Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 101: Percaya


__ADS_3

"Kalau mau menghentikannya... inilah saatnya." Housen tidak percaya dengan seorang gadis kecil yang tanpa alasan yang jelas punya kekuatan yang besar. Apa yang bisa terjadi nantinya? Siapa yang akan bertanggung jawab jika ada suatu hal yang tidak diinginkan?


Berkaca dari kejadian sebelumnya, kekuatan gadis itu jelas merugikan orang lain, yang pada akhirnya pihak sekolah pun mengambil tindakan. Apa bedanya dengan keadaan sekarang? Jika saja dia bisa mengendalikannya maka Housen tidak keberatan memercayainya.


Freiss tidak mengerti mengapa hati housen begitu keras untuk tidak percaya pada Feronica. Mengapa yang dia pikirkan itu kejadian lalu yang bahkan seharusnya melalui diskusi panjang untuk menentukan keputusan yang mereka buat hari ini.


Freiss sudah mengenalnya sejak lama, dan sikap keras rekannya ini yang seringkali membuatnya harus tetap tenang. Tidak ada gunanya berdebat soal itu di sini, yang perlu ia lakukan adalah tetap tenang dan menjelaskan dengan baik-baik.


"Bangunan sekolah masih bisa bertahan karena kekuatan Feronica, apa itu masih belum cukup meyakinkanmu?" Freiss menjelaskan bukti kuat yang sekarang terjadi demi meyakinkan rekannya ini.


Bukti yang bisa dilihat dan dirasakan sekarang, kekuatan gadis itu memang terasa sangat jelas di sekitaran area ini seolah bercampur dengan kekuatan sihir lain.


Faktanya memang Housen tidak merasakan adanya ketidakstabilan pada hawa kekuatan yang ia rasakan saat ini, yang berarti memang apa yang dikatakan Freiss benar. Hal ini membuat Housen terdiam, tidak menyangkal dengan apa yang dikatakan Freiss.


"Tidak ada yang bisa dilakukan selain percaya padanya...." Freiss berusaha agar ia tidak mengeluarkan nada tinggi sekarang. Pasalnya ia memang tidak suka ketika rekannya itu terus mementingkan pendapatnya sendiri.


Melihat situasi sekarang memang tidak ada pilihan terbaik selain menyerahkannya pada Feronica dan pemuda baju putih yang di dekatnya. Keadaan di sini sudah tidak terkendali lagi dan sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.


Housen sekarang sadar akan hal ini, lagi-lagi saking fokusnya ia pada kejadian dulu membuatnya tidak sadar akan fakta yang begitu kuat ini. Namun terlepas dari hal ini memang masih ada suatu hal yang ingin diketahuinya.


Yang sebenarnya Housen maksudkan adalah keanehan yang ada pada kekuatan gadis mantan murid akademi itu. Kekuatannya jelas di luar nalar, itu sudah jelas. Jika dia bisa mengendalikan kekuatan saat ini, mengapa sebelumnya tidak bisa dilakukannya?


Bukankah ini tidak masuk akal? Padahal jika memang ada bukti kuat sebelumnya gadis ini bisa mengendalikan kekuatannya, tentu Housen sebagai salah satu guru bisa mempertimbangkan hal ini.


Dan alasan lain apa yang bisa menjelaskan akan kekuatan gadis itu jika memang bukan hal itu yang terjadi? Housen masih berada di area abu-abu soal kekuatan dari gadis bernama Feronica ini.


Kini Housen bisa menarik garis besar apa yang tengah terjadi di sini, yakni kenyataan bahwa pemuda baju putih itu tidak hanya punya hubungan dengan orang berjubah hitam, melainkan dengan Feronica juga.


Sudah beberapa saat berlalu dan situasi di sekitar memang semakin mencekam adanya, Freiss masih belum selesai juga dengan sihir penyembuhannya ini, seharusnya saat ini kekuatan penyembuhannya bisa membuat rekannya ini pulih, namun sampai sekarang Housen masih belum pulih sepenuhnya. Membuatnya penasaran akan apa yang sebenarnya Housen lakukan di saat pertarungannya tadi?


