Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 42: Yelena


__ADS_3

Pagi hari dengan langit biru terang dan burung-burung terbang di udara adalah hari yang pas bagi siapapun yang sedang menjalankan aktivitas di luar, tak terkecuali dengan adanya acara Tes Kemampuan Sihir susulan.


Energi yang terpancar dari alam ini membuat para murid terlihat bersemangat dan antusias untuk memberikan semua yang terbaik, tak terkecuali dengan gadis berambut panjang ini.


'Aku sudah sedemikian berlatih keras selama minggu ini, aku tidak boleh kalah!' Batin Feronica, ia berusaha terus menyemangati dirinya sendiri dan menyebarkan energi positif pada pikirannya karena dengan begitu ia bisa lebih tenang dan fokus dalam menghadapi hari ini.


Hari-hari terasa begitu cepat berlalu, pada akhirnya tiba saatnya Feronica menunjukkan hasil usahanya selama ini.


'Hari-hari berlalu cepat setelah kemunculan Stephen, dan Rossa dan Fredirica tidak begitu menggangguku akhir-akhir ini, apa sebabnya ya?' Feronica bertanya mengenai hal ini dalam pikirannya.


Ya memang benar, tepat setelah pertarungan di area lapang khusus di pinggir desa, Rossa dan Fredirica tidak lagi menganggunya dengan meminta hal-hal aneh dan kesempatan itulah yang dimanfaatkannya agar bisa fokus dan berlatih demi Tes Kemampuan Sihir susulan kali ini.


Kesempatan kedua ini tidak akan datang dua kali, jika ia gagal di sini maka usahanya selama hampir tiga tahun ini akan berakhir sia-sia.


Seorang murid Akademi Sihir harus lulus Tes Kemampuan Sihir untuk membuktikan apakah ia layak atau tidak, risiko inilah yang harus dihadapi oleh tiap-tiap siswa yang ingin menguasai ilmu sihir.


Apakah itu artinya sia-sia bagi yang gagal di tes kali ini? Definisi dari sia-sia ini mengacu pada kegagalan murid akademi dalam memaknai dan menguasai ilmu sihir, satu-satunya jalan agar mereka bisa kembali melakukan tes jika gagal adalah mengulang kembali kelas selama satu tahun.


Feronica tidak mau akan hal itu, waktunya akan terbuang banyak jika ia harus mempelajari hal yang sama selama satu tahun lagi, terlebih ia punya hutang yang harus dibayar pada ibunya yakni dengan lulus dari Akademi Sihir dan membanggakannya.


Jadi apa kemungkinan menang di Tes Kemampuan Sihir ini bagi Feronica? Pasalnya ia harus melawan murid berbakat dari kalangan atas demi lulus tes ini. Sebelumnya sudah dijelaskan bukan? Bahwa memang kebanyakan dari murid di Akademi Sihir Wolfden adalah yang berasal dari kalangan atas.


Namun bukan berarti kalangan atas juga selalu memiliki kemampuan sihir yang selalu bagus, ada kalanya para murid dari kalangan ini memilih untuk berkarir di bidang lain setelah tahu bahwa memang menjadi ahli sihir bukanlah panggilan mereka.


Yang jadi permasalahan bagi Feronica adalah tekanan yang harus dihadapinya akan kenyataan bahwa hanya dirinyalah yang berbeda dibanding dengan kebanyakan orang di sekolahnya.


Apa yang berbeda? Sebelumnya kita sudah mendengarnya bukan? Tidak perlu diulang lagi karena memang hal inilah yang seringkali muncul di benaknya.


Tapi tidak ada gunanya untuk terus memikirkan hal ini. Feronica sudah banyak menghadapi pikiran seperti ini dan pada akhirnya hanya satu pilihan yang dimilikinya, yaitu untuk memenangkannya.


'Tidak peduli mereka sehebat apa, aku harus menang apapun yang terjadi!' Feronica duduk di antara kerumunan siswa lain yang memang sedang menunggu giliran mereka masing-masing.


