Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 49: Dampak


__ADS_3

Sementara Freiss keluar dari ruangan Feronica, tepat di sebelahnya ada ruangan Yelena yang juga sedang di rawat di pusat kesehatan ini. Jadi ia sekalian juga memasuki ruangan anak didiknya itu untuk mengetahui bagaimana kondisinya saat ini.


Dan seketika itu juga pandangan mata Freiss berubah, seolah ia tengah melihat sesuatu yang menyedihkan.


Freiss terdiam melihat Yelena yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan Feronica. Penuh perban di hampir seluruh bagian tubuhnya. Dia belum sadar dengan luka luar yang lebih banyak ketimbang siswi yang tadi dikunjunginya.


Luka luarnya terlihat jelas menembus perban tebal yang ada si sebagian besar tubuhnya itu, berwarna kemerahan.


'Mereka mengalami hal yang sama, seharusnya luka mereka juga tidak terlalu jauh terlihat bedanya.' Freiss memikirkan ini dalam hatinya, memang jika di lihat dari luar memang perbedaan mereka tidak terlalu jauh. Namun jika di perhatikan lebih lanjut kondisi Yelena lebih parah dibanding Feronica.


Fakta bahwa dia masih belum sadarkan diri sampai sekarang adalah hal yang cukup aneh, padahal secara garis besar kekuatannya melebihi Feronica. Namun mengapa malah dia yang masih belum sadar sampai sekarang?


Freiss tahu Yelena bukanlah seorang gadis yang terlalu terbuka, meskipun begitu ia tidak menyembunyikan bakat alaminya sebagai seorang pengguna sihir elemen angin. Ia memerhatikan bagaimana kemampuannya selama tiga tahun belajar di akademi dan rasanya sayang apabila dia harus tertunda di sini.


Dengan bakat alaminya dalam bidang sihir dan latihan yang rutin maka Yelena bisa menjadi salah satu murid terbaik di akademi ini. Namun sayang sekali perjalanannya yang mulus dihentikan oleh Feronica yang sebenarnya tidak lebih kuat darinya.


Freiss pada akhirnya tidak bisa memihak siapapun di antara mereka. Sebagai pengajar di akademi terutama membimbing para siswa tingkat akhir, ia harus bersikap netral dan memperlakukan semua muridnya dengan seimbang. Tetapi tetap ada bagian yang ada dalam dirinya yang menilai para muridnya ini sesuai dengan keinginan hatinya.


Jika memang Yelena menerima luka lebih banyak daripada Feronica karena suatu hal, maka yang paling masuk akal adalah memang karena serangan sihir tanah itu lebih kuat daripada semua serangan yang pernah dihadapinya.


Lalu kenapa Feronica bisa lebih cepat sadar dan terlihat baik-baik dengan luka yang dialaminya itu? Serangannya memang mengenai dirinya sendiri juga.


Namun dia adalah pengguna serangan itu ... Tentu ia bisa menambahkan trik apapun demi meminimalisir luka yang dialaminya bukan?


Setidaknya itulah pendapat Freiss mengenai hal ini, di sisi Yelena dan juga Feronica. Namun sebenarnya masih ada hal yang masih menjadi pertanyaan di benaknya.


'Tadi itu tanda apa?' Freiss memikirkan kembali bagaimana tanda merah seperti api menyala-nyala pada wajah bagian kiri Feronica. Padahal sebelumnya wajah gadis itu biasa saja, tidak ada yang aneh.


'Saat tanda itu muncul ... ada pancaran energi yang keluar darinya....' Freiss kembali melanjutkan pemikirannya, yaitu pancaran energi yang amat kuat terasa tepat ketika ia melihat tanda aneh pada wajah Feronica.


Sontak ini menimbulkan pertanyaan lagi baginya. Apa sebenarnya tanda merah api menyala-nyala itu dan mengapa ia merasakan pancaran energi yang kuat dari sana?


Meskipun tanda dan pancaran energi yang muncul dari Feronica hanya sebentar, namun itu lebih dari cukup untuk membuatnya sadar.


'Feronica seharusnya tidak cukup kuat untuk menggunakan sihir tanah itu, namun dia tetap memaksakan diri, tidak peduli apa yang akan terjadi.'


Hal ini membuatnya curiga, apa Feronica mampu menggunakan sihir jenis itu hanya dengan kekuatan awalnya?

__ADS_1


Freiss tidak berhenti memikirkan hal ini dan kemudian menyadari sesuatu. 'Aku juga merasakan perubahan kekuatan yang drastis dari waktu ke waktu tepat ketika Feronica melancarkan serangan pamungkasnya itu.'


Ia merasakan peningkatan kekuatan yang tidak wajar ketika momen itu.


Freiss sedikit menggelengkan kepalanya. 'Tidak mungkin dia hanya mengandalkan kekuatan awalnya.'


Mengingat untuk melancarkan sihir dengan kekuatan yang begitu besar itu juga sudah tidak mungkin dengan kekuatan aslinya, apalagi meningkatkan kekuatan sihirnya hingga akhirnya lawannya pun tidak bisa menghentikannya?


'Feronica seharusnya tidak mampu untuk mengeluarkan kekuatan yang besar begitu....'


Jika dipikir dengan akal sehat, itulah yang masuk akal.


