
“….” Stephen menatapnya dengan wajah datar.
Yah sudah dibilangin tetep ngeyel, ya beginilah jadinya.
“Hei mereka siapa?” Sementara itu para murid mulai sadar ada orang asing lain yang ada di dekat lapang.
“Kak?” Fredirica terdiam, kedua orang itu rasanya tak asing.
“Mereka….” Rossa merasakan hal yang sama.
Perempuan cantik kemarin yang mengancam mereka, dan pemuda tampan yang dari dulu selalu bersama Feronica.
Kenapa mereka berdua ada di sini?
“Hei, apa mereka musuh juga!?” Salah satu murid mengutarakan dugaannya.
Dan seketika itu juga riuhlah suasana dengan banyaknya pertanyaan tentang tambahan dua orang misterius di akademi.
SRET.
Seketika itu juga datanglah seorang pria bertubuh kecil melihat dua orang tak dikenal ini.
“Guru Housen!” Makin ramailah para murid setelah salah satu guru terkuat maju menemui kedua orang asing itu.
“Kalian….”
“Oh.” Stephen belum sempat memperkenalkan diri, sepertinya sekaranglah saatnya….
SWWUSH!!
Hempasan energi besar langsung tercipta.
“Tuan?” Entah kenapa perasaannya tidak enak.
Housen menatap tajam, ia tak menyangka dua rekannya tergeletak tak berdaya di lapang.
Ada apa ini? Kenapa gadis kecil itu berulah lagi?
“Ini salah paham Tuan.” Stephen berusaha mencairkan suasana.
Namun Housen tak sedang ingin mendengar penjelasan apapun.
Sudah cukup ia melihat bukti kekacauan di sini.
Kedua orang asing ini memancarkan energi misterius yang sulit dijelaskan.
Itu sudah jadi bukti cukup untuk menganggap mereka berbahaya.
“….” Stephen terdiam, ia tak senang ini mengarah kemana.
Bukannya membantu membuat situasi membalik, yang terjadi malahan sebaliknya.
Stephen tidak memikirkannya sampai sini.
Ia lupa fakta bahwa tempat ini sudah pasti akan menindak tegas aiapapun yang tidak berkewenangan di sini.
Tapi nasi sudah jadi bubur, apa yang sudah terjadi tidak bisa diulang lagi.
Stephen berusaha tenang. Ini bukan saatnya adu kekuatan.
Ia harus meluruskan kesalahpahaman ini!
*
Yelena terdiam, jelas ini aneh.
Feronica tak terlihat bersahabat seperti biasanya.
Aura kekuatannya jadi tajam.
“Kau mau menghentikanku?” Feronica ingin mengklarifikasi.
“….” Yelena masih diam, ia sudah lihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang terjadi di sini.
Dua guru terkuat di akademi bisa tumbang begitu saja dalam waktu singkat.
Rasanya tak masuk akal kalau ia datang ke sini untuk menghentikannya.
Feronica menatap serius, namun jawaban tak kunjung didengarnya.
‘Orang iseng.’ Feronica tak tertarik dengan ketidakpastian.
Ia tak punya waktu untuk berurusan dengannya.
Masih ada hal penting lain yang harus diurusnya.
“Tunggu.” Suara dingin itu terdengar lagi tepat ketika Feronica hendak berbalik.
“Aku ingin bicara.” Yelena terlihat tenang seperti biasa.
“….” Feronica kembali menatapnya.
__ADS_1
Yelena tak merasa dia akan mendengarkannya.
Namun hanya ini yang bisa dilakukannya sekarang.
“Kau tidak salah Feronica.”
“….”
Yelena langsung mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya.
Feronica terdiam, ia tak merasakan kepura-puraan dari gadis satu ini.
Kenapa dia mengatakan itu?
Bukankah dia seharusnya menyalahkannya dan menganggapnya musuh sama seperti yang lain?
Ia melukai gurunya, sudah sewajarnya kalau dia tersinggung dan ingin membalasnya.
Namun ternyata tak sesuai dugaannya.
Jadi dia dipihaknya?
“Tapi tolong hentikan ini.”
BUKAN YA.
“Apa maksudmu?” Kalau apa yang dilakukannya tak salah, kenapa harus berhenti?
“Kau bisa melukai orang yang tak bersalah.” Yelena masih berusaha tenang.
Tak biasanya ia bicara panjang lebar, dan sebenarnya ia memaksakan diri juga sih.
‘Melukai … yang tak bersalah?’ Feronica terdiam seolah tersadarkan akan sesuatu.
“Benar juga….”
“!” Yelena diam dalam terkejut, apa dia sudah mengerti apa yang dimaksudkannya?
SWUSH!!!
“….” Kenapa malah menguatkan tenaganya begitu?