Untuk kali ini Feronica tidak mendapat giliran pertama, melainkan ia sedang mengamati bagaimana pertarungan siswa lain yang tengah menjalani tes ini. Dan itu berarti Tes Kemampuan Sihir sudah berjalan beberapa waktu.


Tidak ada yang berbeda dengan acara yang sudah digelar sebelumnya, hanya saja setiap murid tingkat akhir yang jumlahnya lumayan banyak ini adalah para siswa dan siswi yang sudah kalah dari lawan mereka sebelumnya yang mendapat kesempatan untuk mencoba kembali, sama seperti Feronica.


"Hebat sekali." Feronica terkagum bagaimana penampilan aksi unjuk gigi dari masing-masing murid yang sedang bertarung di lapangan, ia pada akhirnya bisa melihat bagaimana kekuatan sihir dari siswa tingkat akhir yang sebelumnya tidak bisa dilihatnya karena harus terbaring di ranjang ruang pusat kesehatan karena cidera yang dialaminya dulu.


Kini ia sadar Tes Kemampuan Sihir bukanlah acara main-main unjuk kekuatan saja, namun juga menjadi penentu awal dari perjuangannya sebagai pengguna sihir.

__ADS_1


DUAGH!


Pertarungan kali ini ditutup dengan menangnya salah satu dari mereka, Feronica tidak begitu kenal dengan semua murid tingkat akhir, namun setidaknya ia masih mengenali bagaimana penampilan mereka.


"Selesai! Kini pertarungan selanjutnya ...  Feronica melawan Yelena!" seru Bu Guru Freiss yang kembali bertindak sebagai pemandu acara Tes Kemampuan Sihir susulan ini.


"Baiklah." Feronica beranjak dari antara kerumunan siswa lain dengan jantung yang cukup berdegup kencang, entah mengapa ia merasa gugup untuk kembali mengulang Tes ini, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak membiarkan perasaan itu menguasainya.


'Yelena?' Feronica akhirnya sampai di area tengah lapang, melihat lawannya yang sama murid tingkat terakhir dari kelas yang sama dengannya.


Baru kali ini ia begitu memerhatikannya, Feronica memang suka mengamati murid sekelasnya yang memang sangat jarang berinteraksi dengannya, namun ia hanya melihatnya sekilas tanpa mengamati dalam-dalam.


Pernah suatu ketika ia harus terkena marah dari teman sekelasnya karena merasa terganggu oleh tatapannya itu. Atas dasar itulah Feronica hanya melihat teman-temannya sekilas saja berusaha agar tidak lagi terjatuh di masalah yang sama.


Rossa dan Fredirica-lah, yaitu kedua teman mereka yang benar-benar diingatnya bahkan selama hampir tiga tahun ini karena merekalah yang sering berinteraksi dengannya, meskipun dalam lubuk hatinya jika ia bisa memilih maka lebih baik ia memang tidak memiliki teman sama sekali di Akademi.


Feronica sudah cukup kenyang dengan perlakuan mereka berdua, namun jika dilihat di sisi lain jika ia tidak memiliki teman sama sekali di Akademi selama ia belajar di sini, agak menyedihkan juga rasanya.


'Yelena, murid pendiam di kelas.' Feronica mengamati bagaimana penampilan lawannya itu.


Yelena adalah seorang gadis dengan rambut hitam kecoklatan pendek sebahu, dengan tinggi badan yang sama dengannya, memiliki mata berwarna biru sayu yang terlihat seperti kurang tidur. Postur tubuhnya ideal, tidak terlalu kurus ataupun gemuk.


Feronica memang pernah melihatnya di kelas dan seringkali mengamatinya sedikit, Yelena tidak terlihat banyak berinteraksi dengan yang lain, namun tidak sama dengannya.


Sedangkan Yelena adalah seorang gadis pendiam yang sering dikerumuni oleh teman-temannya yang lain, entah apa yang sebenarnya mereka bicarakan juga di sana.


Dari sini terlihat perbedaannya bukan? Feronica dan Yelena sama dan berbeda di saat yang bersamaan. Yelena adalah seorang yang jarang berinteraksi sedangkan Feronica adalah seorang yang memilih untuk tidak berinteraksi.


