
Gluk....
Gluk...
"Hah... rasanya segar sekali...." Feronica dengan waktu sekejap saja sudah menghabiskan satu gelas minuman yang besar di sana.
"Syukurlah jika kamu menyukainya...." Felicia senang tamunya itu menerima jamuan sederhana yang disiapkannya.
'Lihat? Itu tidak begitu sulit. Dengan begini tugas dari Tuan Alex sudah terpenuhi,' batin Felicia, ia bisa menyelesaikan tujuannya dalam waktu yang singkat. Baginya ini tidak terlalu sulit untuk dilakukan.
'Aku masih tidak percaya Tuan Alex bisa mundur dari gadis kecil sepertinya.' Felicia merasa heran dengan apa yang terjadi sebelumnya.
Mengapa bisa-bisanya seorang yang jadi panutannya bisa mundur? Dan menunda tujuannya seperti itu?
Felicia tahu dari sebagian besar tugas yang diemban oleh Alex, hampir semuanya dia selesaikan dengan cepat, namun kali ini berbeda adanya.
'Dia terlihat seperti gadis kecil pada umumnya....' Felicia memerhatikan bagaimana penampilan dari targetnya ini, dan apa yang ia lihat tidak terlalu berbeda dari yang ia pikirkan sebelumnya.
'Tuan Alex tidak mengatakan apapun selain hanya untuk menangkap gadis kecil ini. Jika aku membawa gadis ini, mungkin aku akan tahu alasan mengapa dia mundur....' Felicia yang menerima tugas ini jadi semakin ingin cepat menyelesaikannya demi mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Tuan Alex.
'Stephen sudah tenang di dalam ruangan yang lain. Kini gadis ini pun akan mengalami hal yang sama.'
Felicia sebenarnya tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan Stephen.
Ia pikir hanya akan berurusan dengan satu orang saja, yaitu targetnya sendiri yang ada dihadapannya.
'Tuan Alex juga tidak mengatakan apapun soal Stephen.' Felicia sadar memang tugasnya kali ini begitu sederhana dan tanpa informasi tambahan yang lain.
Namun apa yang bisa ia perbuat selain mengemban misinya itu dengan baik?
'Aku tidak mau membuat Tuan Alex marah.' Felicia mengatakan itu dalam batinnya kali ini.
'Stephen masih sama seperti dulu.' Bahkan pertemuannya secara tak sengaja pun membuat Felicia kembali teringat masa lalu.
Apa yang ia katakan sebelumnya pun berasal dari lubuk hatinya sendiri. Perasaannya bercampur aduk dan ia mengatakan apa yang dirasakannya saja.
Tidak peduli ketika dala waktu singkat sekalipun perasaannya tiba-tiba berubah, suasana hatinya dan juga apa yang ia perbuat juga berdasarkan apa yang ia rasakan (jika berada di luar misi).
'Seharusnya kami bisa bertemu dengan cara lain....' Felicia memikirkan hal ini, rasanya ia ingin bertemu dengan Stephen dengan cara yang lebih baik.
Mungkin saja tak sengaja bertemu di luar misi? Tapi Felicia sendiri terkadang tidak bisa menahan perasaannya sendiri jika tidak diperintahkan.
__ADS_1
Di samping perasaannya masih ada pada Stephen, tetap saja ada bagian lain dalam hatinya yang ingin Stephen mendapat balasan yang setimpal atas perbuatannya dahulu.
Jadi bagian mana yang harus ia percayai saat ini? Ini jadi dilema baginya.
Kedua hal yang berbeda ini, yaitu perasaan pada Stephen dan juga perasaannya sendiri, keduanya tidak berjalan secara bersamaan, bak air dan minyak yang tidak bisa bersatu.
Mengapa setiap kali mengingat masa lalu, perasaannya yang berusaha ditinggalkannya malah kembali teringat. Tekadnya untuk membalas pada Stephen tidak terealisasikan dan yang ada malah perasaannya ketika dahulu muncul kembali di saat sekarang.
Perasaan apa yang sebenarnya Felicia rasakan dahulu pada Stephen? Tentu kita juga penasaran bukan? Dari apa yang telah kita simak sebelumnya, seharusnya kita juga sudah tahu bukan?
Tentunya bukan perasaan balas dendam, dan benci, melainkan kebalikannya dari itu. Felicia menganggap Stephen adalah seorang yang berharga baginya, dan lebih dari sekedar teman.
Dan Stephen tidak seperasaan dengannya. Mengetahui hal ini membuat kehidupan emosi Felicia jadi berubah dengan cukup berarti.
Dia yang pada awalnya mudah berubah perasaan, kini malah semakin menjadi-jadi. Ia bisa melakukan hal yang berbeda secara spontan dan tidak peduli dengan konsekuensinya.
Hal berbeda? Misalnya dia telah melakukan sesuatu yang baik, namun tak lama kemudian ia tidak keberatan melakukan kebalikannya.
Apa itu berarti perasaannya ini bermasalah? Siapa yang tahu? Felicia tidak pernah mempermasalahkan bagaimana kepribadiannya sendiri. Selama ini memang tidak pernah ada yang mengungkitnya juga.
Selama orang lain mengakui kekuatan yang dimilikinya, mengapa harus pusing dengan hal lain? Bukankah dengan kekuatan semua masalah dan misinya bisa diselesaikan dengan baik?