Bahkan untuk luka berat sekalipun, hanya dengan menggunakan sihir penyembuh saja sudah cukup untuk menanganinya. Namun Freiss merasa ada sesuatu yang lebih berat lagi yang dikeluarkan oleh rekannya ini.


"Pada akhirnya kau memang bersungguh-sungguh ya...." Freiss tersenyum kecil, seetlah beberapa saat akhirnya ia tahu kemungkinan besar apa yang dilakukan oleh rekannya ini.

__ADS_1


"...." Housen terdiam, ia memang masih belum bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas, namun lebih baik dari yang ia rasakan sebelumnya.


Ia juga tidak berharap cepat pulih akan situasi tubuhnya sekarang, rasanya sudah lama ia berada di situasi yang tidak berdaya seperti ini.


"Terima kasih atas bantuanmu Freiss... aku harap apa yang kau percayai ,itu yang akan terjadi...." Housen pada akhirnya mengabaikan egonya dan tidak lagi berselisih paham dengan rekannya sendiri. Terlepas dari situasi sekarang Housen kini menutup matanya dan beristirahat akan apa yang telah ia lakukan sebelumnya.


*


Di sisi lain Joseph masih terbaring di pinggir area sekolah dengan luka yang mengkhawatirkan di tambah dengan ia tidak terlihat bergerak sedikitpun.


Tentu saja pemandangan ini membuat siapapun termasuk kita khawatir dengan keadaannya bukan? Pria besar dengan pembawaan yang ramah ini harus berakhir dengan banyak luka disekujur tubuhnya dan tidak berdaya sekarang.


Namun pria besar itu masih sempat-sempatnya tersenyum kecil di sana, entah apa alasannya, seolah memang ia puas dengan apa yang sudah dilakukannya.


*


-Di area lapang khusus, dekat pepohonan rimbun yang mengarah pada area pekuburan Wolfden.


Sedangkan di tempat lain di mana para murid sedang dievakuasi bersama dengan beberapa guru lain, mereka terdiam ketika melihat sihir yang begitu besar yang berasal dari sekolah mereka.


"Kak... orang asing yang datang ke sekolah benar-benar berbahaya...." ujar Fredirica, ia kini melihat apa yang terjadi memang sudah berlebihan adanya.


"Itulah alasan kita di sini sekarang...." Rossa memandang lingkaran sihir besar yang memunculkan bola hitam yang besar juga, bahkan dari sini ia bisa merasakan begitu kuatnya energi sihir yang terpancar dari sihir besar itu.


Tidak terbayang apa yang terjadi apabila sihir sebesar itu jatuh di atas akademi, nampak wajah cemas dari sebagian besar murid yang ada di tempat ini. Dan suasana di sekitar kini penuh dengan pembicaraan antar murid yang tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang.


*


"Apa kau tidak akan melakukan apapun?" Setelah beberapa saat berselang mengumpulkan kekuatan, orang berjubah hitam masih sempat menanyakan hal ini, dia mengangganya sebagai 'peringatan' terakhir.


Stephen yang mendengar ini tidak mengatakan apapun, ia melihat apa yang ada di atasnya memang hal yang buruk, namun tetap percaya dengan keputusan yang dibuat oleh Feronica.


"...." Perlahan namun pasti senyum kecil mulai tergurat di bibir Feronica, responnya ini berbeda dari yang diharapkan oleh orang berjubah hitam. Raut wajahnya menandakan ia begitu percaya diri tidak peduli dengan keadaan sekitar yang sedang terjadi.

__ADS_1


SSSHHHH!


Pada akhirnya bola hitam yang datang dari langit itu benar-benar jatuh ke bawah, seketika itu juga menciptakan hempasan energi yang begitu kuat mengarah ke bawah dan saking kuatnya bahkan tanah di bawah pun sampai banyak mengalami retakan yang menyebar dengan luas. Ini menandakan begitu kuatnya tekanan yang dihasilkan bahkan ketika bola hitam yang jatuh itu masih jauh di langit.


