Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 33: Kehangatan


__ADS_3

Feronica termenung di atas kasurnya sendiri, entah mengapa ia mendapat mimpi yang terasa begitu nyata, seolah ia memang berada di ruangan yang gelap dan sangat kosong.


Beragam pertanyaan kini memang muncul di dalam benaknya padahal tidak biasanya ia sebegitu seriusnya mengenai mimpinya ini. Feronica terdiam di kasurnya untuk beberapa saat lagi, tidak apa karena memang hari ini adalah hari liburnya dari akademi jadi tidak perlu terburu-buru untuk melakukan sesuatu bukan?


Feronica merenung merapikan selimutnya sekaligus seluruh kasurnya dan kemudian duduk di samping tempat tidurnya sendiri. Ia menutup matanya untuk kembali merasakan momen mimpi yang sebelumnya dialaminya.


Ia dapat menganggap bahwa mimpi di ruangan kosong adahal hal yang wajar dan mungkin aja itu adalah refleksi dirinya akan kekosongan yang selama ini dirasakannya.


Apa artinya? Feronica masih belum mengetahuinya, namun yang pasti memang ada kekosongan yang terasa dalam hatinya. Hanyalah sebagian kecil yang tak dianggapnya selama ini, namun ia tahu ternyata ia tidak bisa berbohong ketika alam bawah sadar memberi tahunya.


Lantas apa maksud dari kedua orang yang muncul dalam mimpinya itu?


Itulah yang sedikit mengganggu Feronica saat ini. Mengapa kedua orang dewasa asing yang ditemuinya dalam mimpi itu berbicara seolah mereka mengenali dirinya? Akan wajar dan masuk akal apabila memang dia sama mengenali kedua orang itu sebelumnya.


Kedua orang dewasa itu terlihat dan terdengar begitu ramah padanya, meskipun hanya dalam mimpi Feronica bisa merasakannya dengan jelas. Seolah kehangatan berusaha untuk diberikan kedua orang itu padanya, terlepas dari bagaimana reaksi Feronica saat itu.


Feronica bingung dan tak tahu harus melakukan apa ketika bertemu dengan orang asing yang memberikannya pernyataan seperti itu, bukannya ia tidak menghormati mereka, namun lebih kepadanya ada hal-hal yang memang harus ia ketahui dulu.


Ada kalanya orang yang kita kenal muncul di mimpi kita, namun bagaimana dengan memimpikan orang yang tidak dikenal? Memang mimpi bisa tentang apapun dan tidak ada yang bisa membatasinya. Namun sekali lagi Feronica tidak bisa menganggap ini adalah hal yang biasa terjadi.


Ia memang bisa memakai pendapat bahwa mimpi adalah hal biasa dan tidak perlu dianggap serius, namun semakin ia ingin berpikir adalah mimpinya itu adalah hal yang biasa semakin penasaran pula ia akan arti mimpi yang didapatnya itu.


"Kehangatan dalam mimpi memangnya bisa terasa senyata ini?" gumam Feronica sembari tersenyum kecil. Ia kagum dengan orang asing yang bisa memberi kehangatan, meskipun hanya dalam mimpi.

__ADS_1


Hhhhhsss...


Ada suara kecil yang terdengar di ruangan kamar itu, Feronica tidak menyadarinya karena terlalu banyak memikirkan mimpi yang tadi hadir dalam tidurnya.


Tiba-tiba Feronica merasakan hangat dari wajahnya, berbeda dengan cahaya matahari yang memang sedari tadi menyorotnya, kehangatan yang dirasakannya saat ini lebih terasa merasuk.


"Ah, memangnya cuaca sepanas ini sekarang?" Feronica mengibaskan bajunya karena merasa kehangatan yang merasuk itu bukannya hilang malahan kini seperti menjalar ke seluruh tubuhnya.


Karena dirasa cukup mengganggu akhirnya Feronica beranjak dari sisi tempat tidurnya menuju ke lemari pakaiannya untuk berganti baju dan berusaha mengabaikan rasa hangat yang merasuk itu. Kebetulan di lemarinya ada cermin yang cukup besar yang bisa melihat seluruh penampakan orang yang sedang berdiri di depannya.


"Apa?" Feronica terpaku melihat bayangannya dalam cermin. Seluruh tubuhnya memiliki tanda merah bak api yang menyala-nyala, sebuah pemandangan yang benar-benar berbeda dari biasanya.


DEG....


"KYAAAA!" Feronica tidak bisa mengendalikan dirinya melihat keadaannya seperti itu. Rasa takut dan khawatir langsung muncul seketika itu juga.


