
Pada akhirnya entitas pria itu juga perlahan tergerus oleh cahaya putih menyilaukan di tempat ini, bersamaan dengan Feronica juga, keberadaan sihir kegelapan buatan pria itu kini sudah benar-benar menghilang adanya.
*
Cahaya menyilaukan kini ada di seluruh pandangan Feronica, sulit melihat apa yang terjadi sekarang namun ia tahu kini kekuatan gelap tidak lagi dirasakan di sekitarnya yang itu berarti memang serangannya berjalan dengan lancar.
Feronica melihat kembali ke keadaan sekitar dan langsung sadar ia sudah kembali ke tempat awalnya, tak jauh darinya ada lawannya yang menatapnya dengan kosong.
"Sekarang waktumu sudah habis manusia...." Pria itu menatap geram pada Feronica, raut wajahnya lebih serius dari sebelumnya, kini ia benar-benar yakin untuk mengakhiri ini dengan cepat. Ia menghimpun kekuatan gelapnya secara langsung tanpa berpikir panjang lagi.
Feronica hanya mengamatinya dan terlihat tenang, merasa bahwa semuanya sudah baik-baik saja sekarang.
"...." Biasanya akan muncul hempasan angin yang kuat setiap kali pria ini mengumpulkan kekuatannya, namun entah mengapa kali ini tidak terjadi apa-apa.
"Kenapa ... ini?" Pria itu melihat ke sekitar, tidak ada energi kegelapan yang berkumpul meskipun ia sudah memanggilnya.
"...." Feronica memerhatikan bagaimana pria itu kebingungan sekarang, memang ia sudah menyangka dia akan segera kembali mengumpulkan tenaganya tepat setelah sihir sebelumnya ia hancurkan.
"Apa kau pikir aku hanya mematahkan sihir tadi saja?" Feronica berjalan pelan mendekati pria itu, kini darah yang menetes dari banyak bagian tubuhnya perlahan sudah mengering, masih terlihat tidak terlalu bagus kondisi tubuhnya ini.
Pria itu memandang Feronica dengan tatapan tidak percaya, apa lagi yang sebenarnya terjadi di sini? Mengapa ia tidak bisa menggumpulkan kekuatan gelap?
Tidak masalah jika memang sihirnya tadi sudah dipatahkan, tapi sekarang ketika ia mulai serius malah terjadi hal seperti ini?
Tidak ada yang salah dengan teknik yang sekarang digunakannya ini, namun mengapa ia tidak bisa mengumpulkan kekuatan gelap sedikitpun? Padahal biasanya ia bisa melakukannya dengan mudah.
"Apa yang kau....?" Pria itu menatap gadis itu dengan heran, apa memang terjadi sesuatu yang tidak diketahuinya?
Feronica menunjuk pada tangan dari pria itu, seolah memang ia tengah memberitahukan sesuatu padanya. dengan cepat pria itu melihat apa yang dimaksud olehnya.
__ADS_1
"Apa?!" Pria itu melihat adanya lingkaran sihir mengelilingi kedua tangannya, lingkaran sihir merah yang tadi dilihatnya sebelumnya. Kini lingkaran itu berubah menjadi kecil dan melingkar pada kedua tangannya, mirip seperti borgol di sana.
"Kekuatanmu cukup merepotkan, jadi kupikir akan lebih baik jika seperti itu...." Feronica hampir mendekati pria itu yang kini hanya terdiam tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang.
"Ja-jangan- jangan?!" Mata pria itu terbuka lebar seolah menyadari sesuatu yang ia tidak sadari sebelumnya, alasan mengapa malah sekarang ia tidak bisa mengeluarkan kekuatannya.
"Sihirmu tadi?!" Pria itu sadar akan sihir yang tadi sudah menghancurkan tempat buatan miliknya, sebuah sihir tanah biasa yang menekan sihir miliknya, dan ternyata tidak berhenti sampai di sana?!
"...." Feronica hanya tersenyum kecil di sana, ia kini sudah berada di hadapan pria itu yang terpaku melihat situasi saat ini.
Sihir Feronica tidak hanya menghancurkan sihir pria ini, namun lebih dari pada itu efeknya bahkan sampai ke dalam diri pria ini. Alasan yang paling mungkin mengapa ia kini tidak bisa mengumpulkan kekuatan sihir karena memang sihir Feronica sudah menghambatnya dari dalam.
