
- Ruang kamar perawatan Feronica\, sore menjelang petang di hari yang sama.-
"Saya sudah bisa pulang?"
Feronica terbelalak mendengar penjelasan ibu perawat yang kini ada di kamarnya, padahal baru beberapa jam ia beristirahat di ruang kamar, dan kini perban dan seluruh alat pengobatan sudah dilepas seluruhnya dari tubuhnya.
"Benar adik, sekarang adik sudah bisa pulang," ujar ibu perawat sembari tersenyum.
Feronica tidak menyangka ia bisa pulang di hari yang sama ketika ia menerima luka seperti ini. Padahal sebelumnya ia yakin mungkin saja ia perlu menginap beberapa hari di tempat ini untuk memulihkan dirinya.
Namun ternyata tepat tadi, perawat mengatakan bahwa dia sudah dapat izin untuk pulang dari dokter yang merawatnya. Feronica sekarang masih belum percaya juga sih.
'Tapi aku merasa baikkan juga. Ibu perawat bisa dipercaya!' batin Feronica. Ia tadi menghabiskan banyak waktunya untuk memikirkan bagaimana cara memberi tahu kondisi pada ibunya ini, karena memang mungkin ia tidak pulang ke rumah karena di rawat.
Namun ternyata ia tidak perlu melakukan itu. Rasanya seperti mimpi saja ia bisa pulih secepat ini.
"Ba-bagaimana dengan Yelena?" Seketika itu juga teringat akannya dan ingin tahu kondisi rekannya itu.
Ibu perawat terdiam sejenak kemudian berkata, "Rekanmu masih perlu istirahat..." Nada bicaranya pelan yang menandakan memang kondisi Yelena belum pulih sepenuhnya.
Feronica heran, ia menyangka kondisi Yelena akan lebih cepat pulih dibanding dirinya, karena mengingat aura kekuatan yang lebih besar yang juga mempengaruh kecepatan pemulihan seseorang.
Namun ternyata tidak begitu adanya, Yelena ternyata masih harus dirawat lebih lama di tempat ini.
"Bolehkah saya menjenguknya sebentar bu?" Feronica tergerak untuk melihat bagaimana kondisi rekan sekelasnya itu, namun tepat ketika ia mengajukan pertanyaan ini, ibu perawat menggelengkan kepalanya.
"Maaf adik, khusus untuk Siswi Yelena dia tidak bisa dijenguk siapapun lagi karena keluarganya akan segera datang ke mari," jelas ibu perawat dengan pelan dan serius.
'Keluarga?'
Ah benar juga, Yelena adalah salah seorang siswi kalangan atas berpengaruh dan juga berbakat, tidak heran keluarganya akan segera menjenguknya di sini.
"Ah begitu, kalau begitu saya bisa berbicara dengan keluarganya?" Feronica ingin mengatakan semua yang terjadi, meskipun pasti keluarganya sudah tahu, ia ingin bertemu langsung dengan mereka.
__ADS_1
Lagi-lagi ibu perawat menggeleng. "Maaf Dik Feronica, saat ini Yelena tidak bisa dijenguk siapapun, kecuali keluarganya saja.'
Feronica terdiam, keinginannya untuk ikut bersimpati sekaligus mendukung agar Yelena bisa cepat pulih tidak bisa terwujud. Ia tidak bisa bertemu dengan keluarganya.
Entah kenapa Feronica merasa bertanggung jawab menjelaskan apa yang terjadi pada keluarha rekannya itu/
Karena dirinyalah Yelena sampai seperti ini.
Tapi risiko cedera dan luka adalah hal yang wajar. Toh mereka harus mengeluarkan segenap kemampuan di acara besar itu bukan?
Feronica sadar lawan yang dihadapinya adalah seorang siswi dari kalangan keluarga yang terhormat dan berpengaruh. Tentulah keluarga mereka harus mendengar penjelasan langsung dari seorang yang membuat anggota keluarganya dalam kondisi seperti ini.
Namun tidak ada kesempatan baginya, Feronica tidak bisa memaksakan kehendaknya juga. Ia hanya bisa berharap pihak keluarga Yelena bisa menerima dan mengerti keadaan yang kini dialami oleh anggota keluarganya itu.
