Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 107: Undangan


__ADS_3

TOK! TOK! TOK!


"Feronica!"


"Uh...." Feronica menggosok pelan mata dengan tangannya, barusan ia mendengar suara dari luar ruangan, yang membuatnya terbangun sekarang, kini ia mulai membuka matanya sedikit dan ia bisa melihat sinar matahari yang redup, cahayanya bahkan tidak mampu menerangi kamarnya dengan jelas.


Situasi ini berbeda dibanding cerita yang pernah dibacanya. Yakni tokoh utama yang bangun dengan disapa cahaya matahari yang hangat dan memulai hari dengan penuh semangat.


Namun kali ini tidak terjadi sesuai apa yang ada di buku cerita itu, Feronica tidak punya minat lagi untuk bangun tanpa tujuan yang jelas.


Jika dulu ia bangun pagi untuk menghadiri kelas, maka memang dia tidak punya pilihan lain lagi. Namun sekarang? Tidak ada yang melarangnya untuk berbaring di tempat tidur saja bukan?


Seiring dengan cahaya matahari yang tidak mampu menembus tirai jendela, telinga Feronica bisa mendengar suara air yang berjatuhan ke bawah. Suaranya terdengar jelas dan tidak lupa pantulan suara air yang berasal dari atap rumah.


"...."


Feronica perlahan kembali menutup matanya, sedang tangannya seperti mencari sesuatu di tempat tidurnya, sesuatu untuk menutupi tubuhnya karena ternyata di kamarnya mulai terasa dingin juga.


Kini dengan suasana dingin dan hujan dan tanpa tujuan pula membuatnya merasa begitu lengket dengan kasur tidur yang sedang ditempatinya ini. Tidak ada peraturan yang mengikatnya sekarang, melainkan malah ia menciptakan peraturannya sendiri, yang adalah kembali berbaring lagi.


Tapi rasanya memang sedikit aneh, meski ia tidak lagi punya rutinitas lagi sekarang, namun tetap saja ia tidak bisa menikmati tidur lagi setelah bangun.


Mungkinkah karena ada rutinitas lamanya yang memaksanya untuk bangun sekarang? Feronica tidak tahu alasan pastinya. Namun jika itu yang terjadi itu bukan hal yang buruk juga sih.


Pada akhirnya Feronica membuka matanya kembali, mengikuti kata hatinya dan memandang langit kamarnya, posisi tidurnya tidak bisa dijelaskan secara sederhana di sini (sederhananya ia sering ganti posisi tidur).


'Aku ketiduran ya....'


Feronica sadar ia tidak mengalami mimpi aneh seperti sebelumnya, dan tentu itu adalah hal yang bagus bukan?

__ADS_1


Ia sudah melihat banyak hal kemarin, dan untungnya tidak ada mimpi aneh yang mendatanginya semalam.


"Cepat bangun ada tamu!" Terdengar suara yang sama kembali memanggilnya. Siapa? Siapa lagi kalau bukan ibunya?


Memang jarang ibunya memanggilnya dari luar seperti ini. Feronica punya firasat hari masih lumayan pagi, dan biasanya ia bangun sendiri (namun terkadang telat juga sewaktu dulu).


"Ada tamu?!" Feronica mengangkat tubuhnya dari kasur seolah punya kekuatan tiba-tiba, dan segera membuka pintu dengan rambut panjangnya yang masih acak-acakan.


"Ya... cepat persiapkan dirimu ya!" Ibunya meninggalkannya setelah memberi tahu soal ini, Feronica membuka mulutnya dan menguap, memang ia sekarang harus cuci muka dulu sih.


Tanpa berpanjang lebar Feronica pergi ke kamar mandi, melakukan urusannya, lalu ke kembali ke kamarnya dan keluar dari sana dengan penampilan terbaik yang bisa diusahakannya.


"Sip!" Feronica segera keluar dari ruangan pribadinya dan berjalan ke ruang tengah.


'Siapa ya? Apa aku tiba-tiba jadi orang penting di sini?' Entah mengapa Feronica begitu semangat sekarang, apa karena memang tak pernah ada tamu yang mencarinya selama ini?