Dan jika saja bangunan sekitar tidak dialiri energi sihir maka keadaannya sudah pasti tidak akan tahan dengan tekanan yang disebabkan oleh energi gelap ini.


Stephen dan Feronica masih berdiri di sana tidak melakukan apapun yang berarti, mereka tidak terpengaruh dengan tekanan yang sekarang terjadi mengingat memang kekuatan sihir mereka yang kuat.


Sebagai perbandingan, jika orang biasa ada di tempat ini, maka orang itu sudah pasti tidak akan kuat dengan tekanan energi yang menekannya ke bawah. Tubuh akan menjadi berat dan sudah pasti tidak bisa melakukan apapun.


Tekanan yang dihasilkan juga akan semakin kuat seiring dengan berjalannya waktu, yakni seiring dengan bola hitam besar itu mendekat ke bawah, dan jika terus dibiarkan karena begitu besarnya energi yang ada itu, bisa membuat apapun yang ada di bawahnya hancur.


Stephen dan Feronica memang merasakan tekanan yang hebat, namun dengan tidak melakukan apa-apa bukan berarti mereka tidak bisa melakukan apapun.


Kini lebih terlihat Stephen dan Feronica sedang menunggu sesuatu, dan kita berharap bukan untuk menunggu bola hitam besar itu mengenai tempat ini.


Feronica melihat ini dengan mata merahnya yang bersinar terang di tengah suram dan gelapnya area ini. Senyuman masih terlihat jelas dari bibirnya, membuat Stephen yang melihatnya juga jadi penasaran.


Meski rasa penasarannya memuncak, namun Stephen tetap percaya dan tetap tenang juga. Sebagai seseorang yang bereaksi cepat saat sesuatu terjadi, terutama ada bahaya. Memang ia merasa sedikit aneh sekarang.


'Aku sudah bersamanya selama beberapa waktu terakhir, dan ada saja hal yang tak terduga muncul darinya....' batin Stephen mulai jujur dengan perasaannya saat ini.


'Dia bahkan bisa mengetahui keberadaan kakakku yang mungkin menggunakan sihir penyamaran... jika saja dia tidak kemari maka aku tidak tahu apa yang akan terjadi di sini....'


Stephen sadar ia memang masih belum cukup peka untuk tahu keadaan sekitarnya, terutama setelah menghabiskan waktu di peti. Namun dengan keberadaan Feronica sekarang, ia bisa menyadari banyak hal lebih cepat dari perkiraannya.


Jika saja ia tidak bertemu gadis ini, maka sudah pasti ia kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan saudaranya sekarang, dan bahkan ia sendiri tidak yakin bisa melihat kembali dunia luar seperti ini.


Dengan kekuatan aneh yang ada pada gadis ini, membuat semua hal di sekitarnya menjadi mungkin, itulah apa yang dirasakan Stephen sekarang.


'Aku tidak menyangka bisa berdiri di dunia luar seperti ini, dan tidak terlalu buruk juga....' Stephen sadar memang ia tidak memiliki keinginan kuat untuk berada di sini, sebelumnya dengan diam di peti rasanya sudah cukup baginya.


Namun kini memang takdir berkata lain, pertemuan dengan gadis bernama Feronica ini membuatnya punya kesempatan untuk melihat pilihan yang ia hindari sebelumnya.

__ADS_1


Dan meski ia punya alasan untuk khawatir dengan pilihan yang saat ini ia percayai, namun ia tetap berdiri di sini dan melihat bola hitam besar itu mendekat ke bawah.


Feronica tersenyum kecil, ia melihat Stephen dengan sekilas seolah merasa senang karena rekannya itu menerima keputusannya, dan tidak lama kemudian aura kekuatan di tempat ini mulai terasa berubah.


__ADS_2