Karena dengan berteman, maka masih ada kemungkinan melanjutkan hubungan bukan?
Dengan begitu mungkin hubungan mereka di masa lalu bisa diperbaiki dan bisa berakhir dengan baik di masa yang sekarang.
'HAH!'
'Kenapa aku berpikir seperti itu?! Kalau begitu untuk apa jasa Tuan Alex selama ini?!' Felicia sadar namun tidak sampai terperanjat secara fisik.
'Kenapa aku masih peduli dengan seorang yang sudah menghancurkan perasaanku?!l' Felicia tidak percaya dengan apa yang ia pikirkan tadi, yaitu keinginannya untuk kembali berhubungan dengan Stephen layaknya dahulu.
'Setelah dia mencampakkanku. Dia sama sekali tidak peduli padaku... hanya Tuan Alex saja.' Felicia akhirnya sadar dan melihat kenyataan yang ada.
Di saat yang singkat berganti-ganti pemikiran bukanlah hal yang aneh baginya, ia harus tetap berurusan dengan dua keputusan yang berbeda dan pada akhirnya berusaha untuk memihak pada salah satunya saja, untuk waktu yang lama jika ia beruntung.
'Kenapa aku harus berhubungan dengannya lagi? Mengapa aku masih ingin berteman dengannya? Tugas dari Tuan Alex harus lebih kuutamakan!' Felicia menguatkan kembali tujuannya, ia tidak mungkin bimbang di saat tujuannya sudah hampir berhasil saat ini.
Tidak peduli ada Stephen atau tidak sekarang, seharusnya ia tidak begitu terganggu dan fokus pada tujuan utamanya. Misinya lebih penting dari apapun sekarang.
"Nona Felicia, apa nona sudah lama tinggal di sini?" Feronica sepertinya ingin tahu lebih lanjut akan hal ini.
__ADS_1
Felicia menatap Feronica dengan seksama, ia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada targetnya sendiri. "Ah, sudah lama, hanya saja aku sibuk dengan pekerjaan yang pada akhirnya bisa kamu lihat sendiri rumahku bagaimana."
Felicia berusaha mencari alasan semasuk akal mungkin untuk menyembunyikan fakta bahwa rumah yang sekarang ditempatinya ini adalah bekas nenek lanjut usia yang sudah ia singkirkan sebelumnya.
Terdengar mengerikan? Memang begitulah kenyataannya, terlepas dari penampilannya yang rupawan, ia tidak segan-segan melakukan cara apapun agar tujuannya bisa tercapai.
"Ah begitu ya, pasti sulit....huaaah...." Feronica menutup mulut dengan tangan kanannya, entah mengapa dia seperti mengantuk saat ini, padahal sebelumnya ia terlihat biasa saja.
Mungkinkah karena malam semakin larut sekarang? Bisa jadi, terlebih lagi udara dingin dari luar juga masuk ke dalam celah rumah, menghasilkan angin lembut yang membuat siapapun ingin segera mengistirahatkan tubuhnya.
"Maaf Nona, sepertinya saya ingin beristirahat...." Feronica mengungkapkan apa yang menjadi keinginannya, yang saat ini matanya benar-benar terasa berat dan kepalanya pun mengalami hal yang sama.
Kelelahan ketika berkeliling mencari rekannya di kota besar ini menumpuk dengan cepat di malam ini, rasanya istirahat adalah pilihan yang paling bijak untuk dilakukan sekarang ini.
"Ah, kamu bisa menggunakan ruangan di dalam." Felicia bangkit berdiri untuk menunjukkan di mana Feronica bisa beristirahat.'
"Ah saya tidur di kursi panjang ini saja nona, tidak apa-apa." Feronica dengan cepat beranjak dari kursi kecil dan pindah ke kursi kayu panjang, dan segera merebahkan diri di sana.
"Ah, kamu yakin? Padahal di dalam terasa lebih hangat lho." Felicia tidak berhenti membujuk gadis kecil itu untuk tidur di ruangan kamar saja.
"...."
'Ah sudah tidur ya.' Felicia senang efek minuman yang dibuatnya cepat bekerja seperti ini, dengan begini urusannya bisa cepat diselesaikan.
Feronica nampak tertidur pulas, seolah tubuhnya memang begitu lemas dan perlu istirahat.
'Aku belum sempat menanyakan apapun padanya.' Felicia masih penasaran akan hubungan apa yang ada antara gadis kecil ini dan juga Stephen.
Mengapa Stephen begitu bersikeras melindungi gadis ini dan menganggapnya penting? Felicia tidak menanyakan hal ini langsung pada Stephen tadi, dan sekarang pun ia tidak bisa menemukan jawaban apapun pada gadis bernama Feronica ini.
Jika memang Stephen ada bersama dengan gadis ini, itu berarti ada sesuatu di antara mereka, hanya saja Felicia tidak tahu apa itu.
'Kenapa aku harus memikirkan itu?' Felicia sedikit menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran yang seperti ini, yang sedikit menhambat tujuannya.
'Aku seharusnya tidak penasaran dengan kehidupannya sekarang bukan?' Felicia mencoba bersikap rasional di sini. Tidak ada untungnya memikirkan hal lain di luar kesuksesan misinya sendiri.
'Baiklah, sekarang targetku ada dihadapanku....'
'Apa aku harus langsung membawanya ke Tuan Alex?'
'Atau....?'
__ADS_1