'Dia tidak hanya menghancurkan sihirku! Tapi menetralkannya juga! Pantas aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan!' Pria itu akhirnya sadar, kini ia berada dekat dengan gadis itu sedang ia tidak bisa mengumpulkan kekuatan apapun.
Pria itu tidak menyangka kekuatan sihir itu bisa mencakup banyak hal seperti ini, seolah memang kekuatannya di tahan sekarang dan tidak bisa keluar sama sekali.
"HAH!"
Pria itu melancarkan tinjuan tiba-tiba pada Feronica, namun dapat ditangkap Feronica tanpa kesulitan sedikitpun. Ini terlihat bahwa memang tidak hanya kekuatan sihirnya yang tidak bisa ia keluarkan, kekuatan fisiknya pun mengalami hal yang sama!
Seolah kini ia tanpa kekuatan sama sekali, menghadapi seorang manusia biasa di hadapannya dengan tatapan yang puas seperti itu. Mengapa bisa-bisanya ia dipermalukan sampai sejauh ini?!
'Aku harus memulihkan kekuatanku!' Pria itu berusaha untuk meloncat menjauh dari lawannya karena tahu ia tidak bisa berbuat apa-apa, jadi mengapa ia harus dekat-dekat dengannya?!
"?!"
'Aku tidak bisa bergerak!' Pria itu sadar untuk menggerakkan kakinya sedikit saja sudah sulit sekali, rasanya berat dan ia tidak punya cukup tenaga untuk melakukan hal sesederhana ini.
Pria itu hanya punya satu kemungkinan sekarang, kini memang ia benar-benar tidak bisa menggunakan kekuatannya sama sekali, secara harfiah.
__ADS_1
Feronica menatapnya dengan tatapan tajam, sihirnya bekerja dengan baik sampai sekarang dan lawannya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan ini berarti kondisi sudah berpihak padanya.
Grap....
Feronica memegang leher pria itu dan langsung terangkat, sama seperti yang pertama kali dilakukan pria itu padanya. "Bagaimana rasanya kekuatanmu digerogoti dari dalam? Pasti- Uhuk!"
Belum selesai Feronica berbicara tiba-tiba ia terbatuk dan cairan berwarna merah keluar dari mulutnya. Dengan segera pula Feronica mengelap mulutnya dengan sebelah tangannya dan kembali menatap pria ini.
"Manusia sepertimu... tidak akan bisa mengalahkanku!" Bahkan ketika kekuatannya sudah dinetralkan dan kini untuk bergerak saja susah, pria itu masih juga bicara keras.
Kreet....
Feronica tidak mengatakan apapun, ia hanya mengeraskan tangan yang memegang leher lawannya itu, urat-urat di tanganny terlihat ketika melakukan ini.
"Argh...." Pria itu menggeram dan sedikit menggeliat karena merasakan cengkeraman keras dari gadis ini, kekuatan fisiknya benar-benar kuat. Di tengah keadaannya yang tengah lemah ini, tidak ada lagi yang bisa diperbuatnya sekarang.
Tidak ada opsi baginya untuk membalikkan keadaan, mau dengan kekuatan gelapnya ataupun kekuatan fisiknya, semuanya tidak bisa ia lakukan sekarang.
"Urghhh...." Sedang cengkraman pada lehernya makin keras saja, membuat pria ini kini benar-benar sadar akan kekuatan gadis ini.
'Kalau saja....!' Pria itu menyesal karena tidak memperhatikan serangan lawannya dan membiarkan dirinya lengah sampai akhirnya terjadi hal seperti ini.
"Uhuk!" Seiring dengan ia berusaha mengeluarkan kekuatannya ke kepalan tangannya ini, intensitas batuk yang dialaminya meningkat pula.
Di sisi Feronica ini adalah kesempatan emas baginya, ia sendiri sadar jika ia tidak berhasil mengalahkannya di sini maka tidak akan ada lagi kesempatan lain.
Setelah beberapa saat bergelut, pria itu sadar memang tidak ada lagi pilihan baginya untuk bisa keluar dari situasi ini. Energi gelapnya tak kunjung datang dan pula fisiknya makin melemah karena serangan yang diterimanya ini.
Ia akhirnya memutuskan untuk menggunakan sisa kekuatannya ini, bukan dengan dua jalan yang tadi ia pikirkan sebelumnya.
__ADS_1
"Aku ... Stephen ... tidak mungkin kalah di sini!"
"Apa?"