"I-Ibu... apa yang terjadi denganku?" tanya Feronica sembari menunjuk dirinya sendiri. Ia begitu kaget melihat penampakan dirinya yang berbeda dari biasanya. Kini ibunya pun melihatnya dan siap atau tidak siap ia harus mengendalikan dirinya.


"Hah? Apa yang kamu maksud? Kamu mimpi buruk?" Elisabeth melihat penampilan putrinya yang berantakan dengan baju tidur yang kusut dan rambut panjang tergerai ke mana-mana.


Feronica tidak menyangka ibunya itu seolah tidak melihat apapun yang berbeda dari dirinya itu. Apa memang ibunya tidak bisa melihatnya ataukah memang dia sedang berpura-pura saja?


"Ibu, mengapa di seluruh tubuhku ada tanda aneh seperti ini?" Feronica mencoba memancing akan pendapat ibunya yang sebenarnya. Jelas-jelas ia melihat tanda merah menyala-nyala seperti api yang ada di seluruh tubuhnya, masa ibunya ini tidak melihatnya?

__ADS_1


Elisabeth terdiam menggelengkan kepalanya dan mendekati putrinya, merapikan bajunya dan rambutnya yang acak-acakan. "Sudahlah ayo bersihkan dirimu, ibu sudah siapkan sarapan di ruang tengah." Elisabeth berbalik badan dan meninggalkan Feronica dalam kebingungan di sana.


Feronica tahu ternyata ibunya ini tidak pura-pura melainkan memang benar beliau tidak melihat tanda aneh padanya ini. Feronica kembali melihat cermin dan apa yang dilihatnya itu tidak sama lagi.


"Kok hilang?" Feronica tidak lagi melihat bayangan dirinya yang penuh tanda merah dan menyala-nyala melainkan dirinya sendiri seperti biasanya namun lebih rapi karena ibunya membantunya merapikan diri sendiri.


"Jadi memang ibu tidak melihat apapun tadi...." Feronica termenung dan memikirkan begitu cepatnya tanda yang tadi ia lihat kemudian sudah menghilang lagi.


Tanda apa sebenarnya yang muncul itu? Mengapa bisa muncul kemudian hilang kembali? Padahal dari jeda waktu antara Feronica yang berteriak dan ibunya yang senantiasa datang tidaklah lama, jadi seharusnya ada kemungkinan ibunya ini melihat apa yang ia lihat tadi.


Namun pada akhirnya tidak terjadi demikian, ibunya tidak sempat melihat tanda yang ada padanya karena memang begitu cepatnya tanda itu hilang. Kini Feronica hanya bisa berspekulasi akan apa yang sebenarnya terjadi tadi.


Apakah tanda yang muncul dan kemudian hilang itu adalah pertanda untuknya? Ataukah tanda itu berhubungan dengan sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya? Bisa jadi juga tanda yang muncul tadi berhubungan dengan ilmu sihir?


Kemungkinan yang bisa terjadi beragam dan Feronica tidak yakin harus memercayai yang mana dari semua kemungkinan yang ada, semuanya bisa terjadi dan pula tidak sama sekali.


Feronica yakin sekali ia memang melihat tanda itu di sekujur tubuhnya, ia dalam kondisi yang sadar setelah bangun tidur dan kemungkinan ia berhalusinasi memanglah kecil adanya.


Terlepas dari bagaimana ia menilainya Feronica berusaha untuk tetap tenang sekarang. Memang ketika ia melihat dirinya sendiri di cermin terasa begitu nyata adanya, namun pada akhirnya argumen miliknya yang kuat itu pun bisa dilawan dengan berbagai cara.


Seperti bagaimana jika memang itu adalah halusinasinya saja? Tidak ada yang benar-benar bisa membuktikan ada orang lain selain dirinya yang memang melihat tanda yang sama. Jika saja ada satu, contohnya adalah ibunya maka sepertinya itu sudah cukup kuat untuk berpendapat bahwa apa yang dilihatnya tadi adalah kenyataan.


DIsamping itu, bisa juga tadi hanyalah pikirannya saja yang masih lelah karena harus beristirahat setelah gagal di Tes Kemampuan Sihir, pikirannya melayang tanpa disadari dan pada akhirnya berakhir pada poin sebelumnya. Tadi hanyalah halusinasi belaka.

__ADS_1


"Halusinasi?" Feronica memikirkannya kembali baik-baik, sesudah mimpi aneh tadi kini ditambah dengan tanda yang begitu menakutkan, belum selesai rasa penasarannya hilang malahan bertambah lagi dengan hal lain.


"Jika tadi hanyalah halusinasi saja lantas dari mana hawa hangat yang tadi kurasakan?"


__ADS_2