Aura yang dipancarkan Feronica tidak se-hening yang dimiliki Yelena, itu artinya tingkat 'pendiam' Yelena lebih tinggi dibanding Feronica.


Sama seperti kebanyakan siswa lainnya, ia memiliki perhiasan tersebar yang dikenakan olehnya, mulai dari kalung keemassan indah di lehernya sampai ke cincin yang juga tak kalah berkilau yang ada di jari manisnya. Yang menandakan bahwa dia berasal dari kalangan keluarga yang berada.


"Baiklah. Pertarungan kali ini dimulai ... sekarang!" Tanpa berlama-lama Bu Guru Freiss segera mengacungkan dan menurunkan tangannya sebagai tanda bahwa pertarungan sudah dimulai dan menghilang seketika dari area tengah lapang sekolah.


'Baiklah Feronica! Inilah saatnya!' Feronica mengumpulkan segenap kekuatannya dan membulatkan tekadnya untuk menang apapun yang terjadi pada tes susulan ini.


Huuusshh!


Feronica melesat cepat ke depan seraya melancarkan beberapa tinjuan dan tendangan pada lawannya itu, namun seperti perkiraannya serangan fisiknya itu mampu dihindari Yelena dengan mudah.

__ADS_1


HUSSH! HUSSSH!


Feronica melancarkan beberapa serangan pukulan dan tendangan yang cukup cepat,


Serangan Feronica sama sekali tak mengenainya dan hanya menimbulkan hempasan angin saja.


'Hebat!' Feronica malah kagum akan bagaimana murid yang sekelas dengannya itu menghindari serangannya dengan mudah.


'!' Gerakannya terbaca, saatnya beraksi!


TAP!


Feronica melompat tinggi ke atas setelah tahu rentetan serangan fisiknya itu tak bekerja dengan baik. "Sihir Tanah: Gelombang Tanah!"


Seketika itu pijakan tanah di mana Yelena sedang berdiri bergetar hebat dan membuatnya kehilangan keseimbangan selama beberapa saat, namun dari raut wajahnya ia tetap tenang dan tidak terlalu memusingkan apa yang terjadi di sekitarnya.


"!"


Serangan gelombang tanah adalah salah satu jenis sihir tanah yang mampu digunakan Feronica, dengan memanipulasi  tanah yang berada di bawah, dia bisa membuat lawannya jadi terombang-ambing bak seseorang yang sedang berada di air. Bisa untuk melemahkan pertahanannya sementara.


HUSHHH!


Feronica yang masih berada di udara mengamati apakah serangan sihirnya bekerja atau tidak, namun apa yang ia lihat adalah Yelena yang malah tetap focus menatap tajam ke arahnya, tidak peduli dengan goncangan yang terjadi di sekitarnya.


Biasanya orang yang menerima trik seperti ini akan mengalihkan pandangan dari lawannya dan bersiaga melihat apa yang terjadi di sekitarnya namun kali ini berbeda, Yelena malahan tetap melihat Feronica yang berada di udara dan bersiaga dengan caranya sendiri.


'Sial dia tidak terganggu dengan sihir ini.' Feronica berusaha tetap tenang akan melihat betapa tajamnya pandangan mata lawannya itu.


Sshhhh....


"Apa?" Feronica merasakan ada aura yang berbeda, seakan ada kekuatan sihir yang berada di sekitarnya.


'Jangan- jangan?!'


"Sihir Angin: Tinjuan Angin." Yelena berbicara pelan dan dengan suara yang sangat lembut, dan di saat bersamaan seketika itu juga muncullah tanda sihir berwarna biru tepat di saat Feronica masih melayang di udara.


'Tak sempat!' Feronica hanya bisa melihat sekilas ke atas, apa yang ia rasakan sebelumnya benar adanya, ada energi sihir besar terkumpul cepat tepat di atas dirinya.


Sorot matanya hanya tertuju pada lingkaran sihir berwarna biru di atasnya tanpa bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


DUAGH!


DUM!


__ADS_2