“Terima kasih sudah mengingatkanku.” Feronica tersenyum, sayang sekali bukan senyum ramah.
“….” Entah kenapa rasanya ada yang tak beres.
Kesadaran rekannya itu tak diikuti dengan aksi yang diharapkannya, malahan sebaliknya.
Yelena terdiam.
Ia memang berhasil meyakinkannya, namun ke arah yang lain.
Kalau begitu tak ada pilihan lain sih.
SRET.
SWUSH….
Yelena menguatkan kekuatannya, dan hempasan angin kencang tercipta di sekitaran tubuhnya.
“HO?” Feronica langsung dapat jawaban dari pertanyaannya barusan.
“….” Yelena tak berharap banyak Feronica akan berubah dengan perbincangan singkat tadi.
Dan memang itu yang terbaik. Dia benar-benar salah paham dengan apa yang dimaksudnya.
Feronica memandang tajam.
Ia akan menerapkan saran penting yang sudah didengarnya tadi.
Ia tidak salah, yang salah adalah siapapun yang menentangnya.
Feronica sudah muak dengan perlakuan orang akademi, bahkan semenjak di hari pertama.
Dia diacuhkan, tak dianggap ada, dan hari-harinya tambah lengkap dengan jadi bulan-bulanan dua temannya.
Dari awal ia tidak salah, ia bukan kriminal yang bisa langsung dikeluarkan sekolah begitu saja.
Tapi semuanya itu dialaminya.
Jadi kembali lagi pertanyaannya, siapa yang salah?
Salahkah ia membalas semua perbuatan itu, saat ini dan di sini?
HUSH!
Yelena melesat kencang dan melancarkan serangan membabi buta!
SYAT!
SYUT!
__ADS_1
Sangat cepat sampai mata orang terlatih pun masih sulit melihatnya!
“He… hei ….” Banyak pasang mata tidak tahu apa yang terjadi di lapang sana.
Para murid terkesan dengan apa yang mereka lihat.
Meski tak terlihat jelas juga sih.
SYAT!
SYUT!
Feronica bisa menghindar dari setiap pukulan dan tendangan yang terarah padanya!
Inilah rentetan serangan sang murid pendiam, dan jelas bukan sembarang serangan yang bisa dihindari begitu saja.
Teknik fisik kekuatan penuh yang bahkan kekuatannya hampir setara dengan serangan guru akademi.
Namun sayang sekali Feronica bisa menghindari semuanya dengan mudah, hanya dengan sedikit usaha saja.
Meski begitu, Yelena masih tetap saja melakukan urusannya dan tidak berhenti.
Ia sudah menduga akan hal ini.
“….” Feronica menikmari setiap serangan yang dilancarkan gadis itu, namun kalau begini terus membosankan juga.
DBUMM!!
Sebuah ledakan hebat tercipta dan menghempaskan Yelena sampai ke sisi lapang.
“….” Yelena terdiam, tadi ia buang-buang tenaga saja.
Yelena adalah tipe orang yang berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu, namun ia tak bisa menerapkan itu di sini.
“Itu saja?” Feronica berharap lebih bagi seorang yang sudah menyadarkannya.
“….” Yelena terdiam, padahal ia sudah serius juga sih.
Ia sudah menduganya, Feronica memang jauh lebih kuat.
Dan dia menahan diri….
Padahal dia bisa mengalahkannya kapanpun.
Yah alasannya sudah jelas juga sih.
Yelena memang lebih tertarik beraksi daripada banyak bicara.
Namun kali ini sebaliknya.
Lebih baik bicara daripada beraksi.
Namun sayangnya itu tak berhasil.
Yelena tak merasa beraksi adalah pilihan bijak sekarang.
Mau seberapa banyak ia mengeluarkan kekuatan pun, tetap Feronica jauh lebih kuat.
Itulah faktanya.
“….” Feronica terdiam, ia tak paham kenapa gadis itu diam saja.
Apa dia sedang memikirkan strategi?
Feronica tak keberatan menunggunya.
SRET.
Dan akhirnya Yelena kembali menguatkan tenaganya.
Hempasan angin besar langsung tercipta, dan itu membuat senyuman diwajah Feronica.
‘Aku tak punya pilihan.’ Yelena mengerahkan segenap kemampuannya.
Ia memang tak punya kesempatan menang.
Namun ia masih punya kesempatan untuk menunjukkan sesuatu padanya….
‘Andai saja aku menyadarinya dari dulu….’
Yelena kembali menyesalkan kenapa ia tak lebih memahami lagi perasaan rekannya ini.
Mungkin dengan begitu kejadian ini bisa dihindari.
Namun nasi sudah jadi bubur.
Tak ada lagi yang bisa dilakukan selain menghadapinya.
“Hehe.” Feronica tak sabar melihat apa yang akan dilakukan lawannya.
*
__ADS_1