Tapi yah, apapun alasan mengapa ia bisa semangat sekarang bukanlah hal yang terlalu penting bukan? Semangat adalah perasaan berharga yang tidak bisa dinilai dengan sesuatu yang sederhana.


Siapapun yang datang pagi-pagi meski cuaca tidak begitu bagus tentulah seorang yang rajin, seberapa penting urusan yang akan di bawa? Feronica penasaran mengenai hal ini.


Belum sempat Feronica melihat siapa tamunya, ibunya lewat di depannya, dan seketika itu juga hidungnya terasa seperti dimanjakan oleh sesuatu.


'Ah harum ....'


"Duduklah Feronica, kita makan pagi bersama...." Elisabeth berjalan ke meja makan memegang sebuah teko kecil yang berisi teh hangat yang harum, bahkan hidung Feronica mendadak jadi sensitif ketika mencium aroma teh buatan ibunya. Aroma khas dan menyenangkan di pagi hari.


"Ah Feronica!" Tamu yang dimaksud oleh ibunya membukan tudung pakaian tebalnya danĀ  menoleh perlahan serta tersenyum. Senyuman khas yang memang sering dilihat oleh Feronica.


"...." Feronica terdiam sejenak di sini, rasanya memang ia terlalu mengharapkan hal yang berlebihan di sini.

__ADS_1


"Ah ternyata Tuan Jack...." Feronica membuang muka, pada akhirnya memang tamunya itu seorang yang familiar dengannya.


"Sepertinya aku tidak diharapkan ya ...."Jack menggaruk kepalanya sendiri, ia tidak menyangka Feronica terlihat sekecewa ini sih.


"Jaga sikapmu Feronica." Dengan nada yang dalam Elisabeth memberi wejangan pada putrinya. memang sikapnya dinilai tidak terlalu ramah bagi seorang yang berkunjung ke rumahnya ini.


"Ah iya ibu." Feronica duduk bergabung di meja makan sekarang. "Maaf Tuan Jack, tadi hanya akting saja hehehe...."


"Akting?" Jack merasa sikap Feronica begitu nyata dan tanpa sandiwara tadi, tapi jika kenyataannya seperti itu ya sudahlah.


'Ada apa Tuan Jack ke sini?' Feronica jadi penasaran mengapa seorang yang dikenalnya ini menyempatkan mampir ke rumahnya padahal beliau adalah orang sibuk.


Dari semenjak Tuan Jack memberi kabar dari sekolah, Feronica pikir ia tidak akan bertemu dengannya untuk sementara waktu. Karena memang Feronica bukan lagi bagian dari akademi sihir.


Jadi faktanya menemui Tuan Jack tidak akan semudah dulu, namun sekarang tanpa perlu waktu lama Tuan Jack kembali mampir ke tempat Feronica.


'....' Tentu saja kedatangannya ini ada alasannya bukan? Feronica tidak mau menduga lebih awal, pasalnya setelah hari yang melelahkan kemarin, perutnya perlu energi yang banyak sekarang.


Elisabeth akhirnya sudah selesai menyiapkan makanan sesi pagi sederhana namun terlihat enak dan membangkitkan nafsu makan.


"Rindu masakanku Jack?" Elisabeth juga bergabung duduk di meja makan. Sedang Jack hanya tersenyum kecil mendengar perkataannya.


Dan untuk beberapa saat kedepan sembari menikmati makanan yang sudah disajikan, Jack dan Elisabeth mengobrol kecil. Dan poin yang bisa Feronica tangkap, mereka sedang membicarakan masa lalu.


'Masakan ibu memang enak....' Feronica setuju dengan Tuan Jack yang juga menyempatkan hadir di pagi hari yang dingin ini.


Waktu terus berjalan sampai pada akhirnya sesi makan bersama pun berakhir, dan di saat itulah Feronica memandang Tuan Jack dan menanyakan maksud dari kedatangannya saat ini.


Jack mengelap mulutnya sendiri dan menjawab pertanyaan gadis ini. "Ah ... pihak akademi ingin menemuimu Feronica...."

__ADS_1


"Pihak ... akademi?" Feronica terdiam dan sedikit menunduk mendengar perkataan Tuan Jack barusan.


__ADS_2