Lantas dari mana kekuatan Feronica hingga akhirnya ia bisa menggunakan sihir jenis ini?


Mengingat perubahan kekuatan yang terjadi cukup drastis membuat Freiss memikirkan satu hal mengenai ini.


'Apa kekuatannya ada hubungannya dengan tanda tadi?' Freiss menduga hal ini mungkin saja bisa terjadi, mengingat ada semacam kekuatan besar terpancar dari Feronica saat tanda itu muncul di wajahnya.


'Apa jangan-jangan tanda itu sebenarnya sudah muncul dari awal namun tidak ada yang sadar?'


Setelah pemikiran panjang, Freiss pada akhirnya hanya bisa menduga dan berspekulasi saja mengenai hal ini, sedang kenyataan yang sesungguhnya masih belum terungkap.


Kekuatan gadis itu masih misteri, namun Freiss sedikit tersenyum, ia tertarik dengan hal ini.


Hanya dugaan yang bisa dipikirkannya sekarang, namun seiring dengan berjalannya waktu pasti semuanya akan bertambah jelas.


'Feronica, gadis yang sama sekali tak kuperhatikan selama ini ternyata menarik....'


Freiss yang tadinya menggangap pertarungan akan berpihak pada Yelena pada akhirnya harus dikejutkan dengan hal ini dan perhatiannya kini tersita pada gadis bernama Feronica ini.


Setelah beberapa saat berdiri saja di ruangan Yelena, Freiss sadar aura kekuatan Yelena mulai terkumpul kembali yang berarti sebentar lagi ia akan sadar.


'Dengan luka sebanyak ini, sebenarnya akan lebih baik kalau dia tidak sadar sekarang....' Freiss menatap kembali bagaimana kondisi Yelena, dan tak lama kemudian matanya terbuka perlahan.


"...." Yelena terdiam melihat siapa yang ada di ruangannya ini, pandangannya kosong seolah ia tidak peduli dengan apa yang dilihatnya.


"Bagaimana kondisimu Yelena?" Tanpa perlu bertanya pun Freiss sebenarnya sudah tahu bagaimana kondisi anak muridnya itu. Dan ketika ditanya Yelena hanya terdiam seribu bahasa.

__ADS_1


Freiss menganggap ini adalah hal yang wajar mengingat Yelena memang tidak banyak berbicara, bahkan pada siapa pun juga di akademi.


Freiss rasa tidak ada gunanya juga ia berada di sini kalau memang ia tidak bisa mengobrol dengannya, akan lebih baik baginya untuk pergi dari ruangan dan membiarkannya beristirahat.


Dan itulah yang dilakukannya, setelah mengucapkan salam Freiss segera meninggalkan ruangan itu, masih ditatap oleh Yelena yang entah mengapa ia terlihat cukup berkeringat.


*


Sementara Ibu Freiss sudah pergi dari ruangannya. Yelena yang masih terbaring namun sudah membuka matanya itu menatap ke langit-langit ruangan.


Tatapannya penuh arti memandang ke atas, sedang keringat di wajahnya terus menerus keluar.


Yelena menutup matanya perlahan. "Sakit...." gumamnya sangat pelan dengan wajah yang penuh keringat.


Nada suaranya terdengar lemas dan berat. Wajar saja memang suaranya sudah pelan namun kali ini untuk berbicara saja rasanya berat melakukannya.


Yelena memegang kepalanya yang di perban, raut wajahnya perlahan terlihat pucat sekarang. Ia melihat ke sekitarnya dan akhirnya sadar di mana ia sekarang berada.


"Ibu Freiss...." Yelena akhirnya sadar tadi barusan gurunya mengunjunginya.


Ketika pertama kali sadar tadi Yelena benar-benar hanya merasa kesakitan tanpa bisa memedulikan hal lain.


Rasanya ia hanya ingin berteriak saja jika memang itu bisa meredakan rasa sakitnya. Namun pada akhirnya Yelena memilih tidak melakukannya.


Dalam benaknya ia mengingat kembali bagaimana pertarungannya sebelumnya. Bagaimana ia tidak bisa menghentikan serangan lawannya yang begitu kuat itu.


"Feronica ya...." Ekspresi Yelena hanya sedikit berubah. Ia masih merasa sakit seperti terhimpit sesuatu. Mungkin memang efek pengaruh serangan yang diterimanya.


Baru kali ini Yelena terluka seperti ini. Kini ia terpikir bagaimana jika keluarganya tahu mengenai hal ini? Yah jika dipikir-pikir keluarganya sudah pasti tahu juga akan kondisinya saat ini.


"A... aku ..." Yelena berupaya menggerakan badannya yang terbaring, berusaha mengumpulkan segenap kekuatannya, namun yang dirasakannya hanyalah rasa kaku dan pedih yang hebat.


Yelena yang dari luar terlihat tidak menunjukkan emosi pun pada akhirnya menerima apa adanya. Ia sangat- sangat ingin berteriak karena begitu pedih apa yang dirasakannya saat ini.


"A... Aku ...." Mata Yelena memerah, ia menutup matanya perlahan ingin melupakan rasa sakit yang sekarang dirasakannya ini.


Dan air perlahan mengalir dari matanya yang tengah tertutup itu.

__ADS_1


__ADS_2