapa ia tidak tahu pakaian tebal yang dikenakannya?
Feronica sendiri sewaktu sekolah dulu tidak memerhatikan Tuan Jack seharian dan melihat caranya berpakaian. Memang sebelumnya saat musim dingin dahulu pun Tuan Jack banyak memakai model pakaian yang tebal.
Dan salah satu model pakaian tebal yang dikenakan Jack itu, Feronica pertama kali melihatnya di sini.
__ADS_1
Alasan sederhana itulah yang membuat Feronica tidak sadar dengan kehadiran seseorang yang sangat ia kenal ini. Info kecil seperti ini memang terkesan tidak penting, namun setidaknya dengan menjawabnya maka tidak akan ada lagi pertanyaan yang sama bukan?
Fakta bahwa sekarang ia diundang ke akademi memang adalah hal yang mengejutkan bagi Feronica. Dan Tuan Jack pula yang menyampaikan info penting ini, sama seperti kabar terakhir yang ia dengar.
Sudah jelas ada suatu hal yang akan diberitahukan, namun berbeda dari yang sebelumnya, kali ini Jack hanya menyampaikan info awal saja, bukan isi dari alasan mengapa ia dipanggil ke akademi.
'Kalau itu sih kurasa aku akan mendengar alasannya di akademi.' Feronica tidak keberatan melangkahkan kakinya ke akademi, namun perasaannya tidak terlalu baik sekarang.
Pasalnya ada apa gerangan satu hari setelah kejadian tak terduga kemarin ia dipanggil ke sana? Feronica sudah mendengar pernyataan gurunya soal apa yang dilakukannya berbeda dari yang sebelumnya, dengan kata lain ia membantu mengusir seorang asing berjubah hitam itu.
Apa ada hal lain lagi yang perlu dibicarakan setelah itu? Feronica tidak terpikir apa yang akan dikatakan pihak sekolah padanya.
Dan sekarang ia baru ingat, Feronica tidak melihat keberadaan Tuan Jack saat kejadian kemarin, yang kemungkinan besarnya Tuan Jack memang tidak ada di sana ketika serangan seorang berjubah hitam itu berlangsung.
Lalu kemana kalau begitu? Satu-satunya kemungkinan yang ada memang Tuan Jack ikut dievakuasi bersamaan dengan teman-temannya yang lain.
Feronica sudah mendengar ini dari gurunya sendiri, yang membuatnya tidak perlu khawatir lagi dengan keadaan orang lain selain yang ia tahu kemarin.
Dan waktu berjalan cukup lambat sekarang, entah menggapa bisa begini. Feronica duga ini karena beberapa saat mereka berjalan tanpa mengatakan sepatah kata apapun lagi, yang terdengar hanyalah suara air berjatuhan yang keras.
'Tuan Jack tidak mengatakan apapun soal kejadian kemarin....' Feronica heran juga sekarang. Karena alasan apa lagi yang bisa dipakai pihak akademi untuk memanggilnya?
Jack tidak menanyakan soal apapun selain 'bagaimana harimu?'. Hanya melakukan apa yang diperintahkan padanya. Feronica seperti punya akses terbatas di sini.
'Apa aku harus bicara soal hari yang kemarin?'
'....'
"Tu...." Feronica memandang Tuan Jack yang sedang menatap ke depan.
__ADS_1
"Kita sudah sampai."