Dengan hati yang kurang enak akhirnya Feronica mempersiapkan dirinya, membawa tas gendongnya yan sudah ada dari tadi dan memastikan tidak ada yang tertinggal.
Ibu perawat benar-benar telah merawatnya dengan baik. "Kalau begitu terima kasih bantuannya Ibu Perawat!" Feronica membungkukkan badan dan berjalan perlahan melewati Ibu Perawat yang telah merawatnya itu.
Srek.... Feronica membuka tirai hijau pembatas ruangan kamarnya dan meninggalkannya.
*
Ia sendiri yang merawat Feronica sejak sore tadi dan kini dalam waktu yang singkat siswi ini bisa pulih meski mengalami luka berat.
Hal begini tidak mungkin terjadi, namun ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dokter sama sekali tidak berbohong.
"Keajaiban 'kah?" Ibu perawat pun pada akhirnya membereskan ruangan tempat Feronica dengan rasa heran yang masih ada.
*
Sementara Feronica berjalan ke luar dekat lorong ruangan tepat di dekat ruangannya tadi, ia melewati sebuah ruangan perawatan juga, ruangan itu tertutup dan bahkan ada dua orang berpakaian hitam yang berjaga di sana.
Feronica tidak tahu ruangan di dekatnya itulah yang adalah tempat di mana Yelena sedang di rawat. Kedua orang dewasa berpakaian hitam itu sedikit mengingatkan Feronica akan seorang kenalannya juga yang selalu saja memakai setelan hitam.
__ADS_1
'Aah, aku tidak boleh berlama-lama di sini, bisa-bisa ibu khawatir nanti.' Ternyata hari sudah larut malam.
Feronica mempercepat langkahnya segera meninggalkan area sekolah dan menuju ke rumahnya.
*
-Di hari yang sama malam hari, di area pekuburan Wolfden. Bulan tertutup awan-
"Apa dia memaksakan dirinya?" Terlihat ada seorang yang duduk di tanah dengan pakaian serba hitam, memandang langit bersih nan hitam, hanya ada bintang yang kelap-kelip di sana.
Jika kita berbicara tentang seorang dengan setelan hitam, siapa lagi kalau bukan Stephen? Kini dia tengah duduk santai menikmati malam yang kini terasa dingin.
Stephen merasa adanya perubahan kekuatan dari Feronica tepat ketika pagi tadi. Memang itu sudah berlalu, namun perasaan yang dirasakannya ini tidak kunjung hilang sampai saat ini.
Fakta bahwa ia merasakan aura kekuatan Feronica yang meningkat sedemikian drastis ini membuatnya bertanya-tanya akan apa yang sebenarnya terjadi.
Ia tahu Feronica adalah murid tingkat akhir akademi, kemungkinan dia sedang bertarung dengan seseorang.
"Aura kekuatannya menurun drastis tepat setelah itu." Stephen sadar, perubahan kekuatan drastis yang terjadi pada gadis itu diikuti dengan penurunan kekuatan secara drastis juga ternyata.
Namun setelah beberapa jam mengamati serta merasakan kekuatan sihirnya, Stephen bisa memastikan bahwa memang Feronica kini sudah berada dalam kondisi yang stabil kembali.
"Apa itu yang ia maksud kemarin? Bahwa ia mampu melakukannya atau tidak?" Stephen kembali teringat akan obrolannya dengan Feronica kemarin.
Ternyata yang dia maksud adalah pertarungan hari ini, Stephen tidak tahu hal apapun selain perubahan kekuatan yang dirasakannya pada gadis itu. Ia tidak tahu apakah Feronica berhasil melakukannya atau tidak.
Stephen tidak melihat pertarungan gadis itu secara langsung. Namun mengingat dari gelegatnya kemarin, sepertinya pertarungannya penting.
Stephen masih terdiam, entah kenapa ia memikirkan urusan makhluk lain sampai sejauh ini.
Ia menutup matanya, namun rasa penasaran masih saja ada padanya. Ia penasaran dengan keadaan gadis itu.
"Sepertinya aku harus menanyakan padanya langsung besok...."
__ADS_1
Apakah dia berhasil dalam